PAPAH MUDA, Bukan Duda

PAPAH MUDA, Bukan Duda
EPISODE 23


__ADS_3

mereka tiba di sebuah kafe yang telah dipenuhi oleh pengunjung, bayu memilih tempat agak jauh dari pengujung lain. bayu memesan makanan untuknya dan tania. tak berapa lama makanan yang dipesanpun datang.


"silahkan..." waitres mempersilahkan mereka


untuk makan.


ketika mereka sedang makan hanya ada dentingan garpu yang terdengar dari arah keduanya. disebuah pintu masuk kafe, terlihat seorang wanita sedang berjalan menuju arah meja yang dipesan bayu , dia mengambil segelas jus dan membawanya dengan tangan kanannya, setelah sampai dimeja yang ditempati bayu, wanita


itu menyiramkan air jus itu keatas kepala tania. tania langsung berdiri karena kaget, terus melihat kearah wanita itu, sementara bayu yang melihat itu juga terkejut dan menatap sari dengan penuh amarah.


bayu membantu tania membersihkan tumpahan jus dari rambut dan pakaiannya.


"apa-apaan kamu sari, kamu sudah gila ya. "


"ya, aku emang sudah gila, itu semua karena kamu bayu." sari berteriak .


"eh, kamu juga, berani-beraninya kamu godain pacar aku. " sambil menarik rambut tania.


"lepasin saya mbak, "tania menjerit kesakitan. bayu menarik lengan sari menjauh dari tania lalu menamparnya dengan perasaan kesal.


sementara tania meninggalkan mereka, karena tak mau ikut campur dengan urusan mereka, tania bergegas pergi ke toilet untuk membersihkan tumpahan jus di kepalanya.


para pengunjung juga terkejut dengan itu, dan mereka terus melihat kearah meja bayu. bayu dengan segera menghubungi hendi untuk segera datang ke kafe.


tania yang sudah selesai membersihkan tumpahan jus rambut dan pakaiannya pun segera keluar dari toilet. dia heran melihat suasana kafe yang tadinya ramai sekarang sudah sepi, dia hanya melihat bayu dan wanita yang menyiramnya itu didepannya. ternyata itu semua rencana hendi, hendi yang sudah menyuruh manager kafe untuk mengosongkan tempat itu, karena bayu tak mau pertengkarannya dengan sari didengar oleh semua orang, sehingga dia bisa jadi bahan gosipan.


kini bayu saling berhadapan dengan sari.


"bayu, kamu kenapa sih bay, kamu belain dia daripada aku, aku itu sangat mencintai kamu bayu."


"tapi, aku kan sudah bilang sama kamu sari, aku itu tak bisa mencintai kamu, dan tak akan pernah bisa. "

__ADS_1


"tapi kenapa bay, apa kurangnya aku buat kamu, aku udah lakuin segala cara agar kamu mencintaiku, tapi kenapa kamu masih saja menolakku bay, kenapa? sari memegang tangan bayu, dengan segera bayu melepaskan tangan sari darinya.


"dan siapa dia bayu? "


sari yang marah menunjuk kearah tania, tania hanya diam.


"apa dia pacar kamu? huh, aku tak menyangka bayu seleramu rendah sekali. "


"siapa dia bagiku, itu bukan urusan mu." bayu menatap tajam sari dan penuh emosi.


"hendi tolong urus dia, aku tak mau melihat dia lagi, kalau perlu kau kirim saja dia ke luar negeri. "


"apa, "teriak sari kesal.


"baik bos, ayo ikut." hendi menarik tangan sari untuk keluar, tapi sari menolak.


"lepaskan aku, aku tak sudi jika harus dipegang sama kamu."


"lepaskan aku, aku bisa jalan sendiri. "


"ya udah pergi sana, "


didalam kafe hanya ada tania dan bayu. tania merasa canggung karena kejadian tadi. tania merasa malu karena disebut wanita penggoda oleh sari. bayu dan tania saling bertatap muka.


" maaf pak, saya permisi dulu, saya mau pergi ke kampus. "


"tunggu tania, aku akan mengantarmu. "


"tidak usah pak, saya sudah memesan ojek online, dan tolong bapak tak perlu membatalkannya seperti waktu itu." bayu sepertinya merasa kesal dan sangat marah karena tania menolaknya untuk mengantar tania ke kampus.


tanpa bicara bayu menarik tangan tania keluar dari dalam kafe membawanya masuk ke mobilnya. namun tania menolak untuk masuk.

__ADS_1


"lepaskan saya pak, " bayu hanya diam, karena tania menolak untuk masuk ke mobil, bayu dengan terpaksa mendorong tania dan tania pun kaget dengan apa yang sudah dilakukan bayu.


setelah tania berada didalam mobil, bayu masuk kedalam dan segera menutup pintunya dan menguncinya agar tania tak bisa keluar. mobil itu pun melaju dalam keheningan, bayu dan tania saling diam. dia tak mengerti dengan sikap bosnya itu. kadang dia lembut, terkadang juga kasar.


tak berapa lama, mobil yang dikendarai bayu tiba di gerbang sekolah. tania yang ingin membuka pintu mobil, ia segera keluar menuju kampus.


yuna yang sedari tadi menunggu kedatangan tania didepan gerbang sekolah dikejutkan oleh pemandangan yang ada didepannya.


"tania, "


"ya, ada apa yuna?


"kamu diantar sama siapa tuh, pacar barumu ya ledek yuna.


"bukan, dia bosku."


"apaaa, bos."


"baik sekali bosmu tania, sampe-sampe mau mengantarmu ke kampus."


"sudahlah yuna, jangan dibahas lagi, ayo kita masuk."


tania dan yuna masuk ke kelas mereka mengikuti pelajaran yang diberikan dosen. bayu duduk sambil termenung, sesekali dia mengoyangkan pelan kursi kerjanya. diarah lain ada hendi yang dengan santainya melangkahkan kaki untuk masuk ke ruangan kerja bayu tanpa permisi.


"hai bosgue? kog melamun sih," sambil menepuk bahu bayu.


"kalau masuk tuh ketuk pintu dulu, " jawab bayu datar.


hendi memang asistennya bayu, namun hendi sudah sangat lama bekerja dengan bayu, dan selain sebagai asisten, hendi juga menjadi sahabat bayu. bayu memang pebisnis terkenal dan pengusaha yang kaya, namun bayu tak memilki banyak sahabat. karena sifat bayu yang pendiam dan lebih suka menyendiri membuat dia jarang bergaul dengan pria lain yang seumuran dengannya.


jadi hanya hendi lah yang menjadi sahabatnya dan mengerti akan sifat bayu.

__ADS_1



__ADS_2