
Mau kemana pa?" Pertanyaan itu Cika lontarkan kala menduduki jog penumpang dan memasang setbelt nya.
"Ke rumah Altaf, katanya kangen."
Cika tergelak-gelak mendengar jawaban papanya, "Yah, aku akan bekerja sama jika uang jajanku di tambah."
"Deal." Ucap Foano menutup pintu disampingnya. Lalu mulai menstater kendaraanya.
'Karena pada dasarnya aku juga menyukai Tante Ratih, sedikit memanfaatkan papa nggak masalah kan?' batin Cika dengan senyum kecil di wajahnya.
###
Malam itu, Ratih terkejut oleh kedatangan tamu tak diundang ke rumahnya. Yang lebih mengejutkan lagi, itu adalah mantan ibu mertuanya.
"Apa yang membawa ibu kemari?"
Bu Tias memandang rumah Bu Rohmah, dulu rumah itu tak berisi dan hanya lenggang saja. Namun kini rumah itu terlihat ada banyak barang yang yang jika di taksir menghabiskan uang yang tidak sedikit.
"Rumah udah banyak barang kek gini kok sumbangannya pelit sekali." Gumam Bu Tias dengan menggerakkan kepala dan lirikan sinis.
Ratih sudah merasa lelah, tambah lelah lagi dengan kehadiran dari mantan mertuanya itu. Entah apa yang di Maui sampai datang ke rumahnya.
"Apa yang ibu mau sampai datang jauh-jauh kemari?"
"Itu yang di depan apa mobil mu?"
"Kenapa memang nya Bu?"
"Tinggal jawab aja sih, itu mobil mu bukan?"
Ratih menghela nafas nya mencoba sabar."Iya?"
"Kapan kamu beli nya? Jangan-jangan pake uang Indra lagi. Yang kamu kumpulin." Tukas Bu Tias dengan muka yang masih sama tak enak di pandang.
__ADS_1
Ratih tertawa mendengar ucapan mertuanya itu.
"Saya beli dua bulan yang lalu. Dan maaf buk, gaji mas Indra kan di pegang ibuk. Ratih cuma dapat dua ratus ribu, itu pun untuk beli susu Altaf dan kadang akhir bulan masih harus tombok buat bahan makanan di dapur. Dari mana Ratih bisa kumpulin uang mas Indra buk?"
"Ya siapa tau aja kan? Kamu nggak mungkin mendadak kaya dan punya mobil."
"Saya nggak bawa uang ataupun barang berharga dari mas Indra. Ibuk lihat sendiri kemarin pas ngacak-acak tas Ratih. Ada uang di sana? Ada emas di sana? Atau mungkin deposit? Ada?"
Bu Tias mendengus,
"Jadi bener kalau kamu pake pesugihan?" Cibir Bu Tias.
"Hahaha.... Kalau aku pake pesugihan, mas Indra udah nggak ada buk."
Bu Tias mendelik, "kurang ajar ya kamu Ratih. Nggak ada sopan-sopannya sama orang yang lebih tua."
"Sudah buk, Ratih sibuk banget. Kalau ibuk kemari cuma mau bicara itu, sebaiknya ibuk pulang. Ratih masih mau ke kondangan teman Ratih." Ucap Ratih mengusir halus.
"Kasih kok buk. Ibuk nggak lihat?"
"Maksudmu sumbangan uang manian?" Bu Tias mendelik pada Ratih dengan suara meninggi.
Ratih tertawa kecil,
"Kasih uang pengganti sumbangannya sekarang."
"Ibuk mau minta sama Ratih berapa?"
"Enggak banyak kok, dua juta aja." Jawab Bu Tias enteng.
Mulut Ratih terbuka, 'nggak tau malu banget dia minta uang sebanyak itu. Apa dia lupa gimana memperlakukan aku?'
"Kamu kemarin udah lihat kan pernikahan Indra megah banget, kamu juga udah masuk ke ruangan berAC yang nggak pernah kamu masukin. Itu bayar pake duit.
__ADS_1
Jadi kamu harus kasih sumbangan yang layak, karena udah menikmati semua fasilitas itu. Kamu kan katanya udah kaya. Malu dong kalau nyumbang cuma dikit, paling nggak ya dua tiga juta lah." Kata Bu Tias masih terselip kalimat dan nada hinaan di sana.
"Tadi ibuk bilang aku kaya karena pesugihan kan? Ibuk nggak takut nanti jadi tumbal kalau minta uang dari Ratih?"
Mata Bu Tias melebar menatap Ratih, "Jadi benar kamu pake pesugihan?"
Ratih tersenyum,
"Maaf buk, Ratih udah telat mau ke kondangan." Ucap Ratih sambil berdiri."Di rumah nggak ada orang. Kalau ninggalin ibuk di sini Ratih takut nanti ada barang Ratih yang hilang, gara-gara Ratih nggak kasih sumbangan."
"Ratih! Dasar mantan mantu kurang ajar kamu ya? Kamu pikir ibuk maling? Ibuk itu kaya, mantu ibuk saja punya rumah, punya mobil, juga punya jabatan. Sumbangan kemarin aja ibuk dapat banyak."
"Oohh berarti ibuk nggak perlu sumbangan dari Ratih dong. Kenapa ibuk sampai capek-capek kemari."
"Ibuk mau nagih makanan yang udah kamu makan kemarin, juga fasilitas AC yang dingin itu. Di luar panas, kamu udah ikut ngadem. Nggak kasih sumbangan!"
Rasanya nggak akan kelar-kelar bicara dengan mantan ibu mertuanya itu. Tapi untuk memberikan uang pada ibu mertua pun rasa nya enggan. Apa lagi, Bu Tias minta nominal yang tidak sedikit, mengingat wanita paruh baya itu tau Ratih sudah kaya.
'Jadi, gimana caranya ngusir wanita ini? Udah bilang ada kondangan pun masih keukeh di sini.'
Tak lama terdengar suara deru mobil yang berhenti di depan rumah Ratih.
Bersambung..
Waahh, siapa itu ya yang datang?
a. Foano dan Cika
B. Indra
c. ibu Rohmah
kasih jawabannya di bawah ya. Biar Othor makin semangat up date nya. Bantu like dan vote.
__ADS_1