
tak selang berapa lama, waitres itupun
menghidangkan makanan yang telah dipesan oleh
bayu.
"ayo, makanlah, " suruh bayu sambil tersenyum.
"baik, pak." jawab tania. tania memakan makanan
yang telah dipesankan oleh bayu untuk dia , dan
dia pun tak enak hati kalau tak memakannya.
mereka berdua makan dalam diam, karena bayu
yang sangat menghormati adab ketika makan,
jadi dia tak pernah berbicara ketika disaat makan.
setelah menghabiskan makanan mereka, sejenak
mereka berdua terdiam dan suasana hening, bayu
terus menatap kearah tania tapi tania hanya terus
memandang kearah bawah.
"ohya, boleh saya bertanya, " kata bayu
memudarkan keheningan tersebut.
"silahkan, pak. bapak mau bertanya apa? "
kata tania mengalihkan pandangannya ke arah
bayu. mereka pun kini saling berpandangan.
"berapa usiamu ? " tanya bayu serius.
"saya, 22 tahun pak." jawab tania.
" kamu masih muda, apa kamu tidak kuliah?
tanya bayu lagi tanpa mengalihkan pandangannya
dari tania.
tania yang terus ditatap bayu pun jadi merasa
canggung dan malu, dia menundukkan kepalanya.
"saya masih kuliah pak, dan sebentar lagi juga
wisuda. ucap tania lembut.
"kapan kamu kuliahnya, bukankah kamu bekerja.
ucap bayu
"siangnya saya bekerja, dan setelah itu saya
kuliah, makanya saya selalu pulang sore bahkan
hampir sampai malam.
"terus, kenapa dengan ibumu? , tanya bayu lagi.
"oh itu, sebulan yang lalu ibu ku ditabrak mobil,
jadi kakinya patah dan sekarang udah agak
mendingan kog pak. " kata tania.
__ADS_1
"jadi hari ini kamu kuliah, " tanya bayu.
"iya pak, setelah dari sini saya akan langsung
kekampus, tadi saya sudah minta izin kepada
manager untuk keluar awal, karena hari ini ada
sidang skripsi." tania menjelaskan.
"kamu kuliah dimana, tania. " tanya bayu lagi.
"saya kuliah di universitas Xxx pak, "
jawab tania dan menatap kearah bayu.
spontan bayu terkejut mendengar tania kuliah di
kampus ternama dan terpopuler di kotanya.
"Ini si bos bertanya, apa lagi introgasi aku sih,
pertanyaannya banyak sekali",
rutu tania dalam hati.
"saya dapat beasiswa pak untuk kuliah disana. "
tambah tania lagi karena merasa bayu terkejut
mendengar ucapan tania tadi.
"hebat kamu, karena tak semua orang bisa
mendapatkan beasiswa untuk kuliah disana.
kata bayu memuji tania.
tania yang mendengarnya pun merasa tersanjung
"permisi pak, boleh saya ke toilet sebentar. ucap
tania.
"silahkan, ". ucap bayu.
tania berjalan dan dia bingung dimana arah toilet
karena ruangan disini sangat luas dan mewah.
tania melangkahkan kakinya dengan kebingungan
dan tergesa-gesa , tiba-tiba saja.
"bruuuuk, dia menabrak waitres yang sedang
membawa makanan dan minuman, dan membuat
semuanya tumpah kelantai, makanan itu juga
mengenai baju yang dipakai tania.
" maaf mba', saya minta maaf, saya tidak
sengaja. kata tania minta maaf kepada waitres itu.
tapi kejadian itu dilihat oleh manager restoran itu,
dan manager itu pun datang menghampiri.
tania dan waitres itu membersihkan tumpahan
makanan yang ada dilantai.
__ADS_1
"ada apa ini," tanya manager itu.
" mba' ini duluan pak yang menabrak saya, karena
dia tak berhati-hati saat berjalan.
kata waitres itu menyalahkan tania karena dia tak
mau dipecat.
" maaf, pak. saya tidak sengaja, " kata tania sambil
membungkukkan badannya kearah manager itu.
manager itupun terus memperhatikan penampilan
tania dari bawah sampai ke atas, dan dia tau
bahwa tania bukanlah dari kalangan atas.
"pasti dia ini wanita ja —.ng yang sedang
menggoda laki-laki kaya yang ada disini."
ucap manager itu dalam hatinya.
"hey, kamu fikir makanan ini murah, hah."
ucap manager itu dengan sombong.
"iya pak, saya tau. saya akan membayarnya. "
ucap tania yang sedikit gemetar karena dia tau
makanan disini memanglah tidak murah.
"oh ya, apa benar kamu sanggup membayarnya,"
kata manager itu dengan menyilangkan kedua
tangannya didadanya.
"baik, sekarang bayarlah seharga makanan itu.
"kata manager itu dengan sombongnya, dan
menunjukkan harga makanan itu.
tania terkejut melihat harga yang harus
dibayarnya, sementara dia tak punya uang
sebanyak itu.
"tapi pak, sekarang saya tidak punya uang
sebanyak itu, "
" cih, saya sudah menduganya. "
bathin manager itu.
"atau mungkin aku harus menunggumu
mendapatkan mangsa, baru kamu bisa
membayarnya, " tambah manager itu dan
menatap tajam kearah tania.
mata tania pun berkaca-kaca, dia tak menyangka
kalau manager itu menganggapnya wanita yang
__ADS_1
seperti itu.