PEDANG MAGIS ROH HARIMAU

PEDANG MAGIS ROH HARIMAU
Ch 26. TERBUNUHNYA FENG TIAN


__ADS_3

Melihat semua murid serta tetua sekte Cempaka Wulung memberi hormat pada nya, when Tyan pun terpaku tak mengerti. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal apalagi banyak kutu atau ketombean. Selama ini ia selalu menutupi identitasnya dengan rapi.


" Tuan muda jangan menutupi siapa sebenarnya tuan muda ini. Maaf, ini cincin milik tuan kami dengan lancang tadi memeriksanya karena kami sangat bingung bagaimana cara mengobati luka tuan. Disamping itu saya sendiri telah lama menyelidiki siapa tuan ini, dengan melihat isi dari cincin tuan tadi kecurigaan ku terjawab dengan jelas. Karena tuan adalah putra dari kaisar junjungan kami dulu yaitu kaisar agung When Chen." Kata Xiao Sen Seraya meberikan cincin kepada When Tyan.


Semua tetua dan murid sekte Cempaka Wulung melotot dan tenggorokan nya seperti tercekik. Mereka menelan ludah dan saling memandang seakan tak percaya. Putra kaisar yang dulunya mereka tau adalah seorang anak yang tidak mewarisi ilmu padang. Tetapi kini semuanya berubah dua ratus persen. Dalam waktu beberapa tahun saja ia sudah menjadi pendekar hebat dan mempunyai binatang magis sebagai peliharaan.


" Ya sudah jangan terlalu di pikirkan lagi, aku hanya rakyat biasa yang tidak mempunyai identitas tinggi. Jadi semuanya jangan terlalu bersikap berlebihan." Kata When Tyan sambil memakai cincin nya lagi.


" Tuan muda kami mohon maaf karena tidak dapat membantu saat kudeta terjadi. Karena semua itu terjadi sangat mendadak dan kami terlambat mendapat berita. Tetapi mulai saat ini semangat kami timbul kembali karena tuan muda memang masih hidup dan sudah tumbuh dewasa. Aku akan memberi tahu kepada sekte Pedang Langit dan yang lain nya tentang berita besar ini." Kata Xiao Sen dengan penuh semangat membara.


" Kami siap mendukung perjuangan tuan dengan segenap jiwa raga kami tuan muda." Para tetua serta murid sekte Cempaka Wulung dengan serempak bersumpah lalu bersujud kepada When Tyan.


Melihat kesetiaan para masyarakat Cempaka Wungu When Tyan menjadi terharu dan sangat tersentuh hati nya. Tak terasa tetesan air mata mengalir di pipi When Tyan.


" Sebenarnya aku sudah tidak memikirkan tentang tahta kekaisaran lagi. Aku hanya bertekad untuk menyelamatkan keluargaku saja. Aku sudah nyaman dengan kehidupan ku saat ini." Kata when Tyan.


" Tuan muda, kami sangat merindukan kedamaian pada masa kepemimpinan kaisar When Cen yang agung. Semua murid boleh bubar dan berjaga kembali, tetapi keberadaan tuan muda harus kita tutupi dan jangan sampai orang lain tau. Mengerti semuanya...!!!" Kata Xiao Sen Dengan tegas.


" Baik ketua, kami mengerti dan bertanggung jawab atas keselamatan tuan muda." Kata murid Sekte secara serentak lalu membungkuk kan badan memberi hormat.


" Tuan muda, mari kita masuk dan berbincang - bincang di dalam saja agar lebih nyaman." Xiao Sen mengajak When Tyan dengan sopan.


" Ketua masuk dulu aku akan menyusul nanti." Jawab When Tyan lalu melangkah ke arah Jin Huo.


Xiao Sen pun mengerti lalu melangkah masuk ke dalam dan di ikuti oleh Lin San dari belakang.


" jin Hou maaf aku tak pernah memberi kabar, aku sibuk dengan perjalananku. Bagai mana kabar guru? Apakau pernah mengunjunginya." Tanya when tyan kepada sahabatnya itu.

__ADS_1


Burung phoenix itu mengangguk kan kepala sambil memgepakkan sayapnya. Rasa bahagia yang tidak dapat terlukiskan di mata burung phoenix.


" Kini kau sudah besar, sekarang kau kembalilah dulu tolong jaga guruku. Suatu saat aku akan kembali menemui nya.." kata when Tyan sambil memeluk Jin Huo lalu menciumnya.


Kwaak.......!!!!


Jin Huo mengelus kan kepalanya ke tubuh When Tyan lalu terbang dengan cepat ke udara.


*


Dengan terbunuhnya Feng Tian membuat situasi kekaisaran menjadi terguncang. Yan membuat kaisar marah besar karena belum tau siapa yang telah membunuh pasukan yang di pimpin oleh Feng Tyan.


" Berani sekali bajingan itu mempermainkan ku, akan ku lumatkan tubuhnya siapapun dia." Kata Liang Luo Sambil mengatupkan giginya karena geram yang tak tertahan kan. Mereka sangat keheranan karena setiap utusan yang mereka kirim selalu berujung tewas dengan mengenaskan.


Jendral Liang Luo ingin menangani kasus ini sendiri, tetapi keadaan di dalam kekaisaran lebih penting untuk di selamatkan. Para pembesar kekaisaran mencurigai jika ini hanya umpan untuk memancing mereka untuk melakukan penyerangan di luar istana. Jika itu di lakukan, maka keamanan istana menjadi longgar dan sangat muda di serang oleh penyusup.


Sementara itu di gunung Cermai, sekte Cempaka Wungu When Tyan dan Xiao Sen sedang berbicang - bincang.secara khusus.


" Tuan muda, semenjak kudeta itu rakyat banyak yang menderita. Penindasan di mana - mana jua perkembangan bela diri para sekte aliran putih yang menentang kaisar malapetaka yang kini. Kami melakukan latihan dengan cara sembunyi dan menutupi kekuatan kami. Setiap sekte yang berkembang akan dihancurkan oleh sekte pendukung kaisar." Papar Xiao Sen dengan nada getir.


" Benar tuan, kami sudah tidak tahan lagi melihat penderitaan rakyat. Mereka memerintah dengan semena - mena dan tak segan - segan membunuh setiap orang yang membangkang. Setiap desa di haruskan membayar upeti dengan jumlah tinggi. Kalau tidak sanggup membayar, mereka akan menyiksa dengan sangat kejam." Tambah Liu Yuan yang merupakan tetua Cempaka Wungu.


Mendengar semua itu When Tyan menjadi sangat geram dengan kepemimpinan pamannya itu.


" Bagai mana dengan nasib kedua orang tua serta adikku. Selama ini aku belum mendengar berita tentang mereka." Tanya When Tyan.


" Sejauh ini kami juga belum mendengar berita tentang kaisar When Cen dan yang lain nya. Ada kemungkinan mereka hanya di penjara saja. Jika mereka di bunuh pasti kami mendapat berita." Jawab Xiao Sen.

__ADS_1


Suasana di dalam ruangan menjadi sunyi senyap. Mereka larut dalam pikiran masing - masing.


Tok..tok ..tok.....


Suara ketukan pintu dari luar memecahkan lamunan mereka. Dengan hampir bersamaan mereka menoleh ke arah pintu yang di ketuk itu.


" ketua, pemimpin sekte Pedang Langit ingin bertemu." Kata seorang pengawal dari luar.


" Bawa dia masuk" Jawab Xiao Sen.


Pintu pun terbuka dan tampak tiga orang memasuki ruangan. Melihat Feng Zen dan rekan nya Xiao Sen, Lin San serta When Tyan langsun memberi hormat.


" silahkan masuk duduk saudaraku, angin apa kiranya yang kiranya yang membuat saudara sekalian sudi berkunjung kesini." Sapa Xiao Sen dengan ramah lalu mempersilahkan tamunya duduk.


" Ah.....Pemimpin sekte Cempaka Wungu ternyata suka merendah rupanya. Oh ya, perkenalkan mereka adalah pemimpin sekte Gunung Salju dan pemimpin sekte Menara Kuno. Mereka juga ingin bergabung dengan kita." Sambil menunjuk rekannya Feng Zen memperkenalkan rekan nya pada Xiao Sen.


Keduanya memungkinkan badannya memberi hormat pada Xiao San juga yang lainnya.


" Perkenalkan namaku Wang Su dari Sekte Gunung Salju." Sambil memegang dadanya lalu membungkukkan badan nya.


" Namaku Sun Lian dari sekte Menara Kuno." Ia juga memberi hormat pada Xiao Sen dan yang lain nya.


" Sungguh suatu penghormatan bagi kami karena kedatangan para pemimpin sekte yang sangat disegani di kekaisaran Han ini. Oh ya, perkenalkan beliau adalah tabib pribadi kami yang bernama Lin San dan yang lebih mengejutkan kita semua adalah beliau ini merupakan putra dari kaisar When Cen yaitu tuan muda When Tyan." Xiao Sen memperkenalkan.


Mendengar kata When Tyan mereka bertiga langsung terkejut seakan tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Xiao Sen tadi. Mereka tidak menyangka jika When Tyan bisa selamat dari kejaran para prajurit ahli pemanah pilihan.


" Sukurlah jika tuan muda selamat, dengan itu semangat kami bertambah kuat dengan adanya tuan muda When Tyan di sisi kami." Kata Feng Zen sambil memberi hormat.

__ADS_1


Mereka pun langsung mengatur rencana dan saling mengeluarkan pendapat nya masing - masing. Mereka akan membuat sebuah aliansi yang akan menggulingkan kekuasaan kaisar When Peng. Namun mereka tidak berani gegabah dalam melakukan semua itu. Perlu persiapan yang matang dari berbagai sisi.


__ADS_2