
Dengan berat hati tabib Lin San memberi tahu penemuan di dalam tubuh When Tyan.
" Ketua, ternyata anak ini terkena racun Sebelas Hari yang terkenal sangat langka. Ramuan penawarnya sangat sulit di dapatkan, diantaranya adalah ekor kalajengking yang berusia ratusan tahun, racun ular ekor emas, daun semanggi perak, duri rotan dewa dan banyak lagi yang lainnya. Yang lebih mengejutkan semua itu hanya bisa di gantikan dengan air liur dan bulu burung phoenix. Tetapi kemana kita akan mendapatkan air liur dan bulu burung langka itu." Kata Lin San dengan penuh kekecewaan.
" Sayang nya pengguna racun itu telah tewas di tangan nya. Jadi kita kehilangan informasi di mana kita bisa mendapatkan penawar nya. Sungguh malang nasibmu harus menanggung penderitaan seberat ini tuan muda." Sambil mata berkaca - kaca xiao Sen berkata dengan lirih dan hampir tak terdengar suaranya.
" Apa maksud ketua dengan menyebut ' tuan muda ' padanya, Sebenarnya siapa anak muda ini.?" Tanya Lin San terkejut mendengar kata yang terucap dari Xiao Sen tadi.
" Dia adalah When Tyan putra dari kaisar agung When Cen yang di kabarkan telah hilang. Aku sengaja mencari dan membuntutinya secara diam - diam untuk menyelidikinya setelah mendengar berita yang menggemparkan dunia. Berita itu beredar hangat setelah tuan muda ini membunuh perampok topeng merah beberapa bulan lalu." Jelas Xiao Sen sambil menahan kesedihan nya..
" Ketua apa aku salah dengar, memang seandainya putra kaisar When Cen seusia anak ini. Tetapi dari mana ketua tau kalau dia adalah putra kaisar?." Tabib tak percaya dengan ucapan Xiao Sen.
Mendengar ucapan tabib Xiao Sen pun termenung dan mempertimbangkan nya lagi. Tetapi dugaan Xiao Sen sangat kuat sehingga ia terlalu meyakini.
" begini saja, kita periksa isi dari cincin spcialnya mungkin ada petunjuk untuk mengungkap identitasnya. Bagai mana?." Kata Xiao sen mengatakan idenya.
" ketua, apakah itu tidak berlebihan?." Kata Lin San merasa ragu dan tidak sopan.
" Aku sangat yakin jika dia memang putra dari kaisar When Cen. Jika dalam cincin nya terdapat segel giok, tidak di ragukan lagi kalau dia memang When Tyan." Dengan segera Xiao Sen mengambil cincin lalu mengerahkan tenaga dalam nya.
Di dalam cincin itu tersimpan banyak harta karun, uang, dua cincin spacial juga tanaman obat. Dengan teliti Xiao Sen memeriksa isi cincin milik When Tyan. Hingga Xiao sen menemukan sebuah medali perak juga segel giok.
" ini......!!!"
__ADS_1
" Ke...ketua ini benar - benar segel giok asli." Kata Lin San terbata- bata dan nafas nya tersaa sesak.
Xiao Sen dan Lin San seakan tersambar petir ribuan volt. Mereka tak mampu lagi untuk berbicara lagi dan badannya terasa dingin setelah mereka menemukan segel giok di dalam cincin milik When Tyan. Mereka merasa sangat bersalah kerena tidak dapat menyelamatkan tuan muda harapan mereka.
Lebih terkejut lagi setelah Lin san melihat benda yang sangat langka yaitu sehelai bulu burung Phoenix. Bulu itu langsung di pegang ole Lin San dan tidak disangka - sangka bulu itu mengeluarkan cahaya keemasan yang sangat terang ke arah langit. Cahaya itu adalah tanda rahasia apabila When Tyan dalam dalam bahaya untuk burung Phoenix.
Benar saja, setelah cahaya itu memancar ke langit dengan sangat terang. Jin Huo si burung Phoenix merasakan tanda bahaya tersebut yang di kirim oleh Lin San. Dari Lembah Iblis Kembar, Jin Huo langsung terbang dengan sangat cepat menuju sumber cahaya. Jin Huo sangat mencemaskan keadaan sahabat nya setelah lama tidak bertemu.
Dari ketinggian Jin Huo melihat sumber cahaya yang dipancarkan dari bulu nya yang di berikan pada When Tyan. Jin Huo langsung menukik bagai meteor yang jatuh ke bumi dan gerakan nya melambat setelah berada di atas sebuah bangunan. Bangunan itu adalah rumah pribadi Xiao Sen.
Kwak.........!!!!!
Kwak...........!!!!!
Begitu juga dengan Lin San dan Xiao Sen, mereka langsung keluar dan betapa terkejut nya setelah melihat seekor burung Phoenix. Tanpa sadar Lin San masih memegang bulu Phoenix milik When Tyan.
Melihat itu Jin Huo sangat marah dan langsung mengeluarkan energi api keemasan yang menyelimuti badan nya. Ia mendekat ke arah Lin San dan siap untuk menyerang nya. Dengan cahaya merah keemasan yang memancar bagai kembang api.
Lin San menyadari bahwa ia lagi memegang bulu Phoenix milik When Tyan. Dan terlintas di pikirannya untuk bernegoisasi pada Jin Huo.
" Tahan dulu, bukan kami yang mecelakai sahabatmu. Kami hanya ingin menolong nya, karena dia sedang terluka terkena racun sebelas hari. Dan itu hanya bisa di disembuhkan dengan air liur burung Phoenix. Secara kebetulan kau datang dan bisakah kau memberikan setitik air liurmu untuk mengobatinya." Kata Lin San dengan memberikan bulu yang sedang di pegang nya.
Mendengar ucapan Dari Lin San, Jin Hou langsung mendarat di halaman bangunan milik Xiao Sen. Jin Huo mengerti apa yan di katakan oleh Lin San tadi dan tidak jadi menyerang.
__ADS_1
Melihat Jin Huo tidak jdi menyerang Lin San langsung masuk kedalam dan membawa When Tyan keluar dan membaringkan nya dengan hati- hati di depan Jin Huo.
Jin Huo langsung mendekatkan kepalanya ke tubuh When Tyan yang sedan terbaring tak sadarkan diri. Jin Huo menatap When Tyan dengan mata berkaca - kaca dan tubuh nya langsung mengeluarkan cahaya keemasan dan memercikkan api.
Kwak.....!!!!
Kwak....!!!!!
Kwak.....!!!!
Amarah Jin Huo memuncak melihat kondisi sahabatnya yang sangat mengenaskan. Kemudian Jin Huo teringat akan ucapan dari Lin San tadi dan langsung mengeluarkan air liurnya dan memasukkan ke dalam mulut When Tyan sebanyak tiga tetes. Lalu Jin Huo menjilati sekujur tubuh When Tyan denga mengalirkan tenaganya.
Melihat adegan yang terlihat di depan mata Xiao Sen dan tabib Lin San pun menjadi terharu. Harapan nya tertumpuh pada burung phoenix itu. Bukan hanya mereka berdua yang salut akan sikap burung magis itu kepada When Tyan. Awalnya mereka sangat ketakutan akan kemarahan burung Phoenix dan tak terbayangkan lagi akan nasib mereka.
Beberapa menit kemudian tubuh Agen Tyan mengeluarkan kepulan asap hitam pekat dan bau amis yang menyengat. Tak lama asap pun menghilang dan berganti dangan cahaya keemasan yang menyilaukan mata. Perlahan cahaya itu meredup karena terserap oleh kekuatan When Tyan.
Tubuh When Tyan perlahan mulai berseri dan detak jantung nya pun sudah normal kembali. When Tyan tersadar dan membuka matanya secara perlahan. Alangkah terkejut nya ia setelah melihat sekelilingnya, karena yang terlihat pertama kalinya adalah Jin Huo.
" Jin Huo ada apa dengan ku sehingga kau datang kemari.?" Kata when Tyan langsung memeluk burung Phoenix sahabat nya. Jin Huo pun memeluk sambil mengelus When Tyan dengan kepalanya.
" tuan pendekar ada apa dengan ku dan di mana kami sekarang." When Tyan melepaskan pelukan nya lalu bertanya kepada Xiao Sen.
" Maaf tuan muda, tuan muda berada di wilayah sekte Cempaka Wungu kami. Hamba membawa tuan muda ke sini saat tuan muda tidak sadarkan diri setelah mengalahkan Xin Pey pemimpin pasukan kekaisaran. Setibanya di sini tuan muda di periksa oleh tabib Lin San dan ternyata tuan muda terkena racun Sebelas Hari. Dan maaf kan kami yang telah lancang memeriksa cincin milik tuan dan tidak sengaja mengeluarkan bulu burung magis. Dengan tidak sengaja ternyata kami memanggil burung Phoenix ini." Sambil membungkukkan badan nya memberi hormat pada when Tuan.
__ADS_1
Melihat pemimpin nya memberi hormat pada When Tyan, rakyat sekte Cempaka Wungu langsung mengikuti Xiao Sen. Walaupun mereka bingung setengah mati mengapa ketuanya itu sangat menghormati When Tyan. Mereka saling berbisik akan sikap Xiao Sen terhadap anak muda yang sama sekali belum mereka kenal itu.