PAPAH MUDA, Bukan Duda

PAPAH MUDA, Bukan Duda
EPISODE 11


__ADS_3

sudah hampir sebulan orang tua bayu tak


dirumah, di kota xs pak hardinata juga


mempunyai rumah mereka sendiri, dan


beberapa aset lainnya yang diurus oleh


orang terpercaya mereka, jadi mereka bisa


tinggal selama yang Mereka mau. selama


itu pula tina mencari cara untuk mendekati


bayu, tapi selalu gagal karena pak herman


kepala ART dirumah ini selalu mengawasi


gerak geriknya.


diruang keluarga, bayu sedang asyik


bermain bersama adam, walaupun adam


masih bayi tapi ia sangat imut dan lucu,


jadi bayu suka menghabiskan waktu


bersama dengannya ketika dia dirumah.


"maaf tuan,"


suara pak herman menyapa.


"ada apapak?"


tanya bayu sambil berdiri menngendong


adam.


" malam ini saya mau ijin pulang kerumah,


tuan. tadi istri saya nelfon dia bilang anak


saya sedang sakit.


kata pak herman memelas sambil


membungkukkan sedikit badannya.


"ya sudah pak, silahkan, pergilah temani


istri dan anakmu. "


kata bayu sambil memberikan kunci


mobilnya kepada pak herman.


"tidak usah tuan, saya naik taksi saja, "


tolak pak herman lembut.


"pak, saya paling tidak suka ditolak. "


ucap herman dengan tegas.


"baiklah pak, saya permisi dulu "


pak herman pun mengambil kunci mobil itu


dan segera pergi keluar.


ternyata dari jauh ada sepasang mata yang


menguping pembicaraan mereka.


" akhirnya dia pergi juga, dan aku bisa


menggoda bayu, pasti dia sudah lama


tidak merasakan kehangatan, tenang saja


tuan, aku akan menghilangkan kesepian di


hatimu,"

__ADS_1


bathin tina.


tak berapa lama adam tidur dalam


gendongan bayu, dia memanggil-manggil


tina, tapi tina pura-pura tidak mendengar.


bayu pun berinisiatif untuk mengantar


adam langsung kekamar adam.


bayu membuka pintu dan dia terkejut


melihat tina yang hanya berbalut


handuk diatas lutut, sehingga sedikit


memperlihatkan pahanya, dan rambutnya


yang basah dibiarkan tergerai begitu saja.


" maaf, saya tidak tahu kalau kamu baru


selesai mandi," ucap bayu datar sambil


membaringkan adam diatas tempat


tidurnya.


bayu pun bergegas keluar dari kamar adam


dan menuju ke meja makan untuk makan


malam.


diatas meja sudah tersedia beberapa lauk


pauk beserta nasi yang sudah disediakan


oleh bi inah. bi inah adalah ART dibagian


dapur.


menghampiri bayu dengan menggunakan


baju tidur yang seksi dan sedikit terbuka.


dia pun berdiri disamping bayu, dan


bayu pun terkejut melihat keberadaannya


disamping bayu. namun bayu sama sekali


tak tertarik, malah dia tak mau menatap


tina.


"maaf tuan, apa ada yang bisa saya bantu,


ucap tina dengan suara menggoda.


"tidak, tidak perlu. lebih baik kamu pergi


dari sini," tegas bayu yang fokus menatap


makanannya.


"tapi tuan, "


ucap tina dengan suara melemah karena


bayu mengusirnya, tina pun berjalan


menuju tangga.


setelah selesai makan bayu bergegas ke


kamarnya, tapi tina tak kehabisan akal saat


dia berada diatas tangga, dia pura-pura


terpeleset dan dia terduduk ditangga itu.


"aw, kakiku sakit sekali," tina merintih

__ADS_1


sambil memegang kakinya.


bayu yang melihat itupun tak


memperdulikan tina, dan melangkah


menuju kamarnya, tapi tina terus


memanggil bayu.


"tuan, tolong antar saya ke kamar den


adam tuan, saya tidak bisa berjalan, kaki


saya sakit sekali, saya takut kalau nanti den


adam menangis, " ucap tina merintih.


karena dia juga tidak mau adam


sampai menangis, dia pun memapah


tina untuk masuk ke kamar adam, dan


membaringkan tina diatas tempat tidur,


padahal tina memakai pakaian yang seksi


tapi sedikitpun bayu tak tergoda dengan


penampilannya itu.


dan bayu pun langsung bergegas keluar


menuju kamarnya untuk beristirahat.


bayu membaringkan tubuhnya dan menatap


keatas langit-langit kamarnya, dan dia


terbayang wajah tania.


"kog aku jadi kepikiran sama tania ya,


sudah lama sekali aku tidak berjumpa


dengannya, "


gumam bayu sambil tersenyum.


bayu memang sudah lama tidak bertemu


tania karena sibuk dengan urusannya yang


berada diluar kantor bersama asistennya


hendi.


kkkkkkkk


"bu, gimana sekarang kakinya, udah


baikan?"


tanya tania kepada ibunya sambil


memijat-mijat kaki bu wati.


"lumayan nak, walaupun belum sembuh


seperti biasa, tapi setidaknya terasa lebih


ringan kalau digerakkan," jawab bu wati.


"ya udah bu, udah malam. sekarang


ibu tidur ya," ucap tania sambil menarik


selimut menutupi tubuh ibunya dan


mencium kening ibunya dengan lembut.


tania pun melangkah menuju kamarnya


untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2