Padamu, Kulabuhkan Hatiku

Padamu, Kulabuhkan Hatiku
Part 19. Pergi


__ADS_3

Azka membuka surat dari Nayla


Dear mas Azka


    Mas, maafkan aku,aku tahu aku berdosa pergi tanpa izin darimu tapi aku mohon maafkan dan izinkalah kepergianku supaya langkahku tidak terhalang oleh murkamu.


    Terima kasih atas semua yang telah mas berikan padaku, Aku sangat bahagia bisa berada didekatmu. Didalam doa aku meminta ingin selalu bersamamu, tetapi aku sadar aku tidak pantas untuk mu, kau bukanlah untukku. Mas kau tidak perlu melihatku karena peristiwa itu aku melakukannya karena rasa kemanusiaan dan yang menggerakan hati manusia adalah Tuhan aku tidak meminta imbalan.


    Jika nanti kita bertemu lagi tetapi kau tidak bisa memaafkanku tolong agap saja kita tidak bertemu agar tiada rasa sakit dihati. Aku akan selalu mendokan kebahagiannmu,


                                                                                                                                    Nayla


Membaca surat Nay membuat emosi nya memuncak “ tak akan ku biarkan kau pergi dari sisiku “ Azka melempar barang yang ada dinakas. Mendengar ada barang yang pecah dikamar Aditya dan Tomi berlari menuju Azka.


 “ cari dia sampai dapat, bawa di kehadapanku “


Aditya dan Tomi mengerahkan anak buahnya untuk membawa Nay  bagaimanapun caranya dan tanpa terluka sedikitpun.



 Visualnya Nayla Keisya


***


    Seperti biasa Azka berangkat kantor dan Nay sudah tau kebiasaan Azka ia menghantarkan Azka ke depan menuju pintu Azka pamitan sambil memeluk dan mecium kening dan bibir Nay. Nay meberikan pelukan terakhir untu Azka.


    Azka berangkat Nayla membereskan meja makan setelah sarapan dan menuju kamarnya, ia mengganti baju dengan jaket ia memakai kerudung, masker dan kaca mata, ia membawa barang secukupnya yang ia perlukan saja.


    Nayla memikirkan cara bagaimana agar ia tidak ketahuan kemana ia pergi, ia takut Azka mencarinya dan merubah pendiriannya. Hanya satu cara ia pergi tanpa ketahuan, walaupun melelahkan ia kan lakukan. Nayla Naik taksi menuju kota Bekasi kemudian ia naik angkot menuju cikarang dan mengganti kendaraannya lagi ke purwakarta, baru ia naik kereta ekonomi ke Surabaya. Surabaya adalah kota pilihan Nay bukan di Surabaya tetapi ia akan mengganti kendaraan  menuju kota Malang. Nay takut jika ia menggunakan KTP untuk memebeli tiketnya ia bisa ketahuan.


    Nay mengambil malang ia berharap tidak bertemu Azka. Selama di kereta Nay memandangi foto Azka.


Nay ketika belanja malam itu Ia membeli handphone baru tentu yang jauh lebih murah dari pemberian Azka, sebelum pergi ia mengambil satu foto Azka “ izinkan aku menyimpan yang satu ini “ Nay menyimpan satu foto Azka yang ia potret dari foto yang ada di meja kerja Azka. Kemudian Ia menyalin No hape yang ada di hapenya nomer Azka, Tomi, Aditya dan Leorna, dia tidak tahu kenapa ia menyimpannya.



 Visual Azka Aldrick Nugraha


***


    Azka sangat emosi dan marah satu bulan sudah Nayla pergi belum ada satu pun kabar dari istrinya itu, Azka


berpikir kalu Nay benar-benar meninggalkannya, Azka tidak menyangka akan sesulit itu untuk menemukannya “ kau pergi meninggalkanku, aku tidak ingin balas budi sudah kukatakan aku mencintaimu tetap berada disisiku, baiklah aku akan melupakanmu “ Azka menarik napas dalam

__ADS_1


“ hentikan pencarian “ perintah Azka pada Aditya tapi yang dia tidak bisa hindari hatinya sakit ketika


mengatakannya.


 “ tapi boss..”


 “ sudah saya putuskan untuk melepaskannya, semoga dia bisa mendapatkan kebahagiaan nya “


     Mendengar perkataan bosnya itu membuat Aditya sedikit sedih karena ia tau bosnya sudah jatuh cinta pada istri kecilnya itu, tetapi ia hanya bisa mengiyakan. Aditya menelpon Tomi untuk memberitahukan penghentian pencarian, Aditya menelpon Tomi karena Tomi mengerahkan anak buahnya untuk mencari Nay.


    Tomi berpikir kenapa Azka memberhentikan pencarian yang ia tahu Azka mencintai Nay dan Ia juga memeiliki


firasat jika gadis yang sudah dianggap adiknya mencintai Azka.  “ apa yang harus aku lakukan ?”.  Setelah berpikir lama Ia terpikir sesuatu  “ aku harus mencobanya”.


***


    Azka pulang dari Singapura dia pulang tanpa kabar ia hanya ingin melepas rindu pada kekasihnya Thalita semenjak memutuskan untuk melupakan Nay ia memilih untuk mengikuti kemauan Thalita, tetapi walaupun bersama Thalita Azka tetap tak bisa melupakan Nay ketika ia memeluk dan mecium Tahlita sangat berbeda ketika itu dengan Nay semakin ia berusaha entah kenapa hatinya semakin sakit.


Azka tiba di Apartemen Thalita ia masuk, Apartemennya begitu gelap


“ mungkin Thalita belum pulang, itu bagus dia pasti senang melihatku disini “


    Ketika Azka ingin melepaskan lelahnya di sofa ia mendengar suara di kamar, Azka tau itu kamar Thalita Ia  berjalan mendekat kearah kamar suara itu semakin jelas, suara dua insan yang bergairah suara ******* demi desan makin terdengar, Azka melihat pintu kamar yang sedikit terbuka Ia melihat dua orang yang sedang memadu asmara Nampak jelas seseorang yang sedang berada di bawahnya walaupun hanya cahaya remang karena wajahnya persis dibawah sinar lampu.


“ Azka “ thalita terkejut sambil menutup mulutnya


 “ Kalau kau masih mau hidup jangan pernah menampakkan wajahmu di hadapanku lagi “


Thalita meraih kimononya dan mengejar Azka, Ia berlutut dikaki Azka


“ Azka maafkan aku, aku mohon, aku …aku..”


    Azka menarik kakinya


“ aku jijik melihatmu, Eyah lah jangan pernah muncul di hadapanku “


Thalita hanya bisa menangis, ia berkata “ jika aku tak bisa memilikimu maka tidak ada yang boleh “


    Azka pergi meninggalkan Apartemen Tahlita .


***


    Semenjak kejadian hari itu Azka menjadi begitu dingin, emosinya begitu cepat tidak ada yang boleh melakukan kesalahan dia menjadi arogan jika tidak sesuai dengan keiinginannya dia bisa memecat orang tersebut. Azka bukan patah hati karena Tahlita hanya sanya ia kesal dengan dirinya sendiri, kenapa sampai sekarang Ia belum melupakan istrinya, perselingkuhan Thalita tidak semenyakitkan melupakan Nayla, Ia memaksa dirinya untuk selalu bekerja, Aditya, Anita dan Tomi sangat menghawatirkan Azka. “ apa aku harus memberi tahunya…” batin Tomi.

__ADS_1


    Dua tahun sudah Azka sudah menyelesaikan proyeknya dan Ia sudah menjadi CEO di perusahaan Nugraha Company. Azka sudah jarang ke Singapura hanya jika da urusan bisnis saja. Ia tinggal Penthousenya di Jakarta, Ia tidak mau tinggal dirumah utama. Ia sulit untuk tidur jika tidak tidur dikamar istrinya di Penthosenya. Azka mengambil Handphone yang pernah ia berikan kepada istrinya itu kebiasaanya ia membuka hape itu untuk melihat galeri di selalu memandangi foto istrinya.


    Seperti biasa Azka masuk kekamar Istrinya, sebelum tidur ia membaca buku kemudia ia mengambil hape istrinya ia ingin melihat foto istrinya, tetapi ia belu mengantuk juga,  entah apa ia hanya bosan ia memanikan hape Nay dia membuka menutup aplikasi, tanpa sengaja ia mebuka catatan da satu konsep tersimpan, di klik dan terbuka ia melihat fotonya bertuliskan “ Izinkan aku menyimpan yang satu ini “


     Azka mengeser layar ia membaca sebuah tulisan


Andai aku tak melihatnya, mungkin akan kucoba bertahan


Tetapi aku tak bisa egois untuk memaksakan


Aku tak tau sampai kapan, rasa ini tumbuh didalam dada


Rasa yang begitu bergemuruh rasa yang begitu indah


Yang membuatku selalu tersenyum sendiri memeluk sepi setiap malam


Bayangmu selalu hadir setiap saat


Bersama dengan rindu yang datang menyergap


Kepadamu dambaan hati


Cinta ini adalah cinta yang sepi , cinta yang bisu


Yang tak sanggup kusampaikan padamu


Entah sampai kapan….?


    Setelah membaca itu Ia bangun dari ranjang menuju ruang kerjanya ia ingin memastikan sesuatu ia membuka laptopnya “ semoga masih tersimpan “ ia membuka kembali catatan di hape Nay ia mengecek tanggal dibuatnya. Azka mencari dan akhirnya ketemu


    Azka memegang dadanya ia begitu sakit menyaksikan video rekaman CCTV


“ ternyata ia ada dirumah dan melihat semuanya, ia sengaja menungguku malam itu untuk memintaku menghabiskan waktu bersama, itu menyakitkan “


    Azka melihat dimana Nay melihat semua yang ia lakukan bersama Thalita, dan Nay menangis tersedu di ruang Laundry sendirian memeluk lututnya menagis tanpa suara.


“ kenapa hatiku sakit dan dadaku juga sakit , Nay aku akan menemukanmu  “


***


Bersambung….


Mohon maaf ya pembacaku tersayang sabtu libur karena author lagi sibuk. Mohon ya sumbang sran untuk perbaikan atau motivasi Author…. terimakasih ~~~~

__ADS_1


__ADS_2