
selesai kuliah, tania segera keluar dari ruangan
kelas , dia memesan ojek online yang biasa
mengantarnya. sebenarnya yuna menawarkan
untuk mengantarnya, tapi karena arah rumah yuna
dan tania berbeda arah, jadi tania menolaknya
karena dia tak merepotkan temannya itu.
tania menunggu ojek online datang di depan pintu
gerbang kampusnya.
tak berapa lama sebuah mobil berwarna hitam
menghampiri tania, tapi tania tak menghiraukan
keberadaan mobil itu.
namun tanpa sengaja tania melihat mobil itu, dan
terlihat seorang pria yang turun dari arah depan
mobil , dan ternyata itu adalah hendi, lalu pria itu
membukakan pintu belakang mobil.
tiba-tiba keluarlah seorang pria tampan yang
berpakaian sangat rapi dari dalam mobil itu yang
ternyata adalah bayu.
dan itu membuat tania terkejut, bayu menghampiri
tania dan mengajaknya untuk pulang bersama.
namun tania mendapatkan pandangan sinis dari
teman-teman kampusnya.
" maaf pak, saya sudah memesan ojek untuk
pulang, bapak tidak perlu repot-repot mengantar
saya, "tegas tania menatap bayu.
"ayo, ikut saya. " ucap bayu dengan wajah serius
sambil memegang lengan tania.
"tidak pak, saya mau pulang sendiri, "
tolak tania yang berusaha melepaskan tangan
bayu dari lengannya, tapi tania kalah kekuatan
dengan bayu.
hendi yang menyaksikan itu hanya senyum-
senyum sendiri melihat kearah bosnya.
"baru kali ini si bos seperti itu, "
gumam hendi.
tak berapa lama ojek online itu datang kearah
tania.
"tolong lepaskan saya pak, saya mau pulang, tuh
ojeknya udah datang, " kata tania datar.
tapi bayu tetap tak melepaskan pegangannya dari
lengan tania.
Bayu menatap kearah hendi, dan tanpa
mengucapkan kata apapun hendi sudah tau apa
yang dimaksud bayu.
hendi mendekat kearah sang ojek, dan
memberikan sejumlah uang ganti rugi dan
menyuruh ojek itu pergi.
setelah itu hendi terlebih dulu masuk kedalam
mobil.
"nah, sekarang ojeknya sudah pergi, jadi sekarang
__ADS_1
kamu ikut saya, "
ucap bayu dengan santainya.
"apa-apaan sih pak, bapak tak boleh seenaknya
gitu donk, " kata tania marah.
namun bayu hanya diam tak menghiraukan
ucapan tania, bayu menarik lengan tania menuju
mobil dan masuk kedalam mobil, tania pun sudah
capek melawan jadi dia hanya pasrah saja.
didalam mobil, suasana hening tak ada satupun
diantara mereka yang bicara.
tak berapa lama mobil yang dikendarai hendi
sampai didepan rumah tania.
" maaf pak, lain kali tidak perlu mengantar saya
lagi, "jawab tania ketus.
" besok pagi aku akan menjemputmu, awas kalau
kamu pergi duluan, "tegas bayu tanpa menoleh
kearah tania.
tania hanya diam mendengar ucapan bayu.
"cih, dia menawarkan atau mengancam sih, "
batin tania sambil berjalan masuk kedalam
rumahnya.
tania membaringkan tubuhnya karena dia merasa
sangat kelelahan hari ini.
"coba saja kalau dia belum punya istri,"
gumam tania.
setelah itu tania pun membersihkan tubuhnya ,
dia segera menunaikan shalat dan makan malam
beristirahat dikamarnya.
disisi lain ada tina yang sudah tak sabar
menantikan kepulangan bayu kerumah, dia sudah
menyiapkan beberapa cara untuk menggoda
adam.
tak berapa lama, suara mobil bayu memasuki
halaman rumahnya.
tina pun bersiap-siap akan menyambut
kepulangan bayu.
tina membukakan pintu untuk bayu, bayu terkejut
melihat tina yang ada dihadapannya dengan
menggunakan pakaian yang sedikit terbuka.
tapi bayu hanya diam dan memalingkan wajahnya
kearah lain.
bayu segera pergi keruang makan dan duduk
sebentar dikursi makan.
tina menghampiri bayu.
" maaf tuan, apa tuan mau minum, " ucap tina
lembut.
"kebetulan saya lagi lapar, tapi mana bi inah,
kenapa dia tak menyiapkan makan malam untuk
saya, " ucap bayu datar tanpa menoleh.
"bi inah sedang beristirahat tuan, mungkin dia
__ADS_1
kecapean. apa perlu saya
bangunin , tuan." ucap tina tersenyum licik.
karena sebenarnya tadi bi inah mau masak buat
makan malam bayu, tapi tina melarangnya, tina
mengatakan kepada bayu kalau bayu tidak makan
malam dirumah.
"tidak usah, biarkan saja dia, " kata bayu sambil
mengeluarkan ponselnya, dia juga merasa kasian
pada bi inah.
"kenapa kamu disini, mana adam?
"den adam lagi tidur dikamarnya.
" bagaimana kalau saya saja yang masak buat
anda tuan, " ucap tina menawarkan.
bayu tidak menolak karena memang dia lagi lapar.
"silahkan, " kata bayu datar dan fokus kearah
Ponselnya.
tina berjalan menuju ruangan dapur untuk
memasak.
sembari menunggu tina memasak, bayu segera
kekamarnya untuk membersihkan tubuhnya.
kebetulan pintu kamar bayu tak terkunci jadi
tina masuk kedalam, tina yang melihat bayu
baru selesai mandi menggunakan handuk dan
bertelanjang dada itu langsung membuat tina
terpesona, dan jiwa kesepiannya bergejolak
melihat pemandangan didepannya.
"ngapain kamu kesini, " kata bayu datar.
"ma makanannya tuan sudah ada diatas meja,
silahkan dimakan !" jawab tina guguo melihat
tubuh sispeck yang dimiliki bayu.
"tolong segera keluar dari sini,
kata bayu datar dan menatap kesal kearah tina.
tina pun keluar dari kamar bayu sambil
mengingat-ingat yang ia lihat barusan.
bayu pun memakai piyama tidurnya dan segera
turun kebawah untuk makan.
setelah selesai makan dia masuk kekamarnya ,
dia membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur
besar dan empuk itu.
"kenapa aku jadi suka bertemu dengannya ya,
dan kenapa juga tadi aku mengatakan kepadanya
kalau besok aku akan menjemputnya, " kata bayu
berbicara sendiri.
"dan tadi kenapa aku sangat marah kepada
manager itu, disaat dia merendahkan tania
begitu," kata bayu pelan sambil memandangi
langit-langit kamarnya.
bayu sendiri heran dengan perubahan sikapnya
kepada tania, banyak wanita diluar sana yang
menyukainya, tapi dia tak pernah menggubrisnya.
__ADS_1
sehingga bayu pun terlelap dalam tidurnya sambil
membayangkan wajah tania.