PAPAH MUDA, Bukan Duda

PAPAH MUDA, Bukan Duda
EPISODE 16


__ADS_3

selesai kuliah, tania segera keluar dari ruangan


kelas , dia memesan ojek online yang biasa


mengantarnya. sebenarnya yuna menawarkan


untuk mengantarnya, tapi karena arah rumah yuna


dan tania berbeda arah, jadi tania menolaknya


karena dia tak merepotkan temannya itu.


tania menunggu ojek online datang di depan pintu


gerbang kampusnya.


tak berapa lama sebuah mobil berwarna hitam


menghampiri tania, tapi tania tak menghiraukan


keberadaan mobil itu.


namun tanpa sengaja tania melihat mobil itu, dan


terlihat seorang pria yang turun dari arah depan


mobil , dan ternyata itu adalah hendi, lalu pria itu


membukakan pintu belakang mobil.


tiba-tiba keluarlah seorang pria tampan yang


berpakaian sangat rapi dari dalam mobil itu yang


ternyata adalah bayu.


dan itu membuat tania terkejut, bayu menghampiri


tania dan mengajaknya untuk pulang bersama.


namun tania mendapatkan pandangan sinis dari


teman-teman kampusnya.


" maaf pak, saya sudah memesan ojek untuk


pulang, bapak tidak perlu repot-repot mengantar


saya, "tegas tania menatap bayu.


"ayo, ikut saya. " ucap bayu dengan wajah serius


sambil memegang lengan tania.


"tidak pak, saya mau pulang sendiri, "


tolak tania yang berusaha melepaskan tangan


bayu dari lengannya, tapi tania kalah kekuatan


dengan bayu.


hendi yang menyaksikan itu hanya senyum-


senyum sendiri melihat kearah bosnya.


"baru kali ini si bos seperti itu, "


gumam hendi.


tak berapa lama ojek online itu datang kearah


tania.


"tolong lepaskan saya pak, saya mau pulang, tuh


ojeknya udah datang, " kata tania datar.


tapi bayu tetap tak melepaskan pegangannya dari


lengan tania.


Bayu menatap kearah hendi, dan tanpa


mengucapkan kata apapun hendi sudah tau apa


yang dimaksud bayu.


hendi mendekat kearah sang ojek, dan


memberikan sejumlah uang ganti rugi dan


menyuruh ojek itu pergi.


setelah itu hendi terlebih dulu masuk kedalam


mobil.


"nah, sekarang ojeknya sudah pergi, jadi sekarang

__ADS_1


kamu ikut saya, "


ucap bayu dengan santainya.


"apa-apaan sih pak, bapak tak boleh seenaknya


gitu donk, " kata tania marah.


namun bayu hanya diam tak menghiraukan


ucapan tania, bayu menarik lengan tania menuju


mobil dan masuk kedalam mobil, tania pun sudah


capek melawan jadi dia hanya pasrah saja.


didalam mobil, suasana hening tak ada satupun


diantara mereka yang bicara.


tak berapa lama mobil yang dikendarai hendi


sampai didepan rumah tania.


" maaf pak, lain kali tidak perlu mengantar saya


lagi, "jawab tania ketus.


" besok pagi aku akan menjemputmu, awas kalau


kamu pergi duluan, "tegas bayu tanpa menoleh


kearah tania.


tania hanya diam mendengar ucapan bayu.


"cih, dia menawarkan atau mengancam sih, "


batin tania sambil berjalan masuk kedalam


rumahnya.


tania membaringkan tubuhnya karena dia merasa


sangat kelelahan hari ini.


"coba saja kalau dia belum punya istri,"


gumam tania.


setelah itu tania pun membersihkan tubuhnya ,


dia segera menunaikan shalat dan makan malam


beristirahat dikamarnya.


disisi lain ada tina yang sudah tak sabar


menantikan kepulangan bayu kerumah, dia sudah


menyiapkan beberapa cara untuk menggoda


adam.


tak berapa lama, suara mobil bayu memasuki


halaman rumahnya.


tina pun bersiap-siap akan menyambut


kepulangan bayu.


tina membukakan pintu untuk bayu, bayu terkejut


melihat tina yang ada dihadapannya dengan


menggunakan pakaian yang sedikit terbuka.


tapi bayu hanya diam dan memalingkan wajahnya


kearah lain.


bayu segera pergi keruang makan dan duduk


sebentar dikursi makan.


tina menghampiri bayu.


" maaf tuan, apa tuan mau minum, " ucap tina


lembut.


"kebetulan saya lagi lapar, tapi mana bi inah,


kenapa dia tak menyiapkan makan malam untuk


saya, " ucap bayu datar tanpa menoleh.


"bi inah sedang beristirahat tuan, mungkin dia

__ADS_1


kecapean. apa perlu saya


bangunin , tuan." ucap tina tersenyum licik.


karena sebenarnya tadi bi inah mau masak buat


makan malam bayu, tapi tina melarangnya, tina


mengatakan kepada bayu kalau bayu tidak makan


malam dirumah.


"tidak usah, biarkan saja dia, " kata bayu sambil


mengeluarkan ponselnya, dia juga merasa kasian


pada bi inah.


"kenapa kamu disini, mana adam?


"den adam lagi tidur dikamarnya.


" bagaimana kalau saya saja yang masak buat


anda tuan, " ucap tina menawarkan.


bayu tidak menolak karena memang dia lagi lapar.


"silahkan, " kata bayu datar dan fokus kearah


Ponselnya.


tina berjalan menuju ruangan dapur untuk


memasak.


sembari menunggu tina memasak, bayu segera


kekamarnya untuk membersihkan tubuhnya.


kebetulan pintu kamar bayu tak terkunci jadi


tina masuk kedalam, tina yang melihat bayu


baru selesai mandi menggunakan handuk dan


bertelanjang dada itu langsung membuat tina


terpesona, dan jiwa kesepiannya bergejolak


melihat pemandangan didepannya.


"ngapain kamu kesini, " kata bayu datar.


"ma makanannya tuan sudah ada diatas meja,


silahkan dimakan !" jawab tina guguo melihat


tubuh sispeck yang dimiliki bayu.


"tolong segera keluar dari sini,


kata bayu datar dan menatap kesal kearah tina.


tina pun keluar dari kamar bayu sambil


mengingat-ingat yang ia lihat barusan.


bayu pun memakai piyama tidurnya dan segera


turun kebawah untuk makan.


setelah selesai makan dia masuk kekamarnya ,


dia membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur


besar dan empuk itu.


"kenapa aku jadi suka bertemu dengannya ya,


dan kenapa juga tadi aku mengatakan kepadanya


kalau besok aku akan menjemputnya, " kata bayu


berbicara sendiri.


"dan tadi kenapa aku sangat marah kepada


manager itu, disaat dia merendahkan tania


begitu," kata bayu pelan sambil memandangi


langit-langit kamarnya.


bayu sendiri heran dengan perubahan sikapnya


kepada tania, banyak wanita diluar sana yang


menyukainya, tapi dia tak pernah menggubrisnya.

__ADS_1


sehingga bayu pun terlelap dalam tidurnya sambil


membayangkan wajah tania.


__ADS_2