
Perempuan paruh baya itu menyantap dengan lahap nya. Sudah lama ia tidak pernah lagi dapat menikmati hidangan yang lezat seperti itu. Xiang Xia juga turut makan dengan lahapnya tanpa malu - malu lagi. Melihat pemandangan di depan nya When Tyan pun merasa sangat iba. Terlintas akan nasib kedua orang tua nya hingga saat ini ia belum mengetahuinya.
Dengan rasa sedih yang menyayat hati tanpa terasa When Tyan meneteskan air matanya. When Tyan langsung menyeka air mata yang mengalir. Kemudian When Tyan melangkah keluar karena tak sanggup lagi menahan kesedihan nya.
" Kak When kok duduk di luar sendirian, kakak jijik ya melihat keadan rumah kami?" Tanya Xiang Xia membuyarkan lamunan nya.
" Tidak aku biasa aja kok, kau kok di sini? Bagai mana dengan kondisi ibu mu?." Tanya When Tyan sambil tersenyum menutupi kesedihan hatinya.
" Ibu menanyakan kakak tadi, makanya aku keluar dan melihat kak When sedang duduk dan termenung di sini. Keadaan ibu masih lemah." Kata Xiang Xia dengan tatapan kosong.
" Kalau begitu ayo masuk, kasian ibumu di tinggal sendirian." Kata when Tyan lalu melangkah masuk ke dalam rumah.
Melihat wanita paruh baya yang terbaring lemah When Tyan langsung menghampirinya. When Tyan duduk dan memandangi wanita paruh baya, lalu memeriksa penyakit yang di derita wanita itu. Bermodalkan pengalaman yang pernah ia pelajari dari gurunya, When Tyan pun menyimpulkan bahwa wanita paruh baya itu cuma masuk angin biasa.
" Sukurlah ibu hanya masuk angin biasa, sebentar ya bu aku buat kan ramuan untuk ibu." Kata when tyan lalu melangkah ke dapur untuk meramu obat. Untung nya When Tyan membawa banyak tanaman obat dari Lembah Iblis Kembar di dalam cincin nya.
Tak lama kemudian When Tyan pun keluar dengan membawa mangkuk berisikan ramuan herbal. Ramuan itu Di berikan kepada Xiang Xia untuk di minum kan kepada ibunya.
" Bu, minumlah obat itu selagi hangat mudah - mudahan kondisi ibu akan pulih.." kata When Tyan.
Xiang Xia pun membimbing ibunya untuk minum ramuan herbal dari When Tyan. Setelah minum obat wanita paruh baya pun baring lagi untuk beristirahat.
" Kak When Bagai mana dengan penyakit ibuku?." Tanya Xiang Xia mengkhawatirkan kesehatan ibunya.
" Ibu mu hanya masuk angin biasa, mungkin di sebabkan karena terlambat makan. Mudah - mudahan akan segera sembuh." Kata When Tyan menghibur Xiang Xia yang di hantui perasaan cemas akan keadaan ibunya.
__ADS_1
Setelah sekitar satu jam mereka menunggu, wanita paruh baya itupun terbangun dengan wajah yang mulai berseri. Melihat ibunya terjaga, Xiang Xia pun langsung tersenyum bahagia.
" Ibu sudah bangun, bagaimana perasaan ibu setelah minum obat dari kan When.?" Tanya Xiang Xia penasaran.
" Ibu merasa badan sudah mulai enakan sekarang. Terima kasih ya nak When yang sudah memberikan obat kepadaku. Tapi maaf ya nak, saat ini ibu belum punya uang untuk membayar pbat yang nak When berikan tadi." Dengan mata berkaca - kaca wanita paruh baya itu berkata sambil menundukkan kepala karena merasa malu.
" Syukurlah bu, kalau ibu sudah merasa baikan sekarang. Masalah obat itu ibu gak perlu memikirkan untuk membayarnya. Karena aku tidak pernah meminta bayaran pada ibu. Aku ikhlas menolong ibu." Kata When Tyan dengan nada lembut.
Mendengar jawaban dari When Tyan tangis Wanita paruh baya pun pecah sambil memeluk Xiang Xia anaknya. Lalu wanita itu bercerita tentang keadaanya setelah suaminya meninggal beberapa bulan lalu. Akibat nya kehidupan mereka menjadi sangat menderita.
When Tyan mengeluarkan beberapa koin emas lalu di berikan kepada wanita paruh baya.
" Bu, ambillah uang ini gunakan lah sebaik mungkin agar masa depan Xiang xia tidak seperti ini nanti nya. Permisi, aku mau melanjutkan perjalananku." Kata When Tyan.
Wanita paruh baya itu tercengang seakan tak percaya dengan apa yang di lihat nya itu. Seumur hidupnya ia belum pernah mendapat uang sebanyak itu. Ia hampir pingsan rasanya tak menyangka ada orang yang berhati mulia seperti When Tyan.
" Kemana anak itu pergi, ada apa dengan ku sehingga aku tidak mengetahui kepergiannya. Sungguh aku ini memang orang yang tak berguna." Kata Wanita paruh baya menyesali kepergian When Tyan.
" Bu, kemana perginya kak When." Tanya Xiang Xia kepada ibunya.
" Entahlah ibu juga tidak tahu kemana perginya orang yang sangat baik kepada kita itu nak." Jawab ibunya sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.
" Akan kah kita bisa bertemu dengan nya lagi. Selain baik, kak When ternyata seorang tabib yang hebat. Aku berharap suatu saat bisa menemukan nya. Dan aku berjanji akan membalas semua kebaikan kak When kepada kita." Kata Xiang Xia sambil mengepalkan tangan. Ambisinya untuk menemukan Wen Tyan sudah terpatri didalam lubuk hatinya.
Sementara itu di dalam penginapan When Tyan sedang duduk sambil membuka bungkusan dari Xiao An. Di dalam bungkusan itu ternyata berisikan beberapa stel pakaian yang masih baru. Ia langsung berniat untuk mandi dan segera keluar mencari tempat mandi.
__ADS_1
Tidak lama kemudia setelah mandi When Tyan pun mengganti pakaiannya yang telah lusuh. Pakaian berwarna biru langit berpadukan biru tua pun menjadi pilihan utama. Dengan memakai baju itu When Tyan nampak sangat tampan yang akan membuat kherisma nya semakin bertambah.
Setelah mengenakan pakaian When Tyan langsung ke ruang tengah untuk makan malam. Di ruang tengah tidak banyak pengunjung yang datang. When Tyan memilih meja agak sudut yang bebas memandang ke luar penginapan. Pelayan pun langsung menghampirinya dan menyapa dengan ramah kepada When Tyan.
" Maaf tuan, mau minum apa mau makan." Tanya pelayan.
" Bawakan aku bebek panggang, dengan sup yang hangat." Kata When Tyan memesan hidangan hangat.
" Baik tuan tunggu sebentar akan kami bawakan dengan segera." Kata pelayan lagi.
Dengan santai When Tyan menunggu hidangan yang di pesan nya. Suasana di luar penginapan sungguh gelap karena kurangnya penerangan. When Tyan duduk di sudut sendiri sambil memandangi suasana malam.
Tanpa disadarinya ada sepasang mata yang sedang mengamatinya dengan seksama dari sudut meja yang lain. Orang itu tak lain adalah Xiao Sen. Xiao Sen sengaja memperhatikan dari kejauhan agar tidak di curigai oleh When Tyan. Xiao Sen ingin membuntuti tanpa di ketahui oleh When Tyan.
Penampilan When Tyan yang penuh kharisma itu membuat semua orang merasa iri terutama Xiao Sen sendiri.
Tak lama hidangan pun tiba di hadapan When Tyan dengan aroma yang sangat harum dan lezat. When Tyan yang sedang lapar langsung menyantap hidangan yang sudah tersaji di hadapannya. Ia sangat menikmati hidangan lezat itu tanpa menghiraukan orang sekelilingnya yang sedan mengawasi gerak geriknya sedari tadi.
Ketampanan When Tyan pun tak luput dari pandangan pelayan penginapan yang mencuri - curi pandang padanya dari tadi. Dengan penuh khayalan pelayan penginapan pun senyum - senyum sendiri setelah mencuri pandang pada When Tyan.
Timbul iseng di benak pelayan penginapan untuk mendekati When Tyan. Dengan membawa seguci arak pelayan pun melancarkan aksi nya.
" Malam - malam begini makin asik jika di iringi dengan minum arak, tuan muda." Kata pelayan dengan senyum genit kepada When Tyan
" Maaf nona aku gak terbiasa minum arak." Jawab When Tyan datar tanpa berpaling.
__ADS_1
" Jangan panggil nona padaku, panggil saja aku dengan nama Feng Rui saja biar tambah akrab." Kata pelayan itu yang ternyata bernama Feng Rui.
Paras Feng Rui memang menarik, tetapi When Tyan belum terpikir akan masalah wanita. When Tyan masih seorang remaja yang masih dalam masa pertumbuhan. Feng Rui tidak dapat menahan gejolak di dalam hatinya karena tergoda akan ketampanan When Tyan. Feng Rui terus menggoda When Tyan dengan berbagai cara yang di lakukan nya.