Padamu, Kulabuhkan Hatiku

Padamu, Kulabuhkan Hatiku
Part 5. Ayah


__ADS_3

Hari pengumuman kelulusan yang di tunggu telah tiba, Anak-Anak kelas dua belas sudah berkumpul di depan papan pengumuman, tidak terkecuali Nayla, Vica dan Aan. Alhamdulillah mereka bertiga lulus dan Nayla mendapat posisi dua nilai tertinggi, mereka sangat senang.


" Alhamdulillah, kita lulus semua " ucap Nay


" Alhamdulillah " ucap Vica dan Aan bersamaan


" Nanti setelah kita dapat Ijazah kita daftar bareng kuliahnya " ucap Vica


Aan dan Nayla mengangguk bersamaan. Selanjutnya mereka berfoto bersama teman-teman angkatan mereka, dan mereka berjanji akan makan bersama dengan teman-temannya untuk merayakan kelulusan mereka semua.


    Beberapa minggu kemudian tiba di mana saat mereka mengambil ijazah\, walaupun pembagian Ijazah ini tidak serentak tetapi di bagi dalam bebarapa hari\, beruntungnya tiga sahabat itu bisa mengambil Ijazah di hari yang sama. Sesudah pengambilan Ijazah mereka pulang kerumah Nayla mereka ingin melihat dan menyiapkan persyaratan ketika mereka mendaftar Perguruan Tinggi nanti\, tentunya sesudah itu mereka akan menonton darama korea bersama. Tidak lupa sebelum pulang mereka mampir di Ind****t umtuk membeli cemilan.


    Mereka tiba di rumah Nayla, Nayla membuka pintu sambil mengucap salam mereka langsung duduk dan tiduran di sofa ruang tamu. Rumah Nayla tidak lah besar tetapi memiliki tiga kamar, ruang tamu, dapur dan satu kamar mandi. Biasanya ketika Nay pulanh disambut dengan mbok Darmi, tetapi Nayla sudah mulai terbiasa ketika pulang tidak ada lagi nenek yang selalu menyambutnya dengan senyum khasnya, ayahnya kalau lagi bekerja pulang sore.


    Mereka bertiga mulai berselancar di smartphonya masing-masing, mereka melihat dan mencari informasi mengenai jurusan yang akan mereka tuju. Mereka mencatat apa saja berkas yang dibutuhkan, waktu pendaftaran online dan pengiriman berkas ke Perguruan Tinggi.


" selesai, udah di catat dan disimpan semua " ucap Nay


" Yupz, selesai juga " Aan menimpali


" aku juga " ucap Vica


" oke, selanjutnya kita ngapain lagi ya…" ucap Nay smabil membuka kemasan makanan ringan yang mereka beli dalam perjalanan pulang tadi.


" nonton dong..." Aan dan Vica menjawab serentak

__ADS_1


" ayooook " mereka bertiga menjawab bareng dan mereka tertawa Nayla mengambil Laptonya dan mereka menonton drama di ruang tamu sambil santai dan tiduran di sofa.


***


Di Singapura


" Dit, kapan jadwal ku pulang Jakarta bulan ini" Tanya Azka pada assisten pribadinya itu yang bernama Aditya.


    Semua assisten Azka secara langsung adalah laki-laki. Azka tidak terlalu menyukai assisten perempuan. Menurut Azka laki-laki lebih gesit tanpa adanya drama kelelahan karena lembur bekerja ataupun kerja dilapangan, dikarenakan Azka sering mengadakan sidak lapangan secara tiba-tiba. Bagi Azka sidak ia lakukan bukan tidak mempercayai kerja bawahannya, tetapi pekerjaan proyek memungkinkan untuk dilakukan kecurang oleh pelaksana lapangan besar seperti pengurangan atau penurunan kualitas bahan material dan lainnya.


     Azka harus memastikan bahwa tidak ada kecurangan yang dilakukan oleh pelaksana proyeknya.Proyek yang ia kerjakan bukanlah proyek biasa, ini merupakan proyek jangka panjang dan mengutamakan keselamatan orang banyak. Proyek yang sedang Azka kerjakan adalah pembangunan Apartemen, Mall dan sekolah dalam satu lingkungan.Sudah lebih tujuh bulan Azka tidak pulang ke Indonesia. Dia benar-benar ingin memastikan tidak ada masalah dalam proyeknya.


    Perusahaan Nugraha Grup yang berpusat di Jakarta masih di pegang oleh Ayahnya Surya Nugraha. Ayahnya ingin Azka menggantikannya tetapi azka masih menolaknya karena menurutnya ayahnya masih mampu, dan Azka mau focus dengan proyeknya di Singapura dulu.


    Bulan ini ada jadwal ketemu kliennya di Jakarta dan Azka juga mengatur waktu, Ia berencana ingin menemui gadis yang menyelamatkan keponakannya itu. Azka ingin mengucapkan terima kasih secara langsung, Azka juga ingin menawarkan beasiswa penuh untuk keperluan gadis itu melanjutkan kuliahnya, dan nanti dia juga ingin


“ dua minggu lagi, pak “ jawab Adit


“ baiklah, persiapkan semua berkas yang diperlukan ”, “ oya jangan lupa atur waktu saya untuk ketemu gadis itu “


“ baik pak “


    Aditya juga mengetahui perihal gadis yang menyelamatkan keponakan bos nya itu, dia juga penasaran dengan gadis tersebut yang menurutnya langka di jaman sekarang orang yang dengan iklas membantu tanpa mau menerima konpensasi apapun. Yang Aditya dengar dari Tomi bahwa nenek yang meninggal itu sama seperti Ibunya, Ibu Gadis itu meninggal saat melahirkannya, dan ia diasuh oleh neneknya, sekarang neneknya juga sudah meninggal disaat dia belum tamat sekolah. Aditya seolah merasakan kesedihan gadis itu.


***

__ADS_1


    Nayla dan kedua sahabatnya masih asyik menonton drama korea di ruang tamu. Vica Dan Aan semenjak ujian sering nginap dirumah Nayla itu pun atas Izin orang tua mereka. Orang tua mereka bersahabat dari kecil, ditambah satu lagi orang tuanya Rendy Abdilah, karena Rendy anak cowok jarang bergabung dengan mereka tetapi jika orang tua merekalagi ngumpul dia juga sering ikut . Rendy juga teman seangkatan dengan mereka


bertiga. Orang tua Rendy merupakan pengusaha di tempat Tinggal mereka, Orangtua Rendy Menpunyai berbagai macam usaha, sedangkan Ayah Vica dan Aan seorang PNS, dan Ibu mereka ibu rumah tangga biasa, Ayahnya Nayla Mandor Proyek.  Ayah mereka adalah tetangga mereka akur dan bersahabat dari kecil, seperti Nay, Vica dan Aan.


    Mereka bertiga masih betah menonton drama sambil menikmati cemilan yang sudah hampir ludes.


“ Jika kita nanti kuliah bareng, kita bias melakukan ini setiap hari “ ucap Vika


“ Menyenagkannya …” ucap Aan


Nayla hanya tersenyum melihat temannya itu menghayalkan kehidupan merek kuliah nanti.


“ hei… habis ini bantuin ya beresin rumah “ Nayla menggagu kedua temannya yang lagi berkhayal.


“ Siap … Boss” Vica dan Aan menjawab bersamaan.


    Drama yang mereka tonton sudah habis, mereka akan bersiap unyuk membereskan bekas makan dan minum yang mereka serakan sambil nonton.


“ Tok..Tok.. Asslammua’alaikum “ ucap seseorang di teras rumah


    Mereka bertiga saling lirik, Nayla keluar menuju pintu dan membukakan pintu. Dia melihat teman kerja ayahnya Pak Yadi.


“ Ya. Pak..”


“ Nay, Ayahmu mengalami kecelakaan, sekarang Di Rumah Sakit “

__ADS_1


***


Bersambung….


__ADS_2