PAPAH MUDA, Bukan Duda

PAPAH MUDA, Bukan Duda
EPISODE 21


__ADS_3

tina yang sedari tadi menunggu bayu pulang, dia


melihat bayu masuk kerumah, dengan kening bayu


yang berdarah.


tina datang menghampiri bayu yang duduk di sofa


ruang tengah.


"tania, kenapa kau membuat hatiku sakit."


gumam bayu pelan.


" maaf tuan, ada yang bisa saya bantu."


ucap tina lembut.


"tidak, lebih baik kamu pergi dari sini. aku mau


sendiri, " teriak bayu marah.


"tuan , saya lihat kening anda berdarah, biarkan


saya mengobatinya. " kata tina .


"saya bilang tidak, ya tidak. pergi dari sini. "


marah bayu kepada tina. karena melihat wajah


bayu yang sudah sangat emosi tina ketakutan dan


memilih untuk pergi.


tania membaringkan dirinya dikamar, memikirkan


apa yang dikatakan oleh rian kepadanya.


"“rian, aku sangat menyukaimu, dan aku sangat


bahagia bisa bersamamu tadi.


tapi, maafkan aku, aku tak bisa menjadi


pacarmur,."


batin tania.


"tania, kamu sudah makan nak? "


bu wati berjalan masuk kekamar tania dan duduk


ditepi ranjangnya.


"sudah bu."


bu wati bertanya lagi ke tania, " tadi siapa yang


mengantarmu pulang?


"oh, itu rian. teman SMA tania dulu bu."


"Ooohh, bu wati mengangguk. "


"bu, baju yang ibu pakai ini baru,ya. bagus sekali."


sambil mengubah posisi dan duduk disamping


ibunya.


" kamu gimana sih nak, bukan ini kamu yang kasih


ibu kemarin. "


"aku, kapan bu". tania bingung.


"waktu hari minggu kemarin, bukannya kamu yang


bawa belanjaan banyak serta makanan ."


jelas ibunya.


tania teringat dengan bayu, tania tidak mengetahui

__ADS_1


kalau isi dari belanjaan itu adalah baju untuk


ibunya.


"jadi bayu membelikan ibu pakaian juga."


kata tania.


"bayu, jadi nak bayu yang belanjaan barang-


barang itu semua."


"iya bu."


"pantesan belanjaannya banyak gitu. "


"banyak, bu. memangnya apa aja?"


"ayo ikut ibu kekamar."


bu wati mengajak tania kekamarnya untuk melihat


belanjaan yang dibelikan bayu kemarin.


"wah, bu banyak sekali ya. kog tania tidak tau sih


bu isinya."


"loh, bukannya ini semua kamu yang pilih ya,


sebab ukurannya sangat pas dan warnanya juga


cocok sekali untuk ibu. "


"tidak bu, waktu itu pak bayu menyuruh tania


menunggu diluar. "jelas tania sambil tangannya


membongkar barang belanjaan yang dikasih bayu.


"tania, kamu lihat ini, pasti baju ini dia beli untuk


kamu. " kata bu wati sambil menunjukkan sebuah


dress cantik kepada tania.


kali ya bu, sebab ini pasti mahal. "


ucap tania mencari-cari harga baju itu. tapi dia tak


menemukannya.


"tapi tania, ibu malu kalau menerima barang-


barang ini semua, kamu kan belum lama


mengenalnya, " bu wati merasa sungkan harus


menerima barang-barang yang menurutnya itu


pasti harganya sangat mahal.


"iya sih bu, tapi kalau barangnya sudah berada


dirumah kita, kan gak enak juga kalau harus


dikembalikan." ucap tania.


"iya sih," kata bu wati.


"ya sudahlah bu, tania mengantuk, besok kita


sambung lagi. ". tania kembali kekamarnya untuk


tidur.


disisi lain ada bayu yang tengah membaringkan


tubuhnya diatas tempat tidur besar miliknya itu.


sampai larut malam pun bayu terus saja


mengingatbtania sewaktu dikafe tadi.

__ADS_1


"tania pasti sudah menerima cinta pria itu, dan


sekarang mereka pasti sudah resmi pacaran.


"kata bayu dengan suara kecil yang hanya


terdengar oleh telinganya saja.


"apa yang harus aku lakukan tania untuk


mendapatkan hatimu. "


tiba-tiba bayu dikagetkan dengan suara


handphone yang berbunyi, ada sebuah panggilan


disana, ternyata itu adalah panggilan dari bu ana,


mama bayu.


"hallo ma,"


"iya ma, besok bayu akan menjemput,


mama dan papa. "jawab bayu mengakhiri


bicaranya dengan bu ana. setelah mematikan


handphonenya dan meletakkannya diatas meja


kecil disebelah tempat tidurnya,


tak lama dia pun terlelap.


tania mengerjakan semua pekerjaannya di kantor


bayu, membersihkan lantai dan ruangan kerja


bayu. karena OB disini memiliki tugasnya masing-


masing, dan ruangan yang harus dibersihkan juga


sudah dibagi masing-masing.


sekilas tania teringat dengan ika, temannya


sesama OB yang sudah lama tania tak melihatnya


bekerja.


tania melihat hendi yang akan masuk kelift khusus


presdir, sebelum hendi menekan tombol lift. dia


terkejut melihat tania yang mendekatinya, tania


memberanikan diri untuk bertanya kepada hendi,


asistennya bayu.


" maaf pak, boleh saya bertanya kepada bapak, "


"mau tanya apa? hendi menatap tania heran.


"begini pak, saya sudah lama tak melihat mba'


ika, apa dia sudah berhenti bekerja disini?" tanya


tania dengan sopan.


"ya, benar sekali. kamu memang gadis pintar,


sebelum bertanya kamu bahkan sudah tau


jawabannya." jawab hendi sambil tersenyum.


setelah menjawab pertanyaan tania, hendi


langsung menekan tombol lift, setelah pintu lift


terbuka dia pun masuk kedalam dan melambaikan


tangannya kepada tania.

__ADS_1


namun tania hanya diam, dan terkejut mendengar


ucapan dari hendi barusan.


__ADS_2