PEDANG MAGIS ROH HARIMAU

PEDANG MAGIS ROH HARIMAU
Ch. 30 PENGEMIS TUA


__ADS_3

Pengemis tua itu menerima buah apel ungu lalu menyantapnya. Dengan melihat buah ajaib itu, pengemis itu semakin yakin jika When Tyan memang bukan orang sembarangan. Tetapi ia masih tetap menutupi kecurigaan nya terhadap When Tyan.


" Buah yang sangat enak sekali, terima kasih anak muda kau telah menyelamatkan ku hari ini." Kata pengemis itu dengan nada menyanjung.


Namun tiba - tiba tubuh pengemis tua itu berpura - pura menjadi kejang - kejang. Pengemis menatap When Tyan lalu berkata...


" Buah apakah yang kau berikan padaku, kok badan ku menjadi begini." Kata pengemis tua itu sambil berpura - pura menahan sakit.


" Ada apa dengan buah apel ungu itu, padahal itu adalah buah ajaib yang dapat memulihkan tenaga." Kata When Tyan keheranan.


Pengemis tua itu kemudian berniat menyerang When Tyan. Pengemis tua itu sengaja berpura - pura menyerang untuk memancing agar When Tyan marah padanya. Pengemis tua itu ingin mencoba kemampuan When Tyan. Dari awal melihat When Tyan pengemis tua itu ia sudah merasakan ada kekuatan yang tersembunyi di tubuh When Tyan.


Melihat pengemis itu akan menyerang, When Tyan langsung mengeluarkan pedang iblis dan mengeluarkan jurus tarian iblis darah.


" Jurus Tarian Iblis Darah ini sepertinya milik Liu Cen


Sahabatku yang lama menghilang. Dari mana ia dapat mempelajarinya, apa hubungannya dengan Liu Cen." Kata pengemis itu setelah melihat jurus yang diperagakan oleh When Tyan.


" Pak tua, jaman salahkan aku jika aku kurang ajar padamu, aku sudah berniat baik tadi." Kata When Tyan memperingati pengemis tua itu.


" Keluarkan semua kemampuan mu anak muda, jangan sungkan." Kata pengemis itu.


Awal nya When Tyan mengeluarkan separuh tenaga dalam nya untuk menyerang pengemis tua itu.


Wush........!!!!

__ADS_1


Pedang iblis melesat dengan cepat membelah kehampaan. Pengemis itu menyambut serangan When Tyan tanpa ragu. Ia sangat puas melihat When Tyan menyerangnya dengan ganas.


Trang.....!!!


Pengemis tua hanya mematahkan serangan When Tyan dan tidak melakukan serangan balik. Setiap serangan yang di lancarkan oleh When Tyan dapat dengan mudah di patahkan oleh pengemis tua. Jurus Tarian Iblis Darah sangat akrab baginya. Kini pengemis tua itu mengenang kembali saat - saat berlatih dengan sahabatnya Liu Cen masa dulu.


Melihat pengemis tua itu tidak membalas serangan nya, When Tyan merasa sangat di remeh kan oleh pengemis tua itu. Kini When Tyan merubah serangan nya dengan menggunakan jurus Pedang Maya. Di genggam nya erat - erat pedang Iblis lalu menganktifkan tenaga dalam tiga elemen sekali gus. Di tekan nya tenaga dalam lalu mengalirkan ke arah pedang Iblis. Perlahan tapi pasti membuat tubuhnya mengembun lalu pedang Iblis perlahan menjadi bayangan. Lama kelamaan pedang Iblis pun tak berwujud.


Kini cahaya merah keemasan terpancar dangan sangat terang dan menyilaukan mata. Melihat perubahan yang di lakukan When Tyan, pengemis tua itu tercengang dan seakan tak percaya. Jurus Pedang Maya itu sudah lama menghilang dari dunia persilatan. Hanya ia yang terakhir mempelajarinya lalu kitab itu lenyap setelah ia merobek beberapa lembar di akhir kitab itu dan menyimpannya.


Jurus itu sangat menakutkan sekali, makanya ia sengaja merobek dan menyimpan nya sendiri. Pengemis tua itu tidak ingin jatuh ke tangan yang salah, makanya dia merobek beberapa lembar dari kitab itu. Ia takut jika jurus itu disalah gunakan oleh orang - orang jahat.


Pengemis tua itu pun melakuakan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh When Tyan. Tetapi bedanya adalah gerakan pengemis itu lebih sempurna dan lembut dari When Tyan. Dengan menggunakan tongkat, bayangan cahaya yang dihasilkan lebih pekat dan tebal. Pengemis tua itu hanya memamerkan bahwa jurus Pedang Maya milik nya lebih sempurna.


Melihat pengemis tua itu mengeluarkan jurus Pedang Maya juga When Tyan pun menarik kembali serangannya. Ia pun langsung memberi hormat kepada pengemis tua itu.


" Anak muda kau terlalu menyanjungku, aki hanya pengemis tua yang hina yang tidak sehebat yang kau katakan tadi. Aku lihat tadi jurus Tarian Iblis Darah, apa hubungan mu dengan Liu Cen. Karena yang ku tahu jurus itu adalah jurus yang sangat di kuasai oleh Liu Cen." Tanya pengemis tua itu.


" apa kah kau mengenal guruku?." Tanya When Tyan dengan heran dan kaget setengah mati karena pengemis tua itu ternyata mengenal gurunya.


" Oh, ternyata kau murid dari Liu Cen, ia adalah sahabatku. Sudah lama kami tidak ketemu dengan nya. Kami terpisah semenjak terjadi kudeta di kekaisaran Tang yang mengakibatkan badai perang yang sangat banyak menelan korban.." pengemis itu menghentikan bicaranya dan menyeka air mata yang menetes si pipi nya. Ia tak kuat menahan kesedihan yang mereka lalui bersama saat itu.


" Selama ini aku mengira jika beliau telah tewas dalam kudeta saat itu. Aku sangat berhutang nyawa padanya karena beliau yang telah menyelamatkan ku dari kepungan para pendekar yang mendukung pemberontak. Ah......sudah lah yang penting beliau masih hidup dan aku sangat terharu sekali." Kata pengemis itu dengan menahan kesedihannya.


" Oh....ternyata guruku adalah sahabat seperjuanganmu dulu. Kebetulan sekali aku bertemu dengan mu karena aku bermaksud untuk mengunjunginya. Sudah lama aku tidak bertemu dengan guruku. Jika memang ingin bertemu dengan nya mari ikut aku ke Lembah Iblis Kembar sekarang." Kata When Tyan kepada pengemis tua itu.

__ADS_1


" Oh ya..ya...mari antar aku untuk menemui gurumu, tetapi apakah kau punya bukti yang kuat jika kau memang murid dari Liu Cen sahabatku itu. Maaf bukan nya aku tidak percaya padamu, tetapi aku membutuhkan bukti yang kuat." Kata pengemis tua itu meragukan perkataan When Tyan.


" Oh....ternyata kau sangat berhati - hati sekali dan tidak muda percaya begitu saja rupanya." Dengan tersenyum When Tyan lalu mengeluarkan pedang Musim semi yang telah retak dan memberikan kepada pengemis tua itu.


Melihat padang Musim Semi yang di keluarkan oleh When Tyan, pengemis tua itu langsung melotot tak percaya. Ia terus mengamati pedang itu dengan mata berkaca - kaca. Pedang itu memang milik sahabatnya dulu.


When Tyan lalu mengeluarkan lencana Titanium yang di berikan gurunya saat ia akan berangkat untuk berkelana waktu itu. Lalu memberikan lencana itu kepada pengemis tua itu.


" Apakah sudah cukup untuk membuktikan jika aku memang murid dari guru Liu Cen sahabatmu itu.?" Tanya When Tyan lagi dengan bangga.


Melihat lencana itu pengemis tua meraih dan langsung mengeluarkan lencana miliknya lalu menyatukan kedua lencana itu. Betapa terkejutnya When Tyan melihat kedua lencana itu setelah di satukan. Kedua lencana itu mengeluarkan energi yang kuat dan memancarkan cahaya kemilau keperakan.


" Memang benar beliau adalah sahabat lamaku rupanya. Cepat antarkan aku kepada gurumu sekarang." Kata pengemis tua itu sambil memberikan pedang dan lencana titanium kepada When Tyan.


Setelah menyimpan pedang dan lencana titanium,When Tyan pun melangkah pergi dan di ikuti oleh pengemis tua itu menuju Lembah Iblis Kembar.


Mereka melesat terbang dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh ke arah Lembah Iblis Kembar. Mereka larut dalam pikirannya masing - masing dan saling membisu. Mereka tidak sabar lagi untuk segera sampai ke Lembah iblis Kembar.


*


Sementara itu perampokan upeti kekaisaran membuat kaisar When Peng menjadi murka. Begitu pula dengan jendral Lu Huang sebagai jendral yang di takuti ia merasa sangat di hina.


" Jendral Lu, bagai mana keputusan mu tentang perampokan upeti itu. Apakah kau akan diam saja ha.....!!!" Bentak kaisar When Peng sambil melihat ke arah Lu Huang dengan penuh amarah. Bagai mana tidak, semua yang di kirim oleh Lu Huang semuanya berakhir dengan kegagalan.


" Yang mulia, pengacau ini sepertinya sengaja untuk mempermainkan kita. Bagai mana jika aku secara langsung turun tangan untuk mencari pengacau ini. Sepertinya pengacau ini sangat hebat, sehingga tiga pemimpin serta pasukannya tewas di tangan nya." Kata Lu Huang dengan nada geram.

__ADS_1


" Jika menurutmu itu yang terbaik maka lakukanlah. Dan aku tidak ingin lagi hanya berita buruk yang kudapatkan seperti yang terjadi selama ini." Kata When Peng dengan ketus.


" Baiklah yang mulia, aku akan berangkat untuk mencari pengacau ini. Aku berangkat dulu...." kata Lu Huang dan langsung pergi meninggalkan istana kekaisaran.


__ADS_2