
bayu mengajak tania masuk ke sebuah maal
besar yang ada dikotanya, bayu bermaksud ingin
mengajak tania berbelanja.
"kamu lihatin, nanti mana yang kamu suka tinggal
ambil saja, saya yang bayar." ucap bayu.
"tidak usah pak, "jawab tania .
"jangan sungkan, " balas bayu.
mereka berjalan menyusuri mall namun tidak ada
satupun yang dibeli tania.
"tania, kita sudah berkeliling disini, tapi satu pun
tidak ada yang kau pilih, bahkan kau pun tidak
menyentuhnya sedikitpun, "ucap bayu.
"tidak pak, saya tidak membutuhkan barang-
barang itu semua." jelas tania.
"baiklah kalau begitu, aku tak akan memaksa mu.
berhubung hari sudah siang, bagaimana kalau
kita cari tempat makan saja. "
"baik pak."
tania mengikuti bayu dari belakang, dia merasa
canggung kalau harus berjalan berdampingan
dengan bayu.
tak berapa lama sampailah mereka disebuah
tempat makan yang ada dimaal itu.
bayu dan tania duduk disebuah meja makan yang
kosong.
sambil menunggu pesanan bayu, tania pamit
ketoilet sebentar.
tak sengaja tania bertabrakan dengan seorang
laki-laki yang tak asing baginya.
dia adalah rian sahabat lama tania. dulu dia
pernah satu sekolah dengan tania, setelah tamat
dia mengikuti keinginan orangtuanya untuk kuliah
diluar negeri.
" maaf, " ucap tania
"Tania, kamu tania kan ! sapa rian dengan wajah
terkejut menatap kearah tania.
"rian, kamu rian. " balas tania yang juga kaget
melihat rian yang sudah lama tak bertemu.
"hai tania, kamu apa kabar?" sambil mengulurkan
tangannya untuk menjabat tangan tania, dan
tania pun membalas uluran tangan rian, dan
mereka saling berjabat tangan dengan saling
melemparkan senyuman.
"alhamdulillah, saya baik. kamu?"
"ya seperti yang kau lihat sekarang ini, "
kata rian sambil mengangkat kedua bahunya.
"kenapa kamu bisa ada di Indonesia, rian.
bukannya kamu keluar negeri." tanya tania.
"iya, aku disini hanya sebentar, dan lusa aku akan
kembali lagi kesana, karena sebentar lagi aku
wisuda." jelas rian.
" gimana dengan mu anak pintar," kata bayu
sambil mentoel pipi tania, dia sudah biasa
melakukan itu sejak dulu sewaktu masih satu
sekolah dengan tania.
" bukannya kamu masuk ke universitas yang
terkenal itu." sambung rian yang masih tersenyum
menatap tania.
__ADS_1
"iya, aku masih kuliah disana, dan beberapa
bulan lagi aku juga akan wisuda."
setelah mengobrol beberapa saat, tania pun
berpamitan dengan rian, karena dia teringat bayu
yang pasti sudah menunggunya.
"tunggu tania, aku minta no ponselmu,
bolehkan. "
tania memberikan no ponselnya kepada rian ,
entah kenapa setelah bertemu tania, hati rian
sangat bahagia, karena sebenarnya rian menaruh
perasaan kepada tania sejak mereka masih SMA.
bayu yang merasa tania terlalu lama ke toilet
berniat akan menyusulnya, namun tak berapa
lama tania datang.
" maaf pak, lama menunggu. "
"tidak masalah, " kata bayu lembut.
bayu menatap kearah tania, dan tania pun
menatap kearah bayu, mereka pun saling
berpandangan dan tersenyum.
tak berapa lama makanan yang dipesan pun
datang, bayu dan tania segera memakannya
karena memang mereka sudah merasa lapar.
setelah mereka selesai makan siang, bayu
menyuruh tania keluar terlebih dahulu. tania
keluar dari mall dan menunggu bayu di parkiran,
sementara bayu masih berada di dalam. dia
berinisiatif untuk membelikan ibu tania beberapa
makanan dan membungkusnya.
bayu berjalan kearah toko yang menjual pakaian.
"tolong kamu carikan pakaian untuk ibu-ibu yang
suruh bayu kepada karyawan toko tersebut.
"dan satu lagi, pakaian untuk seorang gadis
cantik yang berumur 22 tahun, tingginya
kira-kira segini," kata bayu mengukur tania setinggi
bahunya.
bayu sengaja menyuruh tania keluar, karena kalau
tania melihatnya, dia tau tania pasti akan menolak
pemberiannya.
tania masih menunggu bayu diparkiran, rian yang
baru keluar dari mall itu ternyata melihat tania
yang ada diparkiran, rian tersenyum melihat tania
dan seketika menghampiri tania.
rian berjalan mengendap-endap dari arah
belakang punggung tania, rian menutup kedua
mata tania dengan kedua tangannya.
sontak membuat tania kaget. reflek kedua tangan
tania juga memegang tangan rian.
"cobatebak siapa?" ucap rian dengan mengubah
nada suaranya menjadi besar sehingga tania tak
mengenali suaranya.
disisi lain ada bayu yang baru keluar dari mall
seketika langkahnya terhenti saat melihat pria itu
yang sedang menutup mata tania dengan kedua
tangannya.
tania teringat kalau dulu yang selalu melakukan itu
kepadanya adalah rian.
"rian kan, "tebak tania
"kog kamu tau sih. "
__ADS_1
sambil melepaskan kedua tangannya dan
membalikkan badan tania kehadapannya,
sehingga mereka saling bertatapan.
"siapa lagi yang berani seperti itu samaku kalau
bukan kamu, lagian dari dulu kamu tuh tak
berubah ya, selalu saja ngagetin aku, "
ucap tania sambil memukul pelan bahu rian.
bayu heran melihat tania yang mengobrol dengan
pria itu. tania yang tertawa ketika berbicara
dengan rian, sebab dari semasa sekolah, rian
itu orangnya memang sangat humoris, itulah
sebabnya tania terlihat asyik kalau mengobrol
dengan rian.
"kenapa dia sepertinya senang sekali mengobrol
dengan pria itu, dia tak pernah tertawa lepas
seperti itu ketika bicara kepadaku."
ucap bayu dalam hatinya.
tak berapa lama rian mendapat telfon dari
ibunya, dan dia segera berpamitan dengan
tania. sebenarnya rian tak mau secepat itu
meninggalkan tania, dia masih ingin berbicara
dengan tania, tapi setiap perkataan ibu rian itu
seperti sebuah perintah untuknya yang tak bisa dia
tolak.
" sampai berjumpa lagi, nanti aku boleh
menelfonmu kan ? kata rian.
" boleh," balas tania sambil tersenyum kearah rian.
" daaaahh, " kata rian sambil melambaikan
tangannya.
" daaaadaaaahh. " tania membalas rian dengan
juga melambaikan tangannya.
setelah melihat pria itu pergi, bayu menghampiri
tania.
"pak bayu sudah belanjanya, "
bayu yang mendengar hanya diam dan berjalan ke
belakang mobil memasukkan belanjaannya tadi.
bayu dan tania masuk kedalam mobil, bayu
melajukan mobilnya dengan raut wajah kesal.
dia teringat ketika dia melihat tania yang terlihat
bahagia berbicara dengan pria tadi.
entah kenapa ada rasa sakit dihatinya yang ia
rasakan. namun disisi lain, tania tak menyadari
akan hal itu.
bayu fokus dengan setirnya, sedang tania
hanya melihat kearah kaca mobil disampingnya.
hanya keheningan yang tercipta didalam mobil
sepanjang perjalanan.
tak berapa lama mereka sampai didepan rumah
tania, bayu dan tania keluar dari mobil.
bayu membuka bagasi belakang mobilnya dan
memberikan semua belanjaan yang dibelinya tadi
untuk tania.
tania terkejut.
"jangan ditolak, ini bukan untukmu, tapi untuk
ibumu, " ucap bayu datar .
belum sempat tania menjawab, bayu sudah pergi
melangkahkan kakinya masuk kedalam mobil dan
segera melajukan mobilnya kembali kerumah.
__ADS_1