
sudah hampir sebulan orang tua bayu tak
dirumah, di kota xs pak hardinata juga
mempunyai rumah mereka sendiri, dan
beberapa aset lainnya yang diurus oleh
orang terpercaya mereka, jadi mereka bisa
tinggal selama yang Mereka mau. selama
itu pula tina mencari cara untuk mendekati
bayu, tapi selalu gagal karena pak herman
kepala ART dirumah ini selalu mengawasi
gerak geriknya.
diruang keluarga, bayu sedang asyik
bermain bersama adam, walaupun adam
masih bayi tapi ia sangat imut dan lucu,
jadi bayu suka menghabiskan waktu
bersama dengannya ketika dia dirumah.
"maaf tuan,"
suara pak herman menyapa.
"ada apapak?"
tanya bayu sambil berdiri menngendong
adam.
" malam ini saya mau ijin pulang kerumah,
tuan. tadi istri saya nelfon dia bilang anak
saya sedang sakit.
kata pak herman memelas sambil
membungkukkan sedikit badannya.
"ya sudah pak, silahkan, pergilah temani
istri dan anakmu. "
kata bayu sambil memberikan kunci
mobilnya kepada pak herman.
"tidak usah tuan, saya naik taksi saja, "
tolak pak herman lembut.
"pak, saya paling tidak suka ditolak. "
ucap herman dengan tegas.
"baiklah pak, saya permisi dulu "
pak herman pun mengambil kunci mobil itu
dan segera pergi keluar.
ternyata dari jauh ada sepasang mata yang
menguping pembicaraan mereka.
" akhirnya dia pergi juga, dan aku bisa
menggoda bayu, pasti dia sudah lama
tidak merasakan kehangatan, tenang saja
tuan, aku akan menghilangkan kesepian di
hatimu,"
__ADS_1
bathin tina.
tak berapa lama adam tidur dalam
gendongan bayu, dia memanggil-manggil
tina, tapi tina pura-pura tidak mendengar.
bayu pun berinisiatif untuk mengantar
adam langsung kekamar adam.
bayu membuka pintu dan dia terkejut
melihat tina yang hanya berbalut
handuk diatas lutut, sehingga sedikit
memperlihatkan pahanya, dan rambutnya
yang basah dibiarkan tergerai begitu saja.
" maaf, saya tidak tahu kalau kamu baru
selesai mandi," ucap bayu datar sambil
membaringkan adam diatas tempat
tidurnya.
bayu pun bergegas keluar dari kamar adam
dan menuju ke meja makan untuk makan
malam.
diatas meja sudah tersedia beberapa lauk
pauk beserta nasi yang sudah disediakan
oleh bi inah. bi inah adalah ART dibagian
dapur.
menghampiri bayu dengan menggunakan
baju tidur yang seksi dan sedikit terbuka.
dia pun berdiri disamping bayu, dan
bayu pun terkejut melihat keberadaannya
disamping bayu. namun bayu sama sekali
tak tertarik, malah dia tak mau menatap
tina.
"maaf tuan, apa ada yang bisa saya bantu,
ucap tina dengan suara menggoda.
"tidak, tidak perlu. lebih baik kamu pergi
dari sini," tegas bayu yang fokus menatap
makanannya.
"tapi tuan, "
ucap tina dengan suara melemah karena
bayu mengusirnya, tina pun berjalan
menuju tangga.
setelah selesai makan bayu bergegas ke
kamarnya, tapi tina tak kehabisan akal saat
dia berada diatas tangga, dia pura-pura
terpeleset dan dia terduduk ditangga itu.
"aw, kakiku sakit sekali," tina merintih
__ADS_1
sambil memegang kakinya.
bayu yang melihat itupun tak
memperdulikan tina, dan melangkah
menuju kamarnya, tapi tina terus
memanggil bayu.
"tuan, tolong antar saya ke kamar den
adam tuan, saya tidak bisa berjalan, kaki
saya sakit sekali, saya takut kalau nanti den
adam menangis, " ucap tina merintih.
karena dia juga tidak mau adam
sampai menangis, dia pun memapah
tina untuk masuk ke kamar adam, dan
membaringkan tina diatas tempat tidur,
padahal tina memakai pakaian yang seksi
tapi sedikitpun bayu tak tergoda dengan
penampilannya itu.
dan bayu pun langsung bergegas keluar
menuju kamarnya untuk beristirahat.
bayu membaringkan tubuhnya dan menatap
keatas langit-langit kamarnya, dan dia
terbayang wajah tania.
"kog aku jadi kepikiran sama tania ya,
sudah lama sekali aku tidak berjumpa
dengannya, "
gumam bayu sambil tersenyum.
bayu memang sudah lama tidak bertemu
tania karena sibuk dengan urusannya yang
berada diluar kantor bersama asistennya
hendi.
kkkkkkkk
"bu, gimana sekarang kakinya, udah
baikan?"
tanya tania kepada ibunya sambil
memijat-mijat kaki bu wati.
"lumayan nak, walaupun belum sembuh
seperti biasa, tapi setidaknya terasa lebih
ringan kalau digerakkan," jawab bu wati.
"ya udah bu, udah malam. sekarang
ibu tidur ya," ucap tania sambil menarik
selimut menutupi tubuh ibunya dan
mencium kening ibunya dengan lembut.
tania pun melangkah menuju kamarnya
untuk beristirahat.
__ADS_1