PAPAH MUDA, Bukan Duda

PAPAH MUDA, Bukan Duda
EPISODE 18


__ADS_3

ini adalah hari minggu, bayu berniat mengajak


tania untuk main kerumahnya.


entah kenapa setiap harinya ingin dia lalui


bersama dengan tania, tania pun tak menolak


untuk bertamu kerumah bayu.


bayu menjemput Tani kerumahnya.


karena ini adalah hari libur, jadi bayu hanya


menggunakan pakaian santai, dengan memakai


topi dikepalanya.


"ternyata sibos lebih tampan seperti ini,


daripada biasanya. kalau seperti ini dia terlihat


lebih muda, " puji Tania


dalam hati“.


setibanya


tania terpukau dengan keindahan dan kemegahan


rumah yang ada dihadapannya.


matanya terbelalak melihat rumah bayu yang


sepuluh kali lebih luas dari rumahnya.


halaman yang sangat luas dan juga ada sebuah


taman dibelakang rumahnya.


"masuklah!" suruh bayu.


tania pun masuk kedalam rumah dan melihat


sekeliling rumah yang dipenuhi dengan furniture


yang mahal dan mewah.


" duduklah, aku naik keatas sebentar. " kata bayu


dan langsung keatas, kekamar adam.


tania terkejut melihat bayu turun yang tengah


menggendong seorang bayi kecil yang sangat


imut.


"apa itu anaknya sibos ya, itu artinya, istrinya


meninggal ketika dia melahirkan. kasian sekali


dia."


bayu menghampiri tania dan duduk disebelah


tania sambil menggendong adam, terlihat raut


wajah bayu yang kegirangan.


" maaf, apa ini anak bapak? tania bertanya


lembut.


"iya, namanya adam. " bayu menjawab kearah


tania lalu tersenyum.


" bolehkah saya menggendongnya sebentar pak?


"silahkan," bayu memberikan adam ketangan


tania, lalu tania menggendong adam.


"ih, anak bapak gemesin deh, imut lagi. "


ucap tania menoleh kearah bayu.


"kamu suka bayi ya? " tanya bayu tersenyum.


"iya pak, dari dulu saya memang suka sama anak


kecil, sebab saya tidak punya adik."


jelas tania.


"kalau kakak, kamu punya?" tanya bayu lagi.

__ADS_1


"tidak pak, sejak saya kecil ayah saya sudah


meninggal, jadi saya anak satu-satunya dari


keluarga saya. kata tania menjelaskan sambil


memeluk dan mencium adam yang ada


digendongannya.


"oh maafkan aku, aku tak bermaksud


membuatmu sedih, " kata bayu.


"tidak apa-apa pak, tidak masalah,"


jawab tania tersenyum kearah bayu.


namun sepasang mata sedang mengawasi bayu


dan tania dari atas, dia menatap penuh amarah


kearah tania.


" siapa wanita itu, kenapa sikap tuan bayu


kepadanya sangat lembut, sedangkan samaku,


melihatnya pun dia tak mau. padahal aku sudah


menggodanya habis-habisan tapi dia tetap tak


tertarik." batin tina kesal.


dia terus memperhatikan bayu dan tina yang


terlihat asyik bercengkrama. dan sesekali mereka


tertawa.


" sepertinya tuan suka dengan perempuan


itu. aku tidak boleh terlambat, sebelum


wanita itu mendapatkan tuan bayu, aku harus


merencanakan sesuatu agar dia bisa menjadi


milikku, " gerutu tina dalam hati.


"oh ya pak, apa anak bapak ada lagi? tanya tania.


"ya kali aja anak bapak ada 2 atau 3, gitu. "


jelas tania dengan sedikit tertawa.


"gak, hanya adam. "jelas bayu.


" memangnya aku terlihat sangat tua ya, sehingga


aku sudah pantas punya anak banyak. "


"hahahaa..." tawa tania.


"gak kok pak, anda bahkan terlihat masih sangat


muda," balas tania.


"ah, kamu bisa saja," bayu tersenyum menahan


tawa.


sebenarnya bayu suka tania memujinya seperti itu.


tak berapa lama bi inah datang membawa


minuman untuk tania.


"silahkan diminum ,tuan dan nona, mumpung


masih hangat, "


bi inah mempersilahkan.


"iya bi terimakasih. "jawab tania ramah.


tak berapa lama adam digendongan tania, tania


merasakan ada yang hangat di sekitaran tubuhnya,


dan ternyata adam lagi pipis.


"yah dia pipis pak, " kata tania.


"ya ampun, maaf, maaf tania, adam tidak


sengaja mungkin.

__ADS_1


"ya udah, gak apa-apa kog pak, namanya juga


masih bayi.


"itu artinya den adam suka sama sama nona,"


sahut bi inah dari arah belakang.


"oh ya bi, apa benar begitu adam. " ucap bayu


lembut.


" mungkin saja," sambung tania sambil tersenyum


kearah bayu.


"kalau begitu, saya permisi kebelakang dulu tuan.


"pamit bi inah.


"iya bi, terimakasih ya, " sahut bayu dan tania


serempak dan mereka bertatapan dan tertawa


kecil.


bi inah yang menyaksikan pemandangan itu juga


ikut merasa bahagia . karena setelah bertahun-


tahun kerja dirumah bayu baru kali ini bayu


membawa wanita kerumah. karena dia tau bahwa


bayu itu sangat pendiam dan dingin kepada


wanita setelah itu dia pergi kedapur.


"terus, baju mu basah tuh" dia melihat kearah baju


tania yang basah terkena pipisan adam.


"tidak apa-apa pak," ucap tania yang masih


menggendong adam.


setelah beberapa saat kemudian datang tina


menghampiri bayu dan tania yang lagi duduk


disofa. sorot mata yang tajam dari tina membuat


tania heran.


" siapa dia? ucap tania dalam hati.


tina mengambil adam dari gendongan tania, tania


pun memberikan adam ke tangan tina.


"sudah waktunya adam minum susu,"


ucap tina ketus kearah tania.


bayu melihat wajah tania yang berubah keheranan,


bayu pun menjelaskan siapa tina.


"dia tina, babysitter yang mengurus adam. "


jelas bayu.


"o00oh, "jawab tania sambil menganggukkan


kepalanya.


"kalau begitu, ayo kita keluar. mumpung ini hari


libur." kata bayu sambil terus menatap tania.


tania yang ditatap seperti itu langsung


menundukkan wajahnya.


"tapi pak," ucap tania.


"tidak ada tapi-tapi, " kata bayu sambil menarik


tangan tania keluar.


entah kenapa setelah tania tau bahwa istri bayu


sudah meninggal, dia tak bisa menolak ajakan


bayu, ada rasa bahagia yang dirasakannya.


"gak apa kali ya, lagian sibos kan duda, duda

__ADS_1


anak satu," ucap tania sambil senyum-senyum


sendiri mengikuti langkah bayu.


__ADS_2