PEDANG MAGIS ROH HARIMAU

PEDANG MAGIS ROH HARIMAU
Ch. 10 KEMBALINYA WHEN TYAN


__ADS_3

Nafas When Tyan terasa berat, matanya seakan mau melompat keluar, tubuhnya gemetar dan dadan nya bergemuruh hebat. Ia langsung berlutut menyesali perbuatannya.


" Guru murid siap di hukum seberat - beratnya karena aku hampir mencelakai guru. Aku sungguh tidak tahu kalau itu adalah guru. Serangan guru begitu mendadak dan guru juga memakai topeng sehingga aku tidak mengenali guru. Aku memang orang payah." Kata When Tyan menyesali perbuatan nya.


" Ya sudah lupakan saja, aku gak akan celaka walau kau sudah berada di tingkat pendekar Raja tahap awal. Kerja yang bagus, dalam beberapa minggu saja kau mampu meningkatkan kekuatan mu. Ayo bangun, kau gak salah tetapi aku yang sengaja menyerang mu tiba - tiba tadi." Dengan senyuman yang terukir di wajah Liu Cen. Lalu mengelus kepala murid nya itu.


When Tyan bangkit dengan rasa bersalah yang masih menyelimuti relung hatinya. Kemudian mengikuti Liu Cen dari belakang dan tidak berani bersuara lagi.


Perjalanan mereka jadi terasa hambar karena larut dalam pikiran masing - masing.


Hampir seharian mereka berjalan dengan saling diam membisu. When Tyan merasa perutnya sudah keroncongan karena lapar. Ia pun memberanikan diri untuk berbicara kepada gurunya.


" Guru, sebaiknya kita istirahat dulu aku sudah lapar." Kata When Tyan kepada gurunya dengan hati - hati.


" Kau benar, baiklah mari kta istirahat sebentar untuk mengisi perut. Kebetulan aku juga sudah lapar." Kata Liu Cen yang merasa kelaparan juga Lalu duduk di bawah pohon. Sementara When Tyan ikut duduk di sebelah gurunya dan mengeluarkan banyak buah ajaib dan menyerahkan kepada gurunya.


Sementara itu When Tyan membakar daging siluman beruang. Liu Cen kebingungan melihat buah ajaib yang di keluarkan oleh Muridnya itu. Ia tidak menyangka kalau muridnya mampu mengumpulkan sebanyak buah ajaib sebanyak itu. Liu Cen sengaja tidak mempertanyakan hal itu kepad When Tyan.


Samar - samar tercium aroma daging panggang menggangu konsentrasi Liu Cen. Benar saja tak lama When Tyan menyodorkan daging siluman beruang yang sudah matang kepada gurunya.


" Guru ini ambillah." Seraya menyerahkan daging panggang dengan aroma yang menggugah selera kepada gurunya.

__ADS_1


" Oh ya terima kasih." Jawab Liu Cen meraih daging tersebut dari tangan When Tyan. Mereka langsung menikmati daging siluman beruang yang di panggang oleh When Tyan.


" Tuan ' er ' , kau sangat beruntung bisa mendapat kan buah ajaib sebanyak ini. Aku kawatir karena sudah dua minggu kau belum juga kembali. Makanya aku menyusul mu ke dalam hutan dua hari yang lalu.." kata Liu Cen memuji When Tyan lalu kembali mengunyah.


" Ah.... Guru terlalu memuji, tak sengaja aku tersesat di dalam goa dan menolong seekor burung yang sedang terluka. Burung itulah yang memberi ku semua buah ajaib ini. Dan didalam goa itu aku mendapat kan ini." When Tyan mengeluarkan semua tanaman obat serta permata siluman juga kitab pusaka ilmu katerampilan meringankan tubuh dari cincin nya.


Melihat harta karun yang di keluarkan When Tyan tidak sedikit Liu Cen pun berdecak kagum akan hasil yang di dapat oleh murid nya itu. Di letak kan daging yang tinggal separoh, lalu memeriksa hasil buruan When Tyan dengan penuh antusias.


Kemudian matanya tertuju pada kitab yang ada di onggokan tanaman obat itu. Matanya menyipit memandangi kitab itu lalu mengambil nya.


" kitab..kitab ini, dari mana kau dapatkan." Dengan nada terputus - putus dan nafas nya tak beraturan. Liu Cen membaca nya lembar demi lembar isi kitab tersebut lalu menyerah kan pada When Tyan.


" Simpan kitab ini dengan baik, jangan sampai orang tahu kalau kau memiliki kitab ini. Pendekar aliran hitam dan yang lainnya sedang mencari pusaka itu. Aku sudah mempelajari tehnik nya dari almarhum guru ku tanpa melihat apa lagi memegang kitab itu. Menurut keterangan dari guru ku setelah menguasai nya kitab itu hilang di curi oleh teman seperguruan nya. Karena kau sudah mendapat kan nya, maka pelajari dan simpanlah kitab pusaka itu dengan baik." Liu Cen menjelaskan tak terasa kerinduan pada gurunya kembali mengusik nya.


When Tyan sengaja membiarkan gurunya larut dalam kenangan masa lalunya. When Tyan juga sengaja tidak memberi tahu tentang pertemuannya dengan burung Phoenix di dalam goa.


" tyan ' er', simpan lah semua harta karun ini, suatu saat kau akan membutuhkan untuk meningkat kan tenaga dalam mu kau sudah tua dan tak membutuhkan nya lebih baik sekarang kita lanjut kan perjalanan." Kata Liu Cen kepada muridnya lalu bangkit dan melangkah dengan cepat.


Onggokan karta karun itu lenyap dalam sekali lambaian tangan dan masuk ke dalam cincin spacial When Tyan. Kini mereka tidak berjalan lagi, Liu Cen sudah mengetahui jika When Tyan telah mempelajari kitab meringankan tubuh yang ia dapatkan. Dalam sekali nafas saja mereka sudah melayang setinggi lima puluh meter. When Tyan belum mampu menyaingi kecepatan gurunya dan kini ia tertinggal jauh.


Liu Cen menyadari semua itu dan ia pun memperlambat gerakan nya menunggu When Tyan yang tertinggal ratusan meter di belakang nya.

__ADS_1


Perjalanan mereka tidak membutuhkan waktu yang lama karena mereka terbang melayang di udara.


Setibanya di pondok, seperti biasa Liu Cen langsung meramu obat di dapur. Sementara When Tyan sibuk melatih tenaga dalam dengan menyerap permata energi siluman. Ia mengembangkan tenaga dalam dan keterampilan Tarian Iblis Darah.


Pagi itu udara terasa segar when Tyan duduk di bawah pohon yang rindang di dekat pondok. Ia bersemedi dengan khusuk menelusuri titik tenaga dalamnya. Perlahan tenaga di tekan melalui meridian ke pusat bela diri. Titik itu perlahan mulai membesar mulai menyatu dengan aura pembunuh yang mulai pekat. Hembusan nafas makin tenang dan terasa ringan.


Cukup lama When Tyan bersemedi lalu membuka matanya. Tiba - tiba when tyan teringat pada burung Phoenix sahabat barunya itu. Di keluarkan nya sehelai bulu pemberian burung phoenix dan menatap nya dalam - dalam. Tanpa terasa tenaga mengalir ke bulu burung Phoenix yang di genggamnya. Tiba - tiba aura berwarna emas dari bulu burung Phoenix memancar ke langit dengan terang.


Kwaak...


Kwaak.....


Burung phoenix tiba - tiba datang dan menghampiri When Tyan. Ternyata cahaya keemasan yang terpancar ke langit itu merupakan isyarat pribadi bagi burung Phoenix. When Tyan kegirangan setelah mengetahui cara memanggil burung Phoenix itu.


" Apa khabar sobat??" Sapa When Tyan kepada burung itu dan cahaya pun menghilang.


Kwaak...


Hanya suara itu yang keluar dari mulut burung Phoenix sambil mengangguk kan kepalanya.


Suara burung Phoenix sangat mengejutkan Liu Cen dengan sekejap ia keluar untuk memeriksa keadaan. Betapa terkejutnya Liu Cen setelah melihat burung phoenix telah berada di samping When Tyan. Ia tidak melanjutkan langkah nya dan memilih mengamati nya dari jauh. Kekawatiran nya menghilang setelah melihat betapa akrab nya burung itu dangan muridnya.

__ADS_1


When Tyan tidak menyadari bahwa mereka sedang diamati gurunya dari kejauhan. Tiba - tiba burung Phoenix menatap ke arah Liu Cen dengan tatapan tajam dan siap untuk menyerang. Seluruh tubuh burung itu mengeluarkan percikan api yang berwarna kemasan. Matanya menyala berwarna merah darah dan penuh kebencian.


__ADS_2