
Setelah siluman serigala itu benar - benar mati When Tyan pun membelah tubuh siluman serigala itu. Keluarlah inti kekuatan siluman yang berwarna biru terang When Tyan langsung menangkapnya dan memasukkan kedalam cincin spacialnya berikut pedang yang di masukkan ke dalam cincin.
Wusss!!!!.....
When Tyan pun melesat mengejar burung phoenix yang terluka. Dengan cepat ia menyusuri ke mana burung itu terbang. Tak lama kemudian tetesan darah yang menjadi pemandu ke mana arah burung phoenik itu pun menghilang di bawah tebing.
When tyan pun berhenti lalu mencari arah lagi. When Tyan mengedarkan pandangan ke sekeliling dengan teliti. Kemudian pandangan nya terhenti pada sebuah lubang di sisi tebing. Lubang itu ternyata sebuah goa yang tertutup rumput rumput liar.
Jika tidak dengan teliti memang tidak akan mengetahui kalau itu adalah sebuah goa kerena dinding tebing itu sudah di tutupi rumput liar. Dengan hati - hati When Tyan menyibak rumput dan mulut goa pun terbuka. Ia pun langsung masuk ke dalam goa.
Awal nya keadaan goa memang gelap dan dingin tetapi makin kedalam suasananya berubah. Karena di dalam banyak tumbuh jamur yang memancarkan cahaya, jadi keadaan di dalam goa menjadi terang.
Pandangan When Tyan pun jadi jelas menyusuri goa. When Tyan melihat banyak sekali tanaman obat yang tumbuh di dalam goa. Tetapi dia tidak langsung mengambil nya karna dia belum menemukan burung phoenix.
" Di dalam goa ini sangat terang, tapi banyak sarang laba - laba.sepertinya goa ini tidak pernah di masuki orang sebelumnya." Kata When Tyan sambil memeriksa keadaan goa dan mendapati bekas tetesan darah yang masih baru.
Mata When Tyan berbinar dan terus menyusuri nya. Samar - samar ia melihat seekor burung yang sedang terbaring di depannya. Langkah nya makin cepat menuju burung yang terbaring itu.
Semakin dekat langkah nya semakin melambat dan tidak menimbulkan suara. When tyan takut burung phoenix itu menyerang nya apabila mengetahui kalau When Tyan sedang mendekati nya. Tetapi setelah jaraknya tinggal selangkah burung Phoenix itupun tetap tak bergerak sama sekali.
" Apakah burung ini sudah mati, sayang sekali padahal burung memiliki warna bulu yang sangat indah."
__ADS_1
When Tyan berbisik lirih lalu jongkok dan mengelus burung Phoenix itu. Ia menatap nya dengan perasaan kecewa dan mendapati banyak luka. Tak lama mata burung phoenix pun terbuka dan spontan meronta. When Tyan menjadi panik melihat burung phoenix itu ternyata masih hidup.
" Jangan takut! Aku tidak akan menyakiti mu dan aku akan membantu mengobati luka mu." Kata When Tyan memberi isyarat pada burung phoenix itu. Burung itu pun terus meronta dan hendak menyerang nya.
" Kau jangan banyak bergerak dulu, darahmu akan terus mengalir dari setiap goresan luka itu dan kau akan mati karena kehabisan darah." Kata When Tyan kawatir dengan keadaan burung itu yang sedang terluka.
Phoenix itu pun tidak jadi menyerang, ia pasrah dan tidak lagi meronta seakan mengerti dengan ucapan When Tyan.
" Bagus, kalau kau mengerti maksudku tunggu sebentar aku akan mencari obat untuk mu." Kata When Tyan. Ia pun langsung bergegas meninggalkan phoenix. Wen Tyan pun menuju ke tempat tanaman yang di dilewatinya tadi.
Karena sudah banyak belajar dari gurunya When Tyan pun tahu jenis tanaman obat yang harus di gunakan untuk mengobati luka burung phoenix. Ia berharap semua bahan yang di butuhkan ada di sana dan dia tidak perlu jauh untuk mencarinya.
" Aku akan mengambil untuk mengobati luka burung itu, sisa nya nanti saja sekalian aku keluar dari goa ini." Kata When Tyan setelah memilih ia langsung kembali untuk mengobati luka burung Phoenix.
When Tyan tak tega meninggalkan burung phoenix itu. Dia pun duduk menemani burung phoenix sambil menikmati suasana dalam goa yang terasa sangat sejuk. Tetapi ia merasa jenuh dan berniat untuk mengetahui keadaan goa.
" Lebih baik aku memeriksa goa ini."
When Tyan lalu berjalan memasuki goa lebih dalam lagi. Ia menyusuri lorong goa itu dengan waspada, semakin ke dalam maka semakin dingin hawa yang di rasakan When Tyan. Tubuh When Tyan menggigil tetapi dia terus melanjutkan langkahnya.
Namun tiba - tiba pandangan nya tertuju pada bayangan hitam di depannya. Bayangan hitam itu ternyata siluman kalajengking yang tingginya dua meter dan panjangnya sekitar empat meter matanya berwarna merah. Siluman itu menatap dengan marah karena telah terusik oleh kedatangan When Tyan.
__ADS_1
When Tyan mengeluarkan pedang musim semi dan mengalirkan tenaga dalamnya. Siluman kalajengking langsung menyerang When Tyan dengan kedua capit nya yang besar dan tajam. Ekor kalajangking pun meliuk - liuk menyerang ke arah When Tyan dengan cepat. When Tyan terus menghindar dan mencari cela titik kelemahan siluman itu.
Mereka saling bertukar serangan hingga akhirnya When Tyan melompat dan menebas ekor siluman kalajengking. Dari atas nampak setitik cahaya bersinar When Tyan pun berkesimpulan bahwa cahaya itu adalah titik kelemahan siluman kalajengking itu.
" Mungkin cahaya itu adalah titik kelemahan siluman ini." Kata When Tyan sambil menebas ekor siluman Kalajengking itu.
Crasshhh......
Ekor siluman Kalajengking pun terpisah kemudian dengan cepat When Tyan menusuk cahaya itu sebelum siluman Kalajengking sempat menghindar.
Jleppphh.....!!!
Jleppphh.....!!!
Tusukan When Tyan tepat pada titik cahaya itu berkali - kali. Darah siluman Kalajengking menyembur dan tubuh nya menggeliat sebentar lalu tak bergerak.
Mati...!!!
Melihat siluman itu mati When Tyan langsung membelah tubuh siluman itu menjadi dua. Keluarlah inti kekuatan siluman sebesar kepalan tangan berwarna ungu, When Tyan langsung meraihnya lalu menyimpannya.
When Tyan pun melanjutkan langkahnya untuk menyusuri goa. Tetapi baru beberapa langkah ia pun bererhenti, ia menemukan lorong seukuran tubuh manusia di sisi kirinya. Ia pun memutar tubuhnya lalu masuk untuk memeriksanya. Lorong itu ternyata buntu, sekitar sepuluh meter saja jauhnya.
__ADS_1
Di ujung lorong terdapat lubang kecil yang berisi sebuah buku usang di penuhi debu. Di diambil buku itu dan di tepuk - tepuk untuk menghilangkan debu nya. Setelah debu nya hilang sampul buku itu tertulis " Keterampilan Meringankan Tubuh." When Tyan tambah bersemangat untuk membaca dan mempelajari isi buku lembar demi lembar.
" Ternyata di dalam goa ini banyak menyimpan harta karun. Beruntung sekali aku bisa masuk ke dalam goa ini dan mendapat kan kitab Keterampilan Meringankan Tubuh ini." Kata When Tyan dengan perasaan gembira karena telah mendapat kan pusaka yang berharga itu. Tidak di sangka kalau when Tyan dapat mempelajari dan memahami isi kitab itu dangan sangat muda.