PEDANG MAGIS ROH HARIMAU

PEDANG MAGIS ROH HARIMAU
Ch. 17 DESA KABUT HANTU


__ADS_3

Para perampok hanya mampu memandangi kepergian When Tyan dengan raut wajah yang menyedihkan.


" Dunia memang kejam, aku tidak menyangka bila kita harus bertekuk lutut pada seorang anak ingusan seperti dia." Kata Lan Dong menyesali nasib yang menimpanya hari ini.Sementara When Tyan pergi dengan tenang tanpa menghiraukan nasib korbannya.


Berita perampokan yang di lakukan oleh When Tyan mulai tersebar. Para perampok yang lain pun mulai penasaran kan berita yang di sebarkan oleh Lan Dong. Banyak juga yang tidak percaya akan berita konyol itu. Segelintir orang jua beranggapan berita ini hanya sebuah lelucon atau cuma isapan jempol belaka.


Hari itu komplotan perampok Tengkorak Merah yang di pimpin oleh Liu Gong sedang mendengarkan cerita dari Lan Dong. Liu Gong terbahak - bahak karna mendengar cerita dari Lan Dong yang sangat ak masuk akal sehat itu.


" Bocah itu yang kuat atau kau yang memang sangat lemah he.." Kata Liu Gong merendahkan Lan Dong.


" Aku cuma berharap suatu saat kalian bertemu bocah itu. Agar kau bisa merasakan kehebatan nya." Kata Lan Dong tak terima kalau direndahkan begitu sambil meneguk arak.


" Aku jua tak sabar untuk menyincang anak itu agar kau tak menjadi pengecut seumur hidupmu." Kata Liu Gong menimpali ucapan Lan Dong.


Lama mereka berbincang dan saling menimpali satu sama lain. Memang selama Liu Gong berprofesi menjadi perampok belum pernah mengalami apa yang di alami oleh komplotan yang di pimpin oleh Lan Dong.


*


Perjalanan When Tyan sampai ke gerbang ujung sebuah Desa yang bertuliskan Desa Kabut Hantu. Dengan senyum yang melebar When Tyan membaca tulisan itu. Banyak orang yang lalu lalang keluar masuk Desa dengan kesibukan masing - masing. When Tyan terus berjalan tuk mencari penginapan yang ada di desa itu.


Langkahnya berhenti sebuah bangunan yang aak besar. Di atas pintu tersebut bertuliskan penginapan 'Kabut'. When Tyan melangkah masuk dan melihat hanya ada beberapa orang pengunjung yang sedang menikmati hidangan yang di sediakan di penginapan itu.


" Apakah tuan berniat untuk menginap di penginapan kami ini tuan." Sapa seorang kasir kepada When Tyan dengan ramah.


" benar tuan, apakah masih ada kamar ang kosong." Jawab When Tyan kepada kasir.


" Kebetulan tuan masih ada beberapa kamar yang belum ada yang memesannya, mari ikut aku tuan bisa memilih kamar yang cocok dihati tuan." Kata kasir membimbing When Tyan untuk memilih kamar.

__ADS_1


" Silahkan tuan barang kali kamar ini sangat cocok untuk tuan. Jika tuan ingin jasa pijat penginapan kami ada dan jika ingin mandi air hangat tuan cukup menambah lima keping perak. Jika tuan lapar, tuan bisa memesannya di ruangan tengah. Selamat beristirahat tuan semoga penginapan kami memberi kesan baik bagi tuan." Kata kasir menawarkan jasa yang ada di penginapan.


" Baik tuan kamar ini aku ambil." Sambil memberikan dua keping perak sebagai tips pada kasir.


Kasir pun berlalu setelah mengucapkan terima kasih setelah menerima tips dari When Tyan. Setelah kasir berlalu dari hadapan When Tyan langsung merbahkan badan nya di kasur untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh. Perlahan matanya pun terpejam lalu tertidur pulas.


Matahari mulai terbenam menandakan malam pun segera tiba. When Tyan bangkit dan beranjak fari tempat tidur. Ia berniat untuk mandi air hangat untuk menyegarkan adan nya. Lama sudah Wen Tyan tidak merasakan mandi air hangat seperti dulu.


Dulu sang san ibu yang selalu menyiapkan air hangat untuk When Tyan. Saat - saat itu selalu dirindukan oleh When Tyan. Setelah mandi badan menjadi segar kembali lalu bergegas untuk makan malam.


When Tyan memilih meja yang masih kosong dan berada di sudut ruangan. Dari posisi itu When Tyan dapat memandang suasana luar dengan bebas melalui kaca jendela.


" Tunggu sebentar tuan, kami akan menyiapkan hidangan makan malam untuk tuan." Kat seorang pelayan kepada When Tyan.


When Tyan duduk dengan tenang dan terus memandangi suasana luar. Tak lama pelayan pun tiba dengan membawa hidangan makan malam untuknya.


" Silahkan tuan selagi masih hangat." Pelayan mempersilahkan.


When Tyan makan dengan lahap dan hampir menghabiskan semua masakan yang di hidangkan. Tiba - tiba masuk tiga orang yang bertampang sangar. Melihat tiga orang yang memasuki ruang makan itu pengunjung pun mulai beranjak pergi dengan sendirinya. Nampaknya ketiga orang tersebut sangat di takuti oleh banyak orang.


" Siapkan kami hidangan yang banyak cepat! Kami sudah lapar." Bentak seorang yang bertubuh kekar dan dan membawa golok di pinggangnya. Mereka bertiga ternyata komplotan perampok yang di pimpin oleh Liu Gong.


" Ba..baik tuan hidangan segera tiba." Kata pelayan gemetar ketakutan.


Mata Liu Gong tertuju pada When Tyan yang sedang makan dengan lahapnya tanpa menghiraukan akan kehadiran nya. Liu Gong sangat marah pada When Tyan, lalu menghampirinya.


" He, ada tikus bernyali besar rupanya." Kata Liu Gong dengan membentak pada Wen Tyan. Tetapi bentakan itu tetap tidak dihiraukan oleh When Tyan.

__ADS_1


" Bocah ini sungguh tidak menghargai ketua, biar aku yang akan memberinya pelajaran karena sudah tidak sopan pada kita." Kata seorang yang bertubuh kurus unjuk gigi lalu mendekati When Tyan.


" Bocah tengik sepertinya kau baru datang ke desa ini ya? Jangan berlagak jagoan pada kami. Rasakan ini..." orang yang bertubuh kurus lansung menyerang When Tyan karena merasa tidak di hargai.


Trang...........!!!?


Pedang membentur Zirah pelindung yang di pakai oleh When Tyan sehingga mengeluarkan percikan api. When Tyan pun reflek mengayun kan tinju nya ke arah mata dengan sedikit aliran tenaga dalam. Orang itu terpental dan langsung tersungkur dengan mata lebam dan membengkak.


" Sudah tua tetapi tidak punya ahlak, kalian lihat aku sedang makan bukan!...?" Kata When Tyan sambil mengakhiri makan malam nya.


" Jangan menggurui ku bocah sombong rasakan ini.....!!" Liu Gong langsung menyerang When Tyan dengan ganas dan penuh kebencian.


Ternyata When Tyan sudah mempersiapkan diri untuk memblokir serangan dari Liu Gong. Pedang Musim Semi menyambut menyambut golok yang di arah kan pada When Tyan.


Trang..........!!!


Serangan Liu Gong diblokir dengan sangat mudah oleh When Tyan. Setelah mendapat perlawanan dari musuh, betapa terkejut nya Liu Gong setelah mengetahui kekuatan lawan nya.


" Pantas saja dia begitu sombong, ternyata tenaga dalamnya sangat luar biasa." Batin Liu Gong agak ragu.


" Gembel tengik, menyerah lah sebelum kesabaranku habis. Dengan bersujud tiga kali di kakiku maka nyawamu ku ampuni." Kata Liu Gong memprovokasi When Tyan.


" Tua bangka, kalau memang mau bertarung jangan di sini. Ayo kita selesaikan di luar saja agar lebih leluasa." Kata When Tyan lalu keluar.


" Besar mulut juga cacunguk ini." Kata Liu Gong lalu menyusul When Tyan dengan percaya diri yang sangat tinggi.


Liu Gong mengaktifkan tenaga dalam dengan extrem. Ia tak mau main - main lagi pada When Tyan. Walau kekuatan yang dimilikinya masih di bawah kekuatan lawan, tetapi Liu Gong memaksakan diri untuk menyerang When Tyan.

__ADS_1


" Bersiaplah untuk pergi ke neraka bajingan!!.." kata Liu Gong menyerang dengan kekuatan penuh.


When Tyan ternyata sudah mempersiapkan diri dengan mengaktifkan tenaga dalamnya. Ia tak mau main - main lagi nampaknya dalam menghadapi setiap musuhnya.


__ADS_2