
Lu Huang pergi untuk mencari pengacau seorang diri. Dia tidak mau membawa pasukan karena ini adalah misi rahasia. Ia berharap dapat menemukan pengacau yang telah berani menyinggung perasaannya. Ia keluar dengan berpakaian biasa dan tidak mengunakan rompi set zirah perangnya.
Dengan begitu Lu Huang bisa bergerak dengan bebas tanpa di ketahui identitasnya. Ia berjalan dengan niat membunuh yang sangat pekat dan meluap - luap bagai ombak laut pasang. Jika hari itu ia Bertemu dengan When Tyan mungkin ntah bagai mana nasib nya saat ini.
Sementara itu orang yang di cari oleh Lu Huang sedang berada di Lembah Iblis Kembar. Tak lama lagi When Tyan dan pengemis tua itu akan tiba di pondok yang di tempati oleh Lu Cen. Mereka terus meningkatkan ilmu meringankan tubuh agar cepat sampai.
Tak lama kemudian When Tyan melihat sebuah pondok di depan nya. Dengan mata berbinar dan rasa rindu yang tak bisa di lukiskan di hati When Tyan.
" Pak tua, kita sudah sampai di kediaman guruku." Kata When Tyan dan langsung menghentikan langkahnya.
" Tak ku sangka ternyata sahabatku bersembunyi di lembah ini. Pantas saja aku tidak bisa menemukan keberadaannya selama ini.
Tok..tok ...tok....
Pintu pun di ketuk oleh When Tyan dan keluar sosok yang sangat dirindukan oleh When Tyan. Melihat siapa sosok yang berada di depan pintu, Lu Cen pun langsung tersenyum lebar.
" Guru aku kembali, tetapi aku tidak sendiri. Coba lihat siapa yang sedang bersamaku.?" Kata When Tyan seraya membungkuk memberi hormat lalu memeluk gurunya. Setelah memeluk When Tyan , Lu Cen melihat seseorang yang sedang berdiri menyaksikan mereka. Lu Cen terkejut dengan ekspresi tak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya.
" Song Fa, apakah aku tidak salah lihat." Kata Lu Cen seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
" Ternyata penglihatan mu masih setajam dulu kak Lu, berkat muridmu yang sangat istimewa ini akhirnya aku bisa menemukanmu kakak Lu." Kata pengemis tua itu yang ternyata bernama Song Fa.
Lu Cen langsung melepaskan When Tyan langsung lalu memeluk Song Fa Sahabat lamanya itu. Mereka saling melepaskan rindu yang mendalam yang mereka pendam selama ini. Pertemuan ini sangat mengharukan bagi mereka yang sudah lama tidak bertemu.
Setelah itu mereka langsung masuk ke dalam pondok dengan bimbingan Lu Cen. When Tyan langsung ke dapur untuk membuat teh untuk gurunya.
__ADS_1
" kakak Lu, bagai mana kau bisa menemukan bocah istimewa itu. Kau sangat beruntung mempunyai murid seperti dia." Kata Song Fa memuji Lu Cen.
" Ah...adik Song terlalu memuji. Anak itu kutemukan di sekitar hutan ini dengan keadaan yang sangat menyedihkan sekali. Aku Juga tidak menyangka jika dia mempunyai bakat yang sangat istimewa." Jawab Lu Cen singkat.
Mereka pun saling menceritakan pengalaman setelah mereka berpisah. Dari kesedihan hingga hal yang menyenangkan. Perjalanan mereka penuh dengan kepahitan hingga mereka sampai ke kekaisaran Han ini.
" Guru, kakek minum teh nya dulu dan aku akan berburu ke hutan untuk mencari makanan." Kata When Tyan setelah menuangkan minuman dan memberikan kepada gurunya dan pengemis tua itu.
When Tyan pun pergi berburu dan membiarkan gurunya dan pengemis tua untuk melepas kerinduan mereka. When Tyan terus menyusuri hutan untuk mencari buruan nya. Dengan ilmu meringankan tubuh yang di milikinya, When Tyan kini tidak takut tersesat seperti dulu lagi. Lama ia menyusuri hutan,tetapi belum juga menemukan binatang buruan nya.
Tak lama kemudian When Tyan bertemu seekor kelinci dan langsung menangkapnya lalu terus menyusuri hutan. Setelah lama menyusuri hutan, When Tyan lalu kembali dengan membawa beberapa ekor binatang hasil buruan nya.
Tak lama kemudian When Tyan pun tiba ke pondok gurunya. Ia pun langsung memanggang hasil buruan nya hingga matang dan membawa masuk untuk di berikan kepada gurunya dan pengemis tua.
" Guru, pak tua sudah waktunya makan. Silahkan di santap selagi hangat." Kata When Tyan memberikan beberapa ekor kelinci dan ayam panggang kepada mereka.
Mereka menyantap dengan lahap nya diiringi canda tawa Liu Cen Dan Song Fa. Mereka sangat bahagia hari ini. Mereka menyantap daging panggang hasil buruan When Tyan hingga habis tak tersisa lagi.
" Tyan ' er, ku dengar dari cerita adik Song tadi bahwa kau telah mempelajari Jurus Pedang Maya. Apa benar begitu, dari mana kau dapatkan jurus itu.?" Tanya Liu Cen kepada muridnya.
" Benar guru, tetapi aku mempelajarinya hanya sebagian kecil saja. Kitab ini sangat rumit hingga aku tidak dapat mempelajarinya seorang diri. Apa lagi kitab ini tidak lengkap, ada beberapa lembar bagian akhir yang hilang. Aku butuh bimbingan guru untuk mempelajari kitab tersebut." Kata When Tyan dan langsung menyerahkan kitab Pedang Maya kepada gurunya.
Melihat kitab yang di berikan When Tyan, Song Fa langsung mengambil nya sebelum Liu Cen sempat memegang kitab itu. Song Fa melihat kitab itu dengan teliti di setiap lembarnya. Hingga di bagian akhir kitab itu ia mendapatkan ada beberapa lembar dari kitab itu yang hilang dan ada bekas robekan.
" Kitab ini adalah peninggalan keluarga Song yang telah di curi oleh orang tak di kenal puluhan tahun lalu. Kepala keluarga Song mempercayakan aku untuk mempelajari dan menyimpannya. Tetapi keluarga Song yang lain ada yang tidak senang dengan keputusan yang kepala keluarga Song. Sehingga aku di fitnah dengan mencuri kitab ini dariku. Untung aku sempat merobek beberapa lembar bagian akhir sebelum mereka mencuri nya dariku.." Song Fa menjelaskan lalu mengeluarkan beberapa lembar kertas yang selalu ia simpan.
__ADS_1
" tyan ' er, dari mana kau dapat kan kitab Pedang Maya ini.?" Tanya Song Fa kepada When Tyan.
" Aku membelinya dari perpustakaan kuno yang berada di kota Cang nan." Sahut When Tyan singkat.
" Oh begitu, sebenarnya ini adalah jurus warisan keluarga kami. Tetapi karena kau telah membeli dan mempelajari kitab ini sebagian, maka aku akan mengajari seluruh tehnik ilmu Pedang Maya ini." Kata Song Fa.
Mendengar kata dari Song Fa , When Tyan langsung gembira. Ia tidak menyangka bisa mempelajari Pedang Maya dengan sempurna. Ia merasa sangat beruntung sekali mempunyai guru berasal dari kekaisaran tang.
" Ayo kita mulai latihan Pedang Maya." Kata Song Fa lalu melangkah keluar yang di ikuti oleh Liu Cen dan When Tyan.
Di luar Song Fa bersiap untuk mempraktekkan jurus Pedang Maya.
" Tyan ' er, perhatikan dan ikuti gerakan ku dengan cermat. Jangan sampai lengah, karena gerakan Pedang Maya membutuhkan konsentrasi yang tinggi." Kata Song Fa, lalu mulai mempraktekkan jurus Pedang Maya yang di ikuti oleh When Tyan.
Sementara Liu Cen memperhatikan dengan seksama tanpa berkomentar. Dalam latihan ini mereka sengaja belum menggunakan pedang. Song Fa mempraktekkan jurus demi jurus, awalnya gerakan itu lambat. Tetapi lama kelamaan gerakan nya semakin cepat.
When Tyan menirukan gerakan Song Fa dengan penuh semangat yang berapi - api. Semua gerakan tak luput dari perhatian When Tyan.
" Tyan ' er, gerakan ini adalah puncak jurus Pedang Maya yang sengaja ku robek dari kitab. Tujuanku adalah, siapapun yang mempelajari jurus ini tanpa seijin keluarga Song maka jurus nya tidak akan sempurna." Kata Song Fa dan terus mempraktekkan puncak jurus Pedang Maya.
Setelah mempraktekkan semua jurus, Song Fa berhenti sejenak lalu berkata :
" Tyan ' er, sekarang perhatikan baik - baik, aku akan mengeluarkan kehebatan jurus Pedang Maya yang ku kuasai.." kata Song Fa lalu menyuntikkan tenaga dalam ke tongkat yang di pegangnya.
Suntikan tenaga dalam begitu besar menuju tongkat. Dengan sekejap tongkat pun mengembun lalu lenyap berganti cahaya keemasan. Song Fa pun bergerak dengan cepat mempraktekkan jurus yang di kuasainya. Energi yang di ciptakan membuat suasana seperti badai petir yang sangat mengerikan.
__ADS_1
Kini yang terlihat hanya cahaya keemasan yang berkelebatan seperti naga yang sedang mengamuk. Melihat gerakan Yang di ciptakan oleh Song Fa, When Tyan menjadi ketakutan merasa bergidik. Kekuatan Pedang Maya yang di praktekkan sungguh dahsyat dan sangat mematikan.
" Sungguh keterampilan yang sangat menakjubkan sekali." Kata when Tyan dalam hati.