PAPAH MUDA, Bukan Duda

PAPAH MUDA, Bukan Duda
EPISODE 15


__ADS_3

bayu merasa kalau tania terlalu lama berada di


toilet, bayu berencana untuk menyusul tania .


bayu pun bangun dari duduknya dan


melangkahkan kakinya menyusul tania, tapi tiba-


tiba langkah bayu terhenti melihat pemandangan


didepannya.


"ada apa ini," suara bayu lantang melihat kearah


manager restoran, waitres itu dan tania.


manager itu pun terkejut melihat siapa yang


ada dihadapannya sehingga ia menundukkan


kepalanya, memberi hormat dengan sopan


kepada bayu.


"tuan, ternyata tuan ada disini, kenapa tak


menghubungi saya terlebih dahulu agar saya bisa


menyambut tuan. "


ucap manager itu sopan dan lembut.


karena sebenarnya restoran yang didatangi oleh


bayu ini adalah restoran miliknya,


berhubung bayu sudah lama tak mengunjungi


restorannya ini, makanya dia memilih untuk


makan siang disini, sambil melihat-lihat keadaan


restoran ini.


tapi dia tak mau kalau tania tau bahwa restoran ini


miliknya. dia tidak mau kalau tania jadi sungkan


kepadanya.


"tidak perlu, " kata bayu datar dan mengalihkan


pandangannya kearah tania.


bayu melihat tania yang menunduk, bayu


mendekati tania, reflek bayu pun mengangkat


dagu tania dan melihat mata tania yang berkaca-


kaca.


sebenarnya tania sedih mendengar ucapan


manager itu, tapi tania menahan air matanya agar


tak mengalir ke pipinya.


"kenapa dia, "tanya bayu mengarahkan


pandangannya ke lelaki yang ada disampingnya.


"oh, wanita ini tuan," kata lelaki itu sambil ibu


jarinya menunjuk kearah wajah tania.


"tadi dia menabrak waitres ini, dan membuat


semua makanan dan minumannya tumpah


kelantai," lanjut lelaki itu.


"lalu, apa yang sudah kau lakukan kepadanya, "


tanya bayu kesal.


"saya memintanya untuk ganti rugi, tuan. tapi dia


tidak punya uang untuk menggantinya." kata lelaki


itu dengan santai.

__ADS_1


"hei, nona. lain kali kalau kau tidak punya uang


jangan makan disini," kata lelaki itu dengan


sombong, sambil menunjuk kearah tania.


" maafkan saya pak, saya pasti akan


menggantinya, tapi tolong beri saya waktu. "


ucap tania memelas sambil menangkupkan kedua


tangannya memohon kepada lelaki itu.


tangan bayu bergetar , ingin rasanya dia


menampar laki-laki yang ada dihadapannya


itu, marah mendengar ucapan manager itu


yang tengah merendahkan tania dihadapannya.


tapi dia tak melakukannya karena disini terlalu


banyak pengunjung, dia tak mau membuat para


pengunjung itu menjadi tak nyaman berada


disana.


" memangnya berapa yang harus dia bayar," kata


bayu sambil mengeluarkan dompetnya.


"tidak perlu, bapak tak perlu menggantinya, "


kata tania sambil tangannya menahan tangan


bayu yang ingin mengeluarkan sejumlah uang dari


dompetnya.


"si bos kenapa baik sekali sama wanita itu, apa


dia mengenalnya? biasanya ia tak pernah se


peduli itu terhadap wanita manapun, kecuali nona


bathin lelaki itu sambil mengingat kalau dulu


bosnya itu pernah membawa seorang gadis untuk


makan bersamanya di restoran ini, yaitu dwi. tapi


dia sendiri tidak tau kalau dwi itu adalah adiknya


bayu.


"baiklah, kalau begitu kita pergi saja dari


sini, " bayu berlalu pergi dari tempat itu karena


sudah tak tahan rasanya harus berhadapan terus


dengan lelaki itu.


bayu dan tania keluar dari restoran dan manager


itu terus memperhatikan bayu dan tania, dia


melihat tania masuk kedalam mobil bayu.


" “mati aku, jadi wanita itu datang kesini bersama


si bos. kog aku bisa tak tau ya.


aduuuh... gimana nih? "


gumam lelaki itu, tubuhnya pun bergetar


ketakutan.


suasan hening, bayu dan tania hanya terdiam


tanpa saling memandang.


bayu melajukan mobilnya kesal karena ucapan


manager itu lalu melajukannya kearah universitas


Xxx, kampus tania.

__ADS_1


"terimakasih, tuan. saya turun dulu, "


tania pun keluar dari mobil bayu.


tak ada jawaban dari bayu, dia masih sangat


kesal kepada manager itu, dan melajukan


mobilnya kembali ke restoran BHP tempat dia


makan siang tadi.


bayu mengambil ponsel dari sakunya dan


langsung menekan no ponsel hendi.


bayu menceritakan kejadian yang terjadi


direstoran tadi.


" hen. segeralah datang ke restoran, saya


tunggu.


tak berapa lama bayu pun tiba ditempat tujuan


dan bertemu dengan hendi.


sebagai asisten bayu, dia tau apa yang harus


dilakukannya, hendi memanggil manager itu untuk


masuk ke ruangan privat bayu yang juga ada


direstoran itu.


tiba-tiba terdengar suara tamparan yang sangat


keras.


plaaaak


bayu meluapkan amarahnya yang sedari tadi dia


tahan.


"maaf, tuan. maafkan saya. "


kata lelaki itu memohon kepada bayu dengan


menangkupkan kedua tangannya.


" kamu tau kesalahan kamu tadi,


kata bayu marah dan menamparnya lagi.


lelaki itu semakin menunduk dengan kedua


tangannya memegang pipinya yang sakit ditampar


oleh bayu.


"lain kali, jaga ucapanmu itu, untuk kali ini kamu


saya maafkan, tapi kalau sekali lagi sikap mu


seperti ini, saya pastikan kamu tak akan berada


disini lagi, mengerti. "


ucap bayu marah dan menatap tajam kearah lelaki


yang ada dihadapannya itu.


"baik tuan, saya berjanji tidak akan melakukan


kesalahan lagi. kata lelaki itu sambil memohon-


mohon kepada bayu.


" pergi kamu dari sini, " usir bayu kasar.


"kenapa si bos sangat marah tentang perihal tadi,


memangnya siapa wanita itu?"


batin lelaki itu melangkahkan kakinya keluar


ruangan bayu dengan kedua tangannya


memegang pipinya yang masih terasa sakit.

__ADS_1


__ADS_2