PAPAH MUDA, Bukan Duda

PAPAH MUDA, Bukan Duda
EPISODE 13


__ADS_3

setelah menyelesaikan beberapa pekerjaannya


bayu melangkah masuk kedalam ruang kerjanya.


sambil menyenderkan badannya disandaran


kursi kerjanya, matanya tertuju ke sebuah tempat


makan berwarna pink violet milik tania, dia


jadi teringat dengan bekal tania yang sudah


dimakannya tadi, dia pun bermaksud akan


mengembalikan tempat makan itu dan ingin


mengajak tania makan siang bersama diluar.


"hallo, mia. tolong kamu panggil tania untuk


datang keruangan saya, segera. "


titah bayu kepada sekretarisnya itu.


mia pun keluar dari ruang kerjanya dan pergi ke


pantry untuk mencari tania.


dia melihat tania yang lagi membersihkan ruangan


itu, mia pun menghampiri tania.


"tania, " ucap mia lembut kearah tania.


"ya bu, ada yang bisa saya bantu,


ucap tania ramah sambil menunduk kepalanya


kearah mia.


"kamu dipanggil pak presdir keruangannya,


sekarang ya," kata mia tegas sambil tersenyum


ramah.


"baik, bu."


jawab tania dengan wajah kebingungan.


"ada apa ya? kog aku dipanggil keruangannya,"


bathin tania dalam hati.


"oh ya, mungkin saja dia mau mengembalikan


tempat makanku. "


gumam tania sambil melangkahkan kakinya


menuju ruangan presdir.


tak berapa lama tania pun masuk dengan


mengetuk pintu terlebih dahulu dan mengucapkan


salam kepada bayu, bayu pun menjawab


salamnya dan mempersilahkan tania untuk duduk.


" kamu sudah makan?, tanya bayu.


"belum pak, "jawab tania bingung.


"kalau begitu ganti pakaian mu, kita makan siang


diluar," kata bayu dengan tegas tapi lembut.


"ta tapi, pak. "tania bingung

__ADS_1


"sudah, jangan telalu lama berfikir, ni ambil


punyamu, dan terimakasih untuk sarapan pagi nya


tadi," kata bayu sambil mengembalikan tempat


makan kepunyaan tania, terus melangkah keluar


ruangan dan diikuti oleh tania dari belakang.


tania berjalan dibelakang bayu, karena tania


yang tidak fokus dengan langkahnya terkejut


karena wajahnya tertubruk dengan punggung


bayu didepannya yang mendadak berhenti


melangkahkan kakinya.


"ma maaf pak, " ucap tania sambil menundukkan


kepalanya.


"pergilah ganti pakaianmu, aku tunggu diparkiran.


tegas bayu sambil menatap kearah tania,


namun tania tak melihatnya karena dia masih


menundukkan kepalanya.


"baik pak," ucap tania tanpa menoleh kearah bayu.


setelah selesai mengganti pakaiannya tania


keluar menuju parkiran, namun dia tidak melihat


keberadaan bayu.


dan tak berapa lama ada sebuah mobil


kleksonnya.


ting stinp-


sontak suara klekson itu membuat tania terkejut,


lalu pria yang ada didalam mobil itu membukakan


pintu untuk tania yang ternyata adalah bayu.


"masuklah !"


ucap bayu dengan ramah.


"baik, pak."


jawab tania dan melangkah masuk dengan rasa


ragu.


"pakai seatbel mu," suruh bayu sambil melajukan


pelan mobilnya.


namun tania tak langsung memasang sabuk


pengaman yang ada dikursinya itu karena dia


terus melamun dan otaknya yang terus berfikir


kenapa dia harus mau ikut dengan bayu.


"pasang seatbel mu, atau kamu mau aku yang


memasangkannya, "


tegas bayu dan menatap kearah tania

__ADS_1


dengan nada kesal karena dari tadi tania tak


menghiraukannya.


"baik, pak."


akhirnya tania pun tersadar dan langsung


memasang sabuk pengaman itu.


"apa sih yang difikirkannya,"


bathin bayu sambil fokus mengendarai mobilnya.


selama didalam mobil hanya keheningan yang


tercipta, tania yang hanya menatap kearah


kaca mobil, dan bayu yang fokus kearah jalan


didepannya. tak terdengar suara dari bayu dan


tania, mereka hanya diam.


tak berapa lama mereka tiba disebuah restoran


besar. mereka berjalan masuk dengan posisi


tania yang berada dibelakang bayu.


bayu berjalan dengan santainya menuju kursi


yang akan didudukinya, sementara tania berjalan


dengan gugup mengikuti langkah bayu.


banyak pasang mata yang memperhatikan


mereka sejak dari luar tadi,


karena perbedaan yang sangat kontras antara


bayu dan tania.


bayu yang berpenampilan seorang presdir


gagah yang memakai jas hitam dan sangat rapi,


sementara tania hanya berpakaian sederhana


hanya menggunakan jeans panjang dan baju kaos


yang sedikit longgar.


tania pun tak nyaman dengan tatapan orang-orang


itu.


"apakah mereka mengira aku pelakor ya, secara


kan si bos sudah punya istri, salahku juga sih,


seharusnya tadi aku menolak ajakannya "


mereka berdua berjalan hingga sampai ke


sebuah meja, dan bayu langsung duduk dikursi,


sementara tania masih hanya berdiri.


"kenapa bengong gitu, ayo duduk, "


kata bayu sambil melihat-lihat makanan yang ada


di daftar menu.


dia pun memanggil waitres yang ada disitu dan


memesan makanan untuknya dan juga tania.

__ADS_1



__ADS_2