
setelah menyelesaikan beberapa pekerjaannya
bayu melangkah masuk kedalam ruang kerjanya.
sambil menyenderkan badannya disandaran
kursi kerjanya, matanya tertuju ke sebuah tempat
makan berwarna pink violet milik tania, dia
jadi teringat dengan bekal tania yang sudah
dimakannya tadi, dia pun bermaksud akan
mengembalikan tempat makan itu dan ingin
mengajak tania makan siang bersama diluar.
"hallo, mia. tolong kamu panggil tania untuk
datang keruangan saya, segera. "
titah bayu kepada sekretarisnya itu.
mia pun keluar dari ruang kerjanya dan pergi ke
pantry untuk mencari tania.
dia melihat tania yang lagi membersihkan ruangan
itu, mia pun menghampiri tania.
"tania, " ucap mia lembut kearah tania.
"ya bu, ada yang bisa saya bantu,
ucap tania ramah sambil menunduk kepalanya
kearah mia.
"kamu dipanggil pak presdir keruangannya,
sekarang ya," kata mia tegas sambil tersenyum
ramah.
"baik, bu."
jawab tania dengan wajah kebingungan.
"ada apa ya? kog aku dipanggil keruangannya,"
bathin tania dalam hati.
"oh ya, mungkin saja dia mau mengembalikan
tempat makanku. "
gumam tania sambil melangkahkan kakinya
menuju ruangan presdir.
tak berapa lama tania pun masuk dengan
mengetuk pintu terlebih dahulu dan mengucapkan
salam kepada bayu, bayu pun menjawab
salamnya dan mempersilahkan tania untuk duduk.
" kamu sudah makan?, tanya bayu.
"belum pak, "jawab tania bingung.
"kalau begitu ganti pakaian mu, kita makan siang
diluar," kata bayu dengan tegas tapi lembut.
"ta tapi, pak. "tania bingung
__ADS_1
"sudah, jangan telalu lama berfikir, ni ambil
punyamu, dan terimakasih untuk sarapan pagi nya
tadi," kata bayu sambil mengembalikan tempat
makan kepunyaan tania, terus melangkah keluar
ruangan dan diikuti oleh tania dari belakang.
tania berjalan dibelakang bayu, karena tania
yang tidak fokus dengan langkahnya terkejut
karena wajahnya tertubruk dengan punggung
bayu didepannya yang mendadak berhenti
melangkahkan kakinya.
"ma maaf pak, " ucap tania sambil menundukkan
kepalanya.
"pergilah ganti pakaianmu, aku tunggu diparkiran.
tegas bayu sambil menatap kearah tania,
namun tania tak melihatnya karena dia masih
menundukkan kepalanya.
"baik pak," ucap tania tanpa menoleh kearah bayu.
setelah selesai mengganti pakaiannya tania
keluar menuju parkiran, namun dia tidak melihat
keberadaan bayu.
dan tak berapa lama ada sebuah mobil
kleksonnya.
ting stinp-
sontak suara klekson itu membuat tania terkejut,
lalu pria yang ada didalam mobil itu membukakan
pintu untuk tania yang ternyata adalah bayu.
"masuklah !"
ucap bayu dengan ramah.
"baik, pak."
jawab tania dan melangkah masuk dengan rasa
ragu.
"pakai seatbel mu," suruh bayu sambil melajukan
pelan mobilnya.
namun tania tak langsung memasang sabuk
pengaman yang ada dikursinya itu karena dia
terus melamun dan otaknya yang terus berfikir
kenapa dia harus mau ikut dengan bayu.
"pasang seatbel mu, atau kamu mau aku yang
memasangkannya, "
tegas bayu dan menatap kearah tania
__ADS_1
dengan nada kesal karena dari tadi tania tak
menghiraukannya.
"baik, pak."
akhirnya tania pun tersadar dan langsung
memasang sabuk pengaman itu.
"apa sih yang difikirkannya,"
bathin bayu sambil fokus mengendarai mobilnya.
selama didalam mobil hanya keheningan yang
tercipta, tania yang hanya menatap kearah
kaca mobil, dan bayu yang fokus kearah jalan
didepannya. tak terdengar suara dari bayu dan
tania, mereka hanya diam.
tak berapa lama mereka tiba disebuah restoran
besar. mereka berjalan masuk dengan posisi
tania yang berada dibelakang bayu.
bayu berjalan dengan santainya menuju kursi
yang akan didudukinya, sementara tania berjalan
dengan gugup mengikuti langkah bayu.
banyak pasang mata yang memperhatikan
mereka sejak dari luar tadi,
karena perbedaan yang sangat kontras antara
bayu dan tania.
bayu yang berpenampilan seorang presdir
gagah yang memakai jas hitam dan sangat rapi,
sementara tania hanya berpakaian sederhana
hanya menggunakan jeans panjang dan baju kaos
yang sedikit longgar.
tania pun tak nyaman dengan tatapan orang-orang
itu.
"apakah mereka mengira aku pelakor ya, secara
kan si bos sudah punya istri, salahku juga sih,
seharusnya tadi aku menolak ajakannya "
mereka berdua berjalan hingga sampai ke
sebuah meja, dan bayu langsung duduk dikursi,
sementara tania masih hanya berdiri.
"kenapa bengong gitu, ayo duduk, "
kata bayu sambil melihat-lihat makanan yang ada
di daftar menu.
dia pun memanggil waitres yang ada disitu dan
memesan makanan untuknya dan juga tania.
__ADS_1