
ini adalah hari minggu, bayu berniat mengajak
tania untuk main kerumahnya.
entah kenapa setiap harinya ingin dia lalui
bersama dengan tania, tania pun tak menolak
untuk bertamu kerumah bayu.
bayu menjemput Tani kerumahnya.
karena ini adalah hari libur, jadi bayu hanya
menggunakan pakaian santai, dengan memakai
topi dikepalanya.
"ternyata sibos lebih tampan seperti ini,
daripada biasanya. kalau seperti ini dia terlihat
lebih muda, " puji Tania
dalam hati“.
setibanya
tania terpukau dengan keindahan dan kemegahan
rumah yang ada dihadapannya.
matanya terbelalak melihat rumah bayu yang
sepuluh kali lebih luas dari rumahnya.
halaman yang sangat luas dan juga ada sebuah
taman dibelakang rumahnya.
"masuklah!" suruh bayu.
tania pun masuk kedalam rumah dan melihat
sekeliling rumah yang dipenuhi dengan furniture
yang mahal dan mewah.
" duduklah, aku naik keatas sebentar. " kata bayu
dan langsung keatas, kekamar adam.
tania terkejut melihat bayu turun yang tengah
menggendong seorang bayi kecil yang sangat
imut.
"apa itu anaknya sibos ya, itu artinya, istrinya
meninggal ketika dia melahirkan. kasian sekali
dia."
bayu menghampiri tania dan duduk disebelah
tania sambil menggendong adam, terlihat raut
wajah bayu yang kegirangan.
" maaf, apa ini anak bapak? tania bertanya
lembut.
"iya, namanya adam. " bayu menjawab kearah
tania lalu tersenyum.
" bolehkah saya menggendongnya sebentar pak?
"silahkan," bayu memberikan adam ketangan
tania, lalu tania menggendong adam.
"ih, anak bapak gemesin deh, imut lagi. "
ucap tania menoleh kearah bayu.
"kamu suka bayi ya? " tanya bayu tersenyum.
"iya pak, dari dulu saya memang suka sama anak
kecil, sebab saya tidak punya adik."
jelas tania.
"kalau kakak, kamu punya?" tanya bayu lagi.
__ADS_1
"tidak pak, sejak saya kecil ayah saya sudah
meninggal, jadi saya anak satu-satunya dari
keluarga saya. kata tania menjelaskan sambil
memeluk dan mencium adam yang ada
digendongannya.
"oh maafkan aku, aku tak bermaksud
membuatmu sedih, " kata bayu.
"tidak apa-apa pak, tidak masalah,"
jawab tania tersenyum kearah bayu.
namun sepasang mata sedang mengawasi bayu
dan tania dari atas, dia menatap penuh amarah
kearah tania.
" siapa wanita itu, kenapa sikap tuan bayu
kepadanya sangat lembut, sedangkan samaku,
melihatnya pun dia tak mau. padahal aku sudah
menggodanya habis-habisan tapi dia tetap tak
tertarik." batin tina kesal.
dia terus memperhatikan bayu dan tina yang
terlihat asyik bercengkrama. dan sesekali mereka
tertawa.
" sepertinya tuan suka dengan perempuan
itu. aku tidak boleh terlambat, sebelum
wanita itu mendapatkan tuan bayu, aku harus
merencanakan sesuatu agar dia bisa menjadi
milikku, " gerutu tina dalam hati.
"oh ya pak, apa anak bapak ada lagi? tanya tania.
"ya kali aja anak bapak ada 2 atau 3, gitu. "
jelas tania dengan sedikit tertawa.
"gak, hanya adam. "jelas bayu.
" memangnya aku terlihat sangat tua ya, sehingga
aku sudah pantas punya anak banyak. "
"hahahaa..." tawa tania.
"gak kok pak, anda bahkan terlihat masih sangat
muda," balas tania.
"ah, kamu bisa saja," bayu tersenyum menahan
tawa.
sebenarnya bayu suka tania memujinya seperti itu.
tak berapa lama bi inah datang membawa
minuman untuk tania.
"silahkan diminum ,tuan dan nona, mumpung
masih hangat, "
bi inah mempersilahkan.
"iya bi terimakasih. "jawab tania ramah.
tak berapa lama adam digendongan tania, tania
merasakan ada yang hangat di sekitaran tubuhnya,
dan ternyata adam lagi pipis.
"yah dia pipis pak, " kata tania.
"ya ampun, maaf, maaf tania, adam tidak
sengaja mungkin.
__ADS_1
"ya udah, gak apa-apa kog pak, namanya juga
masih bayi.
"itu artinya den adam suka sama sama nona,"
sahut bi inah dari arah belakang.
"oh ya bi, apa benar begitu adam. " ucap bayu
lembut.
" mungkin saja," sambung tania sambil tersenyum
kearah bayu.
"kalau begitu, saya permisi kebelakang dulu tuan.
"pamit bi inah.
"iya bi, terimakasih ya, " sahut bayu dan tania
serempak dan mereka bertatapan dan tertawa
kecil.
bi inah yang menyaksikan pemandangan itu juga
ikut merasa bahagia . karena setelah bertahun-
tahun kerja dirumah bayu baru kali ini bayu
membawa wanita kerumah. karena dia tau bahwa
bayu itu sangat pendiam dan dingin kepada
wanita setelah itu dia pergi kedapur.
"terus, baju mu basah tuh" dia melihat kearah baju
tania yang basah terkena pipisan adam.
"tidak apa-apa pak," ucap tania yang masih
menggendong adam.
setelah beberapa saat kemudian datang tina
menghampiri bayu dan tania yang lagi duduk
disofa. sorot mata yang tajam dari tina membuat
tania heran.
" siapa dia? ucap tania dalam hati.
tina mengambil adam dari gendongan tania, tania
pun memberikan adam ke tangan tina.
"sudah waktunya adam minum susu,"
ucap tina ketus kearah tania.
bayu melihat wajah tania yang berubah keheranan,
bayu pun menjelaskan siapa tina.
"dia tina, babysitter yang mengurus adam. "
jelas bayu.
"o00oh, "jawab tania sambil menganggukkan
kepalanya.
"kalau begitu, ayo kita keluar. mumpung ini hari
libur." kata bayu sambil terus menatap tania.
tania yang ditatap seperti itu langsung
menundukkan wajahnya.
"tapi pak," ucap tania.
"tidak ada tapi-tapi, " kata bayu sambil menarik
tangan tania keluar.
entah kenapa setelah tania tau bahwa istri bayu
sudah meninggal, dia tak bisa menolak ajakan
bayu, ada rasa bahagia yang dirasakannya.
"gak apa kali ya, lagian sibos kan duda, duda
__ADS_1
anak satu," ucap tania sambil senyum-senyum
sendiri mengikuti langkah bayu.