PAPAH MUDA, Bukan Duda

PAPAH MUDA, Bukan Duda
EPISODE 6


__ADS_3

pagi-pagi sekali tania sudah berada di kantor, dia segera mengerjakan pekerjaannya. ruangan pertama yang ia bersihkan adalahruangan presdir. karena seperti yang dikatakan oleh manager kepadanya bahwa sebelum pak presdir datang, ruangannya harus sudah bersih dan rapi.


tania pun mulai melangkah masuk kedalam ruangan tersebut, dan ketika dia membersihkan meja kerjanya bayu, dia melihat ada sebuah foto, dan terlihat seorang pria tampan memakai jas hitam dan disampingnya ada seorang wanita memakai gaun pengantin berwarna putih, rambutnya ditata dengan sangat rapi dan dipolesi sedikit make-up, sungguh terlihat seperti


sepasang pengantin.


"oh, jadi pak presdir sudah menikah, cantik sekali ya istrinya." bathin tania, dan reflek dia tersenyum melihat foto itu.


setelah selesai membersihkan ruangan presdir tersebut dia keluar dari ruangan itu, dan dia pun melanjutkan pekerjaannya yang lain.


karena dipagi hari sampai siang dia harus bekerja, jadi mengambil kuliah sore. setelah selesai melakukan pekerjaannya, dia pun melangkah keluar dari gedung itu untuk pergi ke kampusnya. setibanya dikampus dia terkejut melihat


sahabatnya ada disana.


"yuna... " teriak tania memanggil yuna dan langsung mendekatinya terus memeluknya sambil melompat-lompat kegirangan.


"sudah,sudah lepasin aku dulu. " kata yuna sambil membulatkan matanya memandang wajah tania. tania pun melepaskan pelukannya dan memegang Kedua bahu yuna.


"oh yuna, kau memang sahabat ku." kata tania terharu sambil memeluk yuna lagi. dan yuna pun membalas pelukan tania dengan tersenyum juga.


"yuk kita masuk, entar ketinggalan pelajaran lagi. kamu ada disini, aku fikir kamu kuliah pagi." ajak yuna sambil menarik lengan tania, dan mereka berjalan bersama.

__ADS_1


jam kuliah pun selesai, dan tania pun langsung kembali ke rumahnya. setibanya tania dirumah, hari pun sudah hampir gelap, dan juga sudah terdengar suara azan magrib.


"Assalamualaikum, bu. " salam tania sambil membuka pintu.


"Waalaikumsalaam, nak." jawab ibunya sambil tersenyum memandangi ibunya.tania langsung salim kepada ibunya.


"ya udah bu, tania kekamar dulu ya. pamit tania kepada ibunya yang lagi duduk dikursi.


"ya udah sana, jangan lupa shalat magribnya." jawab ibunya sambil tersenyum.


"iya bu. " balas tania sambil tersenyum dan terus pergi meninggalkan ibunya.


bayu baru saja pulang dari kantor, dan dia langsung menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya. setelah selesai dia pun pergi ke kamar adam, bayi yang dianggapnya sebagai anaknya sendiri. dan setiba didepan pintu kamar adam, dia mendengar suara tangisan adam yang sangat nyaring, dan dia bergegas masuk kedalam kamar lalu dia mengambil adam dan menggendongnya.


"kemana perginya babysitter itu, kenapa dia meninggalkan adam sendiri." bathin bayu dengan nada kesal.


setelah bayu menenangkan adam, dia pun mendengar suara seseorang yang tengah menyanyi didalam kamar mandi. tak lama kemudian wanita itupun keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk diatas lutut sehingga memperlihatkankeseksiannya.


dan dia pun sangat terkejut melihat Pria tampan ada dihadapannya. yang wow, tampan sekali pria itu, tapi itu adalah ayah dari bayi yang diasuhnya. tina terus menatap kearah bayu, tidak mau memalingkan sedikit pun wajahnya dari pemandangan indah yang ada didepannya.


sementara bayu, karena tidak mau melihat keadaan tina yang seperti itu, bayu pun memalingkan wajahnya. tanya tina yang sudah mendapat tatapan tajam

__ADS_1


"kamu saya tunggu diluar" kata bayu dengan tegas sambil membalikkan dan melangkahkan kakinya keluar. badannya


berdiri dan merekapun bayu menggendong adam setelah selesai memakai pakaiannya tina keluar menemui bayu.


"maaf, ada apa ya tuan, apa saya melakukan kesalahan."


"apa kamu tidak tau dimana letak kesalahanmu,


hah." bentak bayu kepada tina.


"maaf tuan, saya benar-benar tidak tau." sambil berfikir kesalahan apa yang dilakukannya.


"kamu sudah membiarkan anakku menangis


sampai lama." sambungnya lagi. kata bayu dengan nada kesal.


"tapi tuan, tadi saya hanya mandi sebentar." jawab tina sambil menundukkan kepalanya


"kalau mandi jangan menggunakan headseat, supaya kau bisa mendengar suara adam yang sedang menangis, mengerti?' tegas bayu dengan nada marah.


"ba ba ik tuan! " jawab tina dengan nada ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2