
Malam ini terasa bagai kan hari kiamat bagi kaisar When Cen. Bagaimana tidak, malam ini jeritan kematian terdengar amat memilukan sungguh menyayat hati.
pemberontàk yang berupaya merebut tahta kekaisaran yang di duduki oleh When Cen, telah melakukan penyerangan besar besaran dengan penuh kekejaman.
Traang!!!!
Traang!!!!
aak?!!!!?!.......
Suara pedang yang beradu serta jerit kematian menciptakan suara seolah iràma kematian yang berasal dari neraka.
pertempuaran malam ini terjadi karena paman When Cen yg bernama Wen Gu telah lama memgingin kàn anak nya yg menjadi kaisar yaitu wen peng.
Tak heran kalau pemberontakan sudah lama di rencanakan di susun dengan rapi oleh nya.
" Bunuh semua jangan ada sisa." Suara làntàng penuh kebenciàn serta haus darah yàng membuat suasana semakin putus asa.
Sementara itu When Cen sedang tidak baik baik saja.selain kekuasaan nya yang agung, nyawa keluarga juga pengikut nya yg setia pun sudah di ambang kematian.
" Tuan, bagai mana dengan ibu suri, tuan muda When Tyan juga tuan putri When cening. Para pemberontak sudah hampir menguasai seluruh istana kekaisaran, apa ada jalan rahasia untuk membawa mereka pergi yang mulia?"
__ADS_1
Dengan sorot mata yang penuh kewibawaan walaupun di ambang kehancuran wen chen pun berkata "kalau sudah seburuk itu situasi nya hanya ada satu cara! bawa wen tyan pergi dari istana sejauh mungkin. Sementara kami akan tetap di sini." ujar nya.
" Ta...tapi yang mulia bagai mana dengan keselamatan nyawa tuan dan nyonya serta tuan putri When Cening." Dengan nada berat ia bertanya kepada kaisar When Cen. Liang Luo merasa merasakan kekawatiran tingkat dewa dalam hati nya mendengar keputusan dari kaisar.
When Cen tak menjawab, ia berjalan menuju ke lemari dan langsung membukanya. Dengan cekatan menggeser pola yang ada sebuah kotak dalam lemarinya.dengan hati hati tangan nya terus bergerak dan kemudian "klikk...!" Suara kotak terbuka. When Ceen langsung meraih benda yang ada dalam kotak.
" Tyan ' er, simpan giok ini baik-baik jangan sampai hilang.ayah harap suatu saat kau akan kembali ke sini untuk menjenguk kami. Jaga dirimu baik baik, turuti kata paman Liang Luo." When Cen berkata pada wen tyan dengan lembut dan penuh kasih. When Cen menutupi kesdihan nya di depan putra nya yang masih berumur 5 tahun itu serta memeluk nya sebentar.
When Tyan tak pernah membantah apa pun perintah kedua orang tuanya. Walaupun ia bingung tak mengerti apa maksud rencana ayahnya tersebut ia pun menghampiri ibu serta adik yang sangat ia cintai dan memeluk nya. Ia yakin keputusan itu yg tebaik untuk nya.
"Bawa Tyan ' er pergi dari sini secepat nya, hanya dia harapan kami di masa depan. Liang Luo kau jangan kawatirkan nasib kami, yang penting kalian selamat tuk meninggalkan istana ini sejauh mungkin. Paman When Gu dan yang lain tak akan membunuh kami selagi giok itu tak di temukan nya. Tua bangka itu hanya ingin menguasi pusaka peningalan leluhur kami.ku percayakan keselmatan Tyan ' er padamu. Sekarang berankat lah kalian secepat nya juga hati hati." When Cen berkata dengan datar tanpa menoleh.
Walaupun masih bingung dengan ucapan kaisar Wen, Liang luo berpamitan seraya membungkuk kan badan nya dan berkata " Yang mulia, kami berangkat dan aku akan melindungi tuan muda.ku pastikan selagi aku masih bernyawa, tuan muda akan pasti selamat."
Sementara When Cen juga ikut keluar dan melihat pemgawal berjaga dengan bersenjata lengkap.
Di kegelapan malam Liang Luo berlari sekuat tenaga menjauh dari istana. Tanpa di sadari seorang pemberontak melihat nya." Hey kau pikir bisa kabur begitu saja....ayo kita kejar dia." Dengan suara lantang memberi perintah dan meraka pun mengejar nya.
" Sial! merka melihat ku." gumam Liang Luo lirih dan terus berlari. Lima orang prajurit seorang dintaranya ternyata pasukan pemanah dan menanah ke arah Liang Luo. Bidikan pertama, kedua dan ke riga tidak mengenai sasaran namun yag ke empat " jlep...." anak panah menembus kaki sebelah kanan Liang Luo.
" Ahhhh."
__ADS_1
Dengan menahan rasa sakit liang luo berkata kepada wen tyan. " tuan muda sepertinya aku harus bertarung dengan mereka, tuan akan ku lempar ke semak itu.apa pun yang terjadi padaku tuan muda harus tetap bersembunyi dan jangan bersuara"
" Apa paman akan baik baik saja,sementara paman sedang terluka?" Tanya When Tyan dengan ragu.
" Jangan perdulikan aku tuan muda, asal tuan muda selamat dari mereka itu yang penting." dan "wusss" Liang Luo melempar tubuh When Tyan ke dalam semak. Dan ia pun membalik kan badan sambil menyabut pedang dari darung nya. Ia berlari menyongsong para pemberontak sambil menghunuskan pedang nya.
Jlepp!!!
Panah menembus badan nya kembali.kalau tidak menyelamat kan When Tyan, senagai pendekar tingkat lima setingkat di bawah pendekar raja Liang Luo sangat mudah melawan ke lima prajurit tersebut. Tapi kini ia terluka panah di kaki dan tubuhnya, itu sangat merugikan keadaan nya akibat luka yg banyak mengeluarkan darah.
Liang Luo menyerang ke lima prajurit dengan pedang nya.
wusss!!
Tebasan pedang ke arah kelima prajurit. Serangan demi serangan pun di lancar kan Liang Luo.
Crass!!!
Pedang menebas tepat di leher prajurit pemanah dan tersungkur ke tanah tak bergerak.
Melihat teman nya mati, ke empat pràjurit makin murka dan menyerang bersama dengan ganas.
__ADS_1
satu persatu korban berjatuhan, kalau tidak terluka Liang Luo mungkin tidak butuh waktu lama tuk menghadapi serangan musuh. Keadaan berbalik kini liang luo terluka dan banyak mengeluarkan darah juga tenaganya terkuras habis.
Nafas nya terasa sesak,kini musuh tinggal seorang, dengan tubuh penuh luka juga tenaga yang terkuaras habis membuat gerakannya melambat. Begitu juga dengan lawannya, kondisi fisiknya sungguh sangat mengenaskan.