
bayu memarkirkan mobilnya didepan rumah tania,
dengan pakaian yang rapi dia keluar dari mobil
dan melangkah masuk kedalam rumah tania.
"assalamualaikum..." salam bayu didepan pintu.
"waalaikumsalaam..." jawab bu wati dari arah
dalam dan menghampiri bayu dengan mebukakan
pintu.
"eh ada nak bayu, silahkan masuk nak. " ibu
tania mempersilahkan bayu duduk, dan bayu pun
langsung duduk dikursi kecil itu.
"tanianya ada bu? tanya bayu sopan.
"ada nak, dia lagi ada dikamarnya, sebentar ya
ibu panggilkan. "ibu wati pun pergi kearah kamar
tania berjalan dengan menggunakan tongkat
penyangganya.
"tania, ada nak bayu diluar. " kata bu wati
menghampiri tania yang sedang menyisir
rambutnya.
"pak bayu maksud ibu. "jawab tania kesal.
"iya nak," kata bu wati dan mengusap rambut
tania.
"Jadi dia beneran jemput aku.
batin tania.
"bu, ibu bilang saja sama dia kalau tania hari ini
gak kerja, " ucap tania.
"loh, kenapa nak. bukannya kamu ini memang
lagi mau berangkat kerja."
tanya bu wati heran.
"iya sih bu, tapi tania males kalo harus pergi
bareng sama dia. " kata tania menatap kearah
ibunya.
"nak, kasian dia udah sampai disini, sepertinya
dia bos yang baik. mendingan kamu keluar saja,"
jelas bu wati.
"baiklah bu, " ketus tania dan melangkahkan
kakinya keluar kamar untuk menghampiri bayu, ibu
wati pun mengikuti dari belakang.
"“kalau ibu tau si bos sudah punya istri,
kira-kira ibu tetap ngizinin gak ya, kalau aku
dijemput seperti ini sama dia". "
__ADS_1
kata tania dalam hati.
tania menghampiri bayu, bayu yang melihat tania
pun segera berdiri , mereka pun berpamitan
dengan bu wati dan keluar dari rumah menuju
mobil.
setelah masuk ke dalam mobil, bayu
mengendarai mobilnya pelan menuju kantor.
suasana hening, tania hanya diam. bayu menatap
tania dan tersenyum.
"kamu kenapa sih, kog diam terus dari tadi. "
tanya bayu.
tania hanya diam tak menjawab.
sampai dikantor tania langsung menuju pantri. dia
pun mengerjakan pekerjaannya seperti biasa.
sementara bayu melangkah kesal kearah ruang
kerjanya, karena terus dicuekin oleh tania.
tiba-tiba manager menghampiri tania dan
menyuruhnya untuk mengantar kopi keruangan
presdir.
"kenapa lagi sih, si bos ini."
rutu tania sambil membawa secangkir kopi untuk
tania masuk dengan mengucap salam dan
langsung memberikan secangkir kopi itu bayu.
"silahkan diminum pak, saya permisi dulu. "
pamit tania.
"tunggu sebentar, duduk dulu saya mau bicara, "
tegas bayu menatap kearah tania.
"baik, pak. "jawab tania dan duduk dikursi
didepan bayu.
"kamu kenapa sih tania, kog seperti menghindar
terus dari saya. " kata bayu terus menatap tania.
" maaf pak, bapak tak seharusnya terus seperti
ini kepada saya, saya takut nanti istri bapak salah
paham ke saya. "
kata tania tegas sambil menundukkan kepalanya.
bayu yang mendengar kata-kata tania itu pun
tertawa geli.
"hah...istri. " kata bayu dan berjalan mendekati
tania.
"iya pak, itu kan istri bapak?
__ADS_1
ucap tania sambil menunjuk kearah foto yang ada
diatas meja kerja bayu.
"Oh, itu sebabnya dia berusaha menolak saya,
Jadi dia fikir selama ini dwi adalah istri saya.
kata bayu dalam hati.
tidak hanya tania, selama ini memang banyak
yang menduga kalau dwi adalah istri bayu.
bayu melangkah kearah foto itu dan memegang
foto itu sambil mengusap wajah dwi difoto itu.
"dia susah meninggal, " ucap bayu sendu.
sontak tania kaget dan langsung berdiri dari
duduknya.
"apa, innalillahi wainnailaihi roji'un.
maaf pak, saya tak bermaksud membuat bapak
jadi sedih.
"tidak apa-apa tania, "
kata bayu.
"sekarang pergilah, " kata bayu datar.
tania yang merasa tak enak hati , dia
memberanikan diri untuk mendekati bayu terus
menguatkan bayu.
"pak, bapak yang sabar ya, " ucap tania dengan
lembut sambil mengusap bahu bayu.
"iya, terimakasih tania. " balas bayu.
"apa bapak, mencintainya? " tanya tania lembut.
"ya, bahkan saya sangat menyayanginya."
"bapak yang sabar ya pak, suatu saat bapak pasti
akan mendapatkan kebahagiaan bapak kembali. "
semangat tania kepada bayu.
" ternyata seperti ini caranya agar tania simpatik
kepadaku."
ucap bayu dalam hati.
tak berapa lama seorang pria datang tanpa
permisi , dia terkejut melihat bayu dan tania yang
ada didalam ruang kerja bayu.
"ehhhmm..
ternyata sibos lagi kedatangan tamu penting nih
rupanya" sapa hendi.
" maaf pak, saya permisi."
pamit tania kepada bayu.
__ADS_1