
“ ia bertambah cantik , ternyata kau disini, aku merindukanmu sangat merindukanmu, akan kubawa kau kembali kesisiku “ gumam Azka
Nay dan Dea duduk tepat di belakang kursi Azka, entah mengapa perasaan Nay ada mengganjal di hatinya.
“ kamu kenapa Nay “
“ entahlah mbak kenapa ada rasa yang mengganjal di hatiku “
“ memikirkan apa, apa kamu rindu dengan sahabat-sahabatmu…? “
“ Nay tidak tau mbak, mungkin, aku hanya bisa melihat mereka dari sosmed, terkadang hati ingin sekali menghubungi mereka, tetapi aku takut mereka akan mencemaskanku, mereka pasti sudah tau kalau aku sudah tidak bersama Rendy, apa yang harus aku jawab jika mereka bertanya “
“ kau bisa menjelaskan pada mereka “
“ aku tidak tau mbak, dari semua pesan yang mereka kirim tak satupun yang sanggup aku buka mbak , apalagi Rendy juga mencariku, dia tau aku pergi dari Azka, mengirim pesan kepadaku lewat sosmed lamaku aku hanya bisa membaca dari layar latar tanpa berani membuka “
“ apa kamu juga merindukan cinta pertamamu “
“ kenapa mbak menanyakannya “
“ kalau di kamar kamu selalu menolak dan merajuk, kamu sungguh merindukannya dek…?”
Nay mengangguk “ hmmm, sangat mbak “
“ kamu yang sabar, kan da mbak disini…” Dea menggenggam tangan Nay untuk menguatkan entah kenapa jadi curhat.
Azka yang tepat dibelakang Nay mendengar dengan Jelas apa yang mereka bicarakan ia tersenyum sambil menyusun rencana untuk membawa Nay kembali ke sisinya.
“ pada ngomongin apa “
“ kakak “
“ sudah pesan makanan “
“ sudah neh nyampe “
“ ayok kita makan “
“ De sudah tanda tangan kontrak dengan AA Construksi..?”
“ hari ini mas, mohon doanya semoga lancar “
“ Aamiin “ Nay dan Tomi barengan.
“ Nay ya kak, hari ini kakak langsung pulang ke Jakarta, belum tau kapan kesini lagi, jaga diri ya dek, kuliah yang rajin “
“ kayak anak kecil aja, Nay udah gede kakak trus aja di perlakukan kayak anak kecil “ Nay membuat ekspresi merajuk
“ oya adik tersayang kakak udah dewasa, baiklah “ Tomi mengacak rambut Nay
“ kakak berantakan Rambutku “
“ baiklah kakak pamit oke “ Tomi memeluk Nay
__ADS_1
“ De tolong jagain Nay ya “
“ Siaaapppp” Dea menjawab sambil mengangkat tangan seperti hormat dan mereka tertawa, Tomi pamit.
Sementara di belakang Azka mendomel sambil menahan emosi “ awas saja kalau dia sudah disisku tak kan ku biarkan kau menyentuhnya “
“ Bos “
“ lama sekali aku harus menunggumu “
“ maaf bos, apa perintah anda..?”
“ tunggu sampai saya selesai mengbiskan semua “
Selesai Azka menghabiskan sarapannya ia mengeluarkan selembar foto
“ awasi dia, laporkan semua kegiatannya padaku, awas saja kalau sampai terjadi sesuatu , kau harus bertanggung jawab “
“ siap melaksanakan perintah bos “ jawab Jack anak buah Azka ya namanya Marjecka Azka menugaskannya khusus untuk menjaga Nayla.
Kemudian Azka menelpon assisten kepercayaannya siapalagi kalau bukan Aditya
“ siapkan semua kita kembali ke Jakarta “
“ Siap Bos “
Aditya menyipkan semua keperluan termasuk supaya Jet Pribadi Azka agar stanby untuk menyaipakan semua kru.
“ anda baik-baik saja bos “
“ apa maksudmu..”
“ apa anda sudah bertemu dengan nona …” adit bertanyatakut-takut
“ kamu tak perlu tau, aku yakin kalian berdua bersekongkol, kau sudah tau katakan…”
Aditya sedikit takut kalau bosnya itu akan marah besar jika ia menegtahui jika Tomi sudah menemukan
Nayla tetapi tidak memberitahunya.
“ katakana, saya tidak mau dengar kau menutupi nya “
Aditya mulai bercerita
Flasback On
“ hentikan pencarian “ perintah Azka
Aditya lalu menelpon Tomi. Sebenarnya mereka berdua sangat menyangani Nay karena mereka sangat tau
rasanya tidak punya keluarga. Mendengart itu Tomi sedikit kesal dengan Azka baru satu bulan dia sudah menghentikan pencarian sangat tidak bertanggung jawab.
“ Adit “
__ADS_1
“ ya kak “
“ apa Nayla meninggalkan handphone nya…?”
“ seingatku ia kak, aku pernah melihatnya di pegang Bos “
“ cari tau dimana Hape itu, dan hubungi saya segera “
Aditya melihat hape Nay disimpan Azka didalam laci meja kerjanya, ketika mereka akan keluar Aditya
menghubungi Tomi.
Tomi melacak Nay dari hapenya Tomi tau kalau hape yang dibelikan oleh Azka adalah salah satu hape canggih keluaran merek apel digigit. Kemudian Tomi mulai melacak penggunaan Hape yang ia yakin Nay tidak membuat aksesnya menjadi sulit. Sesuai dugaan akhirnya Tomi bisa melacak hape baru Nay dengan mudah, kemudian ia sedikit melakukan pencarian dan lokasi Nay mengatakan alamatnya sekarang.
Mulai saat itu Tomi langsung terbang KeMalang, tentu untuk alibinya Aditya yang mengatur. Akhirnya mereka menemukan Nay dia masih sedih dan terpukul waktu itu, dengan motivasi dan semangat dari Tomi , Aditya dan Dea akhirnya Nay kembali menemukan semangat hidupnya.
Ketika adanya pembukaan cabang perusahaan di Surabaya, Tomi mengajukan diri sebagai penanggung jawab, tentu alasannya dia tidak susah payah lagi mencari alasan untuk terbang keMalang
Flashback Off
“ kalian kurang ajar berani bermain di belakangku, kau akan kuhajar jika memberi tahukan kepada kakakmu kejadian ini “ Azka melempar Aditya dengan buku yang ia baca
“ maafkan saya boss .. apa rencana anda boss…?”
“ saya tidak akan memberitahukan penghianat “
“ ayolah boss saya sudah minta maaf “
***
Kisah Tomi dan Aditya
Tomi dan Aditya sangat dekat dengan Azka, Aditya sudah bersama Azka dari usia enam tahun, Tomi dan Aditya di besarkan di Panti Asuhan” Kasih Ibu”. Azka yang ikut orang tuanya untuk menyubang ke panti ia ingin ikut ia merasa kesepian dirumah kakanya Anita di jaga di rumah neneknya dia senang disana karena ada Leorna anak pelayan di rumah nenek yang seumuran denganAnita. Ayah sedang sibuk dengan kakek karena mereka lagi merintis perusahan dan mulai berkembang di tangan Surya, ibunya juga sibuk membantu di perusahaan. Untuk pertama kali Azka pergi ke Panti, Panti Asuhan Kasih Ibu letaknya lumayan jauh dari kota Jakarta, tetapi ada yang merefrensikan bahwa panti tersebut membutuhkan uluran tangan donator. Disanalah ia bertemu dengan Tomi dan Aditya entah mengapa Azka pertma mengenal mereka langsung nyaman untuk berteman di banding anak –anak yang lainnya.
Tomi usiah nya lebih tua lima tahun di banding Aditya, ia sangat menjaga Aditya seperti adiknya. Kedua orang tua Tomi sudah meninggal dan dia diambil ibu Asih pemilik panti karena tidak ada yang menjaganya ia tidak punya keluarga, di panti sudah ada beberapa orang anak yang senasib seperti Tomi. Setelah setahun ia di panti, semua orang terkejut mendengar suara tangisan bayi di depan pintu panti ibu Asih dan di bantu dengan ibu nita mereka membuka pintu melihat ada bayi dan disampingnya seorang wanita yang sudah sekarat ia kelihatannya mengalami pendarahan sehabis melahirkan, setelah melihat bayinya di ambil wanita tersebut meninggal.
Bayi itu adalah Aditya, Tomi yang kala itu berusia lima tahun sering menemani Aditya dan mengasuhnya ia sudah belajar mandiri dari kecil karena ia membantu orangtuanya mencari nafkah, kedua orang tuanya sakit,
tidak ada biaya akhirnya meninggal.
Azka bermain ke panti ia sangat senang bisa bertemu dengan Tomi dan Aditya, awalnya Azka selalu meminta diantar ke panti , tetpi akhirnya orang tua Azka memutuskan untuk mengadopsi Tomi dan Aditya karena Azka mau keduanya. Orang Tua Azka mengadopsi Tomi dan Aditya untuk menjadi teman dan penjaga Azka mereka akan di fasilitasi untuk sekolah bersam Azka, dan Tomi sebagai syarat meminta tuan Surya Nugraha menjadi donator tetap untuk panti asuhan mereka.
Tomi dan Aditya sangat bersyukur keluarga Nugraha memperlakukan mereka dengan baik dan tidak pernah merendahkan, mereka sangat di sayangi dan tidak pernah kurang suatu apapun begitu juga Azka dia sangat baik
dia tidak pernah sekalipun menyebut Aditya sebagai pembantunya melaikan sahabatnya. Alasan itu yang membuat Tomi dan Aditya sangat menjaga keluarga Nugraha.
Setelah Tomi lulus kuliah dia dijadikan Assisten pribadi Surya Nugraha di perusahaan untuk memudahkan Azka mengelola perusahaan,sementara Aditya memilih berada di samping Azka. Tomi dan Aditya adalah anak
yang pintar, Tomi di mengambil jurusan IT dan Azka Manajemen Bisnis, serta Aditya ia bagian Teknik Sipil karena perusahaan mereka awalnya di bidang kontraktor. Surya membagi ketiga anak-anaknya itu agar meraka bisa mengusai ilmu dalam berbisnis, tentu saja dengan Azka yang jenius dalam manajemen bisnis terbantu oleh keahlian Tomi dan Aditya.
***
Bersambung.....
__ADS_1