
" Sebenarnya apa hubungan mu dengan kekaisaran Han. Sehingga kau akan melakukan pemberontakan dengan membentuk aliansi. Memamg rumor yang ku dengar pemerintahan kaisar Han memang sangat menindas rakyat. Kehidupan rakyat nya sangat memprihatinkan sekali." Kata Song Fa
" Maaf guru, kali ini aku harus berterus terang kepada guru. Sebenarnya aku adalah putra When Cen!, dan kaisar yang sekarang adalah paman When peng sepupu ayahku. Kakek When Gu adalah ayah dari paman When Peng yang mana mereka tidak senang dangan ayahku yang menjadi kaisar. Karena kakek When Gu menghendaki putranya When Peng yang menjadi kaisar bukan ayahku. Jadi mereka diam - diam membentuk aliansi dan memberontak." When Tyan lalu menceritakan awal kudeta hingga ia sampai terbuang ke lembah Iblis Kembar.
" Hah.....kau adalah putra dari When Cen kaisar Han." Liu Cen dan Song Fa saling pandang. Mereka tak menyangka bahwa When Tyan adalah putra seorang kaisar yang sangat di cintai rakyat pada masa kepemimpinannya. Pada saat kepemimpinan When Cen memang rakyat kekaisaran Han hidup makmur serta damai.
Tapi kini semua berubah, pemerintahan hanya mementingkan kekayaan pribadi. Kemiskinan dimana - mana, sungguh memprihatinkan kehidupan rakyat kekaisaran Jan.
" Guru, jika guru tidak keberatan aku minta bantuan guru Liu dan guru Fa juga Jin Huo." Kata When Tyan dengan nada memelas di hadapan gurunya juga burung Phoenix.
" Jika masalah itu akan kami pertimbangkan dulu, semuanya butuh persiapan yang matang juga strategi khusus. Tyan ' er, jika niatmu memang begitu kau harus banyak berlatih.persiapkan dirimu sematang mungkin." Kata Liu Cen dengan serius dan di sertai anggukkan kepala Song Fa.
" Semua itu sudah aku pikirkan matang - matang guru. Aku tak ingin gegabah dan akan mencelakai orang tuaku jika aku gagal." When Tyan berbicara dengan lebih serius lagi.
" Sebagai gurumu, kami juga merasakan apa yang kau rasakan. Fokuskan niatmu, kau harus menjadi pendekar tangguh yang selalu membela kebenaran di masa depan." Kata Song Fa memberi semangat kepada When Tyan.
Song Fa dan Liu Cen kemudian melangkah masuk ke pondok untuk beristirahat. Sementara When Tyan dan Jin Huo masih tinggal di luar. Mereka dalam situasi kalut saat ini dan tidak berani ceroboh dalam menentukan sikap.
" Maukah kau membantu ku untuk menyelamatkan keluargaku.?" Kata When Tyan kepada Jin Huo yang ada di sampingnya.
Mendengar permintaan dari When Tyan, burung Phoenix pun mengangguk tanda setuju. Kemudian When Tyan berlatih jurus pedang maya.
Sementara Liu Cen dan Song Fa berdiskusi tentang When Tyan yang akan menyerang kekaisaran Han.
" apakah kita harus ikut serta untuk membantu When Tyan." Tanya Song Fa kepada Liu Cen.
" Aku juga masih ragu, sementara When Tyan adalah murid kita Apapun masalah yang dihadapinya kita wajib untuk membantunya." Jawab Liu Cen tanpa ekspresi.
" Benar juga, When Tyan adalah murid kita satu - satunya. Dia adalah pendekar yang sangat berbakat yang menyimpan banyak kelebihan. Jadi kita harus melindungi nya dari orang - orang aliran hitam. Kita harus menjadikan ia pendekar sejati untuk menumpas kejahatan." Jawab Song Fa dengan antusias.
__ADS_1
Kemudian mereka pun saling menceritakan perjalanan mereka dari awal mereka berpisah. Dari kisah yang menyenangkan hingga kisah pahit yang sudah mereka jalani.
Duar........!!!!
Duar.........!!!!!
Bunyi ledakan yang keras membuat Song Fa dan Liu Cen kaget setengah mati. Percakapan mereka terhenti akibat suara itu. Mereka melesat keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi. Setibanya diluar, ternyata mereka hanya melihat When Tyan yang sedang berlatih Jurus Pedang Maya. Tehnik jurus pedang maya yang di pelajari When Tyan mengalami kemajuan pesat.
Dengan menggunakan kekuatan Tubuh Dewa Phoenix tak terkalahkan, jurus pedang maya yang diperagakan oleh When Tyan menjadi lebih mengerikan. Kekuatan jurus itu menjadi lebih dahsyat dan lebih mematikan.
" Anak ini sungguh sangat mengerikan sekali, dengan menggabungkan kekuatan jurus Pedang Maya dan kekuatan Tubuh Dewa Phoenix tak terkalahkan ia terlihat bagai dewa kematian. Sungguh pendekar muda yang sangat beruntung karena bisa mendapatkan kedua kekuatan dan menggabungkannya." Bisik Song Fa sambil berdecak kagum.
" Dengan usia semuda ini, ia sudah memiliki kekuatan dan pusaka yang sangat mengerikan. Sungguh bakat yang sangat langka..." Kata Liu Cen mengagumi muridnya.
Mereka terus menonton When Tyan yang sedang berlatih dengan semangat. Sehingga ia tidak menyadari jika sedang di perhatikan oleh gurunya.
Whuuus.......!!!!!
Whuuuss.. .!!!!!
Duar........!!!!!
Ledakan itu mengakibatkan guncangan dengan radius puluhan meter. Song Fa dan Liu Cen hampir kehilangan keseimbangan akibatnya guncangan itu. Kemudian When Tyan melihat kedua gurunya yang sedang memperhatikan nya, ia pun tersenyum lalu menghampiri gurunya.
" Ternyata kau sudah menerobos ke alam nirwana tingkat dua rupanya. Pantas saja kekuatan mu semakin meningkat seperti ini, sungguh pencapaian yang sangat menakjubkan." Kata Liu Cen mengomentari kekuatan miris nya.
" Hm..., firasat ku mengatakan jika anak ini adalah calon pendekar yang sangat mengerikan di masa depan." Ujar Song Fa dengan wajah serius .
" Sebaik nya kau istirahat dulu, Tyan ' er kelihatan nya kau sudah lelah karena berlatih seharian." Kata Liu Cen sambil menepuk punggung Wen Tyan dengan perasaan bangga kepada muridnya itu.
__ADS_1
When Tyan hanya mengangguk mengiyakan ucapan gurunya lalu berjalan menuju ke arah Jin Huo. Kedua gurunya pun melangkah masuk untuk beristirahat. When Tyan pun menyandarkan tubuhnya yang kelelahan ke tubuh burung Phoenix.
Di keheningan malam dengan cahaya bulan, pikiran When Tyan melayang diantara bintang - bintang di langit. Ia tidak sabar lagi untuk menyelamatkan kedua orang tua serta adiknya.
" Sebaik nya besok aku berpamitan kepada guru untuk menemui paman Xiao Sen. Lebih cepat lebih baik, karena keluargaku pasti sangat menderita sekali di san." Kata When Tyan dalam hati.
Angin malam berhembus membelai wajah When Tyan dengan lembut. Dan tak terasa When Tyan pun tertidur di dalam dekapan sayap Jin Huo.
Keesokan harinya When Tyan menemui kedua gurunya untuk berpamitan. Dengan hatii - hati dan bernada berat akhirnya When Tyan memberanikan diri untuk berpamitan kepada gurunya. Setelah masuk dan bertemu dengan gurunya yang ternyata sudah duduk sambil minum teh.
" Guru sudah bangun rupanya." Kata When Tyan setelah melihat kedua gurunya yang sedang duduk.
" Tyan ' er, kau sudah bangun, ada apa kok nampaknya kau sangat gelisah hari in.?" Tanya Liu Cen kepada muridnya.
" guru, pagi ini aku akan berangkat untuk menemui paman Xiao sen di sekte Cempaka Wungu. Aku ingin mengetahui perkembangan rencana pembentukan aliansi yang sudah kami rencanakan beberapa bulan yang lalu." Kata When Tyan dengan menunduk dan tak berani menatap gurunya.
" Apakah kau ingin pergi sendirian, dan tidak berniat mengajak kami berdua untuk pergi ke sekte Cempaka Wungu.?" Tanya Song Fa dengan mengerlingkan matanya meledek When Tyan dan diiringi senyuman Liu Cen.
" Apakah guru berniat untuk pergi ke sekte Cempaka Wungu bersamaku." Kata When Tyan dengan heran karena tak percaya akan sikap kedua gurunya.
" Kami berencana untuk pergi ke kekaisaran Tang untuk mengunjungi sahabat kami. Dari itu sekalian aja kita berangkat bersama." Kata Song Fa.
" Oh begitu rupanya.." kata When Tyan menanggapi.
Mereka pun berangkat meninggalkan lembah iblis kembar bersama - sama. Mereka terbang dengan menggunakan tenaga dalam agar cepat tiba ke tempat tujuan.
Dalam perjalanan ini When Tyan lah yang paling lambat yang membuat kedua gurunya harus menunggu. Gerakan Song Fa dan Liu Cen sangat cepat dengan hitungan satu nafas saja sudah melewati puluhan mil. Dua pendekar papan atas kekaisaran Tang yang sangat melegenda di kala itu.
When Tyan sangat beruntung memiliki guru yang merupakan pendekar hebat. Ia pun sangat menghormati dan sangat mengagumi kedua pendekar dari kekaisaran tang tersebut. Ia berniat untuk menggali lebih banyak lagi pengalaman yang mereka miliki.
__ADS_1