
Sementara itu di kejauhan tiga orang yang sedang menyusuri hutan sedang duduk di bawah pohon besar. Ketiga orang itu adalah utusan dari jendral Lu Huang untuk menyisir Lembah Iblis Kembar untuk mencari When Tyan.
Sebenarnya jendral Lu Huang juga tidak mengetahui dengan pasti akan keberadaan When Tyan. Ia hanya mendapat perintah dari kaisar When Peng. Dengan iming - iming yang sangat menggiurkan pada setiap pendekar yang mampu membunuh dan mendapat kan segel giok yang di bawa When Tyan.
Mereka terkenal dengan julukan Tiga Pembunuh Dari Selatan yang berprofesi sebagai pembunuh bayaran.
" Kakak pertama, apa mungkin kita bisa menemukan When Tyan si hutan ini.?" Pertanyaan itu memecah kesunyian karena mereka saling diam sebelum nya. Pendekar paling muda yang bernama Xiao sen bertanya kepada seniornya.
" Goblok!!!, aku juga belum tau yang penting kita harus menyisir hutan ini demi imbalan tiga juta koin emas yang di janjikan jendral Lu Huang. Dengan uang sebanyak itu kita bisa bersenang - senang selama setahun." Jawab kakak pertama yang bernama Yong Ma itu antusias.
" Ya, kakak pertama benar. Uang sebanyak itu belum pernah kita dapat kan dari hasil membunuh juga merampok para pedagang dan saudagar selama ini.." kata seorang yang biasa di panggil kakak kedua dan bernama Feng En itu dangan tegas.
Mereka berandai - andai dengan hadiah dari Lu Huang yang sangat menggiurkan semua orang itu.
Duar....!!!
Duar.....!!!
Tiba - tiba mereka mendengar ledakan beberapa kali. Sontak mereka menjadi kaget setengah mati mendengar nya.
" Suara apa itu??" Tanya Yong Ma lalu berdiri dengan detak jantung yang tak beraturan
" Mungkinkah itu suara petir, tapi cuacanya sangat terik begini.?" Kata Feng En keheranan.
" Suara itu berasal dari sana, ayo kita periksa...! " Kata Yong Ma sambil menunjuk arah selatan lalu berlari ke arah itu. Tanpa berkata kedua temannya itu langsung mengikuti dari belakang.
Sesampainya di sisi air terjun, betapa terkejutnya setelah melihat ada seseorang yang sedang duduk bersemedi. Mereka mengamati sosok itu dengan seksama. Kemudian merekapun menghampiri orang itu.
" Pendekar tengik, apakah kau sengaja memamerkan kekuatan mu pada kami." Bentak Yong Ma dengan lantang sambil menunjuk orang yang sedang bersemedi. Orang di maksud itu adalah When Tyan yang sedang beristirahat setelah latihan.
When Tyan menoleh karena bentakan lalu melihat tiga orang yang memasang wajah angkuh.
__ADS_1
" Siapa mereka.?" Tanya when Tyan dalam hati tak menghiraukan bentakan Yong Ma.
Yong Ma sangat geram mendapat perlakuan seperti itu dari When Tyan. Lalu berkata..
" Hey cecunguk apa kau tuli, kau sedang cari mati rupanya ."
" Anak ini tidak ada sopan nya pada kita, mari kita kirim saja dia ke neraka." Xiao sen yang tadinya hanya diam, kini membuka suara nya.
" Untuk cecunguk seperti dia biar aku saja yang menyincang nya dengan dengan ini kalian jangan campuri urusanku ini, paham!!!." Yong Ma langsung mencabut golok nya, Lalu melesat ke arah When Tyan . Yong Ma menyerang When Tyan dengan ganas.
When Tyan yang menyadari akan serangan Yong Ma langsung mengeluarkan pedang Musim Semi. Di sambut nya serangan lawan dengan tenang.
Traaang.......
Kedua senjata pusaka sudah beradu dan memamerkan kekuatan. Saat pusaka itu beradu , mereka saling mengukur kekuatan lawan. Yong Ma terkejut dengan kekuatan WhenTyan, walau mereka sama - sama mencapai di tingkat pendekar raja tetapi tenaga dalamnya tertinggal beberapa tingkat. Sehingga ia harus terpental puluhan meter jaraknya.
" saat nya aku menguji seberapa hebat kemampuan yang ku miliki." Kata when Tyan dalam hati dengan penuh semangat namun tetap tenang.
Cahaya putih meluncur ke arah Yong Ma, dengan cepat ia menyambut nya. Tetapi, Yong Ma tak mampu manahan cahaya putih tersebut hingga ia terpental lagi ke belakang.
Puff.......
Seteguk darah keluar dari mulut Yong Ma setelah men coba menahan serangan When Tyan.
When Tyan tidak melanjutkan serangan nya. Ia tidak mau membunuh orang tanpa alasan, lalu bertanya;
" Maaf senior, apakah salahku hingga senior menyerang ku dengan tiba - tiba begini ?." Tanya When Tyan dengan nada sopan kepada Yong Ma.
" Bocah tengik, kau masih saja sombong rupanya. Jangan bangga dulu aku belum kalah darimu, cuihh." Yong Ma menjawab dengan angkuh sambil meludahi.
" Senior, apakah tujuan anda datang kemari. Mungkin aku bisa menolongnya.!" Tanya when Tyian masih tetap tenang.
__ADS_1
" Bukan urusan mu!.. Tetapi baiklah akan ku katakan berhubung aku akan mengirim mu ke neraka akan ku kabul kan permintaan mu yang terakhir. Kami datang ke mari untuk mencari bocah yang bernama When Tyan. Kami di janjikan upah sebesar tiga juta koin emas oleh jendral Lu Huang asalkan kami bisa menyerah kan segel giok yang di bawa oleh bocah itu." Kata Yong Ma dengan sangat rinci tetapi sebelum ia melanjutkan bicaranya When Tyan langsung menyela..
" Kalau memang tujuan utama kalian, lebih baik kalian bertiga maju sekaligus agar aku tak banyak membuang waktu ku." Kata When Tyan kepada Pendekar Tiga Pembunuh Dari Selatan itu setelah mengetahui tujuan mereka adalah membunuh nya dan merebut segel giok milknya.
" Bocah tengil, mati dan pergilah keneraka." Kata ketiga pendekar itu bersamaan lalu membentuk farmasi mengepung lalu menyrang When Tyan.
When Tyan ternyata tak main - main dengan ucapan nya. Dengan mengaktifkan energi tiga elemen tubuh dan pedang yang di genggamnya mengeluarkan cahaya jingga tua. Ia memperagakan jurus keterampilan Tarian Iblis Darah menyerang ketiga pendekar itu.
Cahaya jingga tua membentuk lingkaran memblokir serangan musuh dari tiga sisi. Suara ledakan pun tercipta setelah cahaya jingga tua memblokir serangan pendekar Tiga Pembunuh Dari Selatan. Tiga pendekar itu pun terbang puluhan meter, tetapi naas begi Xiao Sen yang ilmunya masih berada di tingkat empat itu tubuh nya langsung menghitam dan mengeluarkan asap.
Mati......!!!!
Dengan kecepatan yang tinggi, When Tyan melesat dan menyerang dengan menebas ke arah Feng En. Dengan tubuh yang terluka parah oleh serangan When Tyan tadi, Feng En berusaha memblokir serangan When Tyan dengan pedang nya. Karena kekuatan yang tek seimbang alih - alih bertahan malah kepala Feng En terbelah oleh pedang nya sendiri.
Mati......!!!!
Yong ma tak sempat memikirkan nasib kedua teman nya. Ia pun tak luput dari sasaran When Tyan berikut nya. Nafasnya sangat berat, darah segar keluar dari sudut bibir dan hidung Yong Ma. Tubuh nya bergetar hebat begitu melihat When Tyan sudah berada di depan nya dengan ujung pedang yang menempel di batang lehernya.
" Sebenar nya berencana untuk mengampuni kalian tadi. Tetapi setelah mendengar motif dari tujuan kalian datang ke sini pikiranku berubah. Katakan padaku siapa Lu Huang????." Dengan nada tinggi When Tyan bertanya kepada Yong Ma.
" Apa untungnya jika aku menjawab pertanyaan mu bocah tengil.....?? Tetapi jika kau mau mengampuni ku, aku pasti akn menjawab nya." Kata Yong Ma berusaha bernegoisasi kepada When Tyan.
" baik lah....." Kata Wewn Tyan singkat.
" Lu Huang adalah seorang jendral perang dari kekaisaran Han. Dengan pangkat yang tinggi itu, beliau terkenal licik dan kejam sehingga kami tidak berani membantahnya." Yong Ma menjelaskan lagi.
" Nah, karena kau sudah menjawab pertanyaan ku. Kini giliran ku memperkenalkan diri. Akulah When Tyanorang yang kalian cari itu, agar kau tidak penasaran, aku rela menunjuk kan identitas ku padamu." Kata When Tyan memperkenalkan diri.
" Bocah tengik kau tidak mau menepati janjimu." Suara Yong Ma bernada berat untuk menagih janji pada When Tyan.
" Aku Cuma berkata baiklah dan tidak pernah berjanji padamu bahwa aku akan mengampuni orang yang akan membunuh ku dan berharap mendapat kan imbalan." Kata When Tyan dengan licik.
__ADS_1