PEDANG MAGIS ROH HARIMAU

PEDANG MAGIS ROH HARIMAU
Ch. 09 MANUSIA BERTOPENG


__ADS_3

Beberapa jam kemudian When Tyan pun kelelahan hingga terbaring dan tidur. Burung Phoenix pun berhenti dan berjaga disamping tubuh When Tyan. When Tyan pun tertidur pulas sambil mendengkur.


Saat terbangun dari tidurnya When Tyan terkejut, di sampingnya sudah tersedia banyak buah ajaib. Karena tertidur dengan lelap hingga ia tidak menyadari burung Phoenix pergi meninggalkannya dan kembali dengan buah ajaib sebanyak itu.


" Hey...bagai mana dengan keadaan kakek guru? Mungkin guru sedang kawatir karena aku belum kembali menemuinya." Kata When Tyan teringat dengan gurunya.


When Tyan berdiri dan menatap burung Phoenix dengan perasaan sedih. Sebenar nya ia sangat betah tinggal di dalam goa bersama burung Phoenix sahabat barunya itu. Tetapi di sisi lain ia sangat mengkhawatirkan keadaan gurunya.


" Maaf teman...sepertinya aku harus pulang untuk menemui guru ku. Aku kawatir ia akan marah karena terlalu lama menunggu ku." Ucap When Tyan sambil mengelus bulu burung Phoenix seakan enggan tuk meninggalkan nya. Burung itu pun mengelus kan kepalanya ke tubuh When Tyan. Lalu mencabut sehelai bulunya dan memberikan pada When Tyan.


Bulu yang bersinar keemasan itu dan buah ajaib langsung di simpan di cincin spacial nya. Lantas bergegas keluar dari goa dengan cepat. Setibanya di mulut goa When Tyan langsung melesat dengan mnggunakan ilmu meringankan tubuh yang baru ia dapatkan. Lama sudah When Tyan menyusuri hutan tetapi belum juga menemukan pondok yang ia tempati bersama gurunya.


" sepertinya aku tersesat." Kata Wen Tyan sambil istirahat di atas pohon besar. Pandangannya terhambat oleh gelapnya malam, bulan bersinar redup seakan malu - malu menampakkan diri di balik awan. Semilir angin berhembus menerpa wajah yang sedang tersesat.


" Lebih baik aku istirahat dulu di atas pohon ini, tampaknya lebih aman. Besok baru melanjutkan perjalanan." Kata When Tyan lirih.


When Tyan duduk sambil mengeluarkan permata inti tenaga siluman kalajengking. Di genggamnya permata inti yang memancarkan cahaya ungu itu. Dengan tenang ia menyerapnya. Esensi energi itu perlahan menyatu dengan tenaga dalam dan menerobos titik bela dirinya. Kini tenaga dalam When Tyan naik tiga kali lipat dari biasanya.


Mentari pagi bersinar cerah, suara burung berkicau dengan merdu. When Tyan terjaga dari tidurnya lalu beranjak pergi setelah mengawasi derah sekitar. Di tengah perjalanan When Tyan dihadang oleh segerombolan siluman kera. When Tyan langsung mengeluarkan pedang MUSIM SEMI lalu mengalirkan tenaga dalam nya. Beberapa ekor siluman kera langsung menyerang nya secara serempak.


Grrr.....!!


When Tyan langsung menyambutnya dengan Serangan Jurus Tarian Iblis Darah. Cahaya putih dari pedang Musim Semi menghampiri dan menembus tubuh siluman kera tanpa ampun. When Tyan menebas dan menusuk siluman kera yang mendekatinya hingga tewas.

__ADS_1


Pertempuran sengit itu pun tak seimbang. Banyak siluman kera yang telah mati akibat serangan Tarian Iblis Darah yang di dilancarkan oleh When Tyan.


Bam..!!


Bam..!


Suara langkah yang menggema dan mengguncang bumi membuat siluman kara yang menyerang When Tyan berhenti lalu kabur. When Tyan menjadi heran mengapa siluman kera itu kabur dengan wajah ketakutan. Saat menoleh kebelakang mata When Tyan seakan hendak melompat keluar di saat melihat siluman beruang setinggi lima meter sedamg mendekatinya.


Goaar...!!


Suara siluman beruang menggema membuat When Tyan bergidik ketakutan. Ia langsung mengaktifkan tenaga dalam dan dialirkan ke pedang Musim Semi. Tubuh When Tyan kini memancarkan cahaya putih terang kemudian dengan tenang menyerang siluman beruang.


Bam...!


Bam...!


Pertarungan itu berlangsung beberapa jam dan menguras banyak tenaga. Siluman itu sangat kuat tetapi hanya mampu mengandalkan tenaga saja. Sementara When Tyan menghindar sambil mencari titik kelemahan siluman tersebut. Hingga akhirnya When Tuan melesat tinggi dengan kekuatan penuh ia mengarahkan pedang nya tepat di kepala siluman beruang itu.


Kraak....!!!


Energi pedang dengan kekuatan penuh membelah kepala beruang. Darah menyembur keluar hingga mengenai wajah When Tyan. Siluman itu terguling ke tanah tak sempat bersuara kemudian..


Mati......

__ADS_1


Dengan nafas yang tersengal When Tyan menopang badan nya dengan pedang yang tertancap ke tanah. Sambil memulihkan tenaga yang terkuras, ia mengatur nafasnya dengan tenang dan megeluarkan beberapa buah ajaib lalu memakan nya. Setelah merasa tenaganya telah pulih ia pun berdiri lalu membelah dada beruang untuk mengambil permata tenaga inti. Tak lupa ia pun sebagian daging siluman beruang itu. Begitu pula dengan mayat siluman kera tak satupun yang tersisa permata inti tenaga semua di ambil oleh When Tyan.


When Tyan pun melanjutkan perjalanan kembali dangan tenang sambil bersiul menghibur diri. Tak jauh dari pertempuran itu ternyata ada sosok yang sedang memperhatikan kegiatan When Tyan. Dia adalah Liu Cen guru When Tyan yang sedang tersenyum puas.


Ternyata Liu Cen berada di tempat itu di saat When Tyan sedang bertarung mati - matian dengan siluman beruang. Sebenarnya Liu Cen Akan menolong When Tyan tadi, tetapi dengan sengaja ia ingin menonton dulu dan menolong apa bila murid nya itu benar - benar tak mampu mengalahkan siluman beruang itu.


Lou Cen melesat dengan cepat ke arah When Tyan lalu menyerang secara tiba - tiba. Merasakan ada serangan mendadak dari arah belakang, When Tyan pun langsung mengeluarkan pedang nya. Dangan spontan aliran tenaga dalam nya memuncak lalu memblokir serangan lawan.


Liu Cen sengaja menyerang dengan seperempat dari kekuatan yang dimiliki nya. Akibatnya When Tyan terlempar puluhan meter jauhnya. Tubuh When Tyan berhenti setelah membentur pohon dan jatuh ke tanah.


Huff!!!


Seteguk darah dimuntahkan oleh When Tyan. Ia berdiri dengan tegap dan mengalirkan tenaga nya kembali. Dengan ilmu meringankan tubuh, When Tyan melesat dengan cepat kembali berada di hadapan Liu Cen. Di balik topeng yang di pakai, Liu Cen terkejut lalu menghindari serangan.


Kilatan cahaya putih menyilau kan membentuk bulan sabit dari setiap serangan yang di lepaskan oleh When Tyan. Tetapi serangannya dapat dihindari dengan mudah oleh musuh yang tak lain adalah gurunya sendiri yang memakai topeng.


" Orang ini nampaknya sangat mudah menghindari setiap serangan ku. Kalau begini terus aku bisa mati." Kata When Tyan dalam hati dengan cemas.


" Bocah kecil ini, sejak kapan dia menerobos ke tingkat pendekar raja tahap pertama. Untung saja aku menggunakan seperempat tenagaku, kalau tidak aku bisa terluka dengan serangan nya.." Liu Cen mendengus kesal setelah merasakan kekuatan dari serangan When Tyan.


Mereka saling mengukur kekuatan lawannya dengan takjub. When Tyan mengaktifkan kembali ke titik extrem untuk menyerang Liu Cen. Ia tak ingin memandang rendah kekuatan lawan. Dengan mengerahkan kekuatan tingkat tinggi nya lalu menyerang Liu Cen kembali dengan ganas.


Serangan When Tyan bagai bagai badai yang sedang mengamuk mengarah ke tubuh Liu Cen berada. Serangan ketrampilan Tarian Iblis Darah yang dilancarkan When Tyan mengalami perkembangan pesat saat ini. Aura yang terpancar kini berubah menjadi merah kebiruan menghantam tubuh Liu Cen.

__ADS_1


Liu Cen menghindar dangan memiring kan kepala yang hampir tertebas tetapi tali pengikat topeng terlepas dari ikatan nya. When Tyan terkejut setengah mati setelah melihat wajah di balik topeng ternyata wajah guru nya yaitu Liu Cen.


__ADS_2