
selesai meeting, bayu mengajak Hendi untuk makan siang dikantin sebelah gedung perusahaannya, kantin itu memang disediakan untuk para pekerja agar tidak jauh-jauh setiap mau makan di jam istirahat. begitu juga dengan para karyawan dan karyawati yang lain mereka juga banyak yang makan disana.
setelah selesai makan siang, mereka keluar dari kantin dan masuk kembali kekantor melanjutkanpekerjaannya masing-masing.
"hendi, ikutlah denganku, aku ingin berbicara berdua denganmu," ucap bayu yang ada disamping hendi.
"siap bos. "jawab hendi sambil mengangkat tangan kanannya dan meletakkan kekeningnya memberi hormat. mereka melangkahkan kaki menuju ruangan kerja bayu.
sesampai diruang kerja bayu, mereka duduk santai disofa yang ada disana, mereka duduk bersebelahan. hendi menaikkan kakinya sebelah dan menyenderkan badannya ke sofa. hendi terkejut melihat bayu mengambil remote kecil yang ada diatas meja dan memencetnya kearah pintu.
"eh bay. kog pake dikunci segala, kamu gak mau macam-macam samaku kan bay, kamu masih normal kan. " wajah hendi terlihat tegang.
"ahhhahah... hendi... hendi. aku tuh masih normal , lagian siapa juga mau macam-macam sama kamu. "
"lantas, kenapa kamu mengunci pintunya. " tanya hendi heran.
"emangnya tidak boleh, ini kan ruang kerjaku, terserah aku donk." ucap bayu.
"iya, iya. bos mah memang begitu." ketus hendi.
"aku sengaja menguncinya karena aku tak mau ada orang yang masuk tiba-tiba, seperti waktu itu. hendi yang mendengar ucapan bayu pun mengangguk membenarkan apa yang dikatakan bayu.
"terus kamu bicara apa bay, bicaralah." bayu menatap hendi serius.
" mamaku hen, kemarin dia menyuruhku untuk segera menikah."
"apa, menikah. ahhahaah...." hendi tertawa.
"kenapa kamu tertawa begitu. apa ada yang lucu" tanya bayu kesal.
"ya luculah bay, mama kamu menyuruh kamu menikah, kamu mau menikah dengan siapa, hah. kamu kan tidak punya pacar. "
"kamu fikir, aku tak bisa mendapatkan wanita untuk ku jadikan istri. begitu. "
"bukan begitu bay, aku tau kamu tuh bagaikan pangeran diluaran sana, tapi kalau pun kamu pangeran, kamu tak akan bisa mendapatkan permaisuri manapun kalau sikapmu dingin seperti ini. "jelas hendi. bayu hanya diam mendengar ucapan hendi.
"oh ya bay, kamu sudah tanya sama tania tentang apa hubungannya dengan pria yang waktu itu. "
__ADS_1
"tidak hen."
"kenapa? "
"aku malu hen, bagaimana kalau mereka beneran sudah pacaran. "
"bay, itu artinya kamu kalah sebelum berperang. "
"maksud kamu apa hen?"
"bayu, apa kamu menyukai tania? " mereka saling bertatapan, hendi memandang wajah bayu serius. bayu bangun dari duduknya dan melangkahkan
kakinya kearah jendela.
"huffft..., aku tak tau hen, tapi entah kenapa sewaktu aku melihatnya tertawa dengan pria lain, hatiku sangat sakit sekali rasanya. dan setiap ada orang lain yang merendahkannya aku sangat marah, dan tidak terima."
"itu artinya kamu cemburu dan suka sama tania. " jawab hendi.
"lalu apalagi yang kamu rasakan bay? "
"aku merasa ingin selalu berada didekatnya, dan selalu ingin bersamanya, dan aku juga ingin meringankan beban hidupnya. "
" mungkin," jawab hendi mengangkat dahinya.
"kog mungkin sih hen, "
"aku juga tak mengerti soal cinta, kamu kan tau bay, aku juga belum pernah merasakan jatuh cinta."
"oh, iya ya. jawab bayu.
"apa kamu lupa bay, dari dulu kita ini jomblo abadi. "
ahahahahh.....mereka tertawa bersama.
"kalau begitu hen, coba kamu search aja di google." mereka tertawa kembali. sebab bayu dan hendi memang belum pernah jatuh cinta kepada wanita manapun.
"kalau kamu memang benar menyukainya, maka kamu deketin terus dia, dan kamu ungkapkan saja perasaanmu kepada tania. jangan sampai kamu diduluin sama pria yang waktu itu, yang jelas-jelas sudah menyatakan perasaannya kepada tania." jelas hendi.
__ADS_1
"tapi, gimana caranya."
"gimana kalau lusa, tepatnya malam minggu tuh, kamu ajak dia dinner, nah disitu kamu ungkapin semua apa yang kamu rasakan selama ini kepada tania. " ucap hendi serius.
"tapi hen, aku malu. "
"untuk hal ini kamu hilangkan semua rasa malumu itu, dan buang jauh-jauh rasa gengsimu, dan untuk beberapa hari ini, kamu jangan dekatin dan jangan nemuin dia dulu."
"tapi kenapa, hen."
"itu semua untuk mengetahui bahwa dia kangen gak sih sama kamu, begitu bay. "
"oke, bagus juga ide kamu hen, terus dinnernya dimana?"
"udah, itu biar menjadi urusanku, kalau begitu aku mau ke ruanganku dulu."
"terimakasih hen, kamu sudah mau mendengar ceritaku." kata bayu sambil menepuk bahu hendi.
"tidak masalah bay, aku senang karena kamu masih menganggapku sebagai sahabatmu."
"kamu bicara apa sih hen? "
"yaaa... kali aja kamu mengaggapku hanya bawahanmu. "
"ya tidak begitu juga kali, hen. " hendi tertawa dan melangkah keluar dari ruangan bayu menuju ruang kerjanya.
setelah selesai mengerjakan pekerjaannya, tania pergi ke kampusnya menggunakan ojek online, setibanya didepan kampus, dia sudah ditunggu oleh sahabatnya.
"hai tania," sapa yuna.
"kog naik ojek sih, mana bos yang sering ngatar kamu ke kampus."
"ya ampun yuna, dia kan bos ku, bukan pacarku yang harus mengantarku setiap hari. "
"siapa tau aja tuh bos suka sama kamu".
"udah deh yuna, nggak usah dibahas lagi." yuna dan tania segera masuk kedalam kampusnya.
__ADS_1