Padamu, Kulabuhkan Hatiku

Padamu, Kulabuhkan Hatiku
Part 20. Ternyata Kau Disini


__ADS_3

Azka diam ia mencerna setiap kata yang tertulis di hape yang di tinggalkan oleh isterinya itu


“Izinkan aku menyimpan yang satu ini “, begitu yang tertulis difoto yang disimpan di hape istrinya


“ dimana dia menyimpannya…?, apa dia mengganti hape dan menyalin file disini ke hape barunya…?”


Jika iya maka Azka memikirkan sesuatu, dia menelpon Aditya


“ hallo bos “


“ dimana posisi Tomi “


“ dia sekarang ada di kantor cabang Surabaya “


“ sejak kapan dan kapan kembali …?”


“ saya tidak tau bos “


“ Siapkan Jet pribadi , kita berangkat sekarang ketemu di bandara “


“ siap bos “


    Azka sudah tidak bisa menunggu lagi dia tahu Tomi pasti menemukan jawabnnya. Azka berangkat tidak lupa Ia menyuruh salah satu Assisten kepercayaan untuk mengurus perusahaan selama ia pergi.


***


    Azka tiba di kantor cabang Surabaya, tetapi jam Operasional, Aditya bertanya dengan Satpam kalau Tomi sudah keluar kantor dari jam makan siang. Mendengar kalau Tomi belum pulang dari makan siang Azka sedikit curiga karena Tidak ada jadwal khusus dan mendesak Tomi ia hanya melakukan Inspeksi biasa harusnya dia ada di kantor Azka sangat tau seperti apa Tomi.


“ cari Lokasinya “ Azka menyuruh Aditya, setelah beberapa menit


“ lokasinya di Malang bos “


“ apa yang dilakukannya disana..? cepat kesana “


    Azka dan Aditya berangkat diiringi dengan pengawal pribadinya di mobil yang lain. Sebenarnya Azka kurang suka jika pergi di kawal tetapi itu sudah menjadi standar penjagaan karena dia adalah pengusaha terkenal memungkinkan musuh yang tidak suka bisa mencelakainya.


    Mereka tiba di tempat lokasi yang terlacak dari hapenya Tomi, Azka turun dan meminta anak buahnya untuk tetap di mobil. Azka melihat sebuah café ini daerah “ ini daerah kampus “ Azka melihat sekeliling ia membaca lokasi di hapenya, ia masuk dan matanya melihat seseorang yang berdiri menaiki panggung kecil di café dan bersiap untuk menyayi sambil memainkan gitar menyanyikan lagu yang baru disebutnya “ cinta terbaik Cassandra “. Azka sangat tau siapa yang yang bernyanyi Azka mendengar gitar di petik dia mendengar sebelum bernyayi ia berkata “ saya sangat senang menyanyikan lagu ini, lagu ini memiliki kesamaan dengan kisah cinta saya “


"Cinta Terbaik Cassandra"


Jujur saja ku tak mampu


Hilangkan wajahmu dihatiku


Meski malah mengganggu

__ADS_1


Hilangkan senyummu dimataku


Ku sadari aku cinta padamu


Meski ku bukan yang pertama dihatimu


Meski ku bukan bintang dilangit


Tapi cintaku yang terbaik


Jujur saja ku tak mampu


Tuk pergi menjauh darimu


Meski hatiku ragu


Kau tak disampingku setiap waktu


Ku sadari aku cinta padamu


Meski ku bukan yang pertama dihatimu


Meski ku bukan bintang dilangit


Tapi cintaku yang terbaik


Oh meski ku bukan yang pertama dihatimu


Meski ku bukan bintang dilangit


*Tapi cintaku yang terbaik


Oh meski ku bukan yang pertama dihatimu


Meski ku bukan bintang dilangit


Tapi cintaku yang terbaik (cintaku yang terbaik)


Tapi cintaku yang terbaik (cintaku yang terbaik)


Tapi cintaku yang terbaik


Sumber: LyricFind*


Gemuruh tepuk tangan pengunjung café sambil berteriak “ lagi “ setelah Nay mengakhiri lagunya. Suara yang bagus Azka memuji, tanpa sadar ia sangat mengagumi isterinya yang lagi bernyanyi . Istrinya sekarang sudah Nampak dewasa dan anggun, ingin rasanya ia belari menarik dan memeluk istrinya itu. Ia sadar ketika ia mendengar Nayla berkata

__ADS_1


“ terimakasih, malam ini saya kedatangan tamu special yang akan berduet dengan saya, saya panggil kakak saya Tomi “ Tomi naik kepanggung kecil itu dan mengambil gitar dari Nay dan mereka mulai bernyanyi berdua begitu mesra terlihat dimata Azka, membuat tangannya mengepal kuat ia keluar dari café dan masuk ke mobil. Masih terdengar tepuk tangan penonton dan teriakan mereka memuji Nay dan Tomi “ wah cocok sekali cantik dan ganteng “ membuat Azka semakin emosi.


    Aditya melihat ada yang tidak beres dari bosnya itu, tetapi ia tidak berani bertanya. Dia hanya diam dan menunggu perintah bosnya. Azka dia didalam mobil kepala sudah mulai sakit menahan emosi dia harus menahannya dia ingin tau apa yang mereka lakukan.


“ sejak kapan..? kenapa dia diam tidak memberitahukanku..? ini alasannya mengajukan penanggung jawab cabang Surabaya …?” banyak pertanyaan memutar di kepala Azka.


    Setelah satu jam Nayla dan Tomi keluar dari café, melihat itu membuat Aditya terkejut ternya itu yang membuat bosnya seolah-olah sudah bertanduk sejak keluar dari café. Azka melihat Tomi dan Nayla yang berjalan sambil bercanda, Azka menyuruh mobil mengikuti mereka dari jauh tetapi setelah berjalan selama sepuluh menit ia melihat mereka berhenti di sebuah gerbang yang betuliskan “ Pondokan Mutiara Khusus Putri “. Ia melihat bagaimana  Tomi memperlakukan Nayla dengan penuh perhatian dan kasih sayang dan Nayla membalas dengan senyum bahagia, membuat hati Azka terasa sakit.


“ kenapa sakit sekali “ Azka memegang dadanya.


 Melihat hal tersebut membuat Aditya khawatir “ anda baik-baik saja bos “


    Tetapi bukan mendapat jawaban yang dia inginkan melaikan “ aku akan membunuhmu jika bertanya lagi “


Aditya diam di tau Azka lagi marah besar, sejak Nayla pergi dan tidak ada kabarnya dia suka melampiaskan emosinya dengan menjadi orang yang arogan, suasana perusahan sering mencekam jika sudah ada yang membuat Azka marah. Malam ini yang ia khawatirkan adalah Tomi jelas sekali kemarahan Azka , “


apa yang ia lakukan pada kak Tomi “ gumam Aditya, dia sangat takut jika terjadi apa-apa pada kakak yang melindunginya dari kecil.


“ kita ke Apartemen “ Azka memiliki Apartemen khusus untuknya jika ia ada kerjaan di Surabaya.


“ Tidak tunggu, kita cari hotel disini saja “


    Aditya yang tadinya sedikit lega kembali cemas “ apa yang ingin dilakukan oleh bosnya…?” ia bergumam


    Sampai dikamar hotel ia merebahkan tubuhnya di ranjang pikirinnya berkelana, ia mencari lirik lagu yang di nyanyikan oleh Nay tadi setidaknya ia lega sudah menemukan orang yang ia cari dalam keadaan bai-baik saja.


“ apa benar isi hatinya begitu “ Azka tersenyum kemudian ia tersenyum masam “ apa itu untuk ku …?, apa ada yang lain..?, tidak mungkin ia menyanyikan untuk Tomi, sementara Tomi ada disitu..” tetapi kata pengunjung café yang  mengatakan kalau Nay dan Tomi serasi membuat emosinya kembali memuncak “ aku harus menyelidikinya sendiri “.


***


    Aditya bangun pagi ia menuju kamar bosnya , ia mencet bel kamar tetapi suadah hampir lima menit pintu kamar tidak terbuka, Aditya memutuskan menelpon bosnya itu, terdengar suara mengangakat telpon dan berkata


“ jangan ganggu saya, tunggu saja di hotel sampai saya kembali , jangan beritahu apapun pada Tomi kalau saya ada disini “


Aditya semakin cemas apa yang di pikirkan oleh bosnya. Ia takut jika Tomi menjadi pelampiasan kemarahan bosnya " apa yang harus ia lakukan, jika bertanya pasti Tomi tau karena insting Tomi sangat jeli baru bertanya saja ia sudah bisa tau arahnya kemana, apalagi jika ia tau Azka disini'' Aditya hanya bisa menghela napas


    Sementara Azka sudah berada di depan Pondokan tempat nayla Kos beruntung disana banyak penjual makanan sarapan pagi ia bisa bebas duduk disana sambil sarapan dan mengamati pondokan didepannya . Setelah lama menunggu akhirnya yang ia tunggu keluar. Ia melihat Nay dengan seorang wanita berjalan


sambil tertawa.


“ ia bertambah cantik , ternyata kau disini, aku merindukanmu sangat merindukanmu, akan pastikn kau akan kembali kesisiku “ gumam Azka


***


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2