
*
Sementara itu jendral Lu Huang masih menunggu berita dari Tiga Pembunuh Dari Selatan yang di utus nya ke Lembah Iblis Darah. Besar harapan nya utusan nya itu kembali dengan membawa berita yang menggembirakan. Selain kejam, ternyata jendral Lu Huang ternyata orang yang sangat licik.
" Kalau tiga pendekar murahan itu berhasil mendapatkan segel giok, maka aku akan mendapatkan keuntungan yang banyak. Selain gaji ku di naik kan, aku dapat setengah dari hasil jeri payah nya itu. Kaisar menjanjikan imbalan sebesar enam juta keping emas. Betapa beruntung nya aku ha..ha..." kata jendral Lu Huang penuh semangat.
" Jendral ada seorang pendekar dari Lembah Tengkorak ingin bertemu." Kata seorang pengawal kepada jendral Li Huang sambil menundukan badan.
" Bawa dia masuk." Jawab Lu Huang singkat.
" Baik jendral." Pengawal langsung keluar dan menemui Dong Ma.
" Pendekar silahkan masuk, jendral sedang menunggu.
" Baik lah" Dong Ma langsung berjalan mengikuti pengawal.
Sesampai pengawal ruangan kerja jendral Lu Huang pengawal itu langsung membunkukkan badan memberi hormat dan begitu pula dengan Dong Ma.
" Pengawal, tinggalkan kami berdua dan lanjutkan untuk berjaga." Jendral Lu Huang langsung menyuruh pengawal agar kembali ke pos jaga.
" Ada perlu apa kau mencari ku." Lu Huang bertanya kepada Dong Ma.
" Maaf jendral, aku datang dan bersedia untuk ini." Jawab Dong Ma dengan menyerahkan selembar kertas yang bertuliskan ( Barang siapa yang bersedia untuk menemukan When Tyan akan di beri imbalan yang sangat besar dari yang mulia When Peng. Silahkan untuk menemui jendral Lu Huang) itu.
" Hmm baiklah, berangkat lah ke Lembah Iblis Kembar dan misi yang paling penting adalah segel giok yang di bawa oleh When Tyan. Jika kau berhasil mendapatkan nya,serahkan padaku dan ambil hadiah sebesar tiga juta koin emas dari yang mulia. Apakah ada yang kurang jelas!!!" Kata Lu Huang memberi arahan.
" Baik jendral, aku berangkat sekarang dan akan segera kembali dengan segel giok itu." Jawab Dong Ma dengan percaya diri. Lalu melangkah keluar dan pergi.
__ADS_1
Ternyata praktek korupsi telah menjadi kebanggaan bagi pembesar kekaisaran Han. Dengan begitu rakyat Han menjadi makin menderita, yang miskin makin menderita sementara yang para pejabat sibuk dengan praktek korupsi untuk menimbun harta.
Rakyat kekaisaran Han hanya bisa merenungi nasib mereka. Praktek perbudakan terjadi di di mana - mana. Sungguh sangat memprihatinkan sekali kehidupan di kekaisaran Han saat ini.
**
Sementara itu di sekte Teratai Ulung yang di pimpin oleh Xiao Sen diam - diam sedang menyusun rencana untuk memberontak. Sekte itu sedang mencari anggota untuk membentuk aliansi aliran putih. Mereka dengan bersifat rahasia untuk menemui pemimpin sekte lain untuk untuk berdiskusi.
Pada suatu hari Xiao Sen pergi ke sekte Pedang Langit untuk melakukan pertemuan rahasia. Sekte Pedang Langit yang di pimpin oleh Fang Zen merupakan salah satu dari sekte aliran putih.
" berhenti, ada perlu apa kalian berani datang ke sekte Pedang Langit." Kata seorang penjaga gerbang kepada rombongan sekte Teratai Ulung setibanya di pintu gerbang.
" Maaf, tolong antar kami untuk menemui Fang Zen ketua kalian. Kami ada keperluan yang sangat penting pada beliau." Jawab Xiao Sen menjelaskan.
" Liu An cepat beritahu pada ketua, sementara aku akan menahan nya di sini untuk memeriksanya." Penjaga itu memerintah teman nya yang sedang berjaga.
" Lapor ketua, diluar ada tiga orang datang yang mengaku dari sekte Teratai Ulung ingin menemui ketua." Kata Liu An kepada Fang Zen.
" Oh, dia dalah Fang Zen sahabatku, mari kita temui mereka." Fang Zen langsung melangkah keluar dengan tergesa - gesa. Sementara Liu an membuntuti nya tanpa komentar apa pun.
Sesampainya di pintu gerbang Fang Zen langsung menyapa Xiao Sen dengan ramah.
" Sepertinya sekte Pedang Langit sedang beruntung hari ini. Sehingga pendekar besar dari Teratai Ulung sudi berkunjung ke halaman sekte kami yang kumuh ini. Maafkan pengawal kami yang telah berlaku tidak sopan pada anda" sambut Fang Zen sambil menunduk dan meletakkan tangan nya di dada memberi salam pada Xiao Sen.
" Anda terlalu memuji ku dengan merendah kan sekte mu teman. Teratai Ulung tidak ada apa - apanya jika di bandingkan dengan sekte Pedang Langit. Apakah aku boleh masuk sekarang.?" Ledek Xiao Sen sambil mengerlinglan sebelah mata meledek Fang Zen lalu membungkuk.
" Boleh , mari silahkan masuk jangan sungkan." Jawab Fang An setelah sadar dari lamunan nya. Ia merasa terlalu bahagia atas kunjungan sahabat lama nya itu. Mereka berjalan sambil bersenda gurau menyusuri halaman yang luas menuju ruang pertemuan pribadi.
__ADS_1
" Mari kita bicara didalam saja agar lebih leluasa." Ajak Fang An mempersilahkan masuk pada sahabatnya itu.
" Silahkan duduk, anggap rumah sendiri jangan sungkan." Kata Fang An lagi sambil menuangkan teh ke dalam gelas lalu menyerahkan kepada Xiao Sen.
" Bagai mana dengan tawaran ku tempo hari, apakau sudah mempertimbangkan nya." Tanya Xiao Sen lalu meminum teh yang telah di suguhkan. Ia langsung ke inti magsud kedatangan nya ke sekte Pedang Langit.
" Kami sudah berdiskusi dengan seluruh tetua sekte Pedang Langit. Para tetua menyetujui niat anda itu, tetapi kta harus merangkul sekte aliran putih yang lain dan melatih keras para pendekar muda serta perajurit kita." Tegas Fang Zen.
" Ya kita harus lebih giat lagi, aku sudah muak dengan kepemimpinan kaisar When Peng yang tidak manusiawi itu. Kau hanya bisa berharap semoga tuna muda When Tyan masih hidup agar kita dapat membantu untuk membalas dendam nya." Kata Xiao Sen penuh harap.
" Ya ku harap begitu, semenjak kaisar When Cen lengser akibat penghianatan yang di lakukan oleh paman nya hidup kita menjadi tak keruan. Aku akan bantu dan berusaha untuk merangkul para sekte aliran putih dan membentuk aliansi bersama - sama.." Fang Zen menjawab.
Semenjak pertemuan rahasia itu, mereka terus berkunjung ke sekte aliran putih lainnya. Secara diam - diam mereka melatih prajurit nya serta pendekar muda yang berbakat.
***
Sementara itu When Tyan berjalan dengan santai menyusuri hutan Lembah Iblis. Tiba - tiba awan gelap menyelimuti langit dan angin berhembus dengan kencang pertanda hujan akan segera turun.
" Sepertinya hujan akan segera turun, aku harus segera di pondok guru." Gumam When Tyan lirih sambil menggunakan ilmu meringankan tubuh ia melayang ke udara.
Tak butuh waktu lama dari atas When Tyan dapat melihat pondok gurunya. Lalu ia pun mempercepat gerakan nya menuju pondok itu. Liu Cen sedang bersemedi di ranjang nya disaat when Tyan tiba dan membuka pintu. When Tyan masuk dengan pelan hampir tak menimbulkan suara sama sekali. Ia tak ingin mengganggu gurunya yang sedang berlatih itu.
Tiba - tiba Liu Cen membuka matanya setelah menyadari akan kedatangan muridnya itu. Ia menatap When Tyan dalam - dalam karena raut wajah when Tyan tidak seperti biasa.
" Kau sudah kembali rupanya, setelah beberapa bulan tidak kelihatan batang hidung. Mengapa raut wajahmu seperti kurang semangat begitu? Apa ada masalah hah..." Tanya Liu Cen sambil tersenyum menghibur.
" Guru, dalam perjalanan aku bertemu dengan tiga pendekar yang di kirim jendral perang kekaisaran Han. Misi mereka adalah untuk membunuh ku, tetapi aku dapat mengalahkan mereka. Jendral perang itu menginginkan benda pemberian dari ayahku ini." Sambil mengeluarkan segel giok dan memberikannya pada Liu Cen.
__ADS_1