
Berita tentang When Tyan masih di tutupi rapat - rapat oleh Xiao Sen dan yang lain nya. Whe Tyan pun berpamitan kepada Xiao Sen untuk melanjutkan pengembaraan nya.
" Paman Xiao, aku pamit dulu untuk melanjutkan pengembaraanku. Bila persiapan sudah matang, kabari saja aku. Aku merasa pengalaman ku belum cukup, aku sangat tersanjung dengan cita - cita paman. Semoga aku tidak mengecewakan harapan paman. Permisi paman." When Tyan memberi salam kepada Xiao Sen, lalu pergi meninggalkan sekte Cempaka Wungu.
Berat rasanya Xiao Sen melepas kepergian When Tyan. Tetapi demi beban yang akan di pikul oleh When Tyan cukup berat di masa depan, Xiao Sen pun jadi mengerti. Sebagai putra kaisar, When Tyan tidak ada waktu lagi untuk bersantai.
Perjalanan When Tyan kini menuju kearah sebuah kota kecil yang bernama Kota Cang Nan. Dimana di kota itu berdiri sebuah Asosiasi dan gedung perpustakaan kuno.
Setibanya di pintu gapura yang bertuliskan KOTA CANG NAN banyak orang yang antri untuk memasuki kota. Bagi yang mempunyai tanda pengenal, dengan menunjukkannya tidak akan di persulit. Tetapi bagi yang tidak mempunyai mereka haris membayar sebesar sepuluh keping perak kepada penjaga.
" Tunjukkan tanda pengenalmu anak muda..!" Seorang penjaga gerbang mendekati When Tyan.
" Maaf aku hanya seorang pengelana dan tidak mempunyai tanda pengenal apapun." Kata When Tyan menjelaskan
" Kalau begitu kau harus membayar keamanan sebesar sepuluh keping perak kepada kami." Penjaga berkata ll)dengan mata melotot.
When Tyan segera mengeluarkan kepingan perak dan langsung memberikan kepada penjaga. Dia tidak ingin identitasnya terbongkar.
When Tyan berjalan dengan tenang melewati pengunjung kota yang berlalu lalang dengan kesibukan masing - masing. Tak lama ia menemukan sebuah bangunan dengan papan nama yang agak lebar dan bertuliskan PERPUSTAKAAN KUNO. Bangunan itu terlihat unik di antara bangunan lainnya. Walaupun begitu, bangunan itu mempunyai keistimewaan tersendiri.
When Tyan memasuki bangunan yang di desain dengan menggunakan ukuran antik di setiap tiang. Perpaduan warna merah dan warna emas melapisi dinding bangunan bertingkat tiga itu. When Tyan menyusuri lantai pertama, di situ terpajang berbagai senjata tingkat rendah.
__ADS_1
When Tyan tidak tertarik dengan senjata yang di pajangkan di lantai pertama itu. Seorang pria paruh baya menghampiri nya, lalu menyapa dengan ramah.
" Maaf tuan, sepertinya tidak tertarik dengan pusaka yang ada di ruangan ini. Mungkin tuan bisa mendapatkan nya di lantai dua, mari tuan." Kata pelayan sambil membimbing When Tyan menuju lantai dua. When Tyan pun mengikuti pelayan menaiki tangga ke lantai dua.
Di lantai dua ruangan nya tidak seluas lantai pertama. Di situ terdapat senjata dan kitab kuno tingkat menengah tersusun rapi. When Tyan mengamati setiap benda yang ada di lantai dua dan tidak satupun yang menjadi pilihan nya.
" tuan rupanya sangat teliti dalam memilih sesuatu dan mempunyai selera yang tinggi. Memang semua yang ada di disini merupakan benda kuno tingkat menengah. Mari aku antar tuan ke lantai tiga, tetapi tuan di kenalan biaya administrasi sebesar lima koin perak. Jika tuan bersedia mari ikut aku..." kata pelayan dengan sabar.
When Tyan pun langsung mengikuti pelayan dan memberikan lima koin perak kepada pelayan. Pelayan menyerahkan lima koin perak kepada petugas yang duduk di meja. Pelayan itu membimbing When Tyan menuju lantai tiga.
Di lantai tiga When Tyan melihat lebih sedikit benda pusaka kuno yang terpajang. Dari rak yang satu ke rak yang lainnya tak luput dari pengamatan When tyan. When tyan masih ragu untuk membeli senjata atau kitab keterampilan seni jurus pedang.
Akhirnya When Tyan memutuskan untuk membeli kitab keterampilan seni jurus pedang. Ia ingin menambah keterampilan seni pedang nya. Selama ini When Tyan hanya menguasai jurus pedang Tarian Iblis Darah. Ia pun langsung menuju ke rak di mana banyak kitab yang di pajang di sana.
When Tyan menepuk buku tersebut hingga debu beterbangan dan terlihat di sampul buku bertuliskan 'JURUS PEDANG MAYA'. Jantung berdegup kencang dan tubuhnya bergetar hebat setelah membacanya.
" Apa hebatnya jurus yang terkandung dalam buku lusuh ini hingga dengan membaca sampulnya pun tubuhku menjadi gemetar." Kata When Tyan dalam hati dan langsung menenangkan dirinya.
Melihat When Tyan menemukan kitab di bawah rak, pelayan pun menjadi heran. Ia tak pernah memeriksa rak tersebut, ia hanya membersihkan di atasnya saja selama ini. Sejak kapan buku itu berada di sana, pelayan pun tidak tahu.
" Pak, aku tertarik dengan buku ini dan berniat untuk membelinya." Kata When Tyan kepada kasir.
__ADS_1
Mendengar When Tyan akan membeli buku itu, pelayan pun berniat mempermalukan di depan kasir. Pelayan itu mengira jika When tyan tidak mempunyai uang. Bagai mana tidak, begitu banyak kitab yang tersedia di lantai tiga tetapi yang di pilih When Tyan hanya sebuah buku lusuh.
" Hey anak muda, walaupun buku itu sangat lusuh tetapi harganya tetap saja mahal. Apa kau tidak mempunyai cukup uang untuk membeli buku yang lebih bagus dari itu. Mungkin lantai dasar adalah tempat yang cocok untuk mu.." Pelayan berkata santai tetapi sangat sakit bagi When Tyan.
" Apakah tuan sudah yakin untuk membeli buku itu, mungkin ada pilihan lain barang kali." Kata kasir dengan sopan dan tidak ingin menyinggung perasaan pelanggan.
" Aku sangat yakin sekali, sebutkan saja harganya berapa akan ku bayar." Kata When Tyan memastikan.
" Nak, barang di lantai tiga ini sangat mahal harganya karena tingkat dan kualitas nya sangat tinggi. Walaupun buku itu lusuh, tetap saja harganya tiga ratus keping emas. Jika uang mu tidak cukup kembali saja ke lantai dasar atau urung kan niatmu." Kata pelayan mencemooh.
" Baiklah aku akan bayar sesuai harga." Kata When Tyan lalu mengeluarkan kepingan emas dan meletakkan ke meja kasir. Pelayan pun melotot melihat when tyan langsung membayar kitab itu dengan tiga ratus keping emas. Padahal harganya cuma dua ratus lima puluh keping emas.
Pelayan itu sengaja menaikkan harga untuk menjebak When Tyan. Jika When Tyan tidak jadi membeli, maka pelayan pun merasa sangat senang kerena sudah mempermalukan When Tyan Di depan kasir dan pengunjung lainnya. Tetapi kenyataannya terbalik, malah pelayan itu yang merasa tak punya muka saat ini.
Setelah selesai menghitung uang yang dibayarkan When Tyan kasir pun tersenyum ramah. When Tyan langsung pergi meninggalkan perpustakaan kuno dan langsung mencari penginapan. Tak lama ia pun berhenti di sebuah bangunan berlantai dua yang berdiri megah di tengah kota. Penginapan itu tempat persinggahan para pelancong maupun para saudagar dari berbagai daerah yang datang ke kota itu.
When Tyan masuk dan menemui kasir untuk memesan kamar. Di dalam kamar When Tyan langsung mengeluarkan kitab JURUS PEDANG MAYA yang baru di belinya dari perpustakaan kuno. Di baca lembar demi lembar, tetapi When Tyan belum memahami maksud dari apa yang tertulis dari kitab itu.
Kitab PEDANG MAYA memang membutuhkan pemahaman khusus yang tak muda untuk di pahami dengan sekejap. Tetapi yang lebih mengejutkan lagi, di bagian akhir kitab itu hilang. Ada bekas robekan terlihat dari lembaran yang hilang itu.
When Tyan membaca dangan berulang - ulang dan berusaha memahami isi kitab itu. Tetapi hanya sebagian saja yang dapat dipahaminya.
__ADS_1
" kitab ini sungguh aneh, tehnik yang tertulis pun sangat rumit untuk di pahami. Aku harus mencari seseorang agar aku bisa mempelajari kitab ini dengan sempurna." kata When Tyan dalam hati.