
Azka menggenggam erat tangan Nalya, ia membawa wanita yang baru saja menyandang status sebagai istrinya itu. Azka membawa Nayla memasuki mobilnya dan menyuruh sopirnya untuk menghantarkan ke Villa. Jarak antara Hotel dan Villa sebenarnya tidak terlallu jauh, tetapi jika berjalan kaki akan menarik perhatian maka Azka menyuruh anak buahnya menyiapkan mobil untuk membawanya ke Villa.
Nayla yang tangannya digenggam erat oleh Azka ya yang ia tau nama lelaki itu ketika penghulu menyebut namanya saat ijab qabul ya Azka hanya Azka. Nay merasakan jantungnya berdebar sangat kencang, sampai ia merasa sedikit sesak, ia memegang dadanya jantungnya “apa aku sakit jantung “ batin Nay.
Sesampainya di Villa para pelayan Azka menyambut Azka, mereka melihat Azka membawa seorang wanita muda bersamanya. Azka memanggil assisten pribadinya Leorna untuk mengantarkan Nayla kekamar tamu dan melayani kebutuhannya. Leorna adalah assisten Azka khusus menangani kebutuhan pribadi mulai dari mengatur pelayan yang bertugas di Rumah, Apartemen ataupun Villa Azka. Leorna dan keluarganya sudah turun temurun mulai dari kakeknya yang berhutang budi kepada kakek Azka sehingga mereka mengabdi kepada keluarga Nugraha. Leorna ia panggil untuk mengatur kebutuhannya selama tinggal di Villa.
“ silahkan nona “ Leorna membuka pintu kamar untuk Nayla sesuai dengan perintah Azka
“ terima kasih , panggil saya Nay saja “
“ maaf nona saya harap anda tidak keberatan saya tetap harus memanggil anda nona, nona maaf sebelumnya tuan menyuruh saya untuk mengopres dan mengobati luka anda “ Leorna di minta Azka untuk mengopres pipi Nayla, Leorna melihat pipi Nay yang merah seperti habis di tampar dan sudut bibirnya ada bekas luka dan matanya masih sembab seolah dia menagis semalaman. Leorna kemudian keluar dan kemudian kembali kekamar ia membawa air dingin yang ada es batu dan saleb oles untuk luka.
Nayla meminta kepada Leorna untuk dia melakukannya sendiri, tetapi Leorna menolak karena itu adalah perintah tuannya. Nayla hanya diam saja mendengar jawaban Leorna. Dia berpikir tentu selanjutnya dia akan hidup di bawah bayang-bayang aturan tuan mereka yang harus selalu di patuhi.
“ nona, anda silahkan beristirahat dahulu, nanti jika barang-barang anda sudah sampai akan saya antarkan kekamar anda, jika ada perlu anda bisa memanggil saya, nanti saya akan memanggil anda untuk makan malam,
saya permisi dulu nona “ kemudian Leorna meninggalkan Nayla.
Sepeninggalan Leorna Nayla menarik napas dalam, ia mulai memperhatikan sekeliling, kamar yang begitu mewah seperti kamar hotel ditempat kejadian siang tadi kamar yang bernuansa coklat abu-abu putih, memiliki tempat tidur queen size, sofa santai dan televisi, lemari pakaian yag tersamarkan senada dengan warna dinding putih, Nay membuka kamar mandi yang juga bernuansa coklat abu dan putih, ada bathub dan shower serta perlengkapan mandi tersusurun rapi di rak kamar mandi, ” kamar mandinya sebesar kamar aku “ puji Nay yang
terpesona oleh kemewahannya. Nay berjalan medekat ke arah jendela ia melihat pemandangan yang sangat indah ia bisa melihat taman Argo wisata dari ketinggian. Ketika ia masuk kedalam Villa Nay sempat melihat betapa mewahnya Villa suaminya ini, kamar tamunya aja semewah ini bagaimana kamar utamanya...?,
__ADS_1
“Siapa suaminya ini sebenarnya…?” Nayla bertanya-tanya.
Nayla membaringkan tubuhnya diranjang, betapa empuknya kasur dan bantalnya, ia merasakan betapa halus selimutnya. Nayla menikmatinya sambil guling-guling di ranjang dan bahkan ia melompat. Sesudahnya Nay menarik napas panjang. Dia mulai berpikir, Nay membaingkan tubuhnya ia berpikir bagaimana kehidupannya setelah ini, akankah dia baik-baik saja. “apakah dia masih bisa merasakan bebas atau bisa melakukan hal yang ia inginkan ataukah ia akan terkurung seperti burung dalam sangkar…?” begitu banyak pertanyaan didalam otak Nay.
Nayla berpikir kepada siapa ia bertanya, “apakah jika ia bertanya pada Leorna mau menjawabnya…?, Mungkin aku harus bertanya kepada pak Tomi…?, tapi bagaimana aku bisa menghubungi Tomi handphoneku belum dikembalikan, Ah… pusing “ Nayla mengacak rambutnya. Banyak pertanyaan yang tidak ingindia tanyakan tapi dia tidak tau bertanya pada siapa, dan ia sebenarnya sangat lelah, ia habis menangis dan pipinya dan bibirnya masih terasa perih . Udara sejuk dari AC dikamar membuat mata Nay menjadi berat tanpa sadar akhirnya ia terlelap.
Leorna membuka pintu kamar yang ditempati Nay, ia mengetuk pintu tetapi tidak ada sahutan, Ia membuka pintu ternyata tidak dikunci ia membuka pintu dan melihat Nay lagi tertidur pulas di Ranjang, Leorna hanya
tersenyum melihat Nayla yang tertidur tanpa membersihkan diri dahulu, ia melihat wajah polos Nay yang tidur seperti bayi “ anak ini mempunyai wajah yang cantik alami, dan juga ia gadis yang baik bisa dilihat dari kesan pertama bertemu ia anak yang sopan dan baik , jika tuan jatuh cinta padanya dia akan sangat baik untuk mendampingi tuan Azka dari pada wanita ular itu “ Leorna berbicara sendiri. Leorna awalnya ingin memanggil Nayla untuk makan malam.
Leorna keluar setelah merapikan selimut Nay, ia menutup pintu perlahan. Azka yang baru turun dari lantai dua bersama Aditya .
“ mana gadis itu….” Tanya Azka.
“ maaf tuan nona sedang tidur…”
“ kenapa tidak dibangunkan…?’
“ tampaknya nona sangat kelelahan, di tertidur tanpa mengganti pakaiannya dahulu “
Entah kenapa angin apa yang membawa Azka, ia ingin sekali melihat Nayla.
__ADS_1
“ saya akan melihatnya “
“ baik tuan “ Leorna meninggalkan Azka dan Aditya juga pamit. Mereka kembali menuju ruangannya. Ya Azka menyiapkan ruangan khusus untuk setiap bawahannya.
Azka membuka pintu kamar dengan perlahan ia takut membangunkan Nayla. Azka melihat nayla tetidur pulas, ia memandangi wajah polos Nay,” wajah yang memiliki kecantikan alami tanpa polesan make up saja di sangat cantik” puji Azka, Azka melihat Nay yang tidur seperti bayi, dada Azka terasa perih ketika melihat Nayla di pukuli oleh mamanya Rendy, kenapa dadanya sangat sakit dan terasa sesak, ia tidak tau apa hal yang mendorongnya mengambil keputusan untuk menikahi gadis itu.
Azka baru mengetahui kisah gadis itu dari Tomi betapa sedihnya Azka membayangkan betapa sedihnya Nayla. Azka teringat akan permintaan kakanya untuk membawa Nay kepadanya atau kalau tidak Ia menjadikan gadis itu istrinya, entah atau memang takdir ia tidak tau tapi itu sudah terjadi gadis itu sudah menjadi istrinya, Azka menikahinya tanpa meminta persetujuannya terlebih dahulu.
“ apa ia menerima pernikahan ini….? Apa yang aku rasakan ini..? apa ini rasa kasihan itu…?, bagaimana kalau di tidak menginginkan pernikahan ini…? Apa yang harus aku lakukan…? “ azka bertanya pada dirinya
sendiri. Azka terus memandangi wajah Nay, kemudian padangan itu turun ke bibir merah yang ranum seolah memanggil naluri Azka. Yang Azka tahu belum ada yang menyentuhnya. “ ah kenapa dengan jantungku
tidak bisa di kendalikan “ batin Azka.
Entah apa yang yang Azka pikirkan, ia mengelus kepala Nay tangannya bergetar, kemudian ia mengelus pipi lembut itu dengan hati-hati agar tidak membangunkan si empunya terakhir leusan tangannya mendarat di bibir merahyang menggodanya dari tadi, Azka mendekatkan wajahnya pelan dan mengecup pelan bibir itu… ahh, kenapa jantungya semakin susah dikendalikan, nalurinya sudah meminta lebih, bibir itu mengapa membuat
ketagihan. Azka berdiri meninggalkan kamar itu dia takut tidak bisa mengendalikan diri.
Azka Aldick Nugra seorang pengusah muda yang terkenal dingin tanpa takut terhadap musuh, dan idola banyak wanita sekarang merasa gugup dan gemetar karena ketakutan seperti pencuri yang takut ketahuan “ ah sial “ Azka mengumpat sendiri. Ia tidak tau ada apa dengan dirinya. Dia sendiri tidak bisa menjawab pertanyaannya “ apakah dia jatuh cinta atau hanya kasihan pada gadis
itu…? ”
__ADS_1
***
Bersambung….