
bayu merasa kalau tania terlalu lama berada di
toilet, bayu berencana untuk menyusul tania .
bayu pun bangun dari duduknya dan
melangkahkan kakinya menyusul tania, tapi tiba-
tiba langkah bayu terhenti melihat pemandangan
didepannya.
"ada apa ini," suara bayu lantang melihat kearah
manager restoran, waitres itu dan tania.
manager itu pun terkejut melihat siapa yang
ada dihadapannya sehingga ia menundukkan
kepalanya, memberi hormat dengan sopan
kepada bayu.
"tuan, ternyata tuan ada disini, kenapa tak
menghubungi saya terlebih dahulu agar saya bisa
menyambut tuan. "
ucap manager itu sopan dan lembut.
karena sebenarnya restoran yang didatangi oleh
bayu ini adalah restoran miliknya,
berhubung bayu sudah lama tak mengunjungi
restorannya ini, makanya dia memilih untuk
makan siang disini, sambil melihat-lihat keadaan
restoran ini.
tapi dia tak mau kalau tania tau bahwa restoran ini
miliknya. dia tidak mau kalau tania jadi sungkan
kepadanya.
"tidak perlu, " kata bayu datar dan mengalihkan
pandangannya kearah tania.
bayu melihat tania yang menunduk, bayu
mendekati tania, reflek bayu pun mengangkat
dagu tania dan melihat mata tania yang berkaca-
kaca.
sebenarnya tania sedih mendengar ucapan
manager itu, tapi tania menahan air matanya agar
tak mengalir ke pipinya.
"kenapa dia, "tanya bayu mengarahkan
pandangannya ke lelaki yang ada disampingnya.
"oh, wanita ini tuan," kata lelaki itu sambil ibu
jarinya menunjuk kearah wajah tania.
"tadi dia menabrak waitres ini, dan membuat
semua makanan dan minumannya tumpah
kelantai," lanjut lelaki itu.
"lalu, apa yang sudah kau lakukan kepadanya, "
tanya bayu kesal.
"saya memintanya untuk ganti rugi, tuan. tapi dia
tidak punya uang untuk menggantinya." kata lelaki
itu dengan santai.
__ADS_1
"hei, nona. lain kali kalau kau tidak punya uang
jangan makan disini," kata lelaki itu dengan
sombong, sambil menunjuk kearah tania.
" maafkan saya pak, saya pasti akan
menggantinya, tapi tolong beri saya waktu. "
ucap tania memelas sambil menangkupkan kedua
tangannya memohon kepada lelaki itu.
tangan bayu bergetar , ingin rasanya dia
menampar laki-laki yang ada dihadapannya
itu, marah mendengar ucapan manager itu
yang tengah merendahkan tania dihadapannya.
tapi dia tak melakukannya karena disini terlalu
banyak pengunjung, dia tak mau membuat para
pengunjung itu menjadi tak nyaman berada
disana.
" memangnya berapa yang harus dia bayar," kata
bayu sambil mengeluarkan dompetnya.
"tidak perlu, bapak tak perlu menggantinya, "
kata tania sambil tangannya menahan tangan
bayu yang ingin mengeluarkan sejumlah uang dari
dompetnya.
"si bos kenapa baik sekali sama wanita itu, apa
dia mengenalnya? biasanya ia tak pernah se
peduli itu terhadap wanita manapun, kecuali nona
bathin lelaki itu sambil mengingat kalau dulu
bosnya itu pernah membawa seorang gadis untuk
makan bersamanya di restoran ini, yaitu dwi. tapi
dia sendiri tidak tau kalau dwi itu adalah adiknya
bayu.
"baiklah, kalau begitu kita pergi saja dari
sini, " bayu berlalu pergi dari tempat itu karena
sudah tak tahan rasanya harus berhadapan terus
dengan lelaki itu.
bayu dan tania keluar dari restoran dan manager
itu terus memperhatikan bayu dan tania, dia
melihat tania masuk kedalam mobil bayu.
" “mati aku, jadi wanita itu datang kesini bersama
si bos. kog aku bisa tak tau ya.
aduuuh... gimana nih? "
gumam lelaki itu, tubuhnya pun bergetar
ketakutan.
suasan hening, bayu dan tania hanya terdiam
tanpa saling memandang.
bayu melajukan mobilnya kesal karena ucapan
manager itu lalu melajukannya kearah universitas
Xxx, kampus tania.
__ADS_1
"terimakasih, tuan. saya turun dulu, "
tania pun keluar dari mobil bayu.
tak ada jawaban dari bayu, dia masih sangat
kesal kepada manager itu, dan melajukan
mobilnya kembali ke restoran BHP tempat dia
makan siang tadi.
bayu mengambil ponsel dari sakunya dan
langsung menekan no ponsel hendi.
bayu menceritakan kejadian yang terjadi
direstoran tadi.
" hen. segeralah datang ke restoran, saya
tunggu.
tak berapa lama bayu pun tiba ditempat tujuan
dan bertemu dengan hendi.
sebagai asisten bayu, dia tau apa yang harus
dilakukannya, hendi memanggil manager itu untuk
masuk ke ruangan privat bayu yang juga ada
direstoran itu.
tiba-tiba terdengar suara tamparan yang sangat
keras.
plaaaak
bayu meluapkan amarahnya yang sedari tadi dia
tahan.
"maaf, tuan. maafkan saya. "
kata lelaki itu memohon kepada bayu dengan
menangkupkan kedua tangannya.
" kamu tau kesalahan kamu tadi,
kata bayu marah dan menamparnya lagi.
lelaki itu semakin menunduk dengan kedua
tangannya memegang pipinya yang sakit ditampar
oleh bayu.
"lain kali, jaga ucapanmu itu, untuk kali ini kamu
saya maafkan, tapi kalau sekali lagi sikap mu
seperti ini, saya pastikan kamu tak akan berada
disini lagi, mengerti. "
ucap bayu marah dan menatap tajam kearah lelaki
yang ada dihadapannya itu.
"baik tuan, saya berjanji tidak akan melakukan
kesalahan lagi. kata lelaki itu sambil memohon-
mohon kepada bayu.
" pergi kamu dari sini, " usir bayu kasar.
"kenapa si bos sangat marah tentang perihal tadi,
memangnya siapa wanita itu?"
batin lelaki itu melangkahkan kakinya keluar
ruangan bayu dengan kedua tangannya
memegang pipinya yang masih terasa sakit.
__ADS_1