
Nayla sudah memakai kebaya putih yang telah disiapkan, muka nya juga sudah di make up tipis hampir di bilang natural, karena tanpa make up pun Nayla sudah cantik alami, dengan wajah cantik, hidung tidak terlalu mancung dan mempunyai kulit putih bersih. Rendy juga sudah memakai jas hitamnya.
Mereka semua sudah siap untuk prosesi akad nikah Nayla dan Rendy. Rudi juga tersenyum melihat anaknya yang sudah mulai beranjak ke usia dewasa begitu cantik dibalut kebaya. Rudi dari Malam sebelumnya sudah merasakan sakit luar biasa di tubuhnya, tetapi dia menguatkan diri untuk hari ini, dia memohon kepada dokter untuk memberikan obat pereda sakit dengan dosis lebih tinggi dari biasanya. Tentu dokter tidak mau menuruti setelah berdebat agak lama akhirnya dokter pun memberi izin. Rudi tidak ingin Nayla melihatnya merasakan sakit. Rudi merasa ruangan itu telalu dingin tangan tubuhnya sudah mulai dingin, tetpi dia berdo’a kepada Tuhan untuk menginkannya sebentar lagi mewujudkan harapan terakhirnya.
Bed pasien tempat Rudi dirawat di naikan sedikit, untuk membuat posisi Rudi sedikit duduk. Nalya memegang
tangan ayahnya, ia merasakan tangan ayahnya sangat dingin, Nay memberiakan selimut pada Rudi sampai menutupi dadanya, dan hanya mengeluarkan tangan saja. Meski dengan Terbata Rudi mengucapkan Ijab dengan lancar tanpa mengulang begitu juga Rendy mengucapkan qabul dengan lancar, walapun sebenarnya ia masih belum menerima pernikahan ini. Pernikahan ini Siri dan nanti akan didaftarkan secara hukum.
Ridwan dan Jaka yang bertindak sebagai saksi pun langsung menjawab Sah. Penghulu membaca doa, selesai doa Rendy dan Nayla menyalami Rudi. Nayla yang sudah tidak kuasa menahan tangis ia memeluk ayahnya. Nayla merasa Ada yang aneh dengan Ayahnya, Rudi mengelus kepala Nayla tetapi ia merasa tidak ada tenaga untuk mengangkat tangannya lagi napasnya semakin tercekat, Ia menyebut lafaz “ La ilaha Illallah “ Rudi
menghembuskan napas terakhir di pelukan putrinya.
Bunyi alat monitor Jantung yang merekam ritme jantung sudah menunjukkan garis lurus dengan bunyi panjang “ Ayah……….Ayahhhh…..” Nayla menangis dengan berteriak dia benar-benar tidak kuasa menahan kesedihannya dan ia pun pinsan.
Waktu sudah menjelang sore mereka masih di pemakaman Nayla tidak mau bergerak dari sisi ayahnya, ia
melihat makam orang paling ia sayangi berjejer, ayah, ibu dan neneknya.
“ Ayah, kenapa kau kejam meninggalkanku, ayah ajak aku juga “ sambil menangis memeluk gundukan tanah makam ayahnya “ ayah jemput Nay…”
“Nay, mau ikut ayah ketempat ibu dan mbok”
Semua yang mendengar menagis mendengar tutur kata Nayla, Tomi ikut juga melayat. Ia di hubungi perawat yang merawat Rudi. Tomi yang ingin melihat keadaan Nayla melihat rumah yang mereka tinggali kosong, tetangga mengatakan kalau mereka dirumah sakit sudah lima hari. Tomi pergi kerumah sakit dan menanyakan kondisi Rudi, ia tau kalau Rudi terluka parah, Tomi meminta perawat menghubungi jika
terjadi apa-apa. Rudi memotret dan merekam dari belakang Nayla yang lagi meluapkan kesedihannya.
Nayla terus saja menenagissambil mengucapakan “ayaaaahhh, jemput Aku…. “ sampai ia pingsan kelelahan.
__ADS_1
Mereka membawa Nayla pulang. Malam ini mereka semua tidur di rumah Nayla dikarenakan malam ini akan diadakan Takziah dan doa bersama untuk almarhum Rudi. Karena besoknya Nayla sudah harus ikut pulang kerumah Sugeng dan Mila orang tuanya Rendy Abdilah suaminya.
Malam ini terakhir Nayla tidur bersama kedua sahabatnya, selanjutnya sahabatnya kan berangkat untuk kuliah, dan sulit untuk mereka berkumpul karena Nayla sudah mempunyai suami dia harus izin suami ketika
akan pergi.
***
Di Singapura Anita menangis melihat foto dan video yang dikirim oleh Tomi, Ia merasa sangat sedih melihat
Nayla terpuruk rasanya ia ingin memeluk gadis itu. Anita berpikir kenapa nasib gadis baik harus seperti itu di tinggalkan oleh orang-orang yang Ia sayangi.
Perawatan Nasywa Aqila Masih tersisa dua bulan lagi, masih cukup lama Anita baru pulang ke Indonesia. Anita menelpon Azka untuk ke Apartemannya sekarang Ia ingin memberi tahukan gadis malang yang menyelamatkan Qila ayahnya meninggal dan meningglkan gadis itu sendirian. Azka langsung berangkat dengan di temani Aditya. Kakaknya menelpon sambil menangis menyuruhnya ke Apartemen. Azka menyudahi pekerjaannya dan lansung melajukan mobil ke Apartemen kakaknya.
“ Ada apa mbak….” Azka yang masuk dengan Aditya menuju tempat duduk kakanya menunggu, Azka agak panik kakaknya menelpon sambil menangis
“ Azka , mbak lagi sedih, Tomi mengirim mbak foto dan Video” Anita memberikan Handphonenya kepada Azka
untuk memperlihatkan video yang di kirim oleh Tomi.
Azka melihat Video yang dikirimkan Tomi berisi rekaman dari belakang seorang gadis remaja yang menangis sambil berteriak “ Ayah Jemput Aku…”,Aditya juga melihat Video tersebut dia merasakan kepiluan gadis tersebut di tambah di menangis sampai pinsan.
“ Siapa dia mbak…”
“ dia gadis yang menyelamatkan Qila, sekarang dia sendirian ayahnya sudah meninggal “ Anita kembali menangis
Azka hanya bisa menghela napas
__ADS_1
“ apa yang mbak mau Azka lakukan “
“ Ka bisaka kamu membawanya kepada mbak, mabak mau mengurusnya, mbak mau jadi kakaknya “
“ Mbak kita tidak bisa memaksakan keinginan pada orang lain.”
Anita hanya diam, Azka tau kakaknya itu keras kepala apa yang inginkan di harus mendapatkannya, tetapi karena perawatan Qila belum selesai makanya Anita tidak bisa pulang ke Indonesia untuk menemui gadis itu.
“ mbak, Azka atur jadwal dulu kapan azka bisa pulang secepatnya ke Jakrta, karena Jadwal Azka masih padat “ Ucap Azka sambil menyuruh Adit memeriksa jadwalnya
“ Kamu Harus mendapatkan gadis itu dan bawa ketempat mbak “
“ ya mbak tapi Azka tidak janji, Azka gak bisa memaksa, dia punya kehidupan sendiri mbak’’
“ Sekarang, Mbak berhenti dulu nagisnya, nanti Qila lihat dia akan ikut sedih juga, itu tidak baik untuk kesehatannya “ ucap Azka
“ ya, tapi kamu janji ya…” Anita masih memaksa Azka
Pedebatan terus berlanjut sampai Azka mengiyakan kemauan kakaknya.
Aditya yang mendengar perdebatan keduanya ia tersenyum, Azka dan Anita suka sekali berdebat Anita suka memaksakan kehendaknya pada Azka dan Azka selalu menjaga kakaknya, dia memang kakak yang manja. Jadwal Azka tidak bisa di rubah lagi dari sekian jadwal yang Aditya atur satu minggu kedepanlah waktunya.
Aditya juga penasaran seperti apa gadis yang baik hati yang sekarang la meraskan kesedihan mendalam dan di tinggalkan sebatang kara. Ia akan bertanya dengan Tomi nantinya, seperti apa sifatnya dan apa yang bisa di bantu untuk gadis itu.Apa dia juga bisa menjadikan giadis itu sebagai adiknya atau mungkin….. Aditya
tersenyum sendiri memikirkannya.
***
__ADS_1
Bersambung………….