PAPAH MUDA, Bukan Duda

PAPAH MUDA, Bukan Duda
EPISODE 14


__ADS_3

tak selang berapa lama, waitres itupun


menghidangkan makanan yang telah dipesan oleh


bayu.


"ayo, makanlah, " suruh bayu sambil tersenyum.


"baik, pak." jawab tania. tania memakan makanan


yang telah dipesankan oleh bayu untuk dia , dan


dia pun tak enak hati kalau tak memakannya.


mereka berdua makan dalam diam, karena bayu


yang sangat menghormati adab ketika makan,


jadi dia tak pernah berbicara ketika disaat makan.


setelah menghabiskan makanan mereka, sejenak


mereka berdua terdiam dan suasana hening, bayu


terus menatap kearah tania tapi tania hanya terus


memandang kearah bawah.


"ohya, boleh saya bertanya, " kata bayu


memudarkan keheningan tersebut.


"silahkan, pak. bapak mau bertanya apa? "


kata tania mengalihkan pandangannya ke arah


bayu. mereka pun kini saling berpandangan.


"berapa usiamu ? " tanya bayu serius.


"saya, 22 tahun pak." jawab tania.


" kamu masih muda, apa kamu tidak kuliah?


tanya bayu lagi tanpa mengalihkan pandangannya


dari tania.


tania yang terus ditatap bayu pun jadi merasa


canggung dan malu, dia menundukkan kepalanya.


"saya masih kuliah pak, dan sebentar lagi juga


wisuda. ucap tania lembut.


"kapan kamu kuliahnya, bukankah kamu bekerja.


ucap bayu


"siangnya saya bekerja, dan setelah itu saya


kuliah, makanya saya selalu pulang sore bahkan


hampir sampai malam.


"terus, kenapa dengan ibumu? , tanya bayu lagi.


"oh itu, sebulan yang lalu ibu ku ditabrak mobil,


jadi kakinya patah dan sekarang udah agak


mendingan kog pak. " kata tania.

__ADS_1


"jadi hari ini kamu kuliah, " tanya bayu.


"iya pak, setelah dari sini saya akan langsung


kekampus, tadi saya sudah minta izin kepada


manager untuk keluar awal, karena hari ini ada


sidang skripsi." tania menjelaskan.


"kamu kuliah dimana, tania. " tanya bayu lagi.


"saya kuliah di universitas Xxx pak, "


jawab tania dan menatap kearah bayu.


spontan bayu terkejut mendengar tania kuliah di


kampus ternama dan terpopuler di kotanya.


"Ini si bos bertanya, apa lagi introgasi aku sih,


pertanyaannya banyak sekali",


rutu tania dalam hati.


"saya dapat beasiswa pak untuk kuliah disana. "


tambah tania lagi karena merasa bayu terkejut


mendengar ucapan tania tadi.


"hebat kamu, karena tak semua orang bisa


mendapatkan beasiswa untuk kuliah disana.


kata bayu memuji tania.


tania yang mendengarnya pun merasa tersanjung


"permisi pak, boleh saya ke toilet sebentar. ucap


tania.


"silahkan, ". ucap bayu.


tania berjalan dan dia bingung dimana arah toilet


karena ruangan disini sangat luas dan mewah.


tania melangkahkan kakinya dengan kebingungan


dan tergesa-gesa , tiba-tiba saja.


"bruuuuk, dia menabrak waitres yang sedang


membawa makanan dan minuman, dan membuat


semuanya tumpah kelantai, makanan itu juga


mengenai baju yang dipakai tania.


" maaf mba', saya minta maaf, saya tidak


sengaja. kata tania minta maaf kepada waitres itu.


tapi kejadian itu dilihat oleh manager restoran itu,


dan manager itu pun datang menghampiri.


tania dan waitres itu membersihkan tumpahan


makanan yang ada dilantai.

__ADS_1


"ada apa ini," tanya manager itu.


" mba' ini duluan pak yang menabrak saya, karena


dia tak berhati-hati saat berjalan.


kata waitres itu menyalahkan tania karena dia tak


mau dipecat.


" maaf, pak. saya tidak sengaja, " kata tania sambil


membungkukkan badannya kearah manager itu.


manager itupun terus memperhatikan penampilan


tania dari bawah sampai ke atas, dan dia tau


bahwa tania bukanlah dari kalangan atas.


"pasti dia ini wanita ja —.ng yang sedang


menggoda laki-laki kaya yang ada disini."


ucap manager itu dalam hatinya.


"hey, kamu fikir makanan ini murah, hah."


ucap manager itu dengan sombong.


"iya pak, saya tau. saya akan membayarnya. "


ucap tania yang sedikit gemetar karena dia tau


makanan disini memanglah tidak murah.


"oh ya, apa benar kamu sanggup membayarnya,"


kata manager itu dengan menyilangkan kedua


tangannya didadanya.


"baik, sekarang bayarlah seharga makanan itu.


"kata manager itu dengan sombongnya, dan


menunjukkan harga makanan itu.


tania terkejut melihat harga yang harus


dibayarnya, sementara dia tak punya uang


sebanyak itu.


"tapi pak, sekarang saya tidak punya uang


sebanyak itu, "


" cih, saya sudah menduganya. "


bathin manager itu.


"atau mungkin aku harus menunggumu


mendapatkan mangsa, baru kamu bisa


membayarnya, " tambah manager itu dan


menatap tajam kearah tania.


mata tania pun berkaca-kaca, dia tak menyangka


kalau manager itu menganggapnya wanita yang

__ADS_1


seperti itu.


__ADS_2