
Nayla terbangun, ia kamarnya sudah gelap “ siapa yang mematikan lampu…? Jam berapa sekarang …?” Nayla menekan tombol di pinggir nakasnya, lampu utama kamar pun menyala, Nayla melirik jam besar didinding menunjukan pukul lima pagi. “ Sudah subuh.. aku mandi dahulu kemudian sholat “Nayla turun dari ranjang ia melihat kopernya sudah ada di dekat lemari pakaian.
Nayla sudah menunaikan sholat subuh “ krukk,krukkk” perut Nay berbunyi . “ aku melewatkan makan malam, perutku lapar sekali, perutku sudah terasa perih…” Nayla naik ke atas ranjang ia merasa berkeringat padahal ia baru selesai mandi, ia menghidupkan AC tetapi ia merasa kedinginan, Nayla menggulung tubuhnya dengan selimut, ia mulai merasa mual dan pusing keringatnya semakin deras nayla merasa haus, dengan gemetar ia ingin mengambil minum yang tersedia di nakas, tetapi ia sudah tidak bertenaga, gelas air minumpun terjatuh
dilantai,dingin dan gelap menguasai Nayla.
Nayla terbangun ia melihat ruangan serba putih dan memili bau khas obat-obatan, di tangannya sudah terpasang infus.
“ Nona, anda sudah bangun…” melihat Nayla bangun, Leorna menekan tombol untuk memanggil dokter, sesuai dengan perintah dokter memintajika pasien sudah bangun untuk memberitahunya.
“ aku kenapa..….? “
Belum sempat Leorna menjawab perawat dan dokter sudah tiba. Dokter dan perawat itu memerikssa Nayla ia menanyakan keadaaanya jika tidak ada keluhan lagi setelah infusnya habis Nayla boleh pulang. Asam Lambung Nayla terlalu tinggi, menurut dokter ia terlambat makan, kelelahan dan stress dan tekanan darahnya rendah. Nayla tidak ada riwayat asam lambung dan tekanan darah rendah mungkin karena ia tidak makan dan kejadian kemaren membuatnya sedikit tertekan. Dokter menyuruhnya istirahat dan minum vitamin.
Leorna menyuapi Nayla makan bubur yang diberikan oleh perawat untuk Nay jika sudah sadar. Awalnya Nay menolak untuk disuapi tetapi Leorna tetap memaksa.
Nay sudah di perbolehkan keluar, Aditya sudah menunggu di lobby Rumah sakit ia diperintahkan Azka untuk menjemput Nay. Nayla melihat kekanan kekiri seolah mencari seseorang “apa yang aku harapkan, mana mungkin ia akan datang...”
melihat perubahan muka Nayla Aditya seloah paham kalau Nayla mencari Azka. “ maaf nona, tuan tidak bisa datang dia lagi ada meeting sekarang, mari nona silahkan…”
Aditya melajukan mobilnya, Nayla melihat arah laju mobil bukan kembali kea rah Villa “ kita mau kemana..” Tanya Nayla
“ Tuan meminta saya untuk mengantarkan ada ke Apartemen, kita akan ke Jakarta nona “
Nayla mendengar itu hanya menarik napas ia tau tidak bisa protes dan hanya bisa menuruti kemauan Azka suaminya itu. Suami menyebut kata itu mebuat Nayla sedih. Sejak sampai di Villa hingga sekarang ia belum melihat dan berbicara kepada Azka, apakah Azka juga sama seperti Rendy pernikahan ini menjadi beban untuknya.
Mereka tiba di Apartemen Nayla melihat sekeliling, ia mengagumi betapa mewahnya gedung-gedung dan bangunan disana, Nayla bukan belum pernah ke Jakarta mereka sekekali ketika liburan pergi bersama keluarga Vica dan Aan, tetapi baru kali ini Nayla melihat gedung mewah dari dekat.
“ Mari nona..”
“ ehh, iya “ jawan Nayla sambil terbata.
Mereka tiba di lantai paling atas, Aditya membuka pintu mereka masuk Nayla kembali dibuat terperangah dengan kemewahan Penthouse milik Azka , “ siapa suami Azka sebenarnya, kenapa ia selalu di kelilingi oleh
kemewahan…? “ Nayla bertanya dalam hati.
“ nona mulai sekarang anda akan tinggal disini “
“ disini….? Sendiri…? “ Nayla bertanya dengan nada terkejut mendengar perkataan Aditya.
“ ya nona, dengan tuan Azka tentunya..”
Nayla kembali terkejut dengan perkataan Aditya “ berdua saja..” Nayla kembali bertanya
__ADS_1
Aditya menganggukan kepala
“ Leorna dia tidak tinggal disini..”
“ Tidak nona, tetapi ia akan mengurus semua kebutuhan anda, hari ini dia kan menemani anda karena anda masih sakit dan tuan akan lembur “.
“ suami macam apa, istrinya sakit di tinggal lembur “ gumam Nayla
Mendengar gumaman Nay Aditya tersenyum, ia berpikir apa Nayla menyukai Azka..?.
“ selamat Istirahat nona, anda akan di temani Leorna , saya permisi “
Nayla duduk di sofa ruang tamu ia mengamati sekeliling begitu luasnya Penthouse ini jika di tinggali sendiri.
“ Leo kamu tidak tinggal disini....?, siapa yang mengurus tempat ini…?”
“ tidak nona, sebenarnya saya tinggal dirumah utama, saya di panggil ketika tuan Azka pulang, dan mengurus semua yang ia perlukan di mana tempat ia akan tinggal , ada pelayan khusus yang bertanggung jawab untuk
memersihakan tempat ini“
“ Kamu akan kembali kerumah utama …? “
“ ya nona, karena tuan Azka hanya tinggal sementara disini, dia akan kembali ke Singapura, jadi tidak banyak yang perlu saya urus disini “
“ ya nona, tuan Azka tinggal di Singapura saat ini di bekerja disana ..”
“ Apa pekerjaan Azka..”
Mendengar pertanyaan Nayla membuat Leorna kaget, bagaimana bisa gadis yang tinggal dengan tuannya tapi tidak mengenal tuannya, “apa aku salah bicara, siapa gadis ini, kenapa Aditya memperlakukannya dengan baik, dan kenapa tuannya membawa gadis ini bersamanya..?” Leorna bertanya dalam hati
“ Anda benaran bertanya nona…?”
Nayla menganggukan kepala, sambil mendekat kearah Leorna duduk, “ kamu bisa bercerita sedikit tentang Azka..”
Leorna tersenyum melihat wajah memelas Nay, ia tertawa apaia tidak pernah melihat berita atau dia tidak punya handphone untuk mencari, bukannya sangat gampang untuk mencari siapa Azka, gadis kecil ini kalau dilihat sangat cantik dan polos, siapa dia sampai tuan azka sangat memperhatikannya, Leorna dan semua pelayan di Villa tidak mengetahui siapa Nayla tetapi mereka menghormati Nayla karena merupak tamu tuannya, dan Leorna di tugaskan untuk membantu dan menjaga Nay.
Leorna menimbang untuk memberi tahukan “ sebenarnya anda bisa mencari siapa tuan Azka internet nona “
“ benarkah…? Apa dia orang terkenal… ”
Leorna tersenyum mendengar perkataan Nonanya itu “ ya nona ketika anda mengetik nama Azka Aldric Nugraha anda akan mendapat informasi tentang tuan muda …”
“ oh itu nama lengkapnya” batin Nay
__ADS_1
“ tetapi aku tidak punya handphone, punyaku diambil tuan mu “ Nayla memasang wajah kesal
“ bersama siapa dia tinggal di Singapura…”
‘’ bersama Aditya nona”
“ berdua saja…”
“ sekarang Nona Anita lagi berada di Singapura ia lagi, membawa nona Qila berobat putri semata
wayang nya disana, Nona masih kecil tetapi ia harus melihat hal yang tragis...”
“ siapa Anita…”
“ Nona Anita kakaknya Tuan Azka nona, mereka hanya dua bersaudara, tetapi tuan dan nyoya besar tainggal di Jakarta”
Nayla merubah posisi meletakkan kepalanya di paha Leorna, Leorna awalnya terkejut,
“ bolehkah aku melakukannya..? “ Nayla bertanya karena Ia melihat Leorna terkejut, entah kenapa tiba-tiba ia merasa kesepian, Leorna adalah pelayan yang paling dekat dengan Nay, ia ingin Leorna menjadi temannya,
usia Leorna mungkin sekitar 30 tahun.
“ ya nona jika anda tidak keberatan, saya hanya pelayan,anda tidak boleh seperti ini, jika tuan melihat saya akan di marah nona.."
“ saya tidak punya teman, saya sudah tidak punya siapa-siapa didunia ini, saya tidak tau harus melakukan apa, selain menerima takdir” suara bergetar Nay
Leorna yang mendengarkan mersa sedih ia tidak menyangka kalau Nayla tinggal sendirian, apa hubungannya dengan tuan Azka, dia gadis baik yang kesepian. Leorna ingin menghibur Nay
“ nona anda bisa menjadikan saya sebagai teman anda, anda bisa bercerita apa saja kepada saya jika anda mau..”
“ benarkah kamu mau menjadi temanku “ Nayla senang sekali mendengar perkataan Leorna
Leorna mengangguk, “ terima kasih “ Nayla memeluk Leorna.
“ anda harus istirahat nona, mari saya antar kekamar anda …” Leorna mengantarkan Nayl kekamar tamu yang telah disiapkan Azka.
“ Kamu mau pulang..”
“ tidak nona saya akan menemani nona sampai tuan azka pulang, saya akan menyiapkan makan malam anda nona “
Nayla mengangguk, ia masih merasa capek dan ingin istirahat sebentar.
***
__ADS_1
Bersambung....