
"maaf pak, mukena saya ada didalam tas dimobilnya pak hendi, apa bapak mau menemani saya untuk mengambilnya, saya tak berani kalau sendirian. " kata tania.
"oh ya, jadi itu tasnya siapa?" tanya bayu.
"hah, kog tas ku bisa ada disini. "tania heran.
"sudahlah, jangan terlalu banyak berfikir, nanti waktu sholatmu habis. " ucap bayu.
"baiklah, saya kekamar mandi dulu. " pamit tania sopan. setelah selesai berwudhu, tania langsung sholat disebuah ruangan dekat TV.
bayu duduk disofa sambil melihat majalah yang ada diatas meja. kamar ini memang besar, dan berbeda dengan kamar lainnya yang ada di kamar hotel itu, kamar hotel yang memang di buat khusus untuk bayu, dia akan datang kesini disaat dia ingin menghilangkan rasa penatnya ketika dia bekerja.
dia terus memperhatikan tania yang lagi sholat. dia kagum sekali kepada tania.
" ternyata, semua kesibukannya tak menghalangi dia untuk beribadah." bathin bayu.
tak berapa lama tania pun selesai mengerjakan sholat, tania datang menghampiri bayu disofa, bayu yang sedari tadi terus melihat tania pun tersenyum, begitu juga dengan tania.
"ayo, kita keluar. "ajak tania. mereka pun berjalan keluar dari kamar menuju lift. sampai didepan lift bayu menekan tombol lift untuk turun kebawah. bayu memegang tangan tania untuk mengajaknya keluar.
tania tidak menolak bayu memegang tangannya karena tania sendiri merasa senang .
"kog aku jadi bahagia ya" ucap tania dalam hati. sampailah mereka ditempat parkir, bayu melepaskan pegangan tangannya dari tania untuk membukakan pintu mobil buat tania dan menyuruhnya masuk.
"terima kasih, pak. "tania masuk. bayu pun berlari kecil menuju arah pintu mobilnya, dan masuk kesana. mereka berdua pun duduk didalam mobil.
"ohya, pak. pak hendinya mana. "
"dia sudah pulang duluan tadi."
" o0oohhh... " tania menganggukkan kepalanya. bayu menatap kearah tania, pelan-pelan badannya mendekatkan ketania, tania yang melihat itu jadi salah tingkah.
"ya ampun, ada apa dengan jantungku, kenapa terus berdegup kencang seperti ini seperti sedang habis berlari." batin tania yang terus menatap wajah bayu.
sangking dekatnya wajah bayu ke tania, tania sampai bisa mendengar dan merasakan hembusan nafas bayu.
"ya tuhan, kenapa dia tampan sekali. " kata tania dalam hati. tania terkejut melihat tingkah bayu, dia pun memejamkan matanya dan memundurkan kepalanya sedikit kebelakang.
"sudah selesai, " ucap bayu belum berubah posisi, wajahnya masih berada dekat dengan wajah tania.
"hah," tania membuka matanya, betapa terkejutnya dia melihat wajah bayu yang masih sedekat itu dengannya.
" maksud bapak apa, "tania gugup. bayu pun memundurkan wajahnya kebelakang dan
__ADS_1
duduk seperti biasa.
"tuh seatbel mu, mobil ini tak akan bergerak jika kau belum memasang seatbelnya."
" o00oh... "jawab tania sedikit malu.
"ya tuhan, ada apa denganku, kenapa aku berpikir dia ingin menciumku tadi." gumam tania didalam hatinya.
bayu menghidupkan mesin mobilnya dan segera mengendarainya mengantarkan tania pulang kerumahnya.
"tania, ternyata benar yang dikatakan hendi, kau begitu sangat menggemaskan, aku tau kau pasti berfikir kalau tadi aku akan menciummu. belum waktunya tania. "
mobil itu melaju dengan kecepatan sedang, bayu menghentikan mobilnya didepan penjual martabak.
" kenapa berhenti, pak ?"
"kamu tunggu disini sebentar ya,"
" baiklah, pak. "
bayu membuka pintunya lalu melangkahkan kakinya keluar, ia berjalan menuju penjual martabak itu.
"pak martabak manisnya dua," ucap bayu.
"ini tuan, martabaknya. " ucap penjual itu ramah.
"berapa pak? tanya bayu
"40 ribu pak, "
bayu mengeluarkan uang seratus ribu dua lembar dari dompetnya lalu memberikan kepada penjual itu.
"ini pak, ambil saja kembaliannya untuk bapak. " ucap bayu.
"apa, ini kebanyakan tuan. "
"tidak pak, anggap saja ini rezeky buat anak dan istri bapak." ucap bayu lembut.
"ya allah, terimakasih tuan, terima kasih banyak." penjual itu memeluk bayu.
"tidak apa-apa pak, kalau begitu saya permisi dulu." pamit bayu.
"iyatuan, hati-hati dijalan. " ucap penjual itu dengan ramah.
__ADS_1
bayu masuk kembali kedalam mobilnya,
" maaf, kamu pasti menunggu lama,"
"ah, tidak kog." mereka pun saling tersenyum. tak berapa lama, mobil yang dikendarai oleh bayu tiba didepan halaman rumah tania.
bayu keluar terlebih dahulu untuk membukakan pintu mobilnya buat tania.
"silahkan keluar, tuan putri !" ucap bayu lembut dengan sedikit membungkukkan badannya kedepan.
" terimakasih pak, " tania pun keluar dari mobil. mereka berdua saling berhadapan.
"ini ada titipan buat ibumu," ucap bayu, dia memberikan sebungkus martabak manis tadi buat ibu tania.
"jadi ini buat ibu saya, pak? "
"iya, kenapa? apa ibumu tak menyukainya. " tanya bayu heran dengan tania.
"bukan, bukan begitu pak, justru ibu pasti akan senang menerimanya, karena dia penyuka martabak." jelas tania.
"oh ya, sama donk sama mama saya, dia jugasangat menyukai martabak."
"oh jadi mereka berdua fans beratnya martabak kalo gitu. " ucap tania sambil tertawa.
"ahahahah..." mereka berdua pun tertawa bersama.
ada sebuah kebahagiaan yang dirasakan bayu, melihat tania tertawa bersamanya. begitu juga dengan tania, dia merasa sangat nyaman disaat bersama bayu, walaupun kadang dia sedikit gugup karena malu kepada bayu.
"terimakasih untuk semuanya pak. " ucap tania.
"tidak, bukan kamu yang berterimakasih, tetapi saya, saya sangat berterimakasih karena kamu sudah membuatku bahagia malam ini." ucap bayu, menatap lembut wajah tania. tania pun tersenyum.
" masuklah, ini sudah malam. tidak baik lama-lama diluar ." ucap bayu perhatian.
"iya pak. "
"kalau begitu saya pulang dulu ya," pamit bayu.
" hati-hati dijalan ya pak. "
" baiklah. " mereka saling melebarkan senyumannya.
tergambar dari keduanya bahwa mereka merasa sangat bahagia. dan mobil bayu pun pergi meninggalkan halaman rumah tania menuju ke kediamannya.
__ADS_1