
esok malamnya,rian menghubungi tania untuk
mengajaknya bertemu. sebab, lusa rian harus
pergi lagi ke luar negeri untuk melanjutkan
kuliahnya kembali.
mereka janjian disebuah kafe yang Xx yang tak
jauh dari rumah tania.
tania melihat rian yang menunggunya didepan
pintu masuk kafe, rian tersenyum ramah kearah
tania dan begitu juga tania.
bayu mengajak tania masuk kedalam dan duduk
disebuah kursi yang sudah dipesan oleh rian.
rian menarik kursi untuk tania dan
mempersilahkannya untuk duduk.
"terimakasih, "ucap tania.
bayu memanggil pelayan kafe untuk memesan
makanan .
" kamu mau makan apa tania?" tanya rian yang
tengah memegang daftar menu ditangannya.
"terserah kamu saja rian,"
"oke, kalau begitu mba', saya pesan pesan yang
ini, dan yang ini. " kata bayu ke pelayan kafe
sambil menunjuk menu makanan yang dipilihnya.
"tania, aku mau memperlihatkan sesuatu kepada
mu" ucap bayu.
"apa? "tania menaikkan alisnya penasaran .
"aku ingin mempersembahkan sebuah lagu
untukmu, kamu harus mendengarnya baik-baik,
"rian menjelaskan sambil menyunggingkan
senyuman dari bibirnya.
"baiklah, aku akan mendengarnya, "
rian naik ke atas panggung kecil yg ada di kafe
untuk bernyanyi, karena di zaman SMA dulu rian
memang suka menyanyi.
rian dengan gagahnya mengambil sebuah
microfon dan memegangnya. rian yang
berpakaian rapi terlihat tampan sehingga
membuat banyak pengunjung wanita di kafe itu
terpukau oleh ketampanannya.
di sisi lain, bayu dan hendi baru saja memasuki
kafe xx itu, karena kebetulan mereka ada janji
temu dengan rekan bisnisnya disana.
dia juga melihat pria yang ada diatas panggung
itu, dan juga memperhatikan pria itu. tapi dia
tidak tau kalau itu adalah rian yang dia lihat
kemarin bersama tania.
"hendi, mau ngapain pria itu naik ke panggung, "
tanya bayu bingung.
"ya elah bay, ya tinggal lihat aja kog susah amat
sih, " ketus hendi.
"lagu ini saya persembahkan khusus buat
seseorang yang sangat spesial bagi saya.
seseorang yang selalu ada didalam hati dan dan
didalam hidup saya,"
itulah kata-kata pembukaan yang dikatakan oleh
rian sambil menatap kearah tania,
tania pun membalasnya dengan senyuman.
"tania, lagu ini untuk kamu. " ucap rian sambil
__ADS_1
menunjuk kearah tania.
tania pun sangat terkejut sekaligus malu karena
banyak pasang mata yang melihatnya.
bayu yang mendengar nama tania, langsung
berdiri mencari keberadaan tania.
seketika mata bayu terbelalak melihat apa yang
tengah dilihatnya.
ya, ternyata itu memang tania.
rian pun menyanyikan sebuah lagu yang isinya
menyatakan perasaan hatinya kepada tania, dia
yang sedari dulu mencintai dan menyayangi tania.
"cih, jadi dia pria yang kulihat kemarin ."
bayu mendengus kesal.
"kenapa bay, kamu cemburu. "ucap hendi, dia
tau apa yang tengah dirasakan bosnya itu.
namun bayu hanya diam tak menjawab.
"bay, siapa pria itu, sepertinya mereka berdua
sudah saling mengenal." kata hendi.
bayu juga hanya diam.
"hendi, ayo kita pulang,"
"kenapa, urusan kita kan belum selesai bay, "
kata hendi yang merasa heran.
"batalkan saja. " tegas bayu dan langsung
melangkahkan kakinya keluar dari kafe.
mau tak mau, hendi pun mengikuti langkah bayu
keluar.
bayu memilih untuk menyetir, hendi hanya
mengikuti apa maunya saja.
tapi bayu mengendarai mobil dengan kecepatan
penuh, hendi pun terkejut melihat tingkah bayu,
cemburu dengan tania.
"bay, tolong turunkan kecepatannya, aku tak mau
mati bay, aku belum menikah, "teriak hendi.
namun bayu tak menghiraukan ucapan hendi.
" berhenti bayu, awaaaas, " teriak hendi karena
bayu hampir saja menabrak pengendara motor
yang ada didepannya.
bayu pun berhenti mendadak sehingga membuat
kepala bayu terkena stir sehingga sedikit luka dan
berdarah.
setelah rian selesai menyanyi dia juga
mendapatkan tepuk tangan yang riuh dari
pengunjung kafe, dan juga dari tania.
wajah rian terlihat girang , dia turun dan duduk di
kursi depan tania.
tak berapa lama makanan yang dipesan pun
datang. mereka langsung menyantap makanan
itu dengan lahap, sesekali rian mengganggu tania
dengan mengambil sedikit lauk yang ada di piring
tania, begitu juga tania, dia iseng menyuapi rian
tapi suapannya malah dimasukin ke mulutnya
sendiri.
mereka terlihat sangat bahagia.
berhubung hari sudah malam, selesai makan rian
mengantar tania pulang.
rian membukakan pintu mobilnya dan
mempersilahkan tania masuk, dan dia juga
__ADS_1
masuk kedalam mobil. sebelum menjalankan
mobilnya, rian mengobrol terlebih dahulu
bersama tania. sebab besok pagi-pagi sekali dia
harus sudah ke bandara.
awalnya sih rian ragu, tapi dia memberanikan diri
untuk menggenggam tangan tania.
"tania, terimakasih untuk waktunya malam ini ."
kata rian sambil menggenggam tangan tania,
tania yang melihat itu pun terkejut.
namun dia membiarkan rian memegang
tangannya.
aku sangat bahagia. " reflek rian mencium
tangan tania. tania juga semakin terkejut.
sebenarnya dulu, tania sempat suka kepada rian,
dan rian juga suka kepada tania. tapi rian dan
tania tak pernah saling mengungkapkan perasaan
mereka, mereka hanya memendam perasaan
mereka
masing-masing.
"akhirnya aku bisa mengatakan isi hatiku
kepadamu, didepan semua orang, sesuai janjiku
dengan diriku sendiri, "
"apa kamu mau menjadi pacarku? "
tanya rian.
tania menatap rian dengan wajah serius.
"rian, sebenarnya aku tuh juga sangat
menyayangi kamu, tapi..."
kata tania ragu.
"tapi apatania. "tanya rian lagi.
" maaf ya rian, waktu kamu mau berangkat kuliah
ke luar negeri, aku datang ke bandara untuk
nemuin kamu.
tapi ibumu marah dan melarangku menemuimu.
dia juga menyuruhku untuk tidak menelfon dan
mencari tau tentangmu.
"apa, "rian terkejut.
"kalau surat, apakah pernah kamu menerima
surat dariku.
"surat. tidak, aku tak pernah menerimanya jawab
tania yang tak percaya kalau rian mengirimkannya
surat.
"apa ? pantesan saja aku tak pernah
mendapatkan balasan dari semua surat-suratku.
"huft, jadi ini semua ulah mama, " ketus rian.
"jadi bagaimana dengan ku, apakah kamu
menerimaku? tanya rian.
tania melepaskan tangan rian lembut.
"maafkan aku rian, aku tak bisa. "
"tapi kenapa? tanya rian
"karena ibumu tak menyukaiku.
aku akan menerimamu apabila ibumu juga mau
menerimaku."
"baiklah, aku terima keputusanmu, dan suatu
saat nanti aku akan membuat ibuku bisa
menerimamu, karena tak ada gadis lain dihatiku
selain kamu, tania. aku harap kamu juga mau
menungguku. "
__ADS_1
tania yang mendengar kata-kata bayu itu pun
hanya terdiam.