
bayu duduk menunggu papa dan mamanya di kursi yang ada dibandara itu . tanpa sengaja dia melihat rian berada di bandara.
"bukankah itu pria yang bersama tania kemarin? ,mau kemana dia." gumam bayu, seketika dia melihat kearah kiri dan kanan, untuk mencari apakah tania juga ada disana, namun dia tak melihat keberadaan tania.
tak berapa lama menunggu, pak hardinata dan bu ana datang menghampiri bayu. bayu pun salim kepada orang tua nya, dan juga memeluk papa mamanya Karena dia sudah merasa sangat rindu dengan mereka.
bayu beserta orangtuanya masuk kedalam mobil
menuju arah pulang kerumah. disisi lain, ada tania yang masih bingung kenapa ika dipecat oleh bayu.
"sapa kesalahan ika, sehingga dia bisa dipecat", "tania terus berfikir. setelah mengantar mama dan papanya pulang kerumah, bayu kembali kekantor untuk bekerja. tapi hari ini bayu rasanya tidak semangat untuk bekerja.
"huuuft... akhirnya sampai juga. " ucap bayu.
bayu membuka jasnya lalu meletakkannya disandaran kursi kerjanya dan duduk di kursi itu dengan menyenderkan tubuhnya. dia masih terbayang-bayang wajah tania yang sedang asyik mengobrol berdua dengan rian waktu itu.
"ada apa denganku, kenapa hatiku sakit sekali melihatnya bersama pria lain," bayu menghubungi mia, sekretarisnya.
"mia, tolong jangan izinkan siapapun masuk keruanganku." perintah bayu dan menutup telephone nya.
" aaarrgghh..." bayu berteriak dengan sangat kesal dengan kedua tangannya memukul-mukul kepalanya.
dia pun membuang semua benda yang ada diatas mejanya, sekalipun itu dokumen-dokumen penting.
entah kenapa, baru kali ini bayu merasakan sakit hati melihat seorang wanita bersama pria lain, biasanya begitu banyak wanita yang menyukai bayu, tapi dia tak pernah menghiraukannya. tiba-tiba ada seorang perempuan yang memaksa untuk masuk kedalam ruang kerja bayu.
" maaf nona, pak bayu lagi tak mau diganggu. "ucap mia.
"minggir kamu, " ucap sari sambil kedua tangannya mendorong mia hingga mia tersungkur kelantai.
"hai bayu," sapa sari melangkah kearah bayu. bayu yang melihat sari ada didepannya sontak membuatnya terkejut.
mia datang menghampiri bayu, "maaf pak, nona ini memaksa untuk masuk, padahal saya sudah melarangnya.
"baiklah, kamu boleh keluar. mia melangkahkan kaki kembali ke ruang kerjanya.
__ADS_1
"ada apa sih dengan sibos, kenapa ruang kerjanya berantakan sekali," gumam mia heran dengan tingkah bosnya.
"ada perlu apa kamu kesini, tanya bayu ketus tanpa menoleh ke sari.
"aku kesini karena aku sangat merindukanmu bayu, apa kamu tak merindukanku?
"tidak, ucap bayu tegas.
"lebih baik kamu keluar sekarang." teriak bayu marah.
"bayu, apasih kurangnya aku buat kamu, kenapa tetap tak mau menerimaku,"
"sudahlah sari, aku lagi males menjawab pertanyaanmu itu, lebih baik kamu keluar sekarang, ". namun sari tetap tidak mau keluar.
"aku tetap akan menunggu kamu disini sampai kamu selesai bekerja.
"terserah lah," ucap bayu kesal tanpa menoleh kearah sari, dia sudah lelah menyuruh sari keluar namun sari tetap tak mau keluar.
sari duduk di sofa yang ada diruang kerja bayu, sambil memainkan ponselnya. sesekali dia melirik kearah bayu. namun bayu sedikitpun tak memperdulikannya.
"masuk." hendi masuk keruang kerja bayu.
"ayo, kita ada pertemuan diluar hari ini, "
"Oke, saya sudah menyiapkan semuanya. "
"buruan, nanti kita telat"
"bayu, kamu mau kemana?"
"apa kamu tidak dengar tadi, aku ada meeting diluar hari ini. "
"jadi kamu akan pergi, bukankah sekretaris mu bilang, hari ini kamu tak punya agenda diluar. " tanya sari.
"ya, tadinya sih begitu, tapi tiba-tiba ada meeting mendadak . ucap bayu datar. tak menoleh sama sekali kearah sari.
__ADS_1
bayu sengaja mengirim pesan ke hendi agar datang keruangannya. dengan begitu bayu bisa pergi dari sari, lalu bayu dan hendi keluar dari ruangan kerjanya.
"terimakasih hen, akhirnya aku bisa juga terlepas darinya. "
"habisnya, kamu sih terlalu menggoda untuknya. "
"apaan sih kamu hen. " kata bayu sambil
memukul bahu hendi, hendi pun tertawa.
bayu melihat tania yang sudah bersiap-siap mau keluar dari kantor. tania yang akan keluar dari gedung itupun berpapasan dengan bayu. dengan sopan tania menundukkan kepalanya,
"selamat siang pak, " ucap tania.
"siang," ucap bayu yang terus menatap tania.
" kamu sudah makan?" tanya bayu.
"belum pak, ini juga saya mau kekantin buat makan. "jelas tania yang hanya menunduk.
"hendi, pergilah. saya ada urusan.
"siap bos, kalau begitu saya duluan ya, "jawab
hendi berpamitan kepada bayu dan tania.
dengan tiba-tiba, bayu memegang tangan tania dan membawanya menuju mobil, dia menyuruh tania masuk kedalam mobilnya.
"kita mau kemana pak, "
"sudah, ikut saja. " bayu melajukan mobilnya kesebuah tempat makan.
bayu fokus dengan stir nya dan terus menatap kearah jalan didepannya. rasanya bayu sangat ingin berbicara dan bertanya kepada tania tentang siapa pria itu baginya, namun lidahnya terasa berat sekali untuk memulai pembicaraan itu.
mobil itupun melaju dan membawa mereka sampai didepan sebuah kafe.
__ADS_1