PAPAH MUDA, Bukan Duda

PAPAH MUDA, Bukan Duda
EPISODE 12


__ADS_3

setelah selesai shalat subuh, tania langsung


memasak makanan untuk sarapan pagi, dan


karena untuk menghemat biaya pengeluarannya


sehari-hari, dia selalu membawa bekal untuk


makan siangnya.


pagi-pagi sekali tania sudah berada dikantor untuk


melakukan pekerjaannya seperti biasa.


"tania, tolong buatkan secangkir kopi untuk


presdir dan segera hantar keruangannya.


suruh manager di kantor itu.


" sudah lama dia tak meminta buatkan kopi dariku,


apa mungkin dia marah soal waktu itu," gerutu


tania dalam hati sambil mengaduk-aduk secangkir


kopi ditangannya.


tok... tok... tok


" masuk, " ucap bayu datar. dan menoleh kearah


yang orang masuk.


"waalaikumsalaam..." balas bayu dengan


semangat sambil tersenyum kearah tania.


taniapun melangkah maju dan meletakkan


secangkir kopi keatas meja bayu.


"silahkan diminum tuan ! ucap tania sambil


membungkukkan sedikit badannya dengan kedua


tangannya masih memegang nampan.


"terimakasih, " balas bayu dengan tersenyum


kearah tania, dan langsung menyeruput secangkir


kopi yang ada didepannya.


"ya ampun, mimpi apa aku tadi malam, sehingga


hari ini bisa mendapatkan senyuman yang manis


dari si bos,"


bathin tania sambil membalas senyuman bayu.


"permisi tuan,


tania pun membalikkan badannya hendak keluar


tapi bayu menahannya.


"tunggu, bisakah kamu duduk sebentar, "


kata bayu.


"baik pak, "ucap tania dengan lembut dan sopan.


tania pun duduk dihadapan bayu, dan terkejut


tania mendengar suara.


krucuuk... krucuuk


suara cacing


yang ada didalam perut bayu karena kelaparan.


tania yang mendengarpun tersenyum melihat


kearah bayu.


"duh, laper sekali, " ucap bayu pelan sambil


memegang Perutnya.

__ADS_1


"pak, apa bapak lapar?" tanya tania.


"oh iya nih, saya sangat lapar karena tadi saya


tidak sempat sarapan,"


jawab bayu dengan lembut sambil menatap wajah


tania.


"apa bapak mau makan? " tawar tania


"tidak perlu, karena kelamaan kalo nunggu pesan


makanan, aku ada meeting 20 menit lagi.


"kalau begitu bapak tunggu disini sebentar" .


jawab tania terus berjalan kepantri dan menuju


kearah loker untuk mengambil bekal yang


dibawanya tadi, setelah itu masuk keruangan kerja


bayu lagi.


"ini pak, silahkan dimakan," tania meletakkan


tempat makannya keatas meja bayu.


"apa ini?" tanya bayu menatap kearah tempat


makan tania.


"ini bekal yang saya bawa dari rumah pak, "


jawab tania lembut dan masih berdiri didepan


meja bayu.


"tapi inikan makan siangmu, " tegas bayu lagi.


"tidak apa-apa pak, nanti saya bisa makan


dikantin, kalau begitu saya permisi dulu pak "


balas tania lagi dan berjalan keluar dari ruangan


bayu.


memakan masakan yang dibawa oleh tania.


walaupun dengan menu yang sederhana hanya


nasi, balado terong dan ikan goreng , namun


bayu sangat menikmatinya dan melahap habis


makanan itu tanpa sisa.


enak sekali masakannya, ternyata dia pandai


memasak," gumam bayu sambil senyum-senyum


sendiri.


tok... tok... tok


" masuk, " kata bayu datar sambil tersenyum.


mia sekretaris bayu masuk dan memberikan


berkas-berkas yang harus ditandatangani oleh


bayu. bayu pun langsung menandatangani berkas


tersebut sambil tersenyum.


"si bos kenapa ya, kog senyum-senyum sendiri


githu, dan tumben si bos bawa bekal ke kantor


biasanya juga tidak pernah,"


gumam mia sambil melihat kearah tempat makan


yang ada diatas meja bayu.


setelah selesai menandatangani berkas tersebut


bayu menyerahkannya kembali ke sekretarisnya,

__ADS_1


mia. sambil tersenyum kearah mia.


"terimakasih pak, dan 5 menit lagi bapak ada


meeting dengan perusahaan Xc, "


kata tania mengingatkan bayu.


"baiklah, saya akan segera kesana dan tolong


kamu suruh hendi keruangan saya, segera. "


kata bayu dengan ramah.


"baik pak, "jawab mia sambil membungkukkan


badannya kearah bayu.


mia pun keluar dan segera keruangan hendi untuk


menyuruh hendi keruangan bayu.


hendi masuk keruangan bayu dan hendi juga


dikagetkan dengan sebuah tempat makan yang


ada diatas meja bayu dan kebetulan tempat


makan itu berwarna pink violet yang membuat


matanya melotot.


"hei bos, sejak kapan kamu suka bawa bekal


kekantor, "tanya hendi sambil menyender


didekat meja.


"Oh... itu punya tania, tadi aku kelaparan karena


tak sarapan dirumah, jadi dia kasih bekalnya ke


aku," ucap bayu sambil senyum.


"apa, yang benar kamu bay, "


"iya, memangnya kenapa, apa ada yang salah,


lagian aku kan bosnya jadi sudah sepantasnya dia


harus baik kepadaku ".


kata bayu tegas.


"bukan begitu bay, dulu aja sewaktu sari sering


bawa makanan untukmu selalu kamu tolak, nah


sekarang giliran tania gadis yang biasa-biasa


aja itu kasih kamu makanan malah kamunya


kegirangan sekali setelah memakannya. "


"itu kan aneh, " kata hendi serius.


"apanya yang aneh sih hen, kalo dulu aku


menolak makanan dari sari karena aku takut, entar


sari guna-guna aku lagi, kamu kan tau sendiri


seberapa terobsesinya sari dengan diriku." kata


bayu menjelaskan.


"oh jadi kalau makanan dari tania, kamu gak


takut, entar kamu diguna-guna lagi sama


dia, " gurau hendi sambil menyenggol bahu bayu.


"sudahlah hen, jangan bahas itu lagi, buruan


entar telat loh. "


hendi melangkahkan kakinya dan keluar dari


ruangan kerjanya menuju ruangan meeting disusul


oleh hendi dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2