
terdengar suara mobil yang tengah memasuki sebuah halaman yang sangat luas milik keluarga hardinata. bayu turun, dari mobil. sementara hendi memilih kembali pulang ke rumah. karena hendi masih memiliki kedua orangtua, dan tinggal bersama mereka.
di ruang keluarga terlihat kedua orang tua bayu yang tengah bermain dengan cucu mereka. bayu datang menghampiri.
"lihat tuh papa bayu sudah pulang, " bu ana melihat bayu mendekati adam dan ingin menciumnya tapi segera dihalangi oleh bu ana, mama bayu.
"tunggu dulu bayu, kamu habis dari luar. sana mandi dulu, tidak baik mencium bayi dalam keadaan yang tidak bersih, bayi itu kulitnya sangat sensitif, emangnya kamu mau adam kenapa-napa."
papa bayu yang melihat hanya memperhatikan saja sambil geleng-geleng kepala dan menyalakan TV yang ada didepannya.
"ya nggak lah ma, bayu itu kan sayang sama adam, bahkan bayu menganggap adam seperti anak bayu sendiri ma. "
"ya sudah kalau begitu, sana mandi dulu. " bayu pun pergi naik keatas menuju kamarnya dan segera membersihkan badannya.
tak berapa lama bu ana masuk ke kamar bayu dengan menggendong adam.
"bayu, kamu sudah selesai mandi, "
"sudah ma"
"nih, anak kamu. " menyerahkan adam ke tangan bayu, bayu langsung menggendong adam dan menciumnya.
bu ana yang memperhatikan itu tersenyum melihatnya. mereka berdua duduk disofa yang ada dikamar bayu.
"bayu, boleh mama bicara serius sama kamu, " sambil memegang pundak bayu.
"boleh ma, silahkan. " ucap bayu melihat kearah wajah mamanya.
"bayu, sampai kapan kamu harus sendiri seperti ini nak, apa kamu tidak ingin mempunyai anak sendiri." tanya mamanya dengan wajah serius. namun bayu hanya terdiam.
__ADS_1
"bayu, apa kamu tak ingin memberikan adam seorang ibu, mama kasian dengan adam. apabila sampai besar dia tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.
walaupun dia tak mendapat kasih sayang dari ibu kandungnya, setidaknya dia merasakan kasih sayang dari seorang ibu, walaupun itu bukan ibu kandungnya. setidaknya dia tak merasa kalau dirinya adalah seorang anak yatim piatu. " jelas bu ana panjang lebar kepada bayu, sehingga mata bu ana pun berkaca-kaca.
"ma, mencari seorang istri itu tidaklah mudah ma, bayu harus memilih wanita yang benar-benar mau menjadi istri bayu dalam suka maupun duka, bukan wanita yang hanya mencintai harta bayu ma. bayu mencium adam yang ada digendongannya.
" bayu juga ingin mencari wanita yang mau menerima adam sebagai anaknya. dan mau menyayangi dan merawat adam seperti anaknya sendiri. "
"iya, mama mengerti. tapi, sampai kapanpun kamu tidak akan menemui wanita seperti itu, kalau kamu sendiri tidak mencarinya. " ucap bu ana, karena dia tau sifat dingin dan pendiam bayu terhadap wanita. itu tidak akan memudahkan bayu untuk bisa mencintai seseorang.
"ma, bayu sedang berusaha mencarinya." ucap bayu menatap wajah mamanya yang terlihat sedih.
"apa kamu mau bantuan dari mama nak. "
"bantuan, maksud mama. "
"yaaa, mama yang mencarikan wanita itu untuk kamu. " ucap bu ana.
"ya sudah kalau begitu, sepertinya adam sudah mengantuk, mama akan membawa adam ke kamarnya. "
bu ana keluar dari kamar bayu, melangkahkan kakinya menuju kamar adam. bayu membaringkan tubuhnya diatas tempat tidurnya, dengan Kedua tangan diletakkan dibawah kepalanya seperti bantal. masih terngiang di ingatannya apa yang dibicarakan oleh mamanya tadi.
"mama bertanya sampai kapan?"
"mungkin sampai tania mau menerimaku." gumam bayu sambil menatap langit-langit kamarnya.
disisi lain, setelah selesai mengerjakan shalat. tania duduk diatas ranjangnya. tania yang berada didalam kamarnya tengah disibukkan dengan tugas kuliahnya, dia fokus dengan laptop yang ada didepannya.
tiba-tiba terdengar ponselnya berbunyi. dia segera mengambil ponselnya, dia melihat kearah ponselnya dan itu nomor tanpa nama yang menghubunginya, dan juga terlihat jelas nomor yang menghubunginya itu bukanlah id card indonesia.
__ADS_1
"siapaya," karena penasaran, tania segera menyentuh tombol hijau di ponselnya.
" Hallo..." Jawab Tania ragu.
"hai taniaku. " Jawab suara dibalik handphone.
"rian, kamu rian kan? " Tanya tania.
"kog tau sih, padahal Aku Belum kasih tau namaku," ledek rian.
"kamu tak perlu memberitahu ku siapa namamu, karena sebelum kamu bicara saja aku sudah tau itu kamu.
"wah, wah... sudah semakin pintar aja nih taniaku.
"kog taniaku sih, aku kan malu kalau sampai ada orang-orang yang Mendengarnya. Kita kan bukan pacaran," ucap Tania serius, kedua tangannya menutup laptop, Dia pun berbaring diatas ranjang kecilnya , Dan kedua tangannya masih memegang ponsel yang didekatkan keep telinganya.
" bukankah kamu pacarku?
"bukan rian, untuk saat ini kita kan hanya berteman. " ucap Tania serius.
"sekarang ini, kamu memang bukan pacarku. tapi nanti Kamu akan menjadi pacarku Kan?" rian menggoda Tania sambil tertawa.
" maaf ya mister, saya tak tertarik dengan anda." ucap Tania yang juga tertawa.
"ohya, tapi saya tertarik, gimana donk. "
"itu sih masalah anda mister rian. " heheheh Tania tertawa.
Rian dan Tania asyik mengobrol, Tania merasa sangat senang setiap kali berbicara dengan rian, Karena rian itu orangnya sangat humoris. terlampau lamanya mereka mengobrol, Tanpa sadar akhirnya tania pun tertidur Karena Hari sudah larut malam.
__ADS_1
sementara ditempat rian, ini masih sore. "Tania, apa kamu tidur?" Tanya rian didalam ponselnya.
"aku tau kamu pasti tertidur tania, selamat tidur tania, semoga mimpi indah. aku mencintaimu taniaku." rian mematikan ponselnya.