Padamu, Kulabuhkan Hatiku

Padamu, Kulabuhkan Hatiku
Part 27. Yang di takuti Nayla


__ADS_3

    Mereka menuju ketempat wisata AWM (Argo Wisata Malang ) untuk menikmati waktu mereka merayakan kelulusan Nayla. Mereka Tiba sesudah Ashar mereka langsung ke hotel untuk booking kamar “ sebenarnya kami nginap di villa “ ujar Vicka


“ Villa ?, kalian hanya berdua kenapa di villa bukan di hotelnya “ Tomi bertanya dengan sedikit menyelidik


“ aa, itu karena kita merasa di villa lebih nyaman, dan juga sebenarnya kita ingin ngajak Nay liburan kesini untuk menikmati waktu kami bertiga bisa bertemu lagi “ Aan menjawab. Sebenarnya ia agak gugup takut Tomi tau kalau mereka kesini di fasilitasi Azka.


    Mereka langsung menuju villa, ada banyak villa disana mereka langsung menuju villa tempat Aan dan Vicka menginap.


“ wah Villanya besar, pastinya mahal dong..?” Tanya Dea


“ ah ia tadinya mau ambil yang dua kamar tapi kata pihak pengelolah sudah di booking semua “ jawab Aan


“  katanya lagi ada Gathering Keluarga dari AWM, jadi cuma tersisa yang ini “ jawab Vicka


“ ya daripada kita sewa kamar hotel kan gak bisa bareng kalau Nay dan mbak Dea ikut, kalau disini kita bisa ngobrol bersama eh kebetulan ada Rendy dan kak Tomi, kita bisa sama-sama semua disini “ Aan menjelaskan.


 “ oke, saya ingin istirahat sebentar, kita ketemu makan malam, dimana kamar untuk saya ? Tomi bertanya


    Aan menunjukan kamar di lantai dua, ada dua kamar di lantai dua dan dua kamar dilantai satu, ia menunjukan satu kamar di lantai satu sudah mereka tempati.


“ Bagaimana kalau kita nanti malam Barbeque didekat kolam renang “ tawar Rendy


“ Kayaknya seru “ jawab Dea


“ Baiklah saya akan pergi belanja “


“ Aku ikut deh Ren “ ucap Dea

__ADS_1


“ Aku juga “ Aan dan Vicka juga mau ikut


“ Terserah kalian saya mau istirahat “ Tomi berlalu meninggalkan mereka menuju lantai dua


“ Aku capek mau istirahat aja “ ucap Nay


“ Baiklah tuan putri hari ini kami akan siapkan pesta untukmu, silahkan tuan putri beristirahat dengan nyaman “ Vicka menggoda Nay ,mereka semua tertawa mendengar candaan Vicka.


    Mereka berempat berangkat ke pusat perbelanjaan dengan mobil Tomi, sekitar butuh waktu setengah jam bolak-balik dari villa kelokasi pusat perbelanjaan di tambah waktu memilih belanjaan.


    Setelah sahabatnya pergi Nay memilih kamar untuk Istirahat dia melihat kamar lantai satu dan lantai dua. Pilihannya jatuh pada lantai dua karena dia bisa melihat pemandangan lebih banyak dari lantai satu.


    Nay melihat pintu kamar yang dipilih Tomisudah tertutup “ mungkin kakak kecapekan dia harus istirahat nanti saja aku bertanya padanya kenapa Aan, Vicka dan Rendy bisa datang dihari wisudanya ?“ guman Nay.


    Sementara dikamar Tomi menghubungi Aditya menanyakan perihal kejadian hari ini, ternyata benar dugaannya Azka sudah tau keberadaan Nay dan atas perintah Azka dan fasilitas dari Azka kedua sahabat Nay bisa ada disini hari ini. Aditya mengatakan supaya Tomi menjaga Nay karena Azka belum bisa datang untuk menjemputnya dan mengucapkan selamat untuk hari ini. Aditya juga mengatakan kepada Tomi kalau sebenarnya Azka sangat mencintai dan merindukan Nayla, tetapi Azka takut jika nanti ia akan memaksa Nay dan menyakiti Nay karena Azka  juga tidak tau Nay mencintainya atau tidak.  “ Maafkan aku ‘Ka, harusnya aku memberitahumu ketika sudah menemukan Nay, aku sungguh tidak tau jika kau juga mencintai Nay, yang aku tau hanya Nay yang mencintaimu, ternyata kalian saling mencintai, aku akan membatu kalian bersatu “ batin Tomi.


    Karena tidak bisa tidur akhirnya Nay membuka jendela kamarnya,  ia melihat pemandangan perkebunan yang indah, angin berhembus membuat Nay tertarik untuk berkeliling. Akirnya ia turun dan berkeling di sekitar villa, ia berjalan ia melihat perkebunan tertata rapi ketika akan masuk kekawasan villa tadi mereka melewati hotel Argo, hatelnya sama seperti di bogor dengan gaya Amerikan klasiknya tetapi yang disini lebih tinggi benar kata Aan disini lebih luas.


    Tanpa sadar Nay berjalan ia tiba disebuah villa mewah di pinggir danau yang indah “ cantik sekali danaunya dan begitu mewahnya villa tersebut “ puji Nay.


    Dari kejauhan Nay melihat ada rombongan mobil mewah masuk karena villa, Nay berjalan mendekat di balik pepohonan ia bisa melihat orang-orang disana, entah apa yang membuat ia penasaran sehingga ia tanpa sadar berjalan mendekat kearah orang-orang yang baru tiba, tetapi ia bersembunyi di balik pohon.


    Seseorang dengan pakaian jas rapi turun dari sebuah mobil dan diikuti bebarapa orang lainnya, dan kemudian seseorang membuka pintu sebuah mobil, turunlah seorang dengan dengan pakain casualnya menggendong anak kecil yang diperkirakan umur dua tahun dan juga seorang wanita cantik juga turun dari mobil tersebut.


    Ntah kenapa laki-laki itu menoleh kearah dimana Nay menatapnya, sehingga Nampak jelas wajah laki-laki


itu dan sontak membuat Nay terduduk sambil menutup mulutnya, air matanya entah datang dari mana turun dengan derasnya ia hanya menggumamkan nama “ Azka “.

__ADS_1


    Lama Nayla terduduk dan menangis ia memeluk kedua kakinya, entah kenapa hatinya sangat


sakit, semangatnya seolah tiada ternyata yang paling ia takuti orang yang paling ia cintai sudah dimiliki dengan jelas ia melihat Azka menggendong anak kecil dan diikuti oleh seorang wanita cantik.


    Nayla yang sedang menangis tidak menyadri kehahadiran seorang anak kecil “ Tante kenapa menangis disini ?”


    Nayla yang tidak menyadari sedikit terkejut, ia mengankat kepalanya melihat seorang gadis kecil yang cantik, ia mengusap airmatanya “ tante hanya lagi sedih aja sayang “ jawab Nay


“ tante cantik gak boleh nangis nanti jelek “ ucapnya


Nayla tersenyum mendengar perkataan gadis kecil tersebut


“ tante sini aku peluk biar tante gak nangis lagi “ gadis kecil itu memeluk Nay. Entah mengapa ada yang berbeda ketika gadis kecil itu memeluk Nay.


“ Tante pelukan tante hangat, aku ingin tante yang memelukku, aku suka dipeluk tante nyaman “ Nay menuruti kemau gadis kecil itu entah mengapa hatinya juga hangat saat memeluk gadis kecil itu.


“ Tante tadinya aku mau peluk tante untuk menghibur tante, tapi aku malah yang senang di peluk tante seperti rasanya aku pernah dipeluk tante “


“ kamu lagi apa disini sayang ?”


“ aku lagi main petak umpet tante, jangan berisik nanti ada yang mendengar aku disini “ gadis kecil itu meletakkan jari telujuknya didepan bibir dan hidungnya, membuat Nay tersenyum melihat tingkahnya.


    Dari kejauhan terdengan suara teriakan memanggil nama seseorang


“ Non, Qila dimana ….? “


***

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2