Padamu, Kulabuhkan Hatiku

Padamu, Kulabuhkan Hatiku
Part 22. Nasihat Anita


__ADS_3

    Azka duduk di kursi kebesarannya, dia tersenyum sambil melihat handphonenya, Azka sedang memandang foto-foto yang dikirim oleh Jack anak buanya yang ia perintahkan untuk mengawasi dan menjaga Nayla. Jack mengirimkan laporan kegiatan dan aktifitas Nay sehari-hari. Dia sangat senang walaupun ada jarak yang terbentang tetapi ia bisa selalu melihatnya.


“ Aku yakin suatu saat kau akan kembali ke sisiku sayang .”


    Azka menyusun rencana untuk membuat Nay kembali kesisinya, Azka bisa saja dengan memaksanya tetapi Azka hanya ingin Nay kembali ketika dia yang benar-benar menginginkannya. Azka akan sabar menunggu.


‘derttt..drtttt’ handphone Azka bergetar, ia melihat tertulis nama kakaknya.


 “ Assalammu’alaikum, Mbak “


“ Wa’alaikumsalam, sayang apa kabar kamu “


“ Baik mbak “


“ Azka kapan kamu kembali kerumah utama “


“ Mbak, Azka sudah memutuskan untuk tinggal di Penthouse saja “


“ Mampirlah sesekali kesini, Qila merindukanmu “


“ Ya, Mbak “


“ ‘Ka, apa kamu sudah menemukan istrimu ? “


“ Ya mbak, tetapi Azka tidak mau memaksanya untuk kembali, Azka sudah bahagia melihat dia baik-baik saja, Azka akan menunggunya dengan sabar “


“ Tetapi bagaimana dia tau kalau kamu menunggunya, kalau kamu tidak memberitahukannya dek “


“ Azka lagi mencari cara mbak untuk memberitahunya “


“ ‘Ka, kalau kamu memang benar mencintainya, kamu harus mengejar cintamu, jangan sampai terlambat, mudah untuk orang jatuh cinta pada istrimu, dia cantik dan baik. “


“ Ya mbak, Azka akan mengejarnya “


“ Azka kamu harus melakukannya, kamu itu seorang Azka Aldrick Nugraha yang kuat tidak pernah takut, kuatlah dalam mengambil keputusan, kejarlah cintamu dek “


“ Ya Mbak “


    Anita sangat mengkhawatirkan adiknya itu, ia takut jika adiknya terlalu takut untuk mengejar cintanya, sudah cukup untuk Azka meyakinkan hatinya cinta atau balas budi kepada Nayla. Anita tau walaupun singkat adiknya itu bersama istrinya tetapi Nayla sudah membuat hati adiknya itu bergetar.


    Azka memikirkan perkataan kakaknya “ Bagaimana cara untuk memberitahunya ?”. Azka berpikir ia teringat akan sahabatnya Nayla ia akan mencari tau keberadaan sahabatnya Nayla, tentu yang tau dan mengenalnya adalah Tomi.


“ Jika saya menemukan sahabat Nayla saya bisa mengatur cara agar Nayla bisa kembali ke Jakarta , saya akan mengatur mereka bisa bekerja di Perusahaan, pertama saya akan membuat Dea pindah tugas ke Jakarta .” Azka mengatur rencana ia tersenyum ia yakin rencananya akan berjalan lancar.

__ADS_1


***


    Nayla bejalan dengan terburu-buru ia harus mengejar dosennya, dosen yang satu ini sangat susah untuk ditemui


karena ia memiliki jadwal yang padat ia dosen terbang di bebagai Universitas.


“ Akhirnya sampai “


‘ Tok, tok ‘ NAyla mengetuk pintu.


“ Masuk “ terdengar suara dari dalam.


Nayla membuka pintu dan masuk


“ duduk “


“ Ya Pak “


“ Bagaimana Nayla Keisya sudah selesai revisnya “


“ sudah Pak “ Nay menyerahkan skripsi nya yang sudah di revisi.


    Teman- teman Nayla banyak yang iri melihat Nay mendapat dosen pembimbing seorang idola kampus. Ya dia adalah dosen idola kampus, yang tampan dan memiliki senyum menawan, dia bernama Alfarabi Wijaya yang di panggil “Abi”. Hanya mahasiswa pilihan yang bisa menjadikannya dosen pembimbing. Itu membuat teman-teman Nayla iri karena ia satu-satunya wanita dari lima orang angkatannya yang terpilih untuk menjadi mahasiswa yang di bimbing pak Abi. Tetapi bagi Nayla itu biasa saja karena baginya  tidak ada yang bisa menggeser posisi Azka di hatinya.


“ Baik pak terimakasih “ Nayla meminta izin untuk pamit ia sangat senang karena jika pak Abi dosen pembimbing utamanya sudah menandatangani revisnya maka dosen yang lain pasti lansung tanda tangan.


“ Nay, boleh saya bertanya ? “


Nayla yang sudah di depan pintu membalik.


“ Ya pak boleh “


“ Apakah kamu sudah ada rencana mau S2 atau mau kerja dahulu setelah lulus. “


“ Mungkin Nay akan mencari kerja pak “


“ Kamu tidak mau melanjutkan S2 ? “


Nayla menarik napas dalam mendengar pertanyaan dosennya itu


“ Apa ada yang salah Nay ? “ Abi melihat Nay yang agak berat untuk menjawab pertanyaannya


“  Tidak pak, untuk  lulus S1 sudah cukup untuk membuat bangga keluarga saya di surga, saya sudah tidak punya siapa-siapa lagi pak, saya rasa cukup ilmu yang saya dapatkan untuk modal saya mencari pekerjaan dulu pak, nanti jika perkejaan saya menuntuk saya untuk S2 mungkin saya akan pertimbangkan pak. “

__ADS_1


“ Kamu bisa mendapatkan beasiswa, seperti kamu sekarang “


“ Maaf pak mungkin lebih baik yang membutuhkan saja yang mengambil “


“ Bagaiman kalau kamu menjadi Dosen kamu bisa terus melanjutkan sekolah kamu “


“ Saya belum memikirkannya pak, untuk sampai titik ini saya sangat bersyukur pada Tuhan pak “


“ Baiklah kalau begitu, saya akan pertimbangkan untuk merekomendasikan kamu pada sebuah perusahaan, karena kamu merupakan mahasiswa dengan penelitian terbaik dalam Manajemen Keuangan “


“ Saya ucapkan terima kasih banyak, atas perhatian bapak kepada saya, tapi pak jika benar saya dapat rekomendasi kampus artinya saya bisa berkesempatan bekerja di perusahaan besar dong pak ?.” Nayla tersenyum bahagia.


“ Ya tentu “


“ Sekali lagi terimakasih pak “


    Nayla pamit, selepas kepergian Nay, Abi tersenyum ia sangat gemas melihat tingkah Nay yang lucu, Abi sedikit terkejut mendengar jika Nay tinggal seorang diri tanpa keluarga. Yang ia tau Nay adalah gadis cerdas, pintar dan periang. Entah kenapa setelah ia mengetahui kondisi Nay yang seorang diri hatinya sedikit perih dan timbul rasa ingin melindungi gadis malang itu.


    Nayla pulang ke pondokannya, ia sangat senang sudah mendapatkan semua tanda tangan dosen pembimbingnya, ia tinggal mencetak skripsinya dan dia bisa di wisuda tahun ini.


“ Hai senyum- senyum sendiri awas kesambet loh “


“ Aduh mbak, buat  Nay terkejut aja “


“ Gimana dek hasilnya…? “


Nay memasang muka sedih, ia melihat reaksi dea yang ikutan sedih.


“ Alhamdulillah mbak beres “ Nayla memperlihatkan lembar yang sudah ditanda tangani dosennya


“ Selamat ya dek akhirnya kamu lulus “


“ Terimakasi mbak ku sayang, ini juga berkat bantuan mbak “ Nay memeluk dan mencium Dea.


    Dea sangat menyayangi Nay seperti adiknya, mereka sama-sama tidak memiliki keluarga, Dea dibesarkan di panti asuhan, panti asuhan mereka kekurangan dana untuk anak-anak yan sudah SMA ke atas mereka tidak mendapat bantuan dari panti lagi jadi mereka harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.


    Itu juga berlaku untuk Dea ketika SMA dia sudah mencari pekerjaan, tentunya sebagai buruh kasar karena ia belum punya keterampilan, Ia mulai dengan membantu mengankat dagangan di pasar, pelayan di warung makan dan terakhir dia sebagai pelayan toko. Karena itu ia bertekad untuk sekolah dengan sungguh-sungguh dan bisa kuliah dengan cara beasiswa untuk meringankan biayanya nanti. Dia berharap jika dia punya pekerjaan yang bagus dia bisa membantu keuangan pantinya.


    Sampailah Dea di posisi sekarang ia sudah bekerja di salah satu anak perusahaan besar di Indonesia cabang Surabaya, dia sudah bisa menyumbangkan sedikit gajinya untuk membantu panti asuhannya.


    Dea bertemu dengan Nay, saat pertama datang ia melihat Nay seperti orang yang tidak tau harus melakukan apa dia hanya berjalan dan berkegiatan seperti robot tanpa ekspresi. Setelah ia bisa dekat dengan Nay dia tau permasalahan hidup Nay, Nay mulai terbuka untuk bercerita dan sampai sekarang Nay sangat nyaman bersama Dea, begitu juga Dea. Mereka seperti saudara kandung yang sangat akur dan saling menjaga.


***

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2