
Nayla masih terdiam memandangi gundukan tanah merah didepannya. dan disebelahnya yang ia tau itu makam Ibunya. Nayla merasa sangat sedih ia di tinggal tiba-tiba oleh orang yang dia sayangi. Paginya mereka masih berjalan bergandengan tangan sambil bercerita menuju pasar, Nay tidak menyangka ternyata itu adalah saat-saat terakhir bersama nenek tercintanya.
Sementara itu di sebuah Rumah Sakit ternama di Singapura di ruang VVIP seorang gadis kecil tertidur dengan dengan selang oksigen dan banyak alat bantu di tubuhnya. Menurut dokter anak kecil tersebut mengalami pelemahan kinerja jantung dan hampir mengalami gagal nafas dikarenakan tertalu terkejut akibat kejadian yang dia alami. Gadis kecil tersebut adalah anak kecil yang diselamatkan Nayla dan neneknya bernama Nasywa Aqila cucu dari Pengusaha terkenal di Indonesia Surya Nugraha anak dari kakaknya Azka Aldrick Nugraha yaitu Anita Nugraha. Azka Aldrick Nugraha adalah pengusaha muda yang terkenal dan lagi naik daun karena bisa membantu menaikan Perusahaan ayahnya menjadi perusahaan no.1 di Indonesia.
Flashback on
Anita berhenti melihat ada jajanan kesukaannya toge goreng, Anita memeinta sopirnya untuk menepikan mobilnya dan berhenti disebelah tukang toge goreng. Anita turun dari mobil untuk membeli toge gorengnya, walapun dia orang kaya di tidak pernah mengganggap jajanan pinggir jalan itu sebelah mata, menurutnya jika enak dan bersih dia tidak sungkan untuk ikut jajan seperti orang kebanyakan. Anita mendengar ada suara pintu mobil terbuka dia melihat anak gadisnya sudah berada di tengah jalan dan seorang gadis remaja memeluknya dan tiba-tiba ada mobil truk melaju kencang, Anita hanya bisa berteriak melihat anaknya da tiba-tiba seorang nenek mendorong gadis remaja dan anaknya sehingga mereka berguling kepinggir jalan seberang dan nenek tersebut tidak bisa menghindar tertabrak mobil. Anita berlari menuju anaknya dia melihat gadis remaja yang memeluk anaknya terluka dan kepalanya berdarah, dia memanggil gadis remaja itu, ia melihat putrinya tidak terluka sedikit pun, tetapi gadis kecil itu melihat semua kejadian itu dan ia berteriak histeris dan ia pun sesak nafas dan pingsan.
Anita pun menelpon asissten ayahnya Tomi yang lagi pertemuan dengan suaminya Darwin Antono di tempat yang akan mereka tuju, untuk mengurus gadis remaja dan neneknya yang menyelamatkan putrinya. Anita menelpon adiknya yang lagi mengerjakan proyek nya di Singapura. Anita dan sopirnya lebih dulu meninggalkan tempat kejadian menuju Rumah Sakit, ternyata putrinya harus mendapatkan perawatan dengan cepat karena penurunan kinerja jantungnya karena terlalu syok melihat kejadian yang dialami. Azka menyarakan kakaknya untuk langsung membawa ponakannya itu ke Singapura dia akan menyiapkan semuanya. Anita berangkat hari itu juga dengan Jet Pribadi keluarganya. Sementara Tomi mengurus Nayla dan neneknya.
Flashback OFF
Nayla tiba di rumahnya ia kembali menangis biasanya ia disambut dengan neneknya, kini tiada lagi yang menyambutnya pulang. Seminggu lagi Nay masuk sekolah, Ia ingin menata hatinya yang sedih sebelum sekolah. Nayla ingin belajar menerima takdir Tuhan untuk Nay dan ayahnya. Ketika Nayla ingin membersihakan dirinya, ayahnya memanggil ada yang ingin bertemu. Nay keruang tamu mereka dia melihat sesorang yang menggunkan jas hitam duduk diruang tamu. Orang itu bernama Tomi ia ingin memberikan uang ucapan terima kasih atas bantuan Nay dan neneknya, nona kecil mereka selamat walaupun sekarang masih terbaring di Rumah Sakit dengan alat bantu ditubuhnya. Dengan tegas Nayla dan Ayahnya menolak uang tersebut menurut mereka semua itu adalah takdir Tuhan, Nayla juga mendoakan nona kecil mereka supaya cepat sembuh.
Mendengar Ucapan dan doa tulus Nayla Tomi tersenyum, Dia memang Gadis baik," saya akan melihat dan melindungi anda dari jauh nona Nayla, anda memang gadis baik" batin Tomi.
*******
Anita hanya berdoa semoga anaknya bisa kuat melewati traumanya. Jika dilaihat dalam jangka waktu enam bulan setelah ia melewati masa terapinya tidak ada perubahan, maka dokter menyarankan cara terburuk yaitu menghapus memori saat kejadian itu, dengan konsekuensi tidak hanya memori saat itu mungkin juga memori lima tahun kebelang akan hilang juga.
__ADS_1
Suara nada dering lagu di handphone Anita berbunyi, Azka melirik. Azka dan Anita lagi ruangan VIVIP menemani Aqila. Anita melihat nama yang tetera di layar Tomi.
" hallo Bu anita "
" ya Tom, gimana keadaan disana "
" mereka sudah keluar dari Rumah Sakit Bu "
" kamu sudah urus semuanya Tom "
" sudah Bu, tetapi nenek nyawa neneknya tidak terselamatkan Bu "
Anita mengehela napas mendengar penuturan Tomi
" mereka tidak mau menerimanya Bu, mereka menolak dengan keras bahwa kejadian ini adalah takdir Bu, dan Nona itu mendoakan semoga nona kecil cepat sembuh Bu"
" baiklah kamu lihat aja jika ada kebutuhan yang mereka perlukan apapun itu kamu bantu mereka Tom, dan laporkan pada Saya "
" ya Bu." sambungan telpon terputus.
__ADS_1
Azka yang juga mendengar telpon itu ikut menghela napas mendengar kalau yang menyelamatkan ponakannya meninggal dunia.
" masih ada orang yang baik ya Mbak "
" ya Ka, Mbak lihat Gadis yang memeluk Qila kayaknya masih remaja SMA deh Ka "
" oya, mungkin nanti kita bisa kasih dia beasiswa untuk dia kuliah mbak "
" ya mungkin juga, nanti mungkin juga bisa kamu jadikan istri Ka " Anita menggoda Azka
Azka yang di goda kakaknya hanya tertawa
" itu gak mungkin mbak. mana mau Azka sama anak ingusan "
" nggak ada yang gak mungkin Ka, kalau Jodoh gimana, jarang loh mencari orang yang baik dan berhati tulus "
Azka mendengar kata-kata kakaknya itu hanya tersenyum.
"Azka mau kembali ke kantor mbak, nanti pulang kantor Azka kesini lagi".
__ADS_1
***
Bersambung....