
setelah selesai shalat subuh, tania langsung
memasak makanan untuk sarapan pagi, dan
karena untuk menghemat biaya pengeluarannya
sehari-hari, dia selalu membawa bekal untuk
makan siangnya.
pagi-pagi sekali tania sudah berada dikantor untuk
melakukan pekerjaannya seperti biasa.
"tania, tolong buatkan secangkir kopi untuk
presdir dan segera hantar keruangannya.
suruh manager di kantor itu.
" sudah lama dia tak meminta buatkan kopi dariku,
apa mungkin dia marah soal waktu itu," gerutu
tania dalam hati sambil mengaduk-aduk secangkir
kopi ditangannya.
tok... tok... tok
" masuk, " ucap bayu datar. dan menoleh kearah
yang orang masuk.
"waalaikumsalaam..." balas bayu dengan
semangat sambil tersenyum kearah tania.
taniapun melangkah maju dan meletakkan
secangkir kopi keatas meja bayu.
"silahkan diminum tuan ! ucap tania sambil
membungkukkan sedikit badannya dengan kedua
tangannya masih memegang nampan.
"terimakasih, " balas bayu dengan tersenyum
kearah tania, dan langsung menyeruput secangkir
kopi yang ada didepannya.
"ya ampun, mimpi apa aku tadi malam, sehingga
hari ini bisa mendapatkan senyuman yang manis
dari si bos,"
bathin tania sambil membalas senyuman bayu.
"permisi tuan,
tania pun membalikkan badannya hendak keluar
tapi bayu menahannya.
"tunggu, bisakah kamu duduk sebentar, "
kata bayu.
"baik pak, "ucap tania dengan lembut dan sopan.
tania pun duduk dihadapan bayu, dan terkejut
tania mendengar suara.
krucuuk... krucuuk
suara cacing
yang ada didalam perut bayu karena kelaparan.
tania yang mendengarpun tersenyum melihat
kearah bayu.
"duh, laper sekali, " ucap bayu pelan sambil
memegang Perutnya.
__ADS_1
"pak, apa bapak lapar?" tanya tania.
"oh iya nih, saya sangat lapar karena tadi saya
tidak sempat sarapan,"
jawab bayu dengan lembut sambil menatap wajah
tania.
"apa bapak mau makan? " tawar tania
"tidak perlu, karena kelamaan kalo nunggu pesan
makanan, aku ada meeting 20 menit lagi.
"kalau begitu bapak tunggu disini sebentar" .
jawab tania terus berjalan kepantri dan menuju
kearah loker untuk mengambil bekal yang
dibawanya tadi, setelah itu masuk keruangan kerja
bayu lagi.
"ini pak, silahkan dimakan," tania meletakkan
tempat makannya keatas meja bayu.
"apa ini?" tanya bayu menatap kearah tempat
makan tania.
"ini bekal yang saya bawa dari rumah pak, "
jawab tania lembut dan masih berdiri didepan
meja bayu.
"tapi inikan makan siangmu, " tegas bayu lagi.
"tidak apa-apa pak, nanti saya bisa makan
dikantin, kalau begitu saya permisi dulu pak "
balas tania lagi dan berjalan keluar dari ruangan
bayu.
memakan masakan yang dibawa oleh tania.
walaupun dengan menu yang sederhana hanya
nasi, balado terong dan ikan goreng , namun
bayu sangat menikmatinya dan melahap habis
makanan itu tanpa sisa.
enak sekali masakannya, ternyata dia pandai
memasak," gumam bayu sambil senyum-senyum
sendiri.
tok... tok... tok
" masuk, " kata bayu datar sambil tersenyum.
mia sekretaris bayu masuk dan memberikan
berkas-berkas yang harus ditandatangani oleh
bayu. bayu pun langsung menandatangani berkas
tersebut sambil tersenyum.
"si bos kenapa ya, kog senyum-senyum sendiri
githu, dan tumben si bos bawa bekal ke kantor
biasanya juga tidak pernah,"
gumam mia sambil melihat kearah tempat makan
yang ada diatas meja bayu.
setelah selesai menandatangani berkas tersebut
bayu menyerahkannya kembali ke sekretarisnya,
__ADS_1
mia. sambil tersenyum kearah mia.
"terimakasih pak, dan 5 menit lagi bapak ada
meeting dengan perusahaan Xc, "
kata tania mengingatkan bayu.
"baiklah, saya akan segera kesana dan tolong
kamu suruh hendi keruangan saya, segera. "
kata bayu dengan ramah.
"baik pak, "jawab mia sambil membungkukkan
badannya kearah bayu.
mia pun keluar dan segera keruangan hendi untuk
menyuruh hendi keruangan bayu.
hendi masuk keruangan bayu dan hendi juga
dikagetkan dengan sebuah tempat makan yang
ada diatas meja bayu dan kebetulan tempat
makan itu berwarna pink violet yang membuat
matanya melotot.
"hei bos, sejak kapan kamu suka bawa bekal
kekantor, "tanya hendi sambil menyender
didekat meja.
"Oh... itu punya tania, tadi aku kelaparan karena
tak sarapan dirumah, jadi dia kasih bekalnya ke
aku," ucap bayu sambil senyum.
"apa, yang benar kamu bay, "
"iya, memangnya kenapa, apa ada yang salah,
lagian aku kan bosnya jadi sudah sepantasnya dia
harus baik kepadaku ".
kata bayu tegas.
"bukan begitu bay, dulu aja sewaktu sari sering
bawa makanan untukmu selalu kamu tolak, nah
sekarang giliran tania gadis yang biasa-biasa
aja itu kasih kamu makanan malah kamunya
kegirangan sekali setelah memakannya. "
"itu kan aneh, " kata hendi serius.
"apanya yang aneh sih hen, kalo dulu aku
menolak makanan dari sari karena aku takut, entar
sari guna-guna aku lagi, kamu kan tau sendiri
seberapa terobsesinya sari dengan diriku." kata
bayu menjelaskan.
"oh jadi kalau makanan dari tania, kamu gak
takut, entar kamu diguna-guna lagi sama
dia, " gurau hendi sambil menyenggol bahu bayu.
"sudahlah hen, jangan bahas itu lagi, buruan
entar telat loh. "
hendi melangkahkan kakinya dan keluar dari
ruangan kerjanya menuju ruangan meeting disusul
oleh hendi dari belakang.
__ADS_1