PAPAH MUDA, Bukan Duda

PAPAH MUDA, Bukan Duda
EPISODE 26


__ADS_3

tania duduk dikantin kampus, dia tengah melamun sambil memikirkan bayu. sudah beberapa hari ini tania tak bertemu dengannya walaupun di jam kerjanya.


"sibos apa kabar ya, kog jadi kangen gini sih," gumam tania sambil menopang dagu dengan kedua tangannya. tanpa tania tau yuna berjalan mengendap-endap di arah belakang tania, yuna mengagetkan tania dengan menepuk bahu tania dari arah belakang.


"duaaaarrrr..." kejut yuna.


"arrrggghh... "tania berteriak.


"yuna..." teriak tania kesal karena kaget sambil kedua tangannya memukul-mukul punggung tania. tania tertawa terkekeh melihat tania yang berhasil dibuatnya kaget.


"yuna, kamu ngagetin aja deh, "tania kesal.


"makanya jangan kebanyakan melamun. " jawab yuna terus duduk dikursi depan tania.


"hei tan, kog melamun sih, lagi mikirin apa hayooo... "


"gak, gak mikirin apa-apa." ketus tania


"gak mungkin, pasti lagi mikirin bos kamu itu ya?


"apaan sih, "jawab tania malu.


"tuh kan, bener. kamu lagi mikirin dia, wajahmu aja udah memerah gitu. "

__ADS_1


"gak kog." bantah tania, dia menyembunyikan perasaannya dari yuna.


"udah deh, kamu gak bisa bohong, kita tu udah lama berteman, jadi aku sudah tau kamu luar dalem. "


"hah, luar dalem, sok tau kamu." jawab tania, Kedua tangannya mentoel kening yuna yang ada didepannnya.


yuna pun menggosok-gosok keningnya kesakitan. mereka melangkah masuk ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran. karena kelas sudah selesai, tania dan yuna segera keluar menuju gerbang.


"tania, kamu yakin gak mau ku anter pulang."


"gak usah yun, nanti aku udah pesan ojek aja. lagian, kasian kamu kalau harus mengantarku pulang, kitakan berbeda arah. "


"baiklah, kalau begitu. saya duluan ya."


"daaaaahhh... " yuna membalas lambaian tania.


yuna berdiri di depan pintu gerbang kampus, dia mengambil ponselnya yang ada di didalam tas untuk menghubungi ojek. namun tak sempat ia lakukan , Karena diabdikejutkan dengan kehadiran sebuah mobil mewah yang berhenti tepat didepannya. dan keluarlah seorang pria yang tak kalah tampannya dengan bayu, dia adalah hendi. hendi datang mendekati tania.


"pak hendi, "tania tercengang kenapa tiba-tiba hendi menemuinya.


"ayo ikut saya nona. " kata hendi. menundukkan badannya mempersilahkan tania masuk kedalam mobil yang sudah ia bukakan pintunya untuk tania.


"hah, apaan sih pak hendi, kog dia seperti itu, pake acara menunduk segala, emangnya aku tuanbputri apa, lagian kenapa juga dia memanggilku dengan sebutan nona seperti itu, kalo ada yangndengar kan aku malu." ucap tania dalam hatinya.

__ADS_1


hendi merubah panggilannya ke tania, dia memanggil tania dengan sebutan nona karena dia sangat menghormati bosnya bayu. dia tau karena Bosnya telah memilih Dania walaupun bayu belum mengatakannya, tapi dia mengerti sifat bayu. kalau dia sudah menyukai sesuatu, dia akan memilikinya, dan tak akan pernah melepaskannya.


"ada apa ya pak, kog tiba-tiba bapak mengajak saya, " hendi hanya diam.


"tolong, anda masuk saja nona, kalau anda tak mau jadi bahan tontonan teman-teman anda. " kata hendi.


tania berpaling kearah belakangnya, ternyata banyak teman-temannya yang tercengang melihat tania yang dihampiri oleh hendi menggunakan mobil mewah milik bayu.


"huh, baiklah," jawab tania kesal dan melangkah masuk kedalam mobil.


hendi segera mengemudikan mobilnya dan fokus kearah jalan, sementara tania dibuat bingung oleh hendi.


" maaf pak, kita mau kemana ya." tanya tania yang heran karena arah yang dituju bukanlah arah pulang kerumah.


hendi hanya diam tak menjawab pertanyaan tania dia tetap fokus dengan stirnya, tania pun mendekat kearah bayu.


"eh pak, anda mau membawa saya kemana sih..." teriak tania kearah telinga bayu. sontak bayu menjadi kaget dan segera tangannya menggosok-gosok telinganya itu yang terasa panas karena Teriakan tania.


"untung saja kamu wanita pujaan hatinya bos, kalau tidak. saya sudah menurunkanmu dari tadi." bathin hendi yang tak kunjung menjawab pertanyaan dari tania.


tania kembali duduk ditempatnya karena tak kunjung mendapat jawaban dari hendi dengan tatapan kesal dan marah . tak sengaja hendi melihatnya dari kaca kecil yang ada di mobil.


" pantesan aja si bos tergoda dengan mu nona, anda sangat menggemaskan sekali, apalagi waktu marah seperti ini, ingin rasanya mencubit pipimu yang imut itu. " bathin hendi tersenyum dan fokus ke jalan yang

__ADS_1


ada didepannya.


__ADS_2