
When Tyan menyimpan kitab PEDANG MAYA lalu mandi lalu makan malam. Seperti biasa When Tyan memilih tempat di sudut yang bisa memandang keluar dengan bebas. Ia duduk santai dan mengamati suasana luar penginapan yang diterangi lampu dari setiap bangunan sekitar penginapan.
When Tyan memesan makan malam kepada pelayan dan menunggunya dengan sabar. Tak lama hidangan dengan aroma yang lezat pun tiba di meja. Setelah selesai menyajikan pelayan pun pergi meninggalkan When Tyan.
Aroma yang lezat dari hidangan yang tersedia membuat perut keroncongan. When Tyan pun menyantapnya dengan lahapnya. Tak sadar When Tyan menghabiskan hidangan tanpa sisa. Masakan di penginapan ini memang terkenal lezat, oleh karena itu banyak saudagar dan para pendatang yang menjadi langganannya.
Setelah makan malam When Tuan langsung masuk kamar untuk istirahat. Kenaikan harinya When Tyan pun meninggalkan kota. Ia berniat menuju hutan di mana para prajurit kekaisaran kembali ke istana dengan upeti yang suaminya dari rakyat maupun pedagang. Ia berniat untuk merampok prajurit dan dengan sengaja akan membuat kekacauan.
Setibanya di sebuah hutan, When Tyan beristirahat dan ingin menjajal keterampilan PEDANG MAYA.
' sepertinya tempat ini cocok untuk berlatih keterampilan PEDANG MAYA." Kata When Tyan dan langsung mengeluarkan kitab PEDANG MAYA.
di bacanya kembali isi kitab itu lembar demi lembar dan mencoba untuk mengingat gerakan nya. Setelah itu langsung mempraktekkan apa yang tertulis di dalam kitab. Hampir semalaman ia berlatih jurus pedang maya dan hanya lima jurus yang dapat dipahaminya dengan sempurna. Sementara sebagian lagi belum bisa untuk di pahami apa lagi ada beberapa lembar yang hilang.
Hari sudah hampir pagi When Tyan mendengar ada pasukan yang mendekat ke arahnya. When Tyan langsung terbang ke atas pohon besar untuk melihat siapa yang datang kearahnya. Dari jauh terlihat ada pasukan yang di pimpin dua orang dengan menunggangi kuda. Mereka membawa gerobak uang berisi beberapa peti yang ditarik kuda. Di belakang nya ada sepuluh prajurit dengan bersenjata lengkap.
" hmm...mereka baru pulang dari menagih upeti yang akan di bawa keistana rupanya. Kebetulan sekali aku akan menjajal ilmu baruku pada mereka." Kata When Tyan penuh semangat melihat gerombolan yang membawa upeti itu.
Gerombolan itu berjalan Dengan tenang melintasi hutan. Mereka sudah terbiasa melakukan perjalanan tanpa ada halangan selama ini. Tetapi lain untuk kali ini, tanpa mereka sadari jika ada When Tyan yang akan menghalangi perjalanan mereka. Perampok manapun akan takut jika rombongan prajurit utusan jenderal Lu Huang.
When Tyan tak kenal dengan Lu Huang maupun pembesar lainnya. Di dalam hatinya hanya akan membuat onar pada pasukan istana siapapun itu. When Tyan mengeluarkan topeng yang sempat di beli waktu berada di kota Cangnan lalu memakai nya. Ia langsung melompat turun dengan membelakangi pasukan.
Melihat ada sosok yang berdiri di depan, pemimpin pasukan pun memberi isyarat untuk berhenti dan siaga melindungi upeti yang mereka bawa.
" Tikus kecil dari mana yang berani menghalangi perjalanan kami. Apakah kau belum tahu siapa yang sedang kau hadapi ini hah.....!" Kata pemimpin dengan lantang.
When Tyan tetap diam tanpa menghiraukan bentakan pemimpin pasukan. Sikap itu membuat semua orang menjadi geram dan marah sekali kepada When Tyan. Melihat semua orang marah kepadanya When Tyan pun tersenyum puas karena ia berhasil untuk memprovokasi pasukan itu.
" Sombong sekali tikus kecil ini, mungkin dia sudah mempunyai serap banyak nyawa rupanya. Semuanya beri pelajaran kepada orang tak tahu diri ini....serang......!" Suara pemimpin itu melengking dan pasukan pun langsung menyerang When Tyan.
__ADS_1
Bunuh.......!!!!!
When Tyan menyambutnya dengan ayunan pedang Iblis yang diambilnya setelah membunuh Feng Tian. Pedang di ayunkan kearah pasukan yang menyerang nya. Cahaya hitam pekat yang keluar dari pedang Iblis langsung menyapu leher pasukan.
Crass.......!!!!
Crass........!!!!
Crass........!!!!!
Lima kepala pasukan terpisah dari badan, darah menyembur keluar dengan deras. Sementara yang lainnya langsung mundur karena ketakutan melihat teman nya tewas dengan sekejap mata.
" Bajingan tengik ini menggunakan pedang milik Feng Tian, dari mana ia mendapatkan pedang itu. Apa bangsat ini yang telah membunuh pemimpin Feng Tian." Kata pemimpin pasukan melihat pedang Iblis yang di gunakan When Tyan.
Kedua orang yang menaiki kuda langsung menyerang When Tyan. Seorang bersenjatakan pedang melengkung dan yang seorang lagi bersenjatakan tombak trisula. Kedua senjata itu mengeluarkan cahaya kuning dan biru muda menyerang When Tyan.
When Tyan menyambut kedua serangan itu dengan jurus Tarian Iblis Darah. Pedang iblis yang mengeluarkan cahaya hitam dengan kekuatan yang dasyat memblokir serangan kedua pemimpin itu. Kini yang terlihat hanya cahaya yang di pancarkan dari masing - masing pusaka yang mereka gunakan.
Duarrrr.....!!!!!
Duarrrr.....!!!!!
Ledakan terjadi di saat tiga kekuatan bertemu dan mengakibatkan tanah bergetar seperti sedang ada gempa. Kedua pemimpin pasukan terpental puluhan meter ke belakang. Begitu juga dengan When Tyan, ia juga terpental puluhan meter.
" Bocah ini tak oleh di anggap remeh rupany, apalagi pedang Iblis ada di tangan nya. Kita harus menggunakan tak tik perangkap kelinci. Mari kita lakukan...!!!" Kata seorang pengawal kepada temannya.
Mereka mulai mengaktifkan tenaga dalam dan mengalirkan ke pusaka masing - masing.pedang melengkung itu mengeluarkan cahaya kuning yang sangat terang setebal lima meter. Sedangkan tombak Trisula mengeluarkan cahaya biru terang juga setebal lima meter. Pakaian mereka berkibar, karena tekanan dari kekuatan yang di keluarkan begitu kuat.
Mereka segera membentuk farmasi perangkap kelinci dan langsung menyerang When Tyan. Kekuatan yang mereka ciptakan bagai badai angin yang sangat mengerikan. Gerakan mereka sangat cepat hingga yang terlihat hanya cahaya kuning dan biru yang meluncur dengan cepat bagai dua meteor yang jatuh dari langit.
__ADS_1
Melihat serangan lawan yang sangat menyakitkan, when Tyan pun tak ingin salah langkah. Ia segera mengaktifkan tenaga dalamnya dan pedang Iblis di selimuti cahaya hitam yang memercik bagai bunga api. Perlahan ujud pedang mulai samar, lalu pedang itu pun menjadi cahaya hitam yang sangat mematikan. When Tyan terkejut ternyata jurus pedang maya mampu merubah pusaka menjadi tak berbentuk.
Kedua pengawal itu bergidik melihat perubahan serangan dari When Tyan. Mereka belum pernah melihat jurus itu sebelumnya. Tetapi serangan mereka tidak dapat di ubah karena akan mempengaruhi kekuatan mereka. Dengan penuh kebencian dan niat membunuh yang sangat tinggi, mereka pun menyerang When Tyan dengan dua sisi.
Jurus PEDANG MAYA
Wush.......
Wush......
Walau agak canggung dalam gerakan, tetapi jurus pedang maya memang sangat mematikan. When Tyan bertarung dengan gagah berani menghadapi dua musuh yang tangguh. Bayangan pedang iblis terus mengejar musuh bagai serigala lapar yang haus darah. Mereka saling bertukar jurus dan mengerahkan semua kemampuannya.
Duar......!!!!!
Duar.......!!!!
Pedang maya mematahkan farmasi perangkap kelinci milik kedua pemimpin pasukan. Nafas mereka terasa berat, dadanya bergemuruh bagai suara genderang perang. Mereka sangat pirus asa saat ini, tetapi sebagai pemimpin prajurit jiwa bertarung nya sangat tinggi.
" Apakah ada lagi yang lebih berbahaya dari serangan tadi. Kalau tidak aku pasti kecewa karena kurus baruku ini belum semuanya ku keluarkan." When Tyan memprovokasi lawannya.
" sudah bosan hidup rupanya tikus ini sehingga begitu sombong dan besar kepala. Jangan salahkan aku jika aku akan mengirim mu keneraka." Jawab pengawal dengan geram.
Mereka mengaktifkan kembali farmasi perangkap kelinci, tapi kali ini mereka menyerang secara bersamaan dengan satu arah.
" matilah kau tikus busuk..." Teriak seorang pengawal.
When Tyan langsung menyambut nya dengan jurus pedang maya yang dialiri tenaga dalam tiga elemen. Bayangan pedang iblis semakin pekat dan semakin menyeramkan. Niat jiwa pedang mengalir bagai air pasang di tubuh When Tyan.
Trangggg.......!!!!
__ADS_1
Bayangan pedang iblis menyapu tombak trisula dan pedang melengkung. Pedang dan tombak itu terlepas dari tangan kedua pemimpin pasukan. Tetapi tanpa di duga oleh When Tyan, tombak trisula berubah menjadi bayangan ular dan meliuk - liuk menyerang kembali. Juga pedang melengkung berubah menjadi bayangan kelelawar hitam bermata merah lalu menyerang ke arah When Tyan.
When Tyan terkejut bukan main dengan perubahan kedua pusaka itu. Tetapi ia berusaha agar tetap tenang.