
hari ini pak hardinata akan pergi ke luar kota karena ada urusan mendadak yang harus ditangani langsung oleh pak hardinata, karena pak hardinata juga punya perusahaan yang harus dia pimpin sendiri, dan perusahaan bayu bukanlah perusahaan papanya melainkan punya bayu sendiri.
karena kota yang dituju sama dengan kota kelahiran bu ana, jadi dia juga ingin ikut pergi kesana karena sudah lama dia tak berjumpa keluarganya disana. diruang keluarga bayu, mama pergi dulu ya, dan jaga adam baik-baik !" ucap bu ana sambil memeluk bayu.
"iya ma, mama dan papa juga hati disana ya, dan sampaikan salam bayu untuk keluarga disana," ucap bayu lembut kepada mamanya dan mamanya pun membalas dengan menganggukkan kepalanya dan tersenyum. bu ana pun menghampiri tina, dan mengambil adam dari gendongan tina, dan bu ana menggendongnya sambil mencium lembut pipi
cucunya itu.
"sayang, oma tinggal sebentar ya, nanti pasti omak akan pulang dan gendong adam lagi, " ucap bu ana lembut.
"nanti kalau adam sudah besar, oma janji oma akan ajak adam jalan-jalan. " dan terasa air matanya pun jatuh, dia merasa berat meninggalkan cucunya itu, tapi dia juga ingin pergi menemui keluarganya disana. bu ana memberikan kembali adam kepada tina.
"tina, tolong kamu jaga cucuku dengan baik," ucap bu ana dengan ramah.
"baik bu." balas tina sambil tersenyum.
"pa, maaf ya bayu tidak bisa mengantar papa dan mama ke bandara, karena bayu ada urusan dikantor," ucap bayu.
"iya, tidak apa-apa, biar kami diantar oleh pak danang saja," kata bu ana.
bayu dan tina yang tengah menggendong adam ikut mengantar mereka keluar, dan pak danang pun mengangkat dua buah koper dan memasukkannya kedalam bagasi mobil. disusul oleh pak hardinata dan bu ana masuk kedalam mobil dan mereka pun berangkat menuju bandara, pak hardinata sengaja memilih untuk naik pesawat karena jarak tempuh yang lumayan jauh apabila pergi menggunakan mobil.
setelah mobil dihadapannya menghilang, bayu pun segera memilih untuk berangkat kekantornya, sebelum masuk kemobil dia menghampiri tina, dan tina pun jadi salah tingkah melihat bayu yang mendekatkan wajahnya dengannya, dan tina langsung menutup matanya.
"ya ampun, apa dia mau menciumku." bathin tina yang memang berharap seperti itu, karena dia juga sangat merindukan kehangatan dari seorang laki-laki, karena tina sebenarnya adalah seorang janda yang tak beranak.
"papa kerja dulu ya sayang" ucap bayu sambil mencium pipi adam yang ada digendongan tina. dan bayu pun pergi tanpa menoleh kearah tina. dan tina yang mendengar ucapan bayu langsung membuka matanya dan melihat bayu sudah masuk kedalam mobilnya.
"aku pikir, dia mau menciumku," gumam tina dengan raut wajah kesal.
*********
sesampainya di dalam kantor, bayu melihat tania yang sedang membersihkan lantai. dia pun menghampiri tania. dia berlalu dan langsung masuk keruangannya. dia menghubungi manager kantor untuk menyuruh tania menemuinya diruangannya.
tok... tok...
"masuk." ucap bayu datar. tania pun membuka pintu itu.
"assalamualaikum... pak, " tania mengucapkan salam sambil melangkahkan kakinya yang berjalan agak pin--ang masuk kedalam.
"waalaikumsalaam... duduk," suruh bayu tegas sambil kedua tangannya menutup berkas-berkas yang baru saja ditandatanganinya.
"maaf, ada apa pak? " Tanya tania dengan raut wajah kebingungan.
"kenapa kamu masuk kerja, bukankah sudah saya katakan supaya kamu istirahat saja," kata-kata bayu menegaskan sambil menatap tajam kearah tania.
__ADS_1
''ta tapi pak, saya harus bekerja," kata tania menjelaskan.
''hey, kamu fikir di perusahaan ini menerima pekerja yang sedang sakit untuk bekerja, hah," bentak bayu sedikit berteriak.
"kamu harus ingat, kalau saya paling tidak suka dibantah," ucap bayu kasar.
sontak, bentakan bayu seperti itu bagaikan pisau yang melukai perasaannya. tania merunduk dan tanpa sadar dia menangis, karena walaupun keadaan hidupnya susah, ibunya tak pernah membentaknya. seketika bayu terdiam melihat dihadapannya itu menangis.
"hey, mengapa kamu menangis, " tanya bayu datar sambil melihat wajah tania. bayu pun menghembuskan nafasnya menyenderkan badannya disandaran terus menatap kearah tania.
dan tania hanya diam tidak menjawab pertanyaan bayu, dia hanya semakin menundukkan kepalanya menatap lantai yang ada dibawahnya.
"aku tidak suka melihat perempuan menangis. tapi dia menangis? apa aku terlalu kasar atau dia yang terlalu cengeng."
"tapi kenapa disaat dia menangis rasanya aku ingin memeluknya," bathin bayu
bayu bangkit mendekati tania "aku tidak suka dengan perempuan, cengeng" kata bayu.
tania yang kaget pun langsung binging sendiri melihat sang presdir yang tiba-tiba sudah berada dihadapannya.
"maaf jika saya salah, kalau saya tidak mau kamu tambah parah sakitnya" reflek dia pun memeluk tania yang sedang duduk.
tania kaget bukan kepalang melihat ulah presdirnya itu yang
bayu dari hadapannya.
"maaf pak, apa yang sudah anda lakukan itu salah,
anda tidak pantas memeluk saya seperti itu, kalau istri
anda melihat pasti dia akan marah, dan saya tidak mau
dikatakan Pelakor oleh istri anda. "ucap tania kesal.
"istri," ucap bayu sambil menaikkan alisnya.
"ya, bagaimana bapak bisa lupa dengan istri bapak sendiri,
sementara fotonya selalu ada bersama bapak. "
kata tania dengan nada marah sambil menunjuk kearah foto
yang ada diatas meja kerja bayu.
"saya permisi dulu. "
__ADS_1
pamit tania lalu pergi meninggalkan bayu sendiri diruang
kerjanya dengan langkah kaki yang sedikit pincang.
entah kenapa bayu jadi senyum-senyum sendiri melihat tania
yang sudah keluar dari ruangannya.
bayu duduk kembali ke kursinya dan memegang foto yang
ada dimejanya itu.
"istri, jadi dia mengira dwi adalah istri saya."
bathin bayu sambil tersenyum mengingat kata-kata yang
dikeluarkan oleh tania tadi.
memang bukan hanya tania yang mengira itu adalah istri
bayu, bahkan hampir semua orang menganggap dwi adalah
istri bayu,
tidak ada orang lain yang tau kalau dwi adalah adik
bayu, hanya keluarga dan teman terdekatnyalah yang tau
kebenaran itu. karena dwi yang tak tinggal bersama bayu dan
keluarganya.
sebelum neneknya meninggal dwi dibesarkan oleh neneknya,
karena neneknya sangat sayang kepada dwi, dan setelah itu
dwi kuliah diluar kota jadi hanya sesekali dia tinggal bersama
keluarganya
makanya banyak orang yang menduga kalau dwi istrinya
bayu, karena dwi sudah meninggal jadi orang-orang
beranggapan kalau bayu itu seorang duda.
__ADS_1