
Liu Cen menerima dan memandangi dengan seksama. Setelah mengetahui bahwa segel giok adalah sebuah kunci rahasia peninggalan leluhur keluarga When. Liu Cen pun menjelaskan Pada When Tyan
" Tyan ' er , dugaan ku selama ini ternyata benar adanya. Aku merasakan aura dari segel giok ini dari awan aku menemukan mu. Benda ini adalah peninggalan leluhurmu, kau sangat beruntung memiliki benda ini. Simpan benda ini dan jangan berikan pada siapapun. Segel giok ini mempunyai roh yang akan keluar apa bila seseorang mengaktifkan energi Lima Elemen untuk pertama kalinya."
" Segel ini mempunyai roh yang tersegel, dan akan keluar dengan Mengaktifkan energi Lima Elemen. Aku jadi tak mengerti akan semua di balik segel giok ini guru." When Tyan menyela pembicaraan gurunya.
" Makanya dengarkan dulu aku bicara, jangan main samber aja." Jawab Liu Cen dengan menggerutu lalu melanjutkan penjelasan pada When Tyan secara detail.
" Nah begitulah sejarah nya yang ku tahu, segel giok ini telah menemukan orang yang tepat. Tyan ' er , karena kau memiliki energi Lima Elemen tersebut maka suatu saat kau akan menemukan jawaban nya sendiri nantinya." Jelas Liu Cen kepada When Tyan.
When Tyan tidak menyadari bahwa lima warna titik yang tersimpan di dalam titik bela dirinya itu adalah energi Lima Elemen.
" Guru aku masih ragu , apakah aku bisa memenuhi harapan Roh yang tersegel dalam giok ini nantinya.."
" kerja keras, dengan kerja keras semuanya bisa menjadi mungkin. Sudah takdir mu maka kau harus menjalani nya. Ingat itu baik - baik." Kata Liu Cen dengan tegas.
Setelah beberapa hari When Tyan merenungi penjelasan gurunya tentang segel giok, dia pun bersemangat untuk memnuhi cita - cita leluhurnya itu.
" baik lah aku akan memenuhi apa yang sudah di cita - citakan oleh leluhur." Kata When Tyan dari lubuk hatinya yang paling dalam untuk berjanji pada diri sendiri.
Pada suatu kesempatan When Tyan memberanikan diri berbicara tentang apa yang sudah diniatkan selama beberapa hari ini. Tekadnya sudah bulat untuk pergi berpetualang dan mencari pengalaman di luar. Dengan hati - hati When Tyan menemui gurunya.
" Guru aku berniat untuk mencari pengalaman di luar serta ingin menambah wawasan. Ku harap guru tidak keberatan dan mengijinkan kepergian ku ini." When Tyan berkata dengan lirih kepada gurunya.
" Memang sudah saatnya kau berkelana , tetapi apakah kau sudah siap dengan kehidupan keras dunia luar. Memangnya kau sudah memikirkan dengan baik apa resiko yang akan kau hadapi setelah berada diluar sana." Tanya Liu Cen memperingatkan.
" Guru, aku sudah memikirkan nya dengan matang. Selain menambah wawasan tujuan utama ku adalah untuk mencari keluargaku. Dampak saat ini aku belum mengetahui tentang dimana keluargaku saat ini." Jawab when Tyan singkat dan tak terasa matanya sudah berkaca - kaca menahan kesedihan yang mendalam.
" Ya sudah, jika memang tekad mu sudah bulat.aku ijinkan kau pergi dengan satu syarat, jangan pergunakan kekuatan mu kejalan yang sesat. Hanya ini yang dapat aku berikan padamu, semoga benda ini bermanfaat untukmu." Liu Cen berkata sambil memberikan sebuah lencana Titanium kepada murid nya itu.
Di raihnya lencana itu dan di simpan kedalam cincin spacial nya. Lalu memeluk erat tubuh gurunya seakan tak ingin lepas lagi. Tangis When Tyan pun pecah dalm pelukan orang yang telah membesarkan nya dan memberinya kasih sayang dengan ikhlas.
__ADS_1
Liu cen membiarkan muridnya meluapkan kesedihannya. Ia berusaha untuk tegar di hadapan When Tyan dan berusaha menyembunyikan kesedihannya. Setelah tragedi itu Liu Cen hidup sendiri di Lembah Iblis Kembar ini. Dengan adanya When Tyan kehidupan Liu Cen terasa penuh dengan keceriaan tersendiri baginya.
" Sudah...sudah...jangan cengeng begitu, malu dong dengan segel giok yang ada padamu itu. Setelah ini, apakah kau akan melupakan ku..??" Tanya Liu Cen
" Guru, sampai mati pun aku tak akan pernah berniat untuk melupakan mu. Aku akan mengunjungi mu di setiap aku ada waktu." Jawab When Tyan kemudian menyeka air matanya.
" Ya..ya.. aku percaya." Liu Cen meledek.
" guru , aku pamit dulu." Sambil memungkinkan badannya When Tyan memberi hormat.
" Berangkat lah dan kejar semua cita - cita mu, Ingat satu hal lagi lau harus mampu menyelesaikan setiap masalah yang akan kau hadapi nantinya."
" Aku akan selalu mengingat pesan guru dengan baik.." Setelah berkata When Tyan melesat ke udara dan pergi menghilang.
Setelah kepergian When Tyan, kehidupan Liu Cen kembali sunyi seperti beberapa tahun lalu.
*
" Hay nak, apakah hutan ini yang dinamakan Lem ah Iblis Kembar."
" Benar adanya senior,tempat ini adalah Lembah Iblis Kembar. Sebenarnya apa senior sampai datang ke hutan ini." Tanya When Tyan dengan sopan.
" aku beri tahupun kurasa kau tak akan mengerti. Tapi baiklah dengan terpaksa aku akan memberitahu tujuan kedatangan ku kemari. Aku sedang mencari seseorang yang bernama When Tyan.."
Bagai disambar petir ribuan kali When Tyan terkejut seketika lalu berusaha untuk menutupinya. Ia berusaha untuk tetap tenang untuk menanggapinya.
" Mengapa senior mencari When Tyan."
" Hey tikus clurut, ternyata kau bawel juga orangnya. Ingat ini urusan orang tua, ngerti..!" Dong ma mulai kesal dan membentak.
" Bukan begitu, barang kali aku bisa bantu." Jawab When Tyan masih tetap tenang.
__ADS_1
" Ooo....apakah kau temannya, cepat beritahu aku dimana dia sekarang. Kalau tidak kau pasti akan ku cincang dengan kapak petir ku ini." Ancam Dong Ma sambil memamerkan kapak besar yang baru di keluarkan dari cincin spacia lnya.
" Apa untungnya jika aku memberi tau padamu." Jawab When Tyan dengan cuek.
" Gembel tengik! Rasakan ini jika kau berani tidak sopan pada si Kapak Petir maka pergilah ke neraka." Sambil mengayunkan kapak nya ke arah When Tyan.
Trang.....
Kapak menghantam tubuh When Tyan dengan keras. Tetapi betapa terkejut nya Dong Ma melihat When Tyan terjauh tetapi tubuh nya masih utuh. Ternyata When Tyan memakai zirah pelindung siluman Kura - kura sehingga kapak petir tak dapat melukai nya.
" Pantas gembel tengik ini sangat sombong , ternyata tubuhnya kebal senjata. Ini mustahil..."
Dong Ma yak percaya apa yang ia lihat saat ini bahwa dia sedang di provokasi oleh When Tyan. Seorang pendekar kapak petir sedang dipermalukan oleh anak ingusan. Ia terlalu gegabah tadi, dan kini menganggap remeh kekuatan When Tyan.
When Tyan mengeluarkan pedang Musim Semi dan mengalirkan tenaga dalam nya lalu menyerang Dong Ma dengan jurus Tarian Iblis Darah.
Traaaang....!!!
Benturan demi benturan yang terjadi oleh senjata pusaka menimbulkan percikan api.
" Apakah cuma segitu kekuatan pendekar kapak petir. Mungkin gurumu sangat menyesal mempunyai murid yang tak berguna sepertimu." When Tyan memprovokasi Dong Ma.
Dong Ma menjadi sangat marah dan menyerang dengan brutal dan tidak beraturan lagi. Dalam hatinya ia malu karena sudah di pandang rendah oleh When Tyan.
Wuuss.......!!
Traang......!!
Ayunan kapak petir dengan kekuatan yang dasyat di lancar kan Dong Ma mendesak When Tyan.
" Tikus got ini sangat menyebalkan sekali." Gerutu Dong Ma dalam hati.
__ADS_1
Hingga saat ini, jangankan membunuh, goresan kecil saja belum tercipta di tubuh When Tyan.