PAPAH MUDA, Bukan Duda

PAPAH MUDA, Bukan Duda
EPISODE 9


__ADS_3

Tania mempersilahkan bayu untuk duduk dikursi kecil yang ada didalam rumahnya. bayu pun segera duduk sambil matanya melihat- lihat sekeliling rumah tania.


"bu, ibu dimana?" suara tania memanggil ibunya, dan ibu tania pun datang menghampiri tania dari arah dapur. sontak saja bayu kaget melihat keadaan ibu tania yang berjalan menggunakan tongkat.


"silahkan duduk, pak."


"tania, kamu sudah pulang nak, tumben kamu pulang cepat hari ini, biasa juga kamu malam baru pulang ", ucap ibu sambil tersenyum kearah tania.


mendengar ucapan ibunya tania, bayu sedikit heran, kenapa ibunya mengatakan kalau tania biasanya pulang malam.


"bukankah tania kerja hanya sampai siang." kata bayu dalam hatinya.


"loh, tania, siapa pria tampan ini. sepertinya ibu tak pernah melihatnya.


"siapa dia nak, apa dia teman kamu?" tanya bu wati dengan wajah penasaran. tania hanya diam mendengar ucapan ibunya, dia tak tau harus jawab apa, karena dia tak pernah memberitahu ibunya kalau dia bekerja sebagai OB dikantor bayu.


"tania" panggil ibunya karena tania tak kunjung menjawab pertanyaan bu wati.


"pertanyaan ibu terlalu banyak, jadi tania bingung harus jawab yang mana dulu" ucap tania sambil menoleh kearah ibunya tiba-tiba terdengar suara bayu yang menjawab.


"tidak apa-apa bu, hanya ada masalah sedikit dikantor tadi," ucap bayu.


"kantor, " ucap ibu tania bingung.

__ADS_1


"iya bu, tadi tania terpeleset dari tangga, dan kakinya terkilir, ucap bayu dengan lembut dan santun kepada ibu tania.


tania hanya diam dan menundukkan kepalanya, dia merasa bersalah karena tak memberitahu ibunya dari awal kalau dia bekerja jadi OB sambil kuliah.


"siapa nama kamu nak," tanya ibu tania dengan ramah.


"saya, bayu bu" jawab bayu dan membalas senyuman bu wati.


"oh ya bu, kalau begitu saya permisi dulu, saya kesini hanya mengantar tania pulang." pamit bayu sambil berdiri berjabat tangan dengan ibu tania.


"hati-hati di jalan ya nak bayu," kata bu wati sembil tersenyum kearah bayu.


"terimakasih bu," ucap bayu. dan bayu pun masuk kemobilnya dan kembali kekantor, karena masih banyak pekerjaan yang


bu wati duduk disamping tania dan menggenggam tangan kedua putrinya itu.


"tania, coba kamu jelaskan kepada ibu, kamu kenapa? dan apa hubungan kamu sama dia, ' tanya bu wati dengan lembut.


"yang tadi itu bos tania bu, tania bekerja diperusahaannya sebagai OB bu. " jelas tania sambil menatap kearah ibunya.


"terus, gimana dengan kuliah mu nak, kan setahun lagi kamu sudah akan di wisuda, sayangkan kalau kamu harua berhenti." ucap ibu wati.


"tania masih kuliah koq bu, kuliah sore, makanya beberapa hari yang lalu tania selalu pulang malam terus. "

__ADS_1


"ya sudah, tidak apa-apa nak, lain kali kamu tidak perlu menutupinya," ucap ibu lembut sambil memeluk tania.


"nak, ibu tau ini semua salah ibu, maafkan ibu ya nak, dari sejak kecil kamu sudah hidup susah." kata bu wati dalam hatinya.


"ya sudah kamu pergi kekamar bersihkan badanmu, dan istirahatlah, biar ibu yang masak." Titah bu Wati.


***********


oeeek... ooeeekkk


suara tangisan bayi dari dalam kamar besar itu. sambil membuatkan susu, tina terus merutu kesal melihat bayi yang menangis itu.


"anak ini kenapa sih, dari tadi menangis melulu, kalo bapakmu jelek, aku udah malas mau kerja disini untuk ngurusin kamu," ucap tina dengan kesal dan menatap tajam kearah bayi itu.


"tapi, untung saja bapakmu tampan dan mapan jadi aku semangat kerja disini, duda lagi. " lanjut tina sang baby sitter sambil tersenyum mengingat wajah bayu yang tampan itu.


"tapi apa benar ya dia duda?" ucap tina yang penasaran dengan status bayu.


setelah selesai membuatkan susu, tina memberikannya kepada adam yang berada di atas tempat tidurnya yang sudah menangis karena haus. sedari tadi


"aku tau pasti anak sementara ini, bayi itukan artinya ibunya dia pasti duda, kalau dia punya istri, ini akan menyusu dengan ibunya, nah, minum susu formula, tidak ada." ini sudah bathin tina sambil tersenyum sendiri.


"aku harus bisa mendapatkan dia, apapun itu caranya." bathin tina sambil tersenyum licik.

__ADS_1


karena sudah merasa kenyang, adam pun langsung tertidur.


__ADS_2