
" maaf tuan kepala desa, berapa jauh jarak ke desa sebelah." Tanya When Tyan dalam perjalanan.
" Sekitar seribu mil dan akan di tempuh satu bulan dengan berjalan kaki tuan. Desa itu bernama desa Ganda Mayit pendekar akan melewati hutan disepanjang jalan nantinya." Jawab Xiao An dengan jelas.
Tanpa terasa mereka pun telah sampai ke gerbang perbatasan desa Kabut Hantu. Dengan berat hati masyarakat Kabut hantu melepaskan kepergian When Tyan. Sebenarnya mereka berharap When Tyan bisa lebih lama tinggal di desa mereka dengan waktu yang lama.
" Tuan pendekar, sepertinya kami hanya bisa mengantar tuan sampai di sini. Kuharap tuan pendekar berhati - hati di perjalanan dan sudi kiranya mengunjungi desa kami jika ada waktu." Kata Xiao An melepas kepergian When Tyan.
" Terima kasih tuan kepala desa, aku pasti akan berkunjung ke desa ini jika ada waktu." Jawab When Tyan dan langsung melanjutkan perjalanan menuju desa Ganda Mayit.
Xiao An dan masyarakat desa Kabut Hantu kembali pulang setelah When Tyan menghilang di antara pepohonan besar di dalam hutan.
Setelah beberapa hari When Tyan meninggalkan desa Kabut Hantu, Xiao An kedatangan seorang ketua Sekte Cempaka Wulung di kediaman nya.
" Maaf tuan pendekar, ada perlu apa sehingga tuan repot - repot untuk menemui ku. Tuan tinggal kirim surat saja biar aku yang datang ke sekte Cempaka Wulung." Kata Xiao An merasa terkejut dengan kedatangan Xiao Sen.
" Masalah ini sangat pribadi sehingga harus aku sendiri yang datang ke sini tuan Xiao." Kata Xioa Sen singkat.
" Oh..., begitu rupanya. Apa yang bisa kulakukan untuk tuan ketua." Tanya Xiao Sen.
" Aku mendengar dari orang rahasia suruhan ku bahwa desa ini kedatangan pendekar muda yang sangat hebat bernama When Tyan. Apakah pendekar muda itu masih berada di desa ini.?" Tanya Xiao Sen.
" Benar ketua memang begitu ada nya, tetapi pendekar muda itu sudah pergi dari desa ini beberapa hari yang lalu. Apakah ketua merasakan hal yang sama sepertiku." Jawab Xiao An dengan ragu.
" Aku tidak tahu dengan maksudmu itu." Tanya Xiao Sen keheranan.
" Maksudku dengan Pendekar muda itu bernama When Tyan. Apakah dia adalah putra dari yang mulia kaisar When Cen. Aku ber firasat begitu setelah mendengar namanya." Kata Xiao An menjelaskan.
" Ya aku juga Begitu, tetapi berita ini belum ada yang tahu pasti. Aku berharap untuk bisa menemukan pendekar muda itu.." kata Xiao Sen penuh harap.
" Firasatku mengatakan kalau pendekar muda itu adalah benar putra dari kaisar When Cen. Kekaisaran Han akan timbul gejolak besar dan kita harus siap mendukung When Tyan nantinya." Xiao Sen menambahkan lagi.
__ADS_1
" Kalau begitu ketua harus menyusul nya ke desa Ganda Mayit secepatnya sebelum jendral perang Lu Huang menangkap nya. Kita harus merahasiakan ini dan melindungi When Tyan.." kata Xiao An.
" Kata mu benar, baik lah aku akan segera menyusulnya Ke Desa Ganda Mayit Sekarang." Kata Xiao Sen dan segera beranjak pergi meninggalkan Desa Kabut Hantu.
Dengan kecepatan tinggi Xiao Sen melesat menyusul When Tyan. Dengan penuh harap dia secepatnya menemukan When Tyan.
Sementara itu di desa Ganda Mayit When Tyan berencana seperti biasa mencari penginapan. Ia berjalan menyusuri desa, mendapati sebuah bangunan agak besar dari yang lain nya. Di atas pintu terdapat tulisan Penginapan Bulan Sabit. When Tyan pun melangkah masuk dan menemui kasir penginapan.
" Apakah tuan muda akan menginap tuan?." Sapa kasir dengan ramah dan tersenyum kepada When Tyan.
" Benar nona, apakah masih ada kamar kosong untukku?." Tanya When Tyan.
" Kebetulan penginapan kami sedang sepi hari ini, dan anda bisa memilih kamar yang anda sukai tuan." Kata kasir sambil membimbing When Tyan untuk memilih kamar.
When Tyan berjalan dari pintu ke pintu dan akhirnya berhenti di depan kamar.
" Ku rasa tempat ini sangat nyaman untukku, aku memilih kamar ini." Kata When Tyan.
" Selamat beristirahat tuan, semoga anda puas dengan pelayanan kami. Apa bila tuan lapar, tuan bisa pergi ke ruangan depan tuan." Kata pelayan memberi tahu.
Pelayan itu pun pergi meninggalkan When Tyan memberi tips tiga keping perak kepada kasir.
When Tyan langsung Baring di kasur untuk beristirahat setelah dua minggu melakukan perjalanan. Badan nya terasa letih sekali. Mata baru terpejam tiba - tiba terdengar suara berisik dari ruangan tengah.
Ternyata sedang terjadi selisih paham antara kasir dan seorang gadis kecil yang berpenampilan lusuh. When Tyan pun keluar untuk melihat sumber dari keributan itu. Sesampainya di ruang tengah When Tyan melihat seorang anak gadis kecil yang sedang di bentak oleh kasir. When Tyan langsung mendekat dan bertanya kepada kasir.
" Ada masalah apa dengan adik kecil ini nyonya.?" Tanya When Tyan kepada kasir
" Bocah kecil ini telah mengambil makanan dari meja dan tidak mau membayar." Kata kasir menjelaskan.
" Maaf kak, bukannya aku tidak mau membayarnya tetapi aku sama sekali tidak punya uang. Aku terpaksa mengambil sisa makanan ini karena ibuku sedang sakit dan sudah dua hari belum makan." Kata gadis kecil yang lusuh itu kepada When Tyan.
__ADS_1
" Oh begitu rupanya, nona tolong bungkus makanan yang banyak untuk adik ini. Biar aku yang bayar." Kata When Tyan seraya mengeluarkan sekeping koin emas kepada kasir.
" Adik manis siapa namamu?." Tanya When Tyan kepada gadis kecil yang lusuh itu.
" Nama ku Xiang Xia kak, terima kasih ya kak sudah menyelamatkan ku." Kata gadis itu yan bernama Xiang Xia.
" Ya, di mana rumah mu dan ibu sakit apa." Tanya When Tyan lagi.
" Ibu sudah lama terbaring lemas tidak bertenaga, mukanya juga pucat.aku gak tahu ibu sakit apa, kalau rumah ku di sana kak." Sambil menunjuk Xiang Xia menjelaskan.
When tyan pun menerima makanan lalu berterima kasih kepada kasir dan langsung mengajak Xiang Xia menuju rumahnya. When Tyan dan mamberikan nya kapda Xiang Xia. Ia ingin memeriksa keadaan ibu Xiang Xia.
" Terima kasih ya kak, Kakak mau mampir kerumahku ya, ayo kak tolong periksa keadaan ibu ku." Kata Xiang Xia dan langsung menarik tangan When Tyan dan melangkah menuju rumahnya. Tak berapa lama mereka pun sampai di depan rumah kecil yang berdinding bambu.
" Kak kita sudah sampai, ini rumah ku apa kakak tidak merasa risih dengan keadaan kami.?" Kata Xiang Xia menyadari keadaan rumah nya yang kecil dan tidak terawat itu.
" Xia ' er , gak apa - apa aku sudah biasa kok jangan kawatir. Mari kita masuk." Kata When Tyan menghibur hati Xiang Xia sambil tersenyum.
Kreek........
Pintu di buka dan nampak seorang paruh baya sedang terbaring lemah. Wajah nya pucat dan badan nya kurus tak terawat.
" Ibu aku pulang dan lihat aku membawa makanan enak untuk ibu. Ibu pasti sudah lapar, sakarang ibu makan ya aku suapi." Kata Xiang Xia memapa ibunya duduk lalu menyuapi.
" Nak siapa dia?." Tanya sang ibu kepada Xiang Xia.
" Ibu kakak ini sangat baik, dia yang membelikan semua makanan ini. Aku gak sempat bertanya siapa kakak ini, karena aku sangat gembira tadi sehingga gak sempat bertanya bu." Kata Xiang Xia sambil tersenyum malu - malu memandang When Tyan.
" Nak siapa namamu dan dari mana asalmu, oh ya sampai lupa, terima kasih ya nak atas kebaikan mu pada kami." Kata ibu paruh baya itu sebelum menyantap makanan nya. Dan suaranya parau karena penyakit yang di deritanya tak kunjung sembuh.
" Jangan sungkan bu, namaku When Tyan. Aku juga gak ingat dari mana asalku, aku di selamatkan oleh seorang pendekar di sebuah lembah. Dan kini aku akan berkelana untuk menambah pengalaman.." jawab When tyan berbohong. Dia dengan sengaja merahasiakan identitasnya.
__ADS_1
" Oh begitu ya." Kata perempuan paruh baya itu dan tidak berani bertanya lagi secara detail tentang identitas When Tyan.