
“ Tok..Tok.. Asslammua’alaikum “ ucap seseorang di teras rumah
Nayla keluar menuju pintu dan membukakan pintu. Dia melihat teman kerja ayahnya Pak Yadi.
“ Ya. Pak..”
“ Nay, Ayahmu mengalami kecelakaan, sekarang Di Rumah Sakit “
“ayah….” Seketika Nayla tetunduk lemas. “
“Nay, Bapak Jemput kamu, Kita akan kerumah sakit “ Nayla berangkat ke Rumah Sakit dengan diantarkan Oleh pak Yadi.
Setibanya Nayla di Rumah Sakit, Nayla langsung menuju ruangan ICU sesuai dengan yangdisampaikan pak Yadi. Setelah bertemu dengan perawat penjaga ruang ICU Nay akhirnya di perbolehkan masuk untuk melihat keadaan ayahnya.
“ Ayah….” Nayla menangis melihat kondis ayahnya yang kritis. Ayah Nayla mengalami kecelakaan di tempat kerjanya.
Flashback On
Bermula di saat Sugeng sahabat ayah Nayla merupakan salah pemasok material di tempat ayah Nay bekerja. Sugeng yang lagi melihat sahabatnya bekerja itu turun dari mobil truknya dan menyuruh sopirnya untuk meletakan material ke tempat yang telah di tentukan. Ia ingin menyapa sahabatnya.
“ Rud… “ Sugeng memanggil Ayah Nayla
Rudi yang di panggil menoleh sahabatnya itu, disaat bersamaan dia melihat material yang akan diangkat ke lantai empat bangunan telepas, dia berlari untuk menarik sahabatnya itu kebetulan posisi sahabatnya persis di bawah material. Rudi menarik dan mendorong sahabatnya, naas nya Rudi tertimpa dan Sugeng sudah terlempar akibat didorong Rudi. Keduanya terluka, Sugeng terluka karena terkena serpihan material yang jatuh, Sementara Rudi tidak sadarkan diri karena ia tertimpa langsung material yang jatuh. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit.
Flasback OFF
Tiga hari sudah ayah Nayla di rawat dan sudah mulai sadar. Hari ini hari keempat ayahnya di rawat Nayla selalu menemani ayahnya, kedua sahabatnya juga selalu menemani Nay, mereka menghantarkan semua keperluan Nay. Tidak terkecuali ayah kedua sahabatnya yang merupakan sahabat ayahnya juga ikut bergantian menjaga ayah Nayla. Sugeng juga sudah mulai sembuh juga sering menjenguk ayah Nayla.
__ADS_1
Hari ini Sabtu hari kelima Rudi dirawat, ketiga sahabat ayah Nay beserta keluarga, berkumpul di ruangan ayah Nayla di rawat. Biaya perawatan ayah Nayla di tanggung oleh asuransi perusahaan tempat ayahnya bekerja dan sebagai ucapan terima kasih Sugeng membantu biaya perawatan ayah Nay, sehingga Rudi bisa di rawat diruang
VIP. Mereka bahagia melihat sahabat nya Rudi sudah mulai berangsur baik walaupun masih menggunkan banyak alat bantu di tubuhnya. Melihat ketiga sahabatnya berkumpul ayah Nayla tersenyum. Nayla duduk di sebelah kasur perawatan ayahnya bersama keduasahabatnya disebelahnya. Sahabat ayahnya berdiri
diseberang Nayla duduk, sementara yang lain duduk di sofa yang tersedia.
“ aku bahagia melihat kalian semua berkumpul disini.. .” ucap ayah Nay
“ kita lebih senang lagi kalau kita kumpul di rumah seperti biasa” Ridwan ayah Vica menimpali yang juga di
anggukan oleh teman teman yang lain.
Rudi tersenyum sambil menarik napas dalam ia berkata
“ harapan terakhirku adalah melihat putriku menikah “
“ aku merasa tidak punya banyak waktu lagi… “
Nayla yang mendengar perkataan ayahnya ingin menangis, tetapi ia menahannya karena tidak mau menagis didepan ayahnya,
“ ayah, kami keluar sebentar ada yang mau Nay beli “ bohong Nayla. Nayla ingin pergi ke luar kamar ia ingin
menangis.
Nayla pergi menuju taman rumah Sakit yang tidak jauh dari ruangan ayahnya, ia duduk dikursi dan menangis di
pelukan kedua sahabatnya.
__ADS_1
“ kamu yang kuat Nay “ ucap Aan,Vica yang juga ikut menangis megelus belakang sahabatnya itu.
“ ya An, tapi aku takut, bagaimana kalau ayah pergi seperti mbok…?” Nayla semakin terisak
“ kita berdoa untuk kesembuhan ayah mu, ayahmu pati sembuh” Aan menyemangati Nay
Sementara Nayla dan kedua sahabatnya menangis ditaman. Rudi dan ketiga sahabatnya masih membahas
keinginan terakhir Rudi ingin menjadi wali Nikah bagi putri tunggalnya. Rudi merasa bahwa ia sudah tidak bias bertahan lagi, Dia berharap ada keluarga yang menjaga Nayla.
Walapun ayah vica dan Aan mengatakan akan menjaga dan mengambil Nay sebagai anak mereka, Rudi tetap berkeinginan menikahkan anaknya. Karena Sugeng satu-sutunya yang memiliki anak laki-laki, akhirnya memutuskan menikahkan putranya Rendy. Sugeng sebenarnya walaupun Rendy dan Nayla tidak menikah ia akan mengambil Nayla sebagai anaknya dan akan membiayai semua kebutuhan Nayla untuk membalas hutang
nyawanya kepada Rudi.
Rendy di panggil kerumah sakit saat itu, Ibunya Rendy sebenarnya keberatan tetapi ia harus menerima karena menyelamatkan suaminya Rudi harus terluka parah. Rendy tiba di Rumah Sakit, Ayah ibunya memohon agar Rendy mau menuruti keinginan ayahnya menikah dengan Nayla. Rendy sangat terkejut atas permintaan ayah dan ibunya, tetapi karena merasa harus balas budi dia terpaksa menerima. Rendy masuk keruangan melihat ayah Nayla yang terbaring dengan semua alat bantu di tubuhnya, dia melihat bagaimana kalau tidak ada Om Rudi pasti papanya yang akan terbaring disana.
Nayla kembali keruangan perawatan ayahnya, Nay melihat hanya ayahnya Vica yang ada disana mereka tersenyum. Mereka menuruti kemauan Rudi juga berdasarkan dari penjelasan dokter bahwa ia mengalami bocor jantung, dan paru-parunya rusak karena tertimpa beban berat, tetapi mereka merahasiakan dari Nayla.
“ Nay, kesini ayah mau bicara “
“ Ya, ayah…”
Rudi menceritakan keinginan terakhirnya pada Nay. Nayla hanya diam mendengar permintaan ayahnya, Ia merasa seperti ayahnya akan pergi meninggalkan nya seperti mbok Darmi. Nay melirik kedua orang tua Vica dan mereka memberi kode menganggukan kepala seolah menyuruh Nayla menyetujuinya. Walaupun dengan berat akhirnya Nayla menerima. Bukan hanya takut menikah saja tetapi yang Nayla lebih takutkan adalah ayahnya pergi meninggalkan Nayla seorang diri untuk selamanya.
***
Bersambung...
__ADS_1