
Azka pulang ke Apartemen, hari ini sebenarnya ia ingin mendampingi istrinya di rumah sakit dia sangat khawatir dengan Nayla, tetapi karena ia sudah aja janji ketemu klien pentingnya dan banyak pekerjaan yang tidak bisa di gantikan oleh assistennya Azka meminta Leorna untuk mejaga Nayla. Leorna mengatakan Nayla sakit akibat asam lambung yang terlalu tinggi dan tekanan darahnya sangat rendah. Azka merasa bersalah karena tidak membangunkan istrinya untuk makan malam, padahal ia tau siangnya karena kejadian yang mengejutkan itu Nayla tidak makan apa-apa.
“ dimana dia..? “
“ nona sudah tidur tuan, habis makan malam sesudah minum obat dan vitaminnya, nona istirahat di kamarnya “ jelas Leorna yang bersiap untuk istirahat di kamar pelayan yang juga disiapkan di Penthouse itu.
“ baiklah kamu boleh istirahat, terima kasih sudah menjaganya “
Leorna masuk kedalam kamarnya. Azka menuju kamar yang Nayla tempati, Ia masuk dengan pelan takut membagunkan si empunya. Azka melihat Nayla tidur dengan pulas tetapi mukanya masih telihat pucat. “dia tidur pulas seperti bayi “ Azka tersenyum ia duduk dipinggir ranjang memperhatikan Nayla, “ kenapa dadaku terus berdegup kencang bila disampingnya..?” batin Azka.
Azka mengelus pelan rambut Nayla, turun ke hidung dan pipi Nay, dia melihat tidak ada reaksi dari Nay akhirnya ia berhenti di bibir Nayla, Azka melihat Nayla masih pulas seolah tidak teganggu akhirnya Azka memberanikan diri mengulangi perbuatannya ia mengecup pelan bibir itu, menahan gejolak didadanya. Azka melihat Nayla kemudian Ia merapikan selimut Nayla dan ia keluar ,ia masuk kekamarnya.
Azka berendam di bak mandinya ia memikirkan ia belum bicara sama sekali pada istrinya itu, mungkin dia butuh penjelasan tentang penikahan ini. “ aku serius dengan pernikahan ini, aku tidak ingin main-main dengan pernikahan, tetapi aku tidak mau tanpa dilandasi cinta, apa dia meraskan sama denganku…?, kenapa jantungku selalu berdebar kencang didekatnya…? Apakah aku jatuh cinta..? tetapi bagaimana dengan Nayla apa dia mencintaiku..?, jika dia mencintaiku nanti aku akan meresmikan pernikahan ini..” Azka berbicara pada dirinya sendiri.
***
Keesokan harinya Nayla sudah membantu Leorna menyiapkan sarpan pagi untuk mereka. Tidak berselang lama Azka keluar untuk sarapan. Leorna yang ingi kembali kekamarnya di cegah oleh Nayla ia mengajak Leorna sarapan bareng.
“ selesai sarapan saya ingin bicara dengan kamu datang lah keruangan kerja ku “ ujar Azka
“ baik pak “ jawab Nay
Azka yang mendengar sedikit menyerngit mendengar Nayla memanggilnya bapak “ apa dia bawahanku “ batin Azka.
Selesai sarapan Nayla membantu Leorna membereskan meja, kemudiam menyusul Azka ke ruang kerjanya.
“ permisi pak “
“ apa kamu yakin memanggil suamimu dengan pak”
Nayla sedikit terkejut denganjawaban Azka, “ apa dia orang yang terbuka seperti ini..? bukannya kalau
dialuar dia memasang wajah datar, dingin dan mengintimidasi “ batin Nayla
“ Nay.. saya bertanya..”
“ maaf, kalau bukan pak saya harus panggil apa…?”
“ mas, atau kamu boleh panggil Azka, jika kamu mau sayang juga boleh “ Azka menggoda Nayla , yang menunjukan ekspresi terkejut.
“ apa yangmau anda bicarakan memanggil saya “
Azka tersenyum karena Nayla menghindari memanggil dengan sebutan yang Azka mau.
“ apa kamu tidak punya pertanyaan tentang pernikahan kita..”
“apa yang harus saya tanyakan, saya sudah menjadi istri kamu, saya bisa apa..”
__ADS_1
“ apa kamu tidak ingin menjadi istriku “
Nayla menghela napas, itu tidak lepas dari perhatian Azka
“ Apa yang kamu inginkan…?” TanyaAzka
“ saya tidak tau harus menerima atau menolak pernikahan ini, sebenarnya bagi saya pernikahan itu bukan permainan tetapi suatu yang sakral, keinginan saya menikah sekali seumur hidup dengan orang yang saya cintai , tetapi takdir berkata lain dan inipun pernikahan kedua bagi saya saya harus bagaimana…? , harus berapa kali saya harus mengalami hal seperti ini saya tidak tau “ jawab Nay dengan suara bergetar.
“ baiklah saya akan memenuhi keinginan kamu, ini yang terakhir kamu menikah maka untuk itu cintai saya dan
ajarkan saya untuk mencintai kamu maka kita akan bersama sampai maut memisahkan kita “
Nayla terkejut mendengar perkataan Azka, bagaimana bisa dia mengatakan itu , Ah Nayla juga tidak tau apa
ia sudah jatuh cinta dengan Azka, semenjak Azka menggandeng tangennya seusai pernikahannya Nay merasaka jantungnya berdegup kencang dan merasakan kehangatan di genggaman tangannya. Siapa yang tidak terpesona dengan Azka ia sangat tapan wajahnya sama seperti idolanya J-hope BTS.
“ bagaimana kalau anda tidak bisa jatuh cinta kepada saya …? “
“ cukup kamu mencintai saya dengan tulus maka hatiku merasakannya aku akan mencintai kamu lebih besar dari
cinta kamu , setelah kamu mencintai saya dengan tulus saya akan meremikan pernikahan kita “
Nayla mencoba mengangkat kepalanya untuk menatap mata Azka dia ingin melihat kesungguhan Azka, dia
melihat mata itu tidak ada kebohongan dan wajah Azka menunjukkan keseriusan saat mengucapkannya, “ bolehkah aku percaya “ batin Nay
“ panggil saya dahulu dengan sebutan yang kamu mau, asal jangan pak atau tuan, atau panggil saja Azka”
“ tidak usia anda lebih tua dari saya, saya panggil kamu mas saja “
“ kita mulai dengan memperkenalkan diri, saya tidak akan meminta hak saya sampai kita meresmikan pernikahan ini, untuk kita bisa saling mengenal izinkan saya ada didekatmu selalu.. untuk mengisi kegiantanmu apa kamu mau melanjutkan sekolah mu…?”
“ benarkah…?”
“ benar, tetapi apa kamu tidak keberatan jika kita tidak tinggal di Jakarta maksud saya kamu ikut saya ke Singapura dan kamu akan kuliah disana, kamu tidak akan sendirian disana ada kakakku dan putrinya di sana yang bisa menjadi teman kamu..” sebenarnya itu permitaan kakaknya Anita, Azka tidak keberatan jika dia harus pulang pergi Jakarta-Singapura untuk bertemu Nay.
Flashback On
Anita yang mendengar bahwa Azka sudah bersam gadis yang menyelamatkan putrinya di beritahukan oleh Tomi.
Drrrt…drrrtttt handphone Azka bergetar ia melihat nama “sister” tertulis dilayar hapenya
“ assalammu’alaikum, mbak kusayang…”
“ wa’alaikum salam, Azka kamu benaran sudah bersama gadis itu..”
“ ya mbak, Tomi sudah melaporkannya kepada mbak…”
__ADS_1
“ mbak senang sekali, keinginan mbak terkabul, terimaksih ya adikku sayang..”
“ mbak jangan beri tahu papa mama dahulu, azka tidak ingin membebaninya dengan tekanan dari papa mama nanti, Azka ingin dia menerima Azka dulu tanpa ada tekanan atau beban “
“ baiklah sayang, tapi kamu harus membawanya kesini mbak ingin juga dia dekat dengan mbak “
“ ya Azka tidak janji, tetapi azka mencoba membujuknya “
“ terimakasih sayang, mbak harap kamu bisa mencintainya dengan tulus,dan itu benar dari hati kamu bukan karena balas budimu “
Azka berpikir baru kali ini dia dekat denganseorang wanita yang membuat jantungnya berdetak kencang dan perasaannya sulit dikendalikan, banyak wanita yang mendekatinya tetapi di ada yang membuat hatinya bergetar, sekalipun itu Thalita Balqis kekasihnya sekarang.
“ Azka, kamu disana..”
“ ya mbak, doakan yang terbaik buat Azka ya.
Flashback Off
Nayla memikirkan apakah Azka benar-benar menerimanya atau ada alasan lain, kenapa begitu cepat orang yang
baru bertemu bisa menerimanya.
“ Nay… Nay.. kamu melamun “
“ ah tidak, bolehkah saya memikirkannya terlebih dahulu…?”
“ tentu, pikirkalah, tetapi terelpas kamu mau atau tidak hari ini Aditya akan menyaipakan berkas untuk kamu , dan ini Handphone untuk kamu didalmnyasudah ada nomer saya, Aditya Tomi dan Leorna nomer yang lain tidak saya masukkan karena saya sudah mengganti nomer hape kamu dan ini kehidupan baru untuk kamu “ Azka menyodorkan sebuah Hape dengan merk buah apel yang digigit.
“ ini terlalu mahal untu saya mas “
“ anggapla itu hadiah untuk kamu, tidak usah dilihat harganya “
“ baiklah “
“ hari ini saya kan memperkenalkan diri, saya akan memulai ingin dekat dengan kamu “ Azka mendekati Nayla, ia
mengikis jarak antara ia dan Nay
“ mas mau apa…”
“ saya Cuma ingin mengenal kamu “ Azka membelai rambut Nayla yang tergerai indah, rambut hitam panjang
sedada itu\, turun kepipi mulus dan bibir Nay\,kemudian Azka mengecup dan Mel***t pelan bibir Nay Azka melakukannya dengan lembut dan sangat lembut.
***
Bersambung…….
__ADS_1